7 November 2026

Banjar

Samarinda – Solidaritas masyarakat Banjar Kalimantan Timur memuncak dalam deklarasi akbar yang digelar oleh Relawan Bubuhan Banjar Bersatu (RB3). Acara ini menjadi momentum penting untuk menyuarakan dukungan penuh kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya ratusan pendukung yang menyambut Paslon 01 dengan sorakan antusias. Acara dimulai dengan prosesi kebangsaan yang mencakup pengibaran semangat nasionalisme melalui lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan pelaksanaan ritual adat tepung tawar.

Ritual tersebut menjadi simbol solidaritas dan komitmen mendalam dari masyarakat Banjar terhadap perjuangan politik pasangan Isran-Hadi. Tak ketinggalan, pengurus RB3 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim secara serentak menyampaikan pernyataan sikap, menegaskan dukungan total mereka.

Ketua Umum RB3, H. Rachmadhansyah, dalam pidatonya menyampaikan alasan utama di balik dukungan kepada Isran-Hadi. “Pasangan ini terbukti memiliki integritas tinggi dan telah menunjukkan rekam jejak yang luar biasa selama periode pertama. Kami ingin keberlanjutan pembangunan di Kaltim tanpa terganggu oleh pergantian kepemimpinan,” tegas di Samarinda, (14/11/2024).

Rachmadhansyah juga menyoroti reputasi Isran-Hadi yang bersih dari skandal korupsi sebagai nilai tambah yang tidak dapat diabaikan. Hal senada juga diungkapkan oleh Maskur Sarmian, salah satu anggota tim pemenangan, yang menyulut semangat para pendukung.

Maskur Sarmian menguraikan berbagai program unggulan yang telah dan akan terus diperjuangkan oleh Isran-Hadi. Beberapa di antaranya adalah penyediaan rumah layak huni, penguatan pendidikan melalui program beasiswa, pembatalan rencana penghapusan guru honorer, serta peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur.

Tak lupa, ia menekankan keberhasilan pasangan ini dalam melobi pemerintah pusat hingga Kalimantan Timur terpilih sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN).

“Warga Banjar harus bersatu, jangan becakut (berselisih) lagi! Bersama kita bisa menangkan Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya dengan semangat, yang langsung disambut riuh oleh peserta deklarasi.

Usai menerima dukungan dari masyarakat Banjar, Isran Noor mengungkapkan perjalanan dinamis menuju pencalonan periode kedua ini, yang sempat diwarnai berbagai tantangan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan masyarakat dan enam partai pengusung—PDI Perjuangan, Demokrat, Gelora, Hanura, Perindo, serta Partai Ummat—kami siap melangkah kembali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan target optimistis untuk meraih 70% suara pada Pilkada mendatang. Tak hanya itu, Isran menegaskan bahwa kepemimpinannya terbuka untuk semua pihak yang ingin memajukan Kalimantan Timur.

“Kami bekerja untuk rakyat, tanpa diskriminasi,” katanya.

Tak lupa, Isran juga menyerukan kepada para relawan untuk menjaga integritas dengan tidak tergoda politik uang, demi menjunjung nilai demokrasi yang bersih.

“Solidaritas warga Banjar dari 10 kabupaten/kota adalah kekuatan besar yang akan menjadi penentu kemenangan Isran-Hadi,” tambah Ketua Panitia Pelaksana, Artha Mulia.

Menurutnya, deklarasi ini menjadi bukti nyata tekad masyarakat Banjar untuk memainkan peran penting dalam Pilkada Kaltim 2024. Melalui dukungan yang solid, RB3 menegaskan komitmennya untuk mengantarkan pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi menuju kemenangan, demi melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan dan menciptakan masa depan Kalimantan Timur yang sejahtera serta berdaulat.

Dengan semangat kebersamaan, kata Artha Mulia, warga Banjar bersatu untuk memastikan Kaltim berada di bawah kepemimpinan yang terus mengedepankan integritas, inovasi, dan kepentingan rakyat.

Samarinda – Dukungan terhadap pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk kembali memimpin Kalimantan Timur pada periode kedua semakin menguat, terutama dari Bubuhan Banjar Kalimantan Timur.

Relawan Bubuhan Banjar Bersatu (RB3) Kaltim, yang dipimpin oleh H. Rachmadansyah, telah menyatakan secara resmi bahwa mereka mendukung Isran-Hadi dalam Pilgub 2024.

Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan beberapa pertimbangan penting yang mencerminkan keberhasilan dan integritas pasangan tersebut selama menjabat.

“Isran Noor dan Hadi Mulyadi dikenal sebagai pemimpin yang baik, amanah, dan religius. Selama masa jabatan mereka, keduanya telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan pemerintahan dengan jujur dan adil,” kata Rachmadansyah.

Rachmadansyah menekankan bahwa salah satu alasan utama dukungan Bubuhan Banjar adalah integritas pribadi dan keluarga Isran-Hadi yang terbukti bersih dari korupsi maupun tindak pidana lainnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya figur pemimpin yang dapat dipercaya dalam memimpin Kalimantan Timur.

Salah satu prestasi terbesar Isran-Hadi selama periode pertama mereka adalah keberhasilan dalam meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur, yang mencapai Rp 76,65 triliun pada tahun 2023.

Pencapaian ini telah membuka jalan bagi berbagai program pembangunan, termasuk program beasiswa Kaltim Tuntas yang memberikan bantuan pendidikan senilai Rp 1,3 triliun, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah provinsi ini. Program beasiswa tersebut menjadi andalan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim.

Selain itu, kinerja Isran-Hadi dalam sektor infrastruktur juga mendapatkan apresiasi. Pada awal kepemimpinan mereka, hanya 55% jalan provinsi berada dalam kondisi baik. Namun, menjelang akhir masa jabatan, angka tersebut meningkat signifikan menjadi 77%.

“Isran-Hadi juga berhasil menekan angka kemiskinan melalui program bantuan sosial, seperti Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat miskin di Kaltim,” tambahnya.

Tak berhenti sampai disitu, Isran-Hadi juga berhasil memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor perkebunan sawit, yang menghasilkan alokasi sebesar Rp 205,5 miliar bagi Kaltim.

Dengan kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan, provinsi ini juga menerima pembayaran dana karbon sebesar USD 20,9 juta (sekitar Rp 320 miliar) dari Bank Dunia. Ini menunjukkan komitmen pasangan ini dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Dan dalam konteks tenaga kerja, Isran Noor menjadi salah satu kepala daerah yang secara tegas menolak penghapusan tenaga honorer.

Kepedulian mereka terhadap dunia pendidikan juga terlihat melalui bantuan kendaraan operasional untuk 241 sekolah di Kaltim, termasuk SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di seluruh pelosok provinsi.

Tak dapat dipungkiri, salah satu kontribusi terbesar Isran Noor selama masa jabatannya adalah dalam proses terpilihnya Kalimantan Timur sebagai lokasi baru Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia.

“Berkat upaya dan jerih payah Isran dalam meyakinkan Presiden Joko Widodo, Kalimantan Timur kini resmi menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia, yang tentunya akan membawa dampak besar bagi pembangunan dan ekonomi daerah,” lugas Rachmadansyah.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, Bubuhan Banjar Kaltim berharap pasangan Isran-Hadi dapat melanjutkan kepemimpinan mereka dan menuntaskan program-program strategis yang telah mereka jalankan. Dukungan ini bukan sekadar pilihan politik, tetapi merupakan harapan untuk melihat Kalimantan Timur terus berkembang di bawah kepemimpinan yang amanah, bersih, dan penuh integritas.

Samarinda – Menjelang Pilkada Kalimantan Timur 2024, pasangan calon gubernur Rudy Mas’ud dan Seno Aji diduga kembali menuai kontroversi, terutama terkait dukungan sepihak yang diberikan oleh Sultan Banjar, Khairul Saleh.

Dugaan ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat Banjar di Kalimantan Timur, yang merasa bahwa tindakan tersebut berpotensi memecah belah masyarakat.

Masyarakat Banjar menyayangkan sikap Sultan Banjar yang dianggap tidak netral, mengingat posisinya sebagai seorang politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus anggota DPR RI.

Netralitas seorang tokoh adat dan budaya, seperti Sultan Banjar, seharusnya menjadi contoh di tengah dinamika politik yang kerap memecah belah. Dalam konteks ini, dukungan yang diberikan tanpa adanya koordinasi dengan tokoh-tokoh Banjar di Kaltim menjadi sorotan serius.

