1 November 2026

Inggris

MoneyTalk.id, Jakarta – Tidak semua film horor dimulai dengan suara jeritan. Justru film horor terbaik selalu diawali dengan suasana yang tenang, membuat penonton lengah sebelum akhirnya diteror habis-habisan. Begitulah semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris. Bagi para penonton di Indonesia yang rela begadang hingga dini hari, pertandingan ini bukan hanya menguras emosi, tetapi juga sukses membuat detak jantung naik-turun lebih cepat daripada harga cabai.

Babak pertama berjalan seperti adegan pembuka film horor. Tidak banyak peluang bersih tercipta, tetapi ketegangan terasa di setiap sentuhan bola. Argentina berusaha menguasai permainan, sementara Inggris tampil disiplin menunggu kesempatan menyerang balik. Bahkan, kalau ada yang sempat ke dapur membuat kopi, kemungkinan besar kopinya sudah keburu dingin karena terlalu sering bolak-balik ke depan televisi.

Memasuki babak kedua, cerita mulai berubah. Pada menit ke-55, Anthony Gordon berhasil memanfaatkan celah di lini belakang Argentina dan membawa Inggris unggul 1-0. Stadion bergemuruh. Pendukung Inggris mulai membayangkan tiket final sudah di depan mata. Bahkan mungkin ada yang diam-diam membuka aplikasi pesan untuk mengetik, “See you di final!” Untung saja belum sempat menekan tombol kirim.

Keunggulan itu membuat Inggris semakin percaya diri. Waktu yang terus berjalan terasa menjadi sekutu mereka, sementara bagi Argentina setiap menit yang berlalu seperti menghitung mundur menuju akhir cerita. Masalahnya, sepak bola punya kebiasaan buruk: sering merusak pesta tepat ketika para tamu baru saja mengambil piring.

Namun, setiap penonton film horor tahu satu aturan sederhana. Ketika musik latar tiba-tiba berhenti, biasanya bukan karena filmnya selesai. Justru saat itulah sesuatu akan muncul dari balik pintu.

Dan tepat ketika dini hari semakin larut, banyak orang mengira yang akan muncul hanyalah rasa kantuk.

Ternyata bukan.

Yang muncul adalah Argentina.

Albiceleste menaikkan intensitas permainan. Tekanan demi tekanan memaksa Inggris bertahan semakin dalam. Jordan Pickford terus mengoordinasikan lini belakangnya agar tidak kehilangan fokus. Namun semakin dekat peluit akhir, semakin besar pula tekanan yang datang ke pertahanan Inggris.

Lalu datang jump scare pertama.

Menit ke-85, Lionel Messi menemukan ruang sempit dan mengirim umpan matang yang diselesaikan Enzo Fernández menjadi gol penyama kedudukan.

Gol. Skor berubah menjadi 1-1.

Dalam hitungan detik, suasana berubah total. Pendukung Argentina kembali bernyanyi, sementara pendukung Inggris mendadak diam. Diamnya bukan karena tidak ada suara, tetapi karena masing-masing sedang sibuk berdoa dalam hati, “Jangan sampai kebobolan lagi…”

Sayangnya, sepak bola memang hobi melanjutkan kalimat yang diawali dengan kata “jangan sampai.”

Ketika injury time memasuki menit-menit terakhir, Lionel Messi kembali mengangkat kepala. Sebuah umpan silang presisi meluncur ke jantung pertahanan Inggris. Lautaro Martínez datang dari belakang dan menyambutnya dengan sundulan yang mengubah arah pertandingan.

Gol. Argentina berbalik unggul 2-1.

Di situlah jump scare terakhir muncul.

Kalau ada alat pengukur tekanan darah di tribun malam itu, hasilnya mungkin sudah cukup dijadikan bahan penelitian fakultas kedokteran. Pendukung Argentina yang beberapa menit sebelumnya nyaris putus asa kini saling berpelukan dengan siapa saja di sebelahnya, bahkan mungkin dengan orang yang baru dikenalnya lima menit sebelumnya. Sebaliknya, pendukung Inggris mendadak menjadi ahli teori. Mulai bermunculan kalimat seperti, “Kalau tadi bolanya dibuang…”, “Kalau tadi bertahan sedikit lebih rapat…”, hingga “Kalau waktu bisa diputar lagi…”—sebuah profesi dadakan yang hampir selalu muncul setelah kekalahan dramatis.

Peluit panjang akhirnya berbunyi. Bagi Inggris, pertandingan ini adalah film horor dengan akhir yang paling menyakitkan: kemenangan yang sudah di depan mata berubah menjadi mimpi buruk hanya dalam hitungan menit. Sebaliknya, bagi Argentina, laga ini kembali menegaskan karakter mereka sebagai tim yang tidak pernah berhenti percaya sampai detik terakhir.

