Frestea Teh Apel: Kandungan Gula 23 Gram per 250 Ml, Ini Dia Risiko bagi Kesehatan
Minuman teh kemasan kerap dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan minuman bersoda. Namun, anggapan tersebut perlu dicermati ketika kandungan gula di dalamnya cukup tinggi.
Salah satu produk yang patut diperhatikan adalah Frestea Teh Apel. Berdasarkan informasi nilai gizi yang dipublikasikan produsen, minuman ini mengandung 23 gram gula dalam setiap 250 mililiter, dengan energi sebesar 100 kilokalori.
Kandungan tersebut menjadi perhatian karena konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan kerusakan gigi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan rekomendasi pembatasan konsumsi gula bebas untuk orang dewasa maupun anak-anak.
Jika dikonversikan ke ukuran rumah tangga, 23 gram gula setara dengan sekitar 5,75 sendok teh gula pasir, dengan asumsi satu sendok teh berisi 4 gram gula.
Artinya, satu sajian Frestea Teh Apel sudah menyumbang hampir separuh batas konsumsi gula harian yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI.
Bahkan, jika seseorang mengonsumsi minuman tersebut bersamaan dengan makanan manis, kue, atau produk kemasan lainnya, total asupan gula hariannya dapat dengan mudah melampaui batas yang dianjurkan.
WHO merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian. WHO juga menyarankan pengurangan lebih lanjut hingga di bawah 5 persen untuk memperoleh manfaat kesehatan tambahan.
Untuk orang dewasa dengan kebutuhan energi sekitar 2.000 kilokalori per hari, rekomendasi tersebut setara dengan:
Batas konsumsi gula menurut WHO
Batas 10 persen
50 gram/hari
Batas atas yang direkomendasikan untuk pola konsumsi 2.000 kkal.
Target 5 persen
25 gram/hari
Target yang disarankan WHO untuk memperoleh manfaat kesehatan tambahan.
Kandungan gula Frestea Teh Apel per 250 ml
92% dari target 25 gram per hari.
Dengan demikian, satu sajian Frestea Teh Apel telah menghabiskan sekitar 92 persen dari target konsumsi gula harian yang lebih ketat tersebut. Perhitungan ini belum memasukkan gula dari makanan dan minuman lain.
Risiko Kesehatan Jika Konsumsi Gula Berlebihan
Berbagai penelitian yang menjadi dasar pedoman WHO menunjukkan hubungan antara konsumsi gula bebas yang tinggi dengan sejumlah masalah kesehatan.
1. Meningkatkan risiko obesitas
Gula memberikan energi, tetapi minuman manis umumnya tidak memberikan rasa kenyang sebanding dengan makanan padat. Jika energi dari minuman manis terus ditambahkan ke pola makan sehari-hari tanpa diimbangi aktivitas fisik, kelebihan kalori dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
WHO mencatat bahwa penurunan konsumsi gula berkaitan dengan penurunan berat badan pada orang dewasa, sedangkan peningkatan asupan gula berkaitan dengan kenaikan berat badan.
2. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2
Konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan gangguan metabolisme, yang merupakan faktor risiko diabetes tipe 2.
Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk diabetes dan penyakit jantung.
Penting dipahami bahwa meminum satu botol Frestea tidak serta-merta menyebabkan diabetes. Risiko berkaitan dengan pola konsumsi, kondisi metabolisme, faktor keturunan, dan gaya hidup seseorang secara keseluruhan.
3. Meningkatkan risiko kerusakan gigi
Gula merupakan sumber makanan bagi bakteri di dalam mulut. Proses metabolisme gula oleh bakteri menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan enamel gigi.
WHO mengidentifikasi hubungan antara konsumsi gula bebas dan peningkatan kejadian karies gigi. Risiko ini menjadi perhatian terutama apabila minuman manis dikonsumsi berulang kali sepanjang hari.
4. Menambah asupan kalori tanpa banyak zat gizi
Frestea Teh Apel mengandung 100 kilokalori per 250 ml, tetapi berdasarkan label gizi, produk tersebut tidak mengandung protein maupun lemak. Kandungan gulanya menjadi salah satu sumber utama energi dalam minuman ini.
