6 November 2026

Survei

Samarinda – Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2024 menunjukkan peta dukungan yang menarik, khususnya dari kelompok usia muda. Survei terbaru Poltracking Indonesia mengungkapkan bahwa Generasi Z, Milenial Muda, dan Milenial Matang lebih cenderung mendukung pasangan Isran Noor – Hadi Mulyadi dibandingkan Rudy Mas’ud-Seno Aji.

Sementara itu, Generasi X memiliki preferensi yang lebih seimbang antara pasangan calon, dan kelompok Baby Boomers serta Silent Generation juga mayoritas mendukung Isran-Hadi.

Dalam survei Poltracking Indonesia tersebut, publik secara konsisten menempatkan Isran Noor sebagai sosok yang paling peduli dan perhatian terhadap rakyat. Sebanyak 28,9% responden menyatakan bahwa Isran Noor adalah figur yang paling peduli, disusul oleh Rudy Mas’ud (17,9%), Hadi Mulyadi (7,2%), dan Seno Aji (2,2%).

Tidak hanya itu, Isran Noor juga dinilai sebagai calon yang paling jujur, dapat dipercaya, dan bersih dari korupsi. Sebanyak 24,1% responden memilih Isran untuk kategori ini, jauh melampaui Rudy Mas’ud (14,6%), Hadi Mulyadi (9,6%), dan Seno Aji (2,1%).

Dalam hal kecerdasan dan wawasan, Isran Noor kembali unggul dengan skor 24,7%, diikuti oleh Rudy Mas’ud (17,1%), Hadi Mulyadi (9,9%), dan Seno Aji (2,7%). Kombinasi dari kepedulian, integritas, dan kecerdasan menjadikan Isran Noor kandidat yang paling diandalkan untuk memimpin Kalimantan Timur.

Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 28 Oktober hingga 4 November 2024 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling, melibatkan 1.400 responden. Margin of error survei adalah ±2,6% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Klaster survei mencakup 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang dipilih secara proporsional berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Stratifikasi berdasarkan proporsi jenis kelamin pemilih memastikan bahwa data mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih menggunakan teknologi aplikasi, di mana setiap pewawancara mewawancarai 10 responden per desa/kelurahan yang terpilih secara acak.

Dominasi dukungan dari Generasi Z dan Milenial Muda memberikan angin segar bagi pasangan Isran Noor – Hadi Mulyadi. Kelompok usia ini dikenal sebagai pemilih rasional yang mengutamakan integritas, kecerdasan, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat. Dengan tingkat akseptabilitas dan elektabilitas yang tinggi, Isran Noor-Hadi Mulyadi diprediksi memiliki peluang besar untuk kembali memimpin Kalimantan Timur.

Keberhasilan Isran-Hadi dalam menjangkau berbagai kelompok usia, terutama generasi muda, mencerminkan relevansi program-program mereka dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pencoblosan yang dijadwalkan pada 27 November 2024, dukungan luas dari generasi muda diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu dalam pemilihan ini.

Kepemimpinan Isran Noor yang dikenal peduli, jujur, dan berwawasan luas telah mencuri perhatian masyarakat, khususnya dari Generasi Z dan Milenial. Didukung oleh survei yang kredibel dan peta elektoral yang menguntungkan, pasangan Isran-Hadi berada di posisi terdepan untuk kembali memimpin Kalimantan Timur dan melanjutkan program-program pembangunan yang telah dirintis sebelumnya.

Samarinda – Menjelang Pilkada Kalimantan Timur yang akan digelar pada 27 November 2024, pasangan calon Isran Noor dan Hadi Mulyadi menunjukkan keunggulan elektoral yang signifikan berdasarkan survei terbaru yang dirilis Poltracking Indonesia.

Survei ini, yang dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 4 November 2024, menunjukkan tren elektabilitas pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi mencapai 52,9%, unggul jauh dari pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji yang memperoleh 38,4%.

