7 November 2026

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia

JAKARTA, Moneytalk – Sejak terpilihnya Laksamana TNI (Purn) Sumardjono sebagai Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) pada Musyawarah Nasional VIII (MUNAS VIII), HNSI terus berkomitmen untuk membangun sinergi yang kuat demi mendukung ekosistem perikanan dan kelautan di seluruh Indonesia.

Langkah strategis terbaru dilakukan dengan menggandeng perusahaan start-up berfokus di karbon kredit, PT. Nol Karbon Indonesia, dalam upaya menggali potensi pengembangan zero carbon di wilayah kerja nelayan Indonesia.

Wakil Ketua Umum HNSI, Dr. Ir. Imam Supriyadi, M.M, ditunjuk untuk mewakili organisasi dalam menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) dengan PT. Nol Karbon Indonesia, yang diwakili oleh Direktur Pera Malinda Sihite pada Sabtu (20/01) di Jakarta. Kesepakatan ini merupakan langkah penting dalam rangka aksi mitigasi perubahan iklim yang diharapkan dapat memberikan dampak pengurangan emisi dan pemberdayaan ekonomi  masyarakat nelayan di seluruh Indonesia.

Salah satu tujuan utama dari kerja sama ini adalah mendukung program Pemerintah dalam menurunkan emisi karbon. Melalui upaya bersama dengan PT. Nol Karbon Indonesia, HNSI berharap dapat menjadi pelaku utama dalam aksi kolektif untuk mencapai target net-zero emission pada 2050.

Pera Malinda Sihite, Direktur PT. Nol Karbon Indonesia, menyatakan, “Nol Karbon berharap kerjasama dengan HNSI dapat memberikan kontribusi nyata ke nelayan seperti silvofishery yang menggabungkan antara usaha perikanan dengan penanaman mangrove atau bahkan renewable energy hydropower (pembangkit tenaga air) yang bisa mengaliri listrik ke wilayah nelayan. Nol Karbon berharap bisa memberikan solusi inovatif dengan ekonomi karbon.”

Sejalan dengan itu, Imam Supriyadi juga menambahkan, Saat ini, sebagai bagian dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), ingin mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung keberlanjutan ekosistem perikanan dan kelautan di seluruh negeri. Kerja sama dengan PT. Nol Karbon Indonesia merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, dan kami yakin hal ini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan nelayan di Indonesia.

“Kami memahami tanggung jawab kami untuk berkontribusi dalam menghadapi tantangan global perubahan iklim. Bersama PT. Nol Karbon Indonesia, kami berkomitmen untuk tidak hanya memberikan solusi inovatif, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mencapai target net-zero emission 2050. Kolaborasi ini bukan hanya sebagai langkah bisnis, melainkan sebagai wujud nyata dari dedikasi kami terhadap keberlanjutan dan masa depan yang lebih baik untuk nelayan Indonesia.” ujarnya.

Lebih lanjut, Imam Supriyadi mengungkapkan,”kerjasama ini merupakan bentuk kepedulian HNSI memberikan kesempatan kepada anak – anak muda untuk berpartisipasi terhadap program pemerintah mengurangi emisi karbon dan juga suatu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pendapatan lain di luar usaha utamanya.”

Permasalahan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim semakin kompleks, dan HNSI memahami pentingnya kontribusi mereka dalam menghadapi tantangan ini. Dalam konteks ini, kerja sama ini diharapkan mampu memberikan solusi konkrit dan berkelanjutan untuk pemberdayaan masyarakat nelayan serta berkontribusi positif terhadap upaya global dalam mengurangi dampak perubahan iklim.[MT]

JAKARTA, MoneyTalk – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengawali era baru dengan melantik Laksamana TNI (Purn) Soemardjono sebagai Ketua Umum untuk masa bhakti 2023-2028. Setelah melalui proses pemilihan, Laksamana TNI (Purn) Soemardjono resmi menjadi Ketua Umum HNSI.

Setelah resmi menjadi ketua umum HNSI Laksamana TNI (Purn) Soemardjono, Rabu (20/12) bertempat di Balai Samudra, Jakarta Utara. Melakukan pelantikan kepengurusan DPP HNSI Periode 2023 – 2028.

Dalam acara pelantikan yang penuh semangat di Balai Samudra,Laksamana (purn) Soemardjono menyampaikan visi dan misi yang akan membimbing perjalanan HNSI ke depan, mengedepankan kesejahteraan nelayan Indonesia.

