MoneyTalk.id,Jakarta – Koordinator Garda Arus Bawah Jokowi, Suncoko Suryohadi Kusumo, menyesalkan arah politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya semakin menjauh dari kelompok pendukung Joko Widodo (Jokowi).
Memasuki tahun ketiga pemerintahan, Prabowo justru dinilai lebih memilih merangkul kelompok Islam yang disebutnya sebagai kelompok garis keras dengan dalih menjaga persatuan nasional.
Suncoko berpandangan, pilihan politik tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi Prabowo dalam membangun pemerintahan yang berkesinambungan dengan kekuatan politik yang mengantarkannya memenangkan Pilpres 2024.
Menurut dia, kemenangan Prabowo tidak bisa dilepaskan dari dukungan politik Jokowi dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi pasangan Prabowo dalam kontestasi tersebut.
“Tanpa Jokowi dan Gibran, Prabowo tidak akan menang,” kata Suncoko kepada wartawan, Ahad (8/11/2026).
Ia menilai, dukungan tersebut semestinya menjadi pertimbangan penting bagi Prabowo dalam menyusun kekuatan pemerintahan. Orang-orang yang selama ini berada dalam barisan Jokowi, menurut Suncoko, seharusnya tetap memperoleh ruang dalam pemerintahan Prabowo.
Bagi Suncoko, persoalannya bukan semata-mata pembagian jabatan atau kepentingan kelompok pendukung. Lebih dari itu, ia mempertanyakan arah konsolidasi politik Prabowo yang dinilainya tidak sejalan dengan konfigurasi kekuatan politik ketika Pilpres 2024 berlangsung.