Karena itu, minuman manis tidak sebaiknya dijadikan pengganti air putih sebagai sumber hidrasi sehari-hari.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah komposisi produk.
Berdasarkan keterangan produsen, Frestea Teh Apel mengandung air, gula, pengatur keasaman (asam sitrat dan trinatrium sitrat), teh 0,1 persen, perisa sintetis, antioksidan asam askorbat, pemanis alami glikosida steviol (stevia), serta konsentrat apel 0,002 persen. Produsen juga mencantumkan keterangan tanpa pengawet.
Terdapat beberapa hal yang perlu diluruskan dalam membaca komposisi tersebut.
Tanpa pengawet bukan berarti bebas risiko kesehatan. Keterangan tersebut hanya menjelaskan aspek penggunaan bahan pengawet, bukan jaminan bahwa konsumsi berlebihan tidak menimbulkan dampak kesehatan.
Perisa sintetis tidak otomatis berbahaya. Keamanan bahan tambahan pangan perlu dinilai berdasarkan jenis bahan, dosis, dan ketentuan penggunaannya, bukan semata-mata karena bahan tersebut sintetis.
Konsentrat apel 0,002 persen bukan berarti kandungan buahnya tinggi. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa produk lebih tepat dipahami sebagai minuman teh berperisa apel daripada minuman yang mengandalkan kandungan buah apel sebagai sumber nutrisi.
Kandungan stevia tidak menghapus risiko dari gula. Produk tetap mengandung 23 gram gula per sajian, sehingga konsumen perlu memperhatikan angka pada label gizi, bukan hanya keberadaan pemanis alternatif.
Dengan demikian, perhatian utama dalam menilai Frestea Teh Apel dari sisi konsumsi sehari-hari adalah kandungan gula dan kontribusinya terhadap total asupan gula harian.
Konsumen juga perlu memperhatikan ukuran kemasan. Informasi produsen menyebutkan bahwa Frestea Teh Apel tersedia dalam kemasan 350 ml, 500 ml, dan 1,5 liter.
Jika kandungan gula dihitung secara proporsional berdasarkan nilai gizi per 250 ml, hasilnya sebagai berikut:
-Volume minuman
-Perkiraan kandungan gula
-250 ml
-23 gram
-350 ml
-32,2 gram
-500 ml
-46 gram
-1.500 ml
-138 gram
Perhitungan matematis berdasarkan konsentrasi gula 23 gram per 250 ml. Angka aktual perlu dicocokkan dengan label pada masing-masing kemasan.
Dari perhitungan tersebut, satu botol ukuran 500 ml dapat menyumbang sekitar 92 persen dari batas konsumsi gula harian 50 gram yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI.
Apabila seseorang menghabiskan satu botol ukuran 1,5 liter sendirian, asupan gula dari minuman tersebut diperkirakan mencapai 138 gram, hampir tiga kali lipat batas harian Kemenkes.
Kesimpulan: Perhatikan Frekuensi, Porsi, dan Total Gula Harian
Frestea Teh Apel bukan berarti minuman yang secara otomatis berbahaya jika dikonsumsi sesekali. Namun, kandungan gula sebesar 23 gram per 250 ml menjadikannya produk yang perlu dibatasi, terutama bagi konsumen yang terbiasa mengonsumsi minuman manis setiap hari.
WHO dan Kementerian Kesehatan RI sama-sama menekankan pentingnya pembatasan konsumsi gula untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Langkah yang dapat dilakukan konsumen antara lain:
-Memilih air putih sebagai minuman utama sehari-hari.
-Membatasi frekuensi konsumsi teh kemasan berpemanis.
-Memperhatikan jumlah gula per sajian dan ukuran botol.
-Menghitung total gula dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari.
-Membiasakan membaca label informasi nilai gizi sebelum membeli produk.
Pesan pentingnya, label tanpa pengawet tidak sama dengan bebas risiko kesehatan. Konsumen perlu memahami bahwa kadar gula, jumlah konsumsi, dan kebiasaan makan secara keseluruhan merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan.