“Kesejahteraan nelayan harus menjadi poros utama dalam kepemimpinan kita. Ini bukan hanya tanggung jawab HNSI, tetapi tugas bersama untuk mewujudkannya,” ungkap Soemardjono.

Mengusung tema perubahan, “Menggenggam Kesejahteraan, Mewujudkan Masyarakat Nelayan Sejahtera Se-Indonesia dalam Bingkai NKRI”. HNSI memiliki visi besar untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan nelayan se-Indonesia.

Pelantikan kepengurusan DPP Pusat HNSI Masa bhakti 2023-2028 akan memberikan perubahan warna baru bagi kemajuan dan kesejahteraan para anggota HNSI di seluruh Indonesi. Selain itu dibawah kepemimpinan Laksamana Soemardjono HNSI juga akan dibawa untuk dapat meningkatkan kualitas hidup para nelayan dan memastikan peran mereka diakui dalam ekosistem industri perikanan nasional.

Laksamana Soemardjono telah pula memiliki Misi membawa HNSI muju perubahaan yang lebih baik, diantaranya, Menghimpun Nelayan Se-Indonesia sebagai Tujuan Utama dimana HNSI berkomitmen untuk menjadi wadah yang inklusif bagi semua nelayan di Indonesia. Misi ini melibatkan upaya maksimal dalam menghimpun, mewadahi, dan memperjuangkan hak serta kesejahteraan nelayan dari Sabang sampai Merauke.

Kedua HNSI Menegaskan Peran Nelayan dalam Ekosistem Industri Perikanan. Misi kedua ini adalah menekankan pentingnya peran nelayan sebagai elemen integral dalam ekosistem industri perikanan. HNSI akan bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan bahwa keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem perikanan tetap terjaga.

Ketiga, Membangun Ekosistem Perikanan Bersama Stakeholder. HNSI memahami bahwa keberhasilan industri perikanan tidak bisa dicapai sendiri. Misi ini mencakup pembangunan ekosistem perikanan yang melibatkan kolaborasi erat dengan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.

Keempat HNSI akan Mendorong Regulasi Pemerintah yang Mendukung Kesejahteraan Nelayan. HNSI akan menjadi suara yang proaktif dalam mendorong pemerintah untuk menerbitkan regulasi yang tidak hanya memudahkan implementasinya tetapi juga adil dan mendukung kesejahteraan nelayan.

Kelima Menyoroti Dampak Regulasi Terhadap Kehidupan Nelayan. Misi kelima adalah menyoroti bahwa setiap regulasi yang diterapkan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan para nelayan. HNSI akan berperan sebagai penjaga kepentingan para nelayan di tingkat nasional dan terakhir HNSI akan melakukan Peninjauan Kembali Regulasi Penangkapan Ikan Terpadu.

Langkah ini dilakukan HNSI untuk mendukung instruksi Presiden untuk menunda penerapan Regulasi Penangkapan Ikan Terpadu (PIT) dan meninjau ulang regulasinya. Misi ini dijalankan untuk memastikan keberlanjutan usaha nelayan tanpa mengorbankan kesejahteraan mereka.

“Dalam kepemimpinan saya, saya akan membawa kesejahteraan nelayan kita, kita harus menjadi poros utama dan mendukung peran serta nelayan Indonesia menjadi salah satu garda terdepan dalam turut pula menjaga perairan nusantara yang kaya akan sumber laut yang melimpah. Ini bukan hanya tanggung jawab HNSI, tetapi tugas bersama untuk mewujudkannya.” ungkap Laksamana TNI (Purn) Soemardjono.

Melalui visi dan misi ini, HNSI di bawah kepemimpinan Laksamana TNI (Purn) Soemardjono siap melangkah maju dalam membangun fondasi kesejahteraan bagi nelayan Indonesia. Dengan tekad yang kuat, HNSI berkomitmen untuk menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam upaya meningkatkan taraf hidup nelayan dan memajukan sektor perikanan nasional.

Bersamaan dengan pelantikan kepengurusan DPP HNSI, Laksamana (Purn) Soemardjono, juga melakukan dua penandatangan kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) bersama yang pertama dilakukan dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dibidang kerjasama pindidikan, penelitian, pengabdian masyarakat serta peningkatan sumber daya manusia, sedangkan kerjasama kedua dilakukan dengan pihak BUMN Track selaku penyedia informasi seputar Bisnis dan BUMN.