8 November 2026

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar

MoneyTalk.id,Jakarta –  Jagat percakapan grup WhatsApp di kalangan kader dan pengamat politik mendadak riuh rendah. Pemicunya bukan pernyataan resmi dari petinggi partai, melainkan beredarnya sebuah poster kontroversial yang langsung menyulut spekulasi liar menjelang isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar pada November 2026.

Poster yang terbagi menjadi dua kubu narasi ini sukses menjadi bahan gunjingan hangat. Pasalnya, materi visual tersebut terang-terangan menyenggol isu paling sensitif dan memicu intrik di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Di sisi pertama, berhembus kasak-kusuk soal kembalinya trah pendiri. Poster itu menarasikan seolah-olah “Ibu Pertiwi” tengah memanggil pulang Keluarga Cendana untuk turun gunung membenahi dan mengkonsolidasikan partai. Tak tanggung-tanggung, wacana duet langsung dilempar ke publik: “Mbak Tutut” dijagokan sebagai Ketua Dewan Pembina, sementara “Mbak Titik” didorong menjadi Ketua Umum demi menyatukan kembali Golkar.

Namun, yang membuat suasana makin memanas justru terpampang di sisi sebelahnya. Wajah Ahmad Doli Kurnia Tanjung muncul sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) dengan membawa seruan yang sangat menohok: “Selamatkan Partai Golkar dari ‘Gank Solo'”. Lengkap dengan bocoran lokasi dan tanggal acara di Hotel Mercure Convention Center Ancol pada Minggu, 29 November 2026, poster ini sontak memancing tanda tanya besar.

Beredarnya poster ganda ini memicu berbagai bisik-bisik di balik layar. Banyak kalangan menduga, selebaran digital ini bukanlah keisengan belaka, melainkan bagian dari aksi “tes ombak” sekaligus perang urat saraf (psychological warfare) antar-faksi yang mulai gerah dan saling berebut pengaruh sebelum Munaslub benar-benar digelar.

Sayangnya, hingga kabar ini menyebar liar dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya, baik pihak DPP Partai Golkar maupun para tokoh yang fotonya terpampang masih kompak bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi. Apakah ini sinyal adanya gejolak serius di balik layar, atau sekadar manuver untuk memanaskan tensi? Yang jelas, drama perebutan kursi nomor satu di Golkar tampaknya bakal segera dimulai.