Survei Poltracking Indonesia di Kalimantan Timur ini melibatkan 1.400 responden dengan metode stratified multistage random sampling, serta memiliki margin of error ±2,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih yang memanfaatkan aplikasi teknologi. Jangkauan survei mencakup 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang dipilih secara proporsional berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.

Selain elektabilitas, temuan survei ini mengungkapkan bahwa dari segi popularitas, Isran Noor adalah calon gubernur yang paling dikenal, dengan angka pengenalan publik sebesar 78,4%, diikuti oleh Hadi Mulyadi (62,2%), Rudy Mas’ud (60,4%), dan Seno Aji (48,6%).

Pada aspek akseptabilitas, Isran Noor kembali unggul dengan 65,1%, disusul Hadi Mulyadi (51,4%), Rudy Mas’ud (47,9%), dan Seno Aji (37,9%). Tingginya popularitas dan akseptabilitas Isran Noor mengindikasikan bahwa ia berhasil membangun citra positif di mata masyarakat Kalimantan Timur, sebuah faktor krusial dalam pemilihan gubernur yang kompetitif ini.

Bila dirinci lebih lanjut, survei Poltracking ini juga menunjukkan bahwa pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi cenderung unggul di delapan dari sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Rudy Mas’ud-Seno Aji lebih unggul di Balikpapan, sementara di Penajam Paser Utara persaingan relatif berimbang. Jika dilihat dari status perkotaan dan perdesaan, baik pemilih di wilayah perkotaan maupun pedesaan menunjukkan kecenderungan mendukung Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Dari perspektif gender dan pendidikan, survei ini mengungkapkan bahwa dukungan untuk Isran Noor-Hadi Mulyadi merata pada kelompok pendidikan dari tidak tamat SD hingga tingkat sarjana. Begitu pula dengan tipologi pemilih, baik pemilih rasional, psikologis, maupun sosiologis cenderung memilih Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Sementara dari sisi pekerjaan, Isran Noor-Hadi Mulyadi memiliki dukungan dari berbagai kelompok pekerjaan seperti ibu rumah tangga, buruh, sopir, kernet, pekerja tidak tetap, pengajar, karyawan swasta, karyawan BUMN, PNS, pedagang kecil, pengusaha, hingga pelajar/mahasiswa. Dukungan elektoral untuk pasangan ini juga stabil di berbagai kelompok penghasilan, mulai dari kurang dari Rp 1 juta hingga lebih dari Rp 10 juta.

Tak hanya itu, dari segi karakteristik personal, Isran Noor dianggap sebagai calon gubernur paling peduli terhadap rakyat dengan tingkat persepsi 28,9%, jauh di atas Rudy Mas’ud (17,9%), Hadi Mulyadi (7,2%), dan Seno Aji (2,2%). Selain itu, Isran Noor dipandang sebagai tokoh paling jujur dan dipercaya publik dengan 24,1%, disusul oleh Rudy Mas’ud (14,6%), Hadi Mulyadi (9,6%), dan Seno Aji (2,1%).

Keunggulan lain Isran Noor adalah dalam hal kecerdasan dan wawasan yang diakui oleh 24,7% publik, sementara Rudy Mas’ud (17,1%) dan Hadi Mulyadi (9,9%) serta Seno Aji (2,7%) berada di posisi selanjutnya. Dari segi kepemimpinan, Isran Noor juga mencatat persepsi tertinggi dengan 30,3% dan 34,9% bila dilihat dari sisi pengalaman, menunjukkan bahwa mayoritas publik percaya pada kapasitas kepemimpinannya. Isran Noor bahkan dianggap paling berprestasi (25,9%) dan berani serta tegas (26,1%) dibandingkan kandidat lainnya.

Survei ini juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Isran Noor dan Hadi Mulyadi selama memimpin Kalimantan Timur periode 2018-2023. Sebanyak 70,5% responden menyatakan puas dengan kinerja Isran Noor sebagai Gubernur, sementara kepuasan terhadap Hadi Mulyadi sebagai Wakil Gubernur mencapai 68,7%. Publik menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur (24,8%) dan program yang tepat sasaran (20,2%) menjadi alasan utama kepuasan tersebut.

