8 November 2026

Dr. Gema Merdeka Goeyardi

MoneyTalk, Jakarta – Pada kanal YouTube Astronasi yang tayang Sabtu, 28 September 2024, sebuah diskusi yang cukup mengejutkan berlangsung antara Dr. Gema Goyardi dan Coach Robert. Topik utama yang dibahas adalah praktik-praktik tidak etis yang dilakukan oleh beberapa broker trading yang kerap kali membuat trader rugi besar, sementara broker tersebut semakin kaya. Fenomena ini bukan hal baru, namun diskusi kali ini mengangkat beberapa poin penting yang jarang terungkap secara luas.

Broker Over the Counter

Manipulasi yang Membuat