Sementara itu, bagi para penonton di Indonesia, rasa kantuk yang sempat datang di awal pertandingan mendadak lenyap tanpa bekas. Tidak perlu kopi tambahan. Dua gol Argentina di penghujung laga sudah lebih dari cukup menjadi “alarm” yang membangunkan seluruh isi rumah.

Kini, Spanyol telah menunggu di partai final. Namun semifinal ini meninggalkan satu pelajaran sederhana bagi siapa pun yang akan menghadapi Albiceleste.

Melawan Argentina, keunggulan satu gol bukanlah akhir cerita. Justru di situlah film horornya sering kali baru benar-benar dimulai.

Penulis : Agung Nugroho, Pemaen Bola Kampung

MoneyTalk, Jakarta – Langkah Presiden Prabowo Subianto memperkuat kerja sama strategis dengan Inggris kembali menegaskan orientasi pemerintahannya pada penguatan sektor maritim nasional. Salah satu agenda penting dalam kunjungan kenegaraan Prabowo ke Inggris adalah kesepakatan kerja sama pembangunan 1.500 kapal ikan modern, yang dinilai bukan sekadar program ekonomi, melainkan strategi geopolitik jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan laut Indonesia.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai kerja sama tersebut mencerminkan visi besar Prabowo dalam membangun Indonesia sebagai kekuatan maritim regional yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing tinggi.

“Ini bukan hanya proyek kapal nelayan. Ini adalah desain besar penguatan sistem maritim Indonesia—dari ekonomi rakyat, teknologi, hingga aspek pertahanan non-militer,” ujar Amir Hamzah kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Inggris dikenal sebagai salah satu negara dengan sejarah panjang dan keunggulan teknologi dalam industri perkapalan. Mulai dari desain kapal, sistem navigasi, teknologi mesin, hingga efisiensi bahan bakar dan keselamatan pelayaran, Inggris memiliki reputasi global yang kuat.

Dalam kerja sama ini, kapal-kapal nelayan yang akan dibangun bukan kapal konvensional, melainkan kapal berteknologi modern, dilengkapi sistem navigasi canggih, pengawetan hasil tangkap, serta kemampuan operasional di laut lepas yang lebih aman dan efisien.

Menurut Amir Hamzah, pemilihan Inggris sebagai mitra menunjukkan kecermatan strategi Prabowo.

“Prabowo memilih mitra yang bukan hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga unggul dalam teknologi. Inggris adalah simbol peradaban maritim dunia. Kolaborasi ini sangat strategis,” jelasnya.

Yang menjadi poin krusial, lanjut Amir, adalah keputusan bahwa kapal-kapal tersebut dibangun di Indonesia, bukan diimpor secara utuh. Artinya, kerja sama ini membuka ruang besar bagi transfer teknologi dan penguatan industri galangan kapal nasional.

Pembangunan 1.500 kapal ikan diproyeksikan:

1. Menyerap puluhan hingga ratusan ribu tenaga kerja lokal

2. Menghidupkan industri baja, mesin, kelistrikan, dan logistik maritim

3. Mendorong lahirnya SDM unggul di bidang teknologi perkapalan

“Ini adalah industrialisasi maritim berbasis rakyat. Nelayan diperkuat, industri bergerak, teknologi masuk, dan negara hadir,” kata Amir.

Transfer teknologi dari Inggris juga dipandang sebagai fondasi penting untuk kemandirian Indonesia dalam membangun armada lautnya sendiri di masa depan, baik untuk kepentingan ekonomi maupun keamanan.

Meski berstatus kapal nelayan, Amir Hamzah menegaskan bahwa armada ini memiliki nilai strategis pertahanan. Kapal nelayan modern yang beroperasi luas di perairan Indonesia akan memperkuat kehadiran negara di laut, khususnya di wilayah rawan seperti perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

“Dalam intelijen maritim, kehadiran nelayan modern adalah bentuk soft power. Mereka menjadi mata dan telinga negara di laut,” ujarnya.

Dengan sistem komunikasi dan navigasi yang baik, kapal-kapal ini dapat menjadi bagian dari ekosistem keamanan maritim nasional tanpa harus dimiliterisasi. Ini sejalan dengan konsep pertahanan semesta yang kerap ditekankan Prabowo.

Selain proyek kapal nelayan, kunjungan Prabowo ke Inggris juga menghasilkan komitmen investasi senilai sekitar Rp90 triliun. Dana ini diproyeksikan masuk ke berbagai sektor strategis, terutama maritim, industri, dan infrastruktur pendukung.

