5 November 2026

Djohermansyah Djohan

MoneyTalk, Jakarta – Maraknya pengibaran bendera bajak laut dari anime One Piece, Jolly Roger, menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia menarik perhatian publik. Namun, pakar hukum tata negara dan Guru Besar IPDN, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, menilai fenomena ini tidak perlu disikapi secara berlebihan, apalagi dengan tuduhan makar.

“Penguasa dan pemerintah harus menyikapi ini dengan tanggap ing sasmita, yaitu sikap bijaksana yang memahami tanda-tanda zaman. Jangan terburu-buru menuduh makar. Justru ini momen untuk memberikan pendidikan kewarganegaraan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8).

Menurut Djohermansyah, pengibaran bendera bajak laut oleh masyarakat adalah bentuk ekspresi yang elegan dan tidak mengandung kekerasan. “Rakyat kini semakin dewasa dalam berdemokrasi. Mereka menyampaikan kritik dan aspirasi dengan cara halus dan santun,” katanya.

Ia juga membandingkan kondisi Indonesia dengan Myanmar yang berada di bawah rezim junta militer. “Saya baru dari Myanmar. Di sana rakyat hidup dalam ketakutan, penuh kecurigaan, dan kehilangan semangat. Saya bersyukur Indonesia masih menjamin kebebasan berpendapat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Djohermansyah mengapresiasi sikap masyarakat yang aktif bersuara melalui simbol budaya populer. “Saya bangga rakyat berani menyuarakan pendapatnya, bahkan lewat simbol seperti bendera bajak laut One Piece. Ini justru menunjukkan semangat demokrasi yang sehat,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan bahwa tidak ada masalah jika bendera Jolly Roger digunakan sebagai bentuk ekspresi masyarakat. Namun, Prasetyo menekankan agar bendera tersebut tidak disandingkan atau dipertentangkan dengan Bendera Merah Putih.

“Kalau sebagai bentuk ekspresi, it’s okay, enggak ada masalah. Tapi jangan disandingkan dengan bendera Merah Putih,” kata Prasetyo di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (5/8).

Fenomena ini mencerminkan dinamika ekspresi sosial yang semakin kreatif di kalangan publik, menjelang hari kemerdekaan Indonesia.

JAKARTA, MoneyTalk – Kinerja dan layanan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dinilai terus mengalami peningkatan. Hal ini didukung oleh penerapan inovasi yang terus dilakukan.

“BUMD sektor air minum misalnya, tercatat sangat intens dalam melakukan inovasi untuk mendukung kinerja dan layanan kepada pelanggan, terutama inovasi yang berbasis teknologi digital,” kata Pengamat otonomi daerah Djohermansyah Djohan dalam keterangan tertulis.

Sementara di BUMD sektor keuangan, terutama BPD, BPR dan BPR BKK, termasuk Jamkrida, yang saat pandemi terkena dampak yang sangat besar. Namun, berkat inovasi produk perbankan dan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya, maka BPD dan BPR-BPR itu, masih mampu meningkatkan kinerja dan layanannya dengan baik.

“Beberapa BPR juga telah mulai aktif melakukan kerjasama-kerjasama bisnis baik dengan sesama BPR maupun dengan pihak ketiga, untuk mendukung bisnisnya. Semakin banyak pula BPR dan BPRS yang concern serta lebih intens dan terukur, untuk melakukan pemberantasan rentenir di wilayah operasional,” kata dia.

Kemudian, lanjutnya, BPD-BPD makin intens dan inovatif serta lebih fokus mengalokasikan pembiayaannya, untuk membangun masyarakat daerahnya dan pembiayaan pemerintah daerahnya.

BUMD dan dinas sektor pariwisata, adalah sektor yang paling besar terkena dampak pandemi COVID-19. Namun, dengan kesigapan dan inovasinya, mampu meredam tantangan yang ada. Beberapa pasar daerah, juga berhasil menjalankan tambahan penugasan dari Pemda, untuk turut menjaga stabilitas harga dan pengengalian inflasi di daerah.

Djohermansyah menambahkan BUMD sektor infrastruktur dan aneka usaha, mampu bertahan dan menjaga kinerjanya di masa pasca-pandemi ini. Beberapa BUMD aneka usaha, juga terus melakukan berbagai inovasi dan terobosan bisnis, dengan didukung oleh pengembangan SDM dan TI yang baik.

Adapun khusus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), juga terus melakukan banyak inovasi berbasis teknologi digital dalam memberikan layanan kepada masyarakat di daerah. Keberhasilan transformasi digital RSUD-RSUD di Indonesia, menjadi salah satu yang menonjol di kalangan BUMD dan BLUD di Indonesia.[MT]