MoneyTalk, Jakarta – Situasi sosial politik nasional kian panas. Gelombang kemarahan rakyat terus membesar pasca wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas dilindas mobil taktis Brimob saat aksi protes di depan DPR RI. Tragedi ini menjadi pemicu ledakan emosi publik terhadap rezim, bukan hanya kepada DPR, tetapi juga terhadap eksekutif.
Di tengah situasi genting ini, politikus senior PDIP, Beathor Suryadi, menyuarakan langkah ekstrem: pemakzulan segera terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Pemakzulan itu prosesnya bisa tiga tahunan. Rakyat sudah tidak sabar. Negara bisa chaos bila Gibran dibiarkan. Tarik mundur itu hanya butuh dua hari saja,” tegas Beathor dalam keterangan persnya, Sabtu (30/8/2025).
Beathor juga menuding Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai biang kerok atas lolosnya Gibran dalam Pilpres 2024. Menurutnya, sembilan hakim MK telah melakukan “pembangkangan” terhadap konstitusi dengan mengubah syarat usia calon presiden dan wakil presiden.
“Kalau sembilan hakim MK mampu menemukan cara agar Gibran bisa lolos, maka sembilan hakim MK juga harus mampu menemukan cara agar Gibran dibatalkan. Hak untuk mengubah konstitusi itu hanya Presiden dan DPR, bukan hakim MK. Karena itu, hakim MK bisa dipidana bila membangkang,” ujarnya lantang.
Tragedi wafatnya Affan Ojol disebut Beathor sebagai titik balik kemarahan rakyat. Awalnya, gelombang protes hanya tertuju pada DPR yang dinilai serakah menaikkan kesejahteraan diri sendiri secara “brutal.” Namun kini, amarah publik merembet ke arah eksekutif.
“Ini bukan hanya soal Gibran, tapi soal keadilan. Rakyat sudah kecewa, rakyat sudah marah. Jangan biarkan negara hancur karena kesewenang-wenangan elit,” tegas Beathor.
Tak hanya menyerang Gibran, Beathor juga menyentil keras mantan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, bila Presiden Prabowo berani mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo, maka gelombang rakyat akan semakin kuat menuntut penangkapan dan pengadilan terhadap Jokowi.
“Begitu Kapolri dicopot oleh Presiden Prabowo, maka isu tangkap dan adili Joko Widodo menjadi kebangkitan kekuatan rakyat untuk menata bangsa dan negara ke arah yang lebih baik,” seru Beathor.
Beathor menutup pernyataannya dengan seruan lantang yang bernada perlawanan rakyat terhadap elit politik.
“Amankan negara, tarik mundur Gibran! Jangan biarkan rakyat terus berduka. Tangkap dan adili Jokowi. Salam juang!”




