MoneyTalk.id,Jakarta – Fenomena bernuansa klenik yang disebut terjadi di sekitar kalangan pejabat dan kekuasaan menjadi sorotan. Akun Independen Sumatra, dalam unggahan tertanggal 25 September 2026, menyinggung sosok yang disebut sebagai “pria pesugihan” serta kebiasaan orang datang ke kediamannya dan menerima amplop.
“Baru paham kenapa banyak orang datang ke rumah pria pesugihan. Amplopnya Rp500 ribu sampai Rp2 juta per orang. Itu bukan berkah. Itu umpan,” tulis Independen Sumatra.
Unggahan tersebut kemudian membuat perhitungan sederhana mengenai besarnya dana apabila uang Rp500 ribu diberikan kepada masyarakat dalam jumlah besar.
“Kalau yang datang 20 juta jiwa dan masing-masing diberi Rp500 ribu, beliau baru keluar Rp10 triliun doang,” demikian ditulis.
Independen Sumatra juga mengilustrasikan apabila Rp500 ribu diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia yang disebut berjumlah 290,1 juta jiwa. Menurut perhitungan dalam unggahan tersebut, dana yang dibutuhkan sekitar Rp145,05 triliun.
“Bagi pria pesugihan itu masih uang receh. Karena yang dikorup selama ini bisa lebih dari 100 kali lipat dari angka itu,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu selanjutnya mengaitkan persoalan tersebut dengan dugaan aliran uang dari kalangan konglomerat dan oligarki kepada sejumlah kediaman seorang figur dan anaknya ketika figur tersebut menjabat.
“Lihat beritanya semasa beliau menjabat. Hampir setiap hari konglo dan para oligarki setor ke sejumlah kediaman beliau dan anaknya,” tulis Independen Sumatra.
Namun, tuduhan mengenai praktik korupsi, aliran uang, maupun berbagai skandal yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan klaim dan penilaian dari sumber, bukan temuan atau hasil verifikasi independen media ini.
Unggahan tersebut juga mempertanyakan keberanian aparat maupun pihak tertentu untuk mengungkap dugaan skandal yang disebut berkaitan dengan figur tersebut.
“Hukum berhenti di depan nama yang terlalu besar,” tulis Independen Sumatra.
Pada bagian akhir, akun tersebut menyatakan keyakinannya bahwa berbagai persoalan yang disebutkan pada akhirnya akan terbongkar.
“Yakinlah suatu hari skandal ini akan terbongkar habis. Bukan karena elit tiba-tiba suci. Karena tumpukan yang terlalu tinggi tidak bisa disembunyikan selamanya,” tulisnya.
Fenomena yang diangkat Independen Sumatra tersebut menjadi menarik karena tidak hanya menyentuh isu pemberian uang dan dugaan aliran dana, tetapi juga membawa narasi mengenai praktik bernuansa klenik yang disebut-sebut berada di sekitar lingkungan kekuasaan.
Pernyataan mengenai “pria pesugihan”, pemberian amplop, dugaan aliran dana, korupsi, serta berbagai skandal dalam berita ini bersumber dari unggahan akun Independen Sumatra dan belum diverifikasi secara independen oleh media ini. Media membuka ruang klarifikasi, bantahan, maupun informasi dari pihak-pihak yang disebut atau terkait untuk memberikan tanggapan sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.





