31 Oktober 2026

Koalisi Perubahan

JAKARTA, MoneyTalk – Saat pertemuan dengan Tim Kecil Koalisi Perubahan (Nasdem, Demokrat, PKS), Jumat (5/5/2023), Anies Baswedan mengungkapkan bahwa Koalisi Perubahan terus berproses, telah bekerja dengan terstruktur dan sesuai tahapan yang direncanakan bersama.

Ia menyatakan, tahapan selanjutnya adalah fokus kepada pembahasan Isu perubahan didasari temuan saat kunjungan lapangan di 90an tempat selama bulan ramadhan dan finalisasi calon wakil presiden.

“Tiga isu perubahan yang akan diusung adalah pertama terkait dengan kemiskinan, kedua terkait dengan biaya hidup dan kebutuhan pokok yang harganya tinggi, yang ketiga lapangan kerja,” ungkap Anies.

Sebagai bakal calon presiden yang diusung Koalisi Perubahan, Ia juga mengungkap, pertemuan rutin konsisten dilakukan untuk membahas perkembangan terkini dan merencanakan langkah strategis selanjutnya.

Dalam sesi tanya-jawab mengenai 5 nama bakal cawapres yang disodorkan oleh Koalisi Perubahan, Anies mempertegas bahwa sosok calon pendampingnya di Pilpres 2024 idealnya berasal dari internal Koalisi Perubahan.

“(Apabila) berada dalam koalisi maka dalam konsiderasi (dipertimbangkan). Kalau tidak berada dalam koalisi ya sulit menjadi konsiderasi,” tegas Anies.

Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, juga menegaskan temuan tiga isu perubahan tersebut juga sama dengan temuan lapangan saat Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan safari Ramadhan sepanjang bulan Maret dan April yang lalu.

Hal ini sejalan dengan laporan yang masuk dari mayoritas Anggota Fraksi Partai Demokrat (DPR RI/ DPRD Prov/ Kab/Kota) se-Indonesia, yang saat ini berjumlah 1864 orang.

“Selain 3 Isu harapan perubahan dan perbaikan yang disampaikan rakyat ke Pak Anies, Kami juga menemukan adanya kecemasan publik yang tinggi dalam menghadapi Pemilu 2024 ini.” Ungkap Riefky.

“Kekhawatiran terhadap terjadinya intimidasi, intervensi dan kecurangan Pemilu juga banyak kami temui dilapangan.” tutupnya, yang diamini oleh Anies dan para anggota tim kecil Koalisi Perubahan lainnya.

JAKARTA, MoneyTalk – Di tengah riuhnya wacana pembentukan koalisi besar yang di dalamnya ada sejumlah partai seperti PAN, PPP, Golkar (KIB) dan Gerindra, PKB (KIR) diprediksi PDIP bakal membentuk poros kekuatan tersendiri.

Pengamat Politik Anggaran, Uchok Sky Khadafi meyakini bahwa PDIP tidak mungkin bakal mau bergabung dengan Koalisi Besar sekalipun itu terbentuk.

Menurutnya, PDIP akan memilih jalan sendiri dengan membentuk poros kekuatan baru.

“PDIP bakal bentuk poros baru ketimbang gabung Koalisi Besar. Mereka tidak pernah mesra secara prinsip dengan Partai Golkar masalahnya. Meskipun dipermukaan mereka seperti tak ada masalah apa-apa. Tapi kalau lihat komposisi kabinet Jokowi jilid satu sampai dua kan terlihat saling tarik tarikan kubu Golkar vs PDIP. Jadi mustahil mereka menyatu,” kata Uchok.

Uchok mengatakan, PDIP sebagai partai besar juga memiliki agenda utama yang tak mungkin dikompromikan dengan kekuatan lain yang seimbang.

“PDIP gak mau kalau posisinya seperti itu. Kecuali PDIP yang jadi komandonya. Rumit koalisi besar itu kalau terbentuk. Karena ada tiga partai besar yakni PDIP, Golkar dan Gerindra (jika terbentuk). Tidak akan sejalan agendanya karena masing-masing punya ego sektoral. Kecuali PPP dan PAN yang cuma ikut-ikutan saja,” ujarnya.

Uchok meyakini, pada akhirnya PDIP akan membentuk blok kekuatan baru di luar kekuatan Golkar dan Gerindra.

“Politik itu dinamis. Saya prediksi pada akhirnya PDIP akan ajak Koalisi Perubahan yang di dalamnya ada NasDem, PKS dan Demokrat bergabung. Koalisi perubahan relatif bisa diajak kompromi sama PDIP karena agenda utama mereka soal kepemimpinan sementara koalisi besar agendanya banyak dan tak mudah dikompromikan,” jelasnya.

Menurutnya, jika PDIP mampu membentuk poros kekuatan baru bukan tidak mungkin Koalisi Besar akan bubar di tengah jalan.

“PKB pasti loncat pagar dari Koalisi Besar karena dia enggan kalau cak Imin gak jadi cawapres. PDIP akan jadi magnet jika mampu tarik koalisi perubahan gabung sama mereka,” tutupnya.[MT]