6 November 2026

Poltracking

Samarinda – Survei terbaru Poltracking Indonesia memperkirakan Isran Noor akan menjadi pemenang dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2024. Salah satu faktor utama yang mendukung popularitasnya adalah citra sebagai pemimpin yang bersih dari korupsi dan berintegritas tinggi.

Hasil survei menunjukkan bahwa publik menilai Isran Noor sebagai figur yang paling jujur, dapat dipercaya, dan bebas dari korupsi, dengan skor tertinggi sebesar 24,1%. Ia unggul jauh dibandingkan Rudy Mas’ud (14,6%), Hadi Mulyadi (9,6%), dan Seno Aji (2,1%).

Rekam jejak bersih ini menjadi salah satu alasan utama masyarakat memberikan dukungan penuh kepada Isran Noor.

“Masyarakat di semua daerah, termasuk Kalimantan Timur tentu menginginkan pemimpin yang bersih dan bebas dari korupsi. Sebab korupsi telah menjadi penyakit akut yang harus segera dibasmi,” kata Ketua Padepokan Hukum Indonesia (PHI), Musyanto.

“Dengan kepemimpinan seorang yang bebas dari korupsi kemajuan suatu wilayah akan lebih bisa diwujudkan. Dan bila Isran Noor dinilai sebagai pemimpin yang bersih dan bebas dari korupsi ini tentu bisa menjadi kekuatan dan daya tarik utama bagi pemilih,” lugasnya.

Selain itu, publik juga menganggap Isran Noor sebagai calon yang paling berpengalaman dalam memimpin, dengan 34,9% responden memberikan penilaian positif. Angka ini jauh melampaui Rudy Mas’ud (14,4%), Hadi Mulyadi (6,6%), dan Seno Aji (1,8%).

Selama periode kepemimpinan Isran Noor sebagai Gubernur dan Hadi Mulyadi sebagai Wakil Gubernur (2018–2023), kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur mencapai 70,5%. Dukungan terhadap Hadi Mulyadi juga solid, dengan tingkat kepuasan sebesar 68,7%.

Alasan utama kepuasan publik mencakup keberhasilan pembangunan infrastruktur (24,8%), program-program yang dinilai tepat sasaran (20,2%), pemberian bantuan yang konsisten (18,6%), serta keterlibatan langsung dalam masyarakat (8,9%).

Mayoritas publik (50,6%) mendukung Isran Noor mencalonkan diri kembali untuk periode kedua agar dapat melanjutkan program-program yang telah dirintisnya. Sebanyak 20,7% responden yakin bahwa Isran mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di Kalimantan Timur, sementara 10,5% lainnya menilai kepribadian Isran, seperti kedekatan dengan rakyat dan sifat jujurnya, sebagai alasan utama.

Dalam simulasi surat suara pasangan calon gubernur-wakil gubernur, pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi memperoleh elektabilitas sebesar 52,9%, unggul signifikan atas pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji yang hanya meraih 38,4%.

Dari segi popularitas, Isran Noor mencatat angka tertinggi sebesar 78,4%, diikuti Hadi Mulyadi (62,2%), Rudy Mas’ud (60,4%), dan Seno Aji (48,6%). Akseptabilitas Isran Noor juga tertinggi, mencapai 65,1%, meninggalkan pesaing-pesaingnya.

Survei ini dilakukan pada akhir Oktober hingga awal November 2024 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel terdiri dari 1.400 responden yang dipilih secara proporsional di 10 kabupaten/kota berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.

Survei memiliki margin of error ±2,6% dengan tingkat kepercayaan 95%. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih menggunakan teknologi aplikasi.

Samarinda – Survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan Isran Noor sebagai kandidat Gubernur Kalimantan Timur paling populer di mata masyarakat. Hal ini dinilai tidak lepas dari rekam jejaknya selama memimpin provinsi tersebut, yang dianggap memiliki berbagai prestasi signifikan.

Dari sisi popularitas, menurut survei Poltracking Indonesia pada 28 Oktober-4 November 2024, Isran Noor mencapai angka tertinggi, yaitu 78,4%, diikuti oleh Hadi Mulyadi (62,2%), Rudy Mas’ud (60,4%), dan Seno Aji (48,6%). Untuk tingkat akseptabilitas, Isran Noor juga berada di puncak dengan 65,1%, melampaui Hadi Mulyadi (51,4%), Rudy Mas’ud (47,9%), dan Seno Aji (37,9%).