Selain itu, alasan publik yang mendukung pencalonan kembali Isran Noor adalah untuk melanjutkan program-programnya (50,6%) dan kemampuan Isran Noor dalam memecahkan permasalahan Kaltim (20,7%). Karakteristik personal Isran Noor, yang dianggap jujur dan dekat dengan rakyat, juga menjadi alasan dukungan untuknya.

“Kami sangat senang dengan hasil survei dari lembaga kredibel seperti seperti Poltracking Indonesia. Survei ini juga memberikan gambaran bagaimana masyarakat Kalimantan Timur puas dengan kinerja dan masih menginginkan Isran-Hadi memimpin Kaltim kembali,” kata Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady, Jumat (15/10/2024).

“Dengan peta kekuatan elektoral di Kalimantan Timur tersebut kami harus terus menjaga momentum positif ini seraya terus mengawal demokrasi dengan memerangi kecurangan dan politik uang,” pungkas Iswan Priady.

SAMARINDA – Pemilihan Kepala Daerah telah memasuki babak baru, proses kampanye telah dimulai sejak ditetapkannya nomor urut calon kepala daerah, selain Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Provinsi Kalimantan Timur juga mendapat sorotan publik.

Menurut Direktur Eksekutif Prisma Insight Center (PIC) Arif Maulana dinamika dan preferensi sosial politik pada pemilihan Gubernur Provinsi kalimantan Timur bisa ditinjau dalam beberapa aspek.

Pertama; Partisipasi politik pemilih, kedua; Demokrasi dan Kepercayaan pada lembaga negara, ketiga; Persepsi tentang kepemimpinan, keempat; Preferensi politik dalam Pilkada 2024, kelima; Perilaku Digital dan keenam; Isu strategis dan agenda ke depan.

Berdasarkan hasil survei PIC Arif Maulana mengungkapkan ada kecenderungan kenaikan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 mendatang dibandingkan dengan Pilkada Kalimantan Timur 2018 lalu.

“Diketahui 2018 lalu partisipasi pemilih sekitar 60 persen, saat ini berdasarkan survei PIC dapat dilihat 70 persen lebih pemilih akan ikut berpartisipasi di Pilkada serentak 2024 mendatang,” ungkap Arif maulana, pada Jumat 27 September 2024.

“Meskipun hanya dua pasangan calon di Pilkada Kalimantan Timur, namun partisipasi cenderung meningkat karena rivalitas calon Gubernur telah menarik bagi banyak warga masyarakat Kaltim,” lanjut Arif.

Dari hasil survei, menurut Arif Maulana pasangan Isran Noor – Hadi Mulyadi ungguli pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji.

“Bisa dilihat dalam paparan survei, jika pemilihan Gubernur dilaksanakan hari ini pasangan Isran Noor – Hadi Mulyadi mendapatkan 63,2 persen jauh mengungguli pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji yang hanya memperoleh 36,3 persen,” jelas Arif.

“Meskipun masih ada 10,5 persen lagi yang belum menentukan pilihan, namun sangat sulit bagi pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji mengungguli pasangan Isran Noor – Hadi Mulyadi,” lanjut Arif.

Populasi survei adalah penduduk Kalimantan Timur yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Populasi sasaran adalah penduduk Kalimantan Timur yang telah menjadi pemilih saat survei dilakukan.

Penarikan sampel sepenuhnya dilakukan secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Penarikan sampel mempertimbangkan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk pada setiap Kabupaten/Kota, proporsi perempuan dan laki-laki dan kategori kota dan desa.

Jumlah sampel sebesar 1.200 responden tersebar secara proporsional di 10 kabupaten/Kota. Setelah dilakukan proses kendali mutu, data yang valid untuk dianalisis sebesar 1.192 sample. Menggunakan 1.192 sample, margin of error survei ini sebesar +/- 2,84%, pada tingkat kepercayaan 95%.