7 November 2026

Ramdan Denny Prakoso

MoneyTalk.id,Jakarta – Posisi cadangan devisa (cadev) Republik Indonesia (RI) menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso pada Oktober 2025 adalah sejumlah US146,8 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sejumlah US$500 juta dibandingkan September 2026. Namun, posisi cadev ini lebih rendah US$3,2 miliar dibanding Oktober 2025. Dan, secara tahunan terdapat penurunan jumlah cadev sebesar 2,3 persen. Tidak seperti biasanya, cadev menjelang akhir tahun ini mengalami penurunan, ada apa?

Secara umum, sebenarnya cadev menurun itu tak apa-apa atau hal yang biasa saja dalam proses perekonomian. Yang terpenting, cadev digunakan untuk alokasi mendesak semisal untuk membayar utang luar negeri. Tapi, jika telah membayar utang terus berutang kembali (menambah utang) maka hal inilah yang patut dipertanyakan publik! Apalagi, jarang sekali data tahunan menunjukkan terjadinya penurunan cadev selama 10 tahun terakhir. Jangan sampai CAD tergerus atau sengaja digerus.

Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah ada kaitannya dengan transaksi perdagangan internasional (ekspor-impor) dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) juga? Sebab, pada tahun 2025 CAD masih menunjukkan angka US$1,5 miliar atau 0,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PBD). Sedangkan, pada 2026 (triwulan II) CAD telah mencapai US$12,5 miliar atau 3,3% dari PDB. Gubernur BI Destry Damayanti harus menjelaskan secara transparan dan akuntabel kepada publik!

Penulis :Defiyan Cori,Ekonom Konstitusi