Popularitas Isran Noor ini kemudian diprediksi akan berlanjut ke tingkat keterpilihan. Sebab dalam simulasi elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Isran Noor dan Hadi Mulyadi unggul dengan 52,9%, mengungguli pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji yang memperoleh 38,4%.

Keunggulan Isran Noor itu bukan hanya terjadi di satu wilayah saja. Sebab peta elektabilitas menunjukkan dominasi pasangan Isran-Hadi di 8 dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Sementara itu, pasangan Rudy-Seno hanya lebih unggul di Balikpapan, dan wilayah Penajam Paser Utara menunjukkan hasil yang cenderung seimbang. Dukungan dari pemilih di perkotaan dan perdesaan juga mayoritas berpihak kepada pasangan Isran-Hadi.

Hasil survei Poltracking juga menunjukkan bahwa pasangan Isran-Hadi diminati oleh berbagai generasi, termasuk Generasi Z, Milenial Muda, Milenial Matang, Baby Boomers, dan Silent Generation. Sementara itu, pemilih Generasi X menunjukkan preferensi yang cenderung berimbang antara kedua pasangan.

Tingkat popularitas dan elektabilitas Isran Noor yang tinggi ini menurut Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady, adalah buah kerja keras saat Isran Noor dan Hadi Mulyadi memimpin Kalimantan Timur pada 2018-2023.

“Tentu kami gembira dengan hasil survei ini. Tapi kami tak akan terlena. Survei ini malah menjadi bahan bakar kami untuk bekerja lebih keras lagi demi masa depan Kalimantan Timur,” kata Iswan Priady.

Responden menganggap Isran Noor sebagai kandidat yang paling peduli terhadap rakyat, dengan skor 28,9%, disusul oleh Rudy Mas’ud (17,9%), Hadi Mulyadi (7,2%), dan Seno Aji (2,2%). Selain itu, Isran Noor juga dinilai sebagai kandidat paling berprestasi dengan 25,9%, diikuti Rudy Mas’ud (15,2%), Hadi Mulyadi (9,3%), dan Seno Aji (1,9%).

Mayoritas publik (50,6%) mendukung pencalonan Isran Noor untuk periode kedua agar dapat melanjutkan program-program yang telah dirintisnya. Alasan lainnya adalah keyakinan bahwa Isran Noor mampu mengatasi permasalahan di Kalimantan Timur (20,7%) dan kepribadiannya yang dianggap jujur serta dekat dengan rakyat (10,5%).

Dan sebagai informasi, survei Poltracking ini dilakukan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Data diambil dari 1.400 responden yang tersebar secara proporsional di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Dengan margin of error ±2,6% dan tingkat kepercayaan 95%, survei ini memberikan gambaran yang cukup akurat tentang peta politik di Kalimantan Timur menjelang Pilkada.

Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih menggunakan aplikasi teknologi, dengan setiap pewawancara bertanggung jawab untuk mewawancarai 10 responden di satu desa/kelurahan terpilih.

Survei ini mempertegas posisi Isran Noor sebagai figur yang dominan dalam bursa pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2024. Tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitasnya yang tinggi, didukung oleh rekam jejak dan kepercayaan publik terhadapnya, menjadikan Isran Noor kandidat kuat untuk melanjutkan kepemimpinan di provinsi ini.

Samarinda – Menjelang Pilkada Kalimantan Timur yang akan digelar pada 27 November 2024, pasangan calon Isran Noor dan Hadi Mulyadi menunjukkan keunggulan elektoral yang signifikan berdasarkan survei terbaru yang dirilis Poltracking Indonesia.

Survei ini, yang dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 4 November 2024, menunjukkan tren elektabilitas pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi mencapai 52,9%, unggul jauh dari pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji yang memperoleh 38,4%.

Survei Poltracking Indonesia di Kalimantan Timur ini melibatkan 1.400 responden dengan metode stratified multistage random sampling, serta memiliki margin of error ±2,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih yang memanfaatkan aplikasi teknologi. Jangkauan survei mencakup 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang dipilih secara proporsional berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.

Selain elektabilitas, temuan survei ini mengungkapkan bahwa dari segi popularitas, Isran Noor adalah calon gubernur yang paling dikenal, dengan angka pengenalan publik sebesar 78,4%, diikuti oleh Hadi Mulyadi (62,2%), Rudy Mas’ud (60,4%), dan Seno Aji (48,6%).

