8 November 2026

Dedek Prayudi

MoneyTalk.id,Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bereaksi terhadap beredarnya berbagai tuduhan yang menyeret nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus dugaan penyadapan ilegal. Isu tersebut mengaitkan Jokowi dengan kelompok yang disebut ‘Geng Solo’ dalam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPP PSI, Dedek Prayudi, menilai narasi yang berkembang di media sosial telah melampaui batas kewajaran dan berpotensi menjadi fitnah. Dedek mengaku terkejut karena Jokowi kembali menjadi sasaran tuduhan setelah sebelumnya menghadapi berbagai persoalan hukum.

“Jujur saja, dua hari terakhir saya sibuk mengawal Pak Jokowi di sidang, dan apa yang saya rasakan saat itu adalah Pak Jokowi sebegitunya membela haknya dari tuduhan atau fitnah-fitnah yang merajalela menyerang dirinya,” ujar Dedek dalam dialog Kompas Petang di Kompas TV, Sabtu (7/11/2026).

Ia mengatakan, tuduhan baru yang mengaitkan Jokowi dan Wakil Presiden muncul tidak lama setelah dirinya mendampingi proses hukum mantan kepala negara tersebut.

PSI juga menyoroti pelesetan nama partai menjadi ‘Partai Sadap Indonesia’ yang ramai beredar di media sosial. Dedek menyebut pelesetan tersebut sebagai bentuk serangan yang dinilai keterlaluan terhadap institusi partainya.

“Bahkan PSI di berbagai forum media sosial diplesetkan namanya menjadi ‘Partai Sadap Indonesia’, dan bagi kami ini begitu kejam. Oleh karena itu, kami mendesak penegak hukum untuk mengusut ini,” tegas pria yang akrab disapa Uki tersebut.

PSI meminta Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI bersikap aktif mengungkap fakta terkait dugaan penyadapan. Dedek berharap pemerintah membuka informasi secara transparan, baik dari aspek hukum maupun politik, agar masyarakat tidak terjebak spekulasi.

“Kami mendukung pemerintah supaya membuka seterang-terangnya, baik itu dari aspek penegakan hukum, aspek politik, dan tentu saja mengawal informasi yang beredar,” ucapnya.

Ia menegaskan, penyidik kepolisian belum pernah menyampaikan nama-nama pihak yang diduga menjadi korban penyadapan. Namun, spekulasi yang mengaitkan Jokowi dengan kasus tersebut telanjur menyebar melalui media sosial dan podcast YouTube. Dedek pun menyayangkan munculnya tuduhan tanpa keterangan resmi penyidik.