Amir Hamzah menilai investasi tersebut akan memberi efek domino besar:

-Menggerakkan ekonomi daerah pesisir

-Meningkatkan daya beli nelayan dan keluarganya

-Memperkuat rantai pasok perikanan nasional

-Mengurangi ketergantungan impor hasil laut

“Ekonomi maritim adalah ekonomi rakyat. Jika nelayan kuat, konsumsi naik, stabilitas sosial terjaga,” ujarnya.

Dari perspektif geopolitik, kerja sama Indonesia–Inggris ini juga dibaca sebagai sinyal penting dalam dinamika Indo-Pasifik. Inggris, sebagai kekuatan global, menunjukkan minat strategis memperkuat kemitraan dengan Indonesia—negara kunci di jalur perdagangan laut dunia.

“Indonesia sedang memainkan peran sentral. Prabowo memanfaatkan posisi geografis dan geopolitik Indonesia untuk menarik mitra strategis tanpa kehilangan kedaulatan,” kata Amir Hamzah.

Dengan memperkuat sektor maritim, Indonesia tidak hanya memperkuat ekonomi domestik, tetapi juga meningkatkan posisi tawar dalam percaturan global, terutama di kawasan yang sarat kepentingan ekonomi dan keamanan.

Kerja sama pembangunan 1.500 kapal ikan bersama Inggris menandai babak baru pembangunan maritim Indonesia. Bukan lagi sekadar jargon, konsep poros maritim kini diterjemahkan dalam kebijakan konkret yang menyentuh nelayan, industri, teknologi, dan geopolitik sekaligus.

“Prabowo sedang membangun kekuatan Indonesia dari laut. Ini investasi jangka panjang untuk kedaulatan, kesejahteraan, dan stabilitas nasional,” pungkas Amir Hamzah.

MoneyTalk,Jakarta – Anggota DPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo, mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mendapatkan komimen investasi asing bernilai 18,5 miliar dolar AS dari lawatannya ke lima negara, baru-baru ini. Peluang ini jangan disia-siakan. Merespons pencapaian komitmen investasi itu, para menteri ekonomi hendaknya segera menindaklanjuti dengan melakukan pendekatan kepada para pihak agar realisasi komitmen itu segera berproses.

“Jangan menunggu. Sangat penting bagi para menteri ekonomi terkait untuk segera berkoordinasi satu sama lain guna membahas dan mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan, termasuk berkomunikasi dengan calon-calon investor untuk menyepakati jadual pertemuan. Untuk kepentingan menindaklanjuti komitmen investasi itu, saya menyarankan para menteri ekonomi untuk segera menghadap Presiden,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin (2/12/24).

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini mangatakan, Presiden Prabowo mendapatkan komitmen investasi 10 miliar dolar AS dari Tiongkok; sebesar tujuh (7) miliar dolar AS dari British Petroleum (BP), dan 1,5 miliar dolar AS dari CEO Forum. Ini adalah perjalanan kerja yang produktif ketika Presiden Prabowo melakukan lawatan ke Tiongkok, Amerika Serikat, Peru, Brazil, Inggris dan Uni Emirat Arab, sejak 8 hingga 24 November 2024.

“Di tengah melemahnya kinerja sektor industri dalam negeri dan meningkatnya jumlah pekerja yang harus menerima langkah pemutusan hubungan kerja (PHK), komitmen investasi asing yang dibawa Presiden Prabowo adalah sebuah prospek baru yang bisa menjadi salah satu jalan keluar. Karena itu, para menteri diharapkan responsif mengelola komitmen investasi itu,” tegas Bamsoet.

Tentu saja tambah Bamsoet, sangat beralasan jika para menteri ekonomi diharapkan sigap menanggapi peluang ini. Semua pihak, utamanya generasi pekerja, pasti berharap komitmen investasi asing itu bisa direalisasikan pada waktunya. Dari realisasi investasi baru itu diharapkan tercipta lapangan kerja baru.

Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, dalam konteks itu, polemik investasi Apple patut dijadikan pembelajaran oleh para menteri. Begitu juga dengan respons minimalis dari Elon Musk untuk investasi Tesla di Indonesia. Dengan menyimak lagi model kasus seperti Apple atau Tesla, para menteri ekonomi diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor penghambat realisasi investasi asing di Indonesia.

“Tentu saja ragam faktor penghambat realisasi investasi harus dihilangkan tanpa harus mengorbankan kepentingan nasional. Terpenting, peluang atau komitmen investasi asing yang didapat Presiden Prabowo itu hendaknya dikelola dengan bijaksana agar membuahkan manfaat bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.