Saham GoTo Stagnan dan Pembelian Senyap Rp160 Miliar

  • Bagikan
Saham GoTo Stagnan dan Pembelian Senyap Rp160 Miliar
Saham GoTo Stagnan dan Pembelian Senyap Rp160 Miliar

MoneyTalk, Jakarta – Kali ini akan mengulas pernyataan terbaru dari Firman Happy di kanal YouTube pada Minggu, (13/10) terkait saham GoTo yang stagnan dan adanya pembelian senyap sebesar Rp160 miliar. Dalam tayangan tersebut, Firman mengungkapkan spekulasi dan analisis terkait saham GoTo, yang belakangan ini menunjukkan pergerakan yang cukup lambat meskipun ada transaksi besar yang berlangsung di belakang layar. Dalam artikel ini, kita akan merinci lebih jauh pernyataan tersebut dan mendalami faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi saham GoTo saat ini.

Firman Happy membuka diskusi dengan menyoroti pergerakan saham GoTo yang terlihat stagnan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan laporan dari Investor.id tertanggal 12 Oktober, transaksi saham GoTo hanya bernilai sekitar Rp82 miliar, yang cukup rendah dibandingkan dengan volume transaksi harian sebelumnya. Meskipun demikian, terdapat indikasi bahwa saham ini diborong secara senyap dengan total nilai mencapai Rp160 miliar.

Menurut Firman, ada beberapa broker yang terlihat aktif dalam aksi ini, di antaranya adalah broker BB dan MG, yang diduga kuat melakukan akumulasi saham dalam jumlah besar. Ia menekankan bahwa pembelian senyap ini bisa jadi bertujuan untuk mempertahankan harga saham agar tidak mengalami penurunan lebih lanjut atau sebaliknya, untuk mempersiapkan kenaikan harga yang terukur.

Selama beberapa minggu terakhir, Firman mencatat bahwa saham GoTo mengalami penurunan sejak 27 September hingga 11 Oktober. Dalam rentang waktu ini, terdapat indikasi bahwa beberapa pihak dengan akses ke informasi atau modal besar sedang mengakumulasi saham ini di level harga tertentu. Menurut Firman, aksi ini menunjukkan adanya kepentingan strategis yang tengah dimainkan oleh para pelaku pasar, dengan tujuan tertentu yang tidak diungkapkan secara langsung ke publik.

Pada sisi lain, Firman mengindikasikan bahwa broker asing seperti AK (akumulasi 25 juta lot) dan CC (17,6 juta lot) juga turut ambil bagian dalam transaksi ini, yang berkontribusi terhadap net buy sebesar 20 juta lot. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga saham GoTo cenderung stagnan, ada banyak transaksi yang dilakukan di balik layar yang menunjukkan adanya minat dari pelaku pasar asing.

Menurut Firman, alasan utama mengapa saham GoTo terlihat stagnan adalah adanya upaya untuk ‘mengganjal’ harga saham di level tertentu. Salah satu kemungkinan adalah karena pelaku pasar besar atau institusi sedang menunggu momen yang tepat untuk menaikkan atau menurunkan harga saham ini demi keuntungan yang lebih besar. Sehingga, saham GoTo tampak ditahan pada kisaran harga 61 hingga 65, untuk memberikan waktu bagi para pemain besar melakukan akumulasi.

Firman juga memberikan pandangan bahwa saham GoTo saat ini tengah diakumulasi secara bertahap, yang mana dalam kondisi seperti ini biasanya investor kecil akan ikut terbawa suasana atau FOMO (fear of missing out), sementara investor besar tetap memegang kendali atas harga dan volume transaksi. Situasi seperti ini sering kali menjadi ajang bagi para spekulan besar untuk menahan harga di level tertentu hingga dirasa waktu yang tepat tiba untuk melepas atau kembali mengakumulasi saham.

Spekulasi yang dilontarkan Firman Happy memberikan gambaran bahwa saham GoTo masih memiliki potensi untuk beranjak naik. Meskipun demikian, ia juga memberikan peringatan bahwa pergerakan saham ini sangat tergantung pada aksi para pemegang modal besar, sehingga perlu kehati-hatian bagi para investor kecil.

Menurutnya, pembelian senyap dengan nilai Rp160 miliar ini menunjukkan adanya ‘power play’ yang dilakukan oleh pemain-pemain besar, yang mungkin bertujuan untuk menjaga atau bahkan menaikkan harga saham di kemudian hari.

Firman menambahkan bahwa dalam kelas investasinya, ia membahas teknik-teknik mendeteksi kapan suatu saham sedang dalam fase akumulasi atau distribusi. Hal ini penting bagi investor untuk mengetahui kapan saat yang tepat untuk masuk atau keluar dari suatu saham, terutama saham yang tengah dimainkan oleh pemain besar. Ia juga mengingatkan para penontonnya untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi dan selalu mempertimbangkan analisis yang mendalam sebelum membeli atau menjual saham.

Secara keseluruhan, Firman Happy memberikan analisis yang menarik tentang saham GoTo yang stagnan. Dengan adanya pembelian senyap sebesar Rp160 miliar, ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tengah dipersiapkan di balik layar, baik itu kenaikan harga yang sudah direncanakan atau justru manipulasi harga untuk mempertahankan posisi pasar dari para pemain besar. Meski demikian, Firman mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap ada di tangan para investor, dan ia tidak memberikan saran untuk membeli atau menjual saham GoTo.

Dengan mempelajari pergerakan harga saham GoTo dan mengamati siapa yang memborong saham ini, diharapkan investor dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan strategis. Bagi yang ingin mendalami analisis teknikal dan strategi investasi lebih jauh, Firman juga membuka kelas investasi yang membahas teknik deteksi akumulasi dan distribusi saham dengan lebih mendalam.(c@kra)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *