8 November 2026

broker trading

MoneyTalk, Jakarta – Kali ini akan mengulas pernyataan terbaru dari Firman Happy di kanal YouTube pada Minggu, (13/10) terkait saham GoTo yang stagnan dan adanya pembelian senyap sebesar Rp160 miliar. Dalam tayangan tersebut, Firman mengungkapkan spekulasi dan analisis terkait saham GoTo, yang belakangan ini menunjukkan pergerakan yang cukup lambat meskipun ada transaksi besar yang berlangsung di belakang layar. Dalam artikel ini, kita akan merinci lebih jauh pernyataan tersebut dan mendalami faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi saham GoTo saat ini.

Firman Happy membuka diskusi dengan menyoroti pergerakan saham GoTo yang terlihat stagnan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan laporan dari Investor.id tertanggal 12 Oktober, transaksi saham GoTo hanya bernilai sekitar Rp82 miliar, yang cukup rendah dibandingkan dengan volume transaksi harian sebelumnya. Meskipun demikian, terdapat indikasi bahwa saham ini diborong secara senyap dengan total nilai mencapai Rp160 miliar.

Menurut Firman, ada beberapa broker yang terlihat aktif dalam aksi ini, di antaranya adalah broker BB dan MG, yang diduga kuat melakukan akumulasi saham dalam jumlah besar. Ia menekankan bahwa pembelian senyap ini bisa jadi bertujuan untuk mempertahankan harga saham agar tidak mengalami penurunan lebih lanjut atau sebaliknya, untuk mempersiapkan kenaikan harga yang terukur.

Selama beberapa minggu terakhir, Firman mencatat bahwa saham GoTo mengalami penurunan sejak 27 September hingga 11 Oktober. Dalam rentang waktu ini, terdapat indikasi bahwa beberapa pihak dengan akses ke informasi atau modal besar sedang mengakumulasi saham ini di level harga tertentu. Menurut Firman, aksi ini menunjukkan adanya kepentingan strategis yang tengah dimainkan oleh para pelaku pasar, dengan tujuan tertentu yang tidak diungkapkan secara langsung ke publik.

Pada sisi lain, Firman mengindikasikan bahwa broker asing seperti AK (akumulasi 25 juta lot) dan CC (17,6 juta lot) juga turut ambil bagian dalam transaksi ini, yang berkontribusi terhadap net buy sebesar 20 juta lot. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga saham GoTo cenderung stagnan, ada banyak transaksi yang dilakukan di balik layar yang menunjukkan adanya minat dari pelaku pasar asing.

Menurut Firman, alasan utama mengapa saham GoTo terlihat stagnan adalah adanya upaya untuk ‘mengganjal’ harga saham di level tertentu. Salah satu kemungkinan adalah karena pelaku pasar besar atau institusi sedang menunggu momen yang tepat untuk menaikkan atau menurunkan harga saham ini demi keuntungan yang lebih besar. Sehingga, saham GoTo tampak ditahan pada kisaran harga 61 hingga 65, untuk memberikan waktu bagi para pemain besar melakukan akumulasi.

Firman juga memberikan pandangan bahwa saham GoTo saat ini tengah diakumulasi secara bertahap, yang mana dalam kondisi seperti ini biasanya investor kecil akan ikut terbawa suasana atau FOMO (fear of missing out), sementara investor besar tetap memegang kendali atas harga dan volume transaksi. Situasi seperti ini sering kali menjadi ajang bagi para spekulan besar untuk menahan harga di level tertentu hingga dirasa waktu yang tepat tiba untuk melepas atau kembali mengakumulasi saham.

Spekulasi yang dilontarkan Firman Happy memberikan gambaran bahwa saham GoTo masih memiliki potensi untuk beranjak naik. Meskipun demikian, ia juga memberikan peringatan bahwa pergerakan saham ini sangat tergantung pada aksi para pemegang modal besar, sehingga perlu kehati-hatian bagi para investor kecil.

Menurutnya, pembelian senyap dengan nilai Rp160 miliar ini menunjukkan adanya ‘power play’ yang dilakukan oleh pemain-pemain besar, yang mungkin bertujuan untuk menjaga atau bahkan menaikkan harga saham di kemudian hari.

Firman menambahkan bahwa dalam kelas investasinya, ia membahas teknik-teknik mendeteksi kapan suatu saham sedang dalam fase akumulasi atau distribusi. Hal ini penting bagi investor untuk mengetahui kapan saat yang tepat untuk masuk atau keluar dari suatu saham, terutama saham yang tengah dimainkan oleh pemain besar. Ia juga mengingatkan para penontonnya untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi dan selalu mempertimbangkan analisis yang mendalam sebelum membeli atau menjual saham.

Secara keseluruhan, Firman Happy memberikan analisis yang menarik tentang saham GoTo yang stagnan. Dengan adanya pembelian senyap sebesar Rp160 miliar, ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tengah dipersiapkan di balik layar, baik itu kenaikan harga yang sudah direncanakan atau justru manipulasi harga untuk mempertahankan posisi pasar dari para pemain besar. Meski demikian, Firman mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap ada di tangan para investor, dan ia tidak memberikan saran untuk membeli atau menjual saham GoTo.

Dengan mempelajari pergerakan harga saham GoTo dan mengamati siapa yang memborong saham ini, diharapkan investor dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan strategis. Bagi yang ingin mendalami analisis teknikal dan strategi investasi lebih jauh, Firman juga membuka kelas investasi yang membahas teknik deteksi akumulasi dan distribusi saham dengan lebih mendalam.(c@kra)

MoneyTalk, Jakarta – Pada kanal YouTube Astronasi yang tayang Sabtu, 28 September 2024, sebuah diskusi yang cukup mengejutkan berlangsung antara Dr. Gema Goyardi dan Coach Robert. Topik utama yang dibahas adalah praktik-praktik tidak etis yang dilakukan oleh beberapa broker trading yang kerap kali membuat trader rugi besar, sementara broker tersebut semakin kaya. Fenomena ini bukan hal baru, namun diskusi kali ini mengangkat beberapa poin penting yang jarang terungkap secara luas.

Broker Over the Counter

Manipulasi yang Membuat Trader Merugi, Dr. Gema menjelaskan tentang apa yang ia sebut sebagai “broker bangsat”—broker yang secara sengaja memanipulasi harga melalui mekanisme yang dikenal sebagai slippage. Slippage terjadi ketika harga yang diharapkan oleh trader berbeda dari harga sebenarnya saat order dieksekusi.

Menurut Dr. Gema, ini adalah salah satu trik klasik yang digunakan oleh broker over the counter (OTC) untuk mencurangi trader, terutama pada broker yang menawarkan berbagai bonus seperti deposit gratis atau komisi rendah. Ironisnya, banyak trader tetap memilih broker-broker ini karena tergiur oleh penawaran yang tampak menguntungkan di awal.

Coach Robert menambahkan bahwa slippage tidak hanya merugikan trader dari segi profit, tetapi juga dari segi psikologis.

“Bayangkan, Anda sudah menganalisa dan yakin dengan strategi yang Anda jalankan, tetapi pada saat harga bergerak sesuai prediksi, posisi Anda malah mengalami slippage besar, hingga 60 pips atau lebih,” ujar Coach Robert. “Ini jelas bukan kebetulan, tapi memang sudah diatur oleh broker,” lanjutnya.

Hubungan Trader dengan Broker, Penentu Kesuksesan

Dr. Gema dan Coach Robert menegaskan bahwa tidak peduli seberapa hebat metode trading yang dimiliki oleh seorang trader, jika mereka menggunakan broker yang tidak etis, hasilnya akan tetap mengecewakan. Menurut mereka, kunci utama untuk sukses dalam trading bukan hanya terletak pada strategi, tetapi juga pada pemilihan broker yang benar. Coach Robert memberikan contoh kasus ketika ia dan komunitasnya melakukan live trading di mana banyak anggota komunitasnya terkena slippage yang besar, tetapi berkat platform yang mereka gunakan, kerugian tersebut akhirnya bisa diganti melalui mekanisme warranty.

“Orang-orang yang trading di platform yang benar tidak perlu khawatir. Mereka tahu bahwa kalau terjadi slippage, mereka bisa klaim dan mendapatkan kembali keuntungan yang seharusnya mereka terima,” jelas Coach Robert.

Ilusi Bonus dan Diskon, Perangkap Trader Pemula

Salah satu trik yang sering digunakan oleh broker-broker ini adalah menawarkan bonus deposit, diskon, hingga cashback. Dr. Gema memperingatkan bahwa penawaran seperti ini hanyalah taktik untuk menarik trader pemula yang belum memahami mekanisme di balik trading.

“Kalau komisi tidak ada, spread rendah, swap juga gratis, pertanyaannya: bagaimana broker itu mendapatkan keuntungan?” ungkapnya.

Menurut mereka, bonus-bonus tersebut sebenarnya menjadi penarik awal, tetapi pada akhirnya justru merugikan trader. Broker yang memberikan penawaran seperti ini cenderung menggunakan berbagai trik untuk mengambil keuntungan dari trader di belakang layar, seperti memperlebar spread secara tiba-tiba, atau melakukan manipulasi lain seperti stop loss hunting.

Broker Memiliki Garansi

Salah satu solusi yang diangkat oleh Dr. Gema dan Coach Robert adalah memilih broker yang memiliki garansi dalam trading. Mereka mengajak audiens untuk lebih berhati-hati dalam memilih broker dan beralih ke platform yang memberikan transparansi dan jaminan pengembalian jika terjadi slippage atau pelebaran spread yang tidak wajar. Dalam diskusi ini, Coach Robert menyinggung salah satu platform trading yang ia gunakan, yakni OrbitRate, yang memberikan jaminan pada trader jika terjadi kesalahan eksekusi harga.

“Kalau broker Anda tidak memberikan jaminan atas slippage atau pelebaran spread, itu tanda bahaya besar. Seharusnya, broker yang baik akan transparan dan bertanggung jawab atas hal tersebut,” tambahnya.

Diskusi ini menyimpulkan bahwa para trader harus lebih selektif dalam memilih broker. “Yang paling penting dalam trading adalah memiliki partner broker yang benar-benar adil dan transparan,” ujar Coach Robert.

Mereka juga mengingatkan para pemula agar tidak mudah tergiur dengan bonus atau penawaran diskon yang terlihat menggiurkan.

“Jangan sampai uang Anda hilang begitu saja karena memilih broker yang salah,” pungkas Dr. Gema.

Untuk membantu audiens lebih memahami mekanisme broker yang baik, mereka merencanakan sebuah webinar khusus untuk membahas lebih lanjut tentang cara memilih broker, strategi trading, dan cara mengklaim garansi di platform yang aman.

Dengan banyaknya broker yang tidak bertanggung jawab di luar sana, diskusi ini menjadi peringatan keras bagi para trader untuk lebih waspada dan cerdas dalam memilih tempat mereka berdagang.(c@kra)