31 Oktober 2026

BBRI

MoneyTalk.id,Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menilai fundamental Perseroan yang solid memberikan landasan yang kuat bagi prospek pertumbuhan BRI dalam jangka panjang. Hal tersebut turut tercermin dari langkah BRI yang secara konsisten melakukan pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari strategi penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Konsistensi tersebut tercermin dari sejumlah aksi buyback yang telah dilakukan BRI dalam beberapa periode terakhir. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 24 Maret 2025, pemegang saham telah menyetujui pelaksanaan buyback saham dengan nilai sebesar-besarnya Rp3 triliun, yang dapat dilakukan melalui bursa efek maupun di luar bursa efek, baik secara bertahap maupun sekaligus sesuai ketentuan yang berlaku.

Memasuki 2026, BRI kembali melanjutkan langkah tersebut melalui pelaksanaan buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Berdasarkan keterbukaan informasi pada 12 Juni 2026, BRI mengalokasikan dana sebesar-besarnya Rp500 miliar untuk pelaksanaan buyback tahap I pada periode 12 Juni hingga 11 September 2026.

Selanjutnya, melalui keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026, BRI kembali mengumumkan rencana pelaksanaan buyback tahap II dengan nilai sebesar-besarnya Rp1 triliun. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa buyback secara bertahap merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan ketentuan yang berlaku.

“Langkah buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Perseroan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Dhanny.

Dhanny menambahkan, keputusan buyback turut mempertimbangkan dinamika pasar global, termasuk ketidakpastian ekonomi, tensi geopolitik, pergerakan harga komoditas, serta arus

modal yang memengaruhi volatilitas pasar keuangan Indonesia.

Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir triwulan II 2026, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun. Total aset tercatat tumbuh 11,7% secara tahunan menjadi Rp2.352 triliun, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6,7% menjadi Rp1.581 triliun, sementara penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 16,2% menjadi Rp1.646 triliun.

Kinerja tersebut juga didukung oleh posisi permodalan dan likuiditas yang kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 21,5%, sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 90,8%. Posisi ini memberikan ruang yang memadai bagi BRI untuk terus menjalankan fungsi intermediasi dan menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

“Ke depan, BRI akan tetap berfokus pada penguatan kinerja bisnis dan mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan fundamental dan permodalan yang kuat, kami optimistis BRI memiliki ruang untuk terus bertumbuh serta memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” pungkas Dhanny.

 

Keywords: BRI, BBRI, Buyback, Kinerja Keuangan, Strategi Perusahaan

MoneyTalk.id,Jakarta – Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dalam aktivitas dan transaksi bisnis, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan Qlola Mobile sebagai bagian dari New Experience Qlola by BRI. Melalui Qlola Mobile, nasabah dapat melakukan persetujuan transaksi serta memantau aktivitas bisnis dan informasi finansial perusahaan secara fleksibel dan real-time.

Sebagai platform yang melengkapi pengalaman dan kebutuhan bertransaksi bisnis nasabah, Qlola Mobile hadir dengan fitur informasi rekening yang membantu nasabah melihat posisi keuangan secara aktual dalam genggaman. Nasabah juga dapat melihat saldo dalam berbagai mata uang serta melihat daftar rekening yang terhubung dalam satu akun yang dapat dipantau secara menyeluruh.

Kemudahan pemantauan posisi keuangan juga dilengkapi dengan fleksibilitas untuk menindaklanjuti transaksi yang membutuhkan keputusan. Nasabah berwenang dapat memberikan persetujuan transaksi atas berbagai akun Qlola by BRI kelolaan perusahaannya dalam satu perangkat mobile, sehingga persetujuan transaksi dapat dilakukan lebih efisien, di mana saja dan kapan saja.

Selain memberikan gambaran posisi keuangan dan fleksibilitas persetujuan, nasabah pun dapat memantau aktivitas transaksi perusahaan melalui riwayat dan status transaksi, mulai dari transfer hingga pembayaran payroll. Informasi tersebut membantu nasabah meninjau aktivitas finansial bisnis secara fleksibel.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan bahwa peluncuran Qlola Mobile merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat digitalisasi layanan wholesale banking sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah bisnis.