Sikap netral dalam ajang politik lokal menjadi salah satu prinsip yang dipegang teguh oleh Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT), organisasi resmi yang menaungi masyarakat Banjar di wilayah tersebut. H. Rusbandi Masdjahri, seorang tokoh Banjar di Kaltim, menegaskan bahwa KBBKT tidak memihak pada pasangan calon mana pun dalam Pilkada Kaltim, baik di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten.

Menurut Rusbandi, meskipun warga Banjar bebas menentukan pilihan politiknya secara individu, organisasi tetap berpegang pada netralitas sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku.

“Jika ada pengurus KBBKT yang terlihat mendukung salah satu calon, itu merupakan sikap pribadi, bukan representasi dari organisasi,” jelas Rusbandi.

Ia juga mengimbau seluruh warga Banjar untuk turut serta mensukseskan Pilkada dengan berpartisipasi aktif dalam pemungutan suara dan menjaga suasana tetap kondusif.

“Kami mengajak semua warga Banjar untuk menjaga kedamaian agar Pilkada berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.

Salah satu pemicu kekhawatiran di kalangan masyarakat Banjar adalah beredarnya video Sultan Banjar yang tampaknya mendukung salah satu calon dalam Pilkada Kaltim.

Dukungan ini dinilai oleh beberapa tokoh Banjar sebagai tindakan yang dilakukan tanpa koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat Banjar di Kaltim.

Rusbandi menegaskan bahwa beberapa tetua Banjar menilai himbauan tersebut tidak sejalan dengan semangat kebebasan politik yang dianut oleh komunitas Banjar.

“Warga Banjar harus bebas menyalurkan hak pilihnya sesuai hati nurani masing-masing,” tegas Rusbandi, menyoroti pentingnya kebebasan individu dalam menentukan pilihan politik.

Kritik terhadap sikap Sultan Banjar juga datang dari kalangan pemuda Banjar di Kaltim. Subhan Noor, seorang pemuda Banjar kelahiran Samarinda, menyampaikan keprihatinannya atas video dukungan Sultan Banjar tersebut. Menurutnya, tindakan ini berpotensi memecah belah komunitas Banjar di Kaltim, yang seharusnya tetap bersatu meski memiliki pandangan politik yang berbeda.

“Sebagai pemuda Banjar, saya sangat menyayangkan jika organisasi kekeluargaan atau kesukuan berpihak pada salah satu calon pemimpin. Hal ini bisa berdampak fatal, memecah masyarakat suku Banjar,” ungkap Subhan.

Dia juga menyoroti posisi Sultan Banjar yang saat ini menjabat sebagai salah satu Ketua DPP PAN sekaligus anggota DPR RI. Menurut Subhan, Sultan Banjar seharusnya mampu memisahkan perannya sebagai politisi dengan posisinya sebagai pemimpin adat.

“Apa yang beliau sampaikan dalam video tersebut bersifat pribadi dan tidak seharusnya mewakili kesultanan,” tambahnya.

Muhammad Abe, pemuda Banjar lainnya, turut mengungkapkan pendapat senada. Ia menyayangkan bahwa Sultan Banjar, dalam video tersebut, mengarahkan warga Banjar untuk memilih salah satu pasangan calon. Abe menegaskan bahwa hak politik adalah hak individu, dan dukungan politik seharusnya tidak disampaikan atas nama kesultanan atau komunitas suku.

“Jika beliau ingin mendukung, seharusnya menggunakan atribut partai politiknya, bukan sebagai Sultan Banjar,” tegas Abe.

Kritik terhadap Sultan Banjar menggambarkan pentingnya netralitas tokoh adat dalam menjaga persatuan di tengah suasana politik yang kerap memanas. Subhan dan Abe sama-sama berharap bahwa Sultan Banjar, dan tokoh-tokoh adat lainnya, dapat menjaga posisinya sebagai simbol persatuan, bukan sebagai alat politik.

Baik Subhan maupun Abe berharap agar Pilkada Kaltim berlangsung dengan lancar, aman, dan damai. Mereka mendambakan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap Kalimantan Timur dan seluruh masyarakatnya, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang politik.

“Semoga Pilkada ini bisa melahirkan pemimpin yang peduli terhadap pembangunan Kaltim dan kesejahteraan warganya,” tutup Abe, menyampaikan aspirasi banyak warga Banjar di Kalimantan Timur.