Pada aspek akseptabilitas, Isran Noor kembali unggul dengan 65,1%, disusul Hadi Mulyadi (51,4%), Rudy Mas’ud (47,9%), dan Seno Aji (37,9%). Tingginya popularitas dan akseptabilitas Isran Noor mengindikasikan bahwa ia berhasil membangun citra positif di mata masyarakat Kalimantan Timur, sebuah faktor krusial dalam pemilihan gubernur yang kompetitif ini.

Bila dirinci lebih lanjut, survei Poltracking ini juga menunjukkan bahwa pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi cenderung unggul di delapan dari sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Rudy Mas’ud-Seno Aji lebih unggul di Balikpapan, sementara di Penajam Paser Utara persaingan relatif berimbang. Jika dilihat dari status perkotaan dan perdesaan, baik pemilih di wilayah perkotaan maupun pedesaan menunjukkan kecenderungan mendukung Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Dari perspektif gender dan pendidikan, survei ini mengungkapkan bahwa dukungan untuk Isran Noor-Hadi Mulyadi merata pada kelompok pendidikan dari tidak tamat SD hingga tingkat sarjana. Begitu pula dengan tipologi pemilih, baik pemilih rasional, psikologis, maupun sosiologis cenderung memilih Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Sementara dari sisi pekerjaan, Isran Noor-Hadi Mulyadi memiliki dukungan dari berbagai kelompok pekerjaan seperti ibu rumah tangga, buruh, sopir, kernet, pekerja tidak tetap, pengajar, karyawan swasta, karyawan BUMN, PNS, pedagang kecil, pengusaha, hingga pelajar/mahasiswa. Dukungan elektoral untuk pasangan ini juga stabil di berbagai kelompok penghasilan, mulai dari kurang dari Rp 1 juta hingga lebih dari Rp 10 juta.

Tak hanya itu, dari segi karakteristik personal, Isran Noor dianggap sebagai calon gubernur paling peduli terhadap rakyat dengan tingkat persepsi 28,9%, jauh di atas Rudy Mas’ud (17,9%), Hadi Mulyadi (7,2%), dan Seno Aji (2,2%). Selain itu, Isran Noor dipandang sebagai tokoh paling jujur dan dipercaya publik dengan 24,1%, disusul oleh Rudy Mas’ud (14,6%), Hadi Mulyadi (9,6%), dan Seno Aji (2,1%).

Keunggulan lain Isran Noor adalah dalam hal kecerdasan dan wawasan yang diakui oleh 24,7% publik, sementara Rudy Mas’ud (17,1%) dan Hadi Mulyadi (9,9%) serta Seno Aji (2,7%) berada di posisi selanjutnya. Dari segi kepemimpinan, Isran Noor juga mencatat persepsi tertinggi dengan 30,3% dan 34,9% bila dilihat dari sisi pengalaman, menunjukkan bahwa mayoritas publik percaya pada kapasitas kepemimpinannya. Isran Noor bahkan dianggap paling berprestasi (25,9%) dan berani serta tegas (26,1%) dibandingkan kandidat lainnya.

Survei ini juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Isran Noor dan Hadi Mulyadi selama memimpin Kalimantan Timur periode 2018-2023. Sebanyak 70,5% responden menyatakan puas dengan kinerja Isran Noor sebagai Gubernur, sementara kepuasan terhadap Hadi Mulyadi sebagai Wakil Gubernur mencapai 68,7%. Publik menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur (24,8%) dan program yang tepat sasaran (20,2%) menjadi alasan utama kepuasan tersebut.

Selain itu, alasan publik yang mendukung pencalonan kembali Isran Noor adalah untuk melanjutkan program-programnya (50,6%) dan kemampuan Isran Noor dalam memecahkan permasalahan Kaltim (20,7%). Karakteristik personal Isran Noor, yang dianggap jujur dan dekat dengan rakyat, juga menjadi alasan dukungan untuknya.

“Kami sangat senang dengan hasil survei dari lembaga kredibel seperti seperti Poltracking Indonesia. Survei ini juga memberikan gambaran bagaimana masyarakat Kalimantan Timur puas dengan kinerja dan masih menginginkan Isran-Hadi memimpin Kaltim kembali,” kata Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady, Jumat (15/10/2024).

“Dengan peta kekuatan elektoral di Kalimantan Timur tersebut kami harus terus menjaga momentum positif ini seraya terus mengawal demokrasi dengan memerangi kecurangan dan politik uang,” pungkas Iswan Priady.