1 November 2026

Irham Ali Saifuddin

MoneyTalk, Jakarta – Konfederasi Sarbumusi bersama asosiasi asosiasi sopir logistik seluruh Indonesia, antara lain Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI), Aliansi Perjuangan Pengemudi Nusantara (APPN), Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) dan Konfederasi Sopir Logistik Indonedia (KSLI) akan melakukan mogok Nasional mulai 13 Juli 2025

Dan Aksi Mogok Nasional akan dilakukan secara serentak di beberapa titik, diantaranya Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan

Menurut Presiden Konfederasi Sarbumusi Irham Ali Saifuddin Aksi Mogok Nasional dilakukan karena adanya sikap arogansi Kemenko IPK (Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) dan Kemenhub (Kementerian Perhubungan) terkait rencana penerapan Zero ODOL yang gegabah,

Dan Konfederasi Sarbumusi bersama asosiasi asosiasi menuntut Pemerintah dan DPR untuk mengkaji ulang rencana penerapan Zero ODOL dan Revisi UU No. 22/2009 dengan melibatkan pihak buruh seperti pengemudi atau sopir) dan pengusaha

Selain itu, Pemerintah dan DPR untuk membuat Undang-Undang Perlindungan Pengemudi atau Sopir, salah satunya memuat skema upah bagi pengemudi atau butuh transportasi, dengan skema hubungan industrial yang berkeadilan dan penggratisan jaminan sosial serta penguatan program perlindungan sosial bagi pengemudi atau sopir, jelas Ali Saifuddin

 

MoneyTalk, Jakarta – Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Sarbumusi Irham Ali Saifuddin ditangkap polisi saat melakukan aksi demonstrasi sopir truk ODOL (Over Dimension Over Load) yang berkaitan dengan rencana revisi Undang-Undang Lalu Lintas.

Irham Ali Saifuddin bersama lima kawan kawan diringkus pihak kepolisian ke Mapolda Metro Jaya. Di dalam mobil yang membawanya itu, Irham mengunggah video. Ia bersama kawan-kawan koordinator aksi yang lain kompak menyanyikan lagu Darah Juang sembari mengepalkan tangannya.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum Mohamad Syafi’ Alielha (Savic Ali) mendesak aparat kepolisian membebaskan lima orang penanggung jawab aksi demonstrasi sopir truk ODOL (Over Dimension Over Load) yang diringkus tersebut.

Savic menegaskan bahwa demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional warga negara yang harus dihormati.

“Demo menyampaikan aspirasi dijamin konstitusi, tidak selayaknya polisi melakukan penahanan atas warga yang ingin didengar aspirasinya,” tegas Savic, Rabu (2/7/2025) petang.