“Melalui New Experience Qlola by BRI, perseroan terus mengembangkan layanan transaksi keuangan yang terintegrasi dan mudah diakses guna mendukung kelancaran operasional serta pertumbuhan bisnis nasabah. Kemudahan akses ini untuk memastikan transaksi bisnis dapat dilakukan secara nyaman, fleksibel, dan terkendali,” ujar Riko.

Riko juga menjelaskan bahwa pengembangan Qlola by BRI mengedepankan dua pilar utama, yakni Connectivity dan Seamless User Experience, yang diwujudkan melalui keterhubungan

layanan Qlola by BRI pada kanal website dan aplikasi mobile. Integrasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk mengakses dan mengelola kebutuhan transaksi keuangan perusahaan secara lebih praktis dan efisien, kapan pun dan di mana pun.

Penguatan layanan digital tersebut turut diikuti dengan peningkatan aktivitas transaksi nasabah bisnis melalui Qlola by BRI. Hingga September 2026, nilai transaksi Qlola by BRI tercatat tumbuh sebesar 32% secara year-on-year (YoY). Capaian ini menjadi salah satu dorongan bagi BRI untuk terus memperluas kapabilitas layanan sesuai dengan perkembangan kebutuhan bisnis nasabah.

“Melalui inovasi yang berkelanjutan, Qlola by BRI diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan bisnis melalui akses dan kontrol yang lebih luas terhadap aktivitas operasional dan keuangan. Komitmen tersebut sejalan dengan semangat One Platform. Connecting Business. Accelerating Growth,” ucap Riko.

Sebagai bagian dari upaya memperluas kemudahan akses layanan bagi nasabah, Qlola Mobile kini tersedia bagi nasabah baru maupun nasabah yang telah menggunakan Qlola by BRI. Proses aktivasi dapat dilakukan secara real-time dan sepenuhnya digital tanpa perlu mengunjungi kantor cabang BRI. Aplikasi Qlola Mobile dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp144,59 triliun kepada 2,76 juta debitur.

Dari total penyaluran tersebut, sebesar Rp98,86 triliun atau 68,38% disalurkan kepada sektor produksi, mencerminkan fokus BRI dalam memperkuat pembiayaan bagi aktivitas usaha produktif. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 42,79% dari total penyaluran KUR BRI sepanjang Januari hingga Agustus 2026, yang mencerminkan komitmen Perseroan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Besarnya penyaluran KUR ke sektor produksi juga menunjukkan peran strategis BRI dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pembiayaan kepada pelaku usaha di sektor pertanian dan berbagai sektor produktif lainnya, BRI berupaya mendorong peningkatan kapasitas usaha sekaligus memperkuat rantai pasok dan aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan konsistensi BRI dalam mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Penyaluran KUR menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran bagi UMKM. Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah,” ujar Akhmad.

Dalam penyalurannya, BRI senantiasa mengedepankan ketepatan sasaran, prinsip kehati-hatian, dan kualitas pembiayaan. Jaringan layanan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia turut memperkuat kemampuan Perseroan dalam memahami kebutuhan dan karakteristik usaha masyarakat.

“KUR BRI bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. BRI akan terus menjaga kualitas penyaluran KUR agar memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan membuka kesempatan bagi semakin banyak UMKM untuk tumbuh dan naik kelas,” lanjut Akhmad.

Sepanjang periode 2015 hingga Agustus 2026, BRI secara kumulatif telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Capaian tersebut merefleksikan konsistensi BRI dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Sejalan dengan komitmen memperluas akses pembiayaan produktif, BRI juga terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk dalam memperkuat akses pembiayaan pada sektor perumahan.

Hingga akhir Agustus 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp11,9 triliun, yang terdiri atas KPP Demand sebesar Rp9,62 triliun dan KPP Supply sebesar Rp2,29 triliun.

“Dengan mengintegrasikan akses pembiayaan dan pemberdayaan usaha, BRI berkomitmen untuk mendorong UMKM agar semakin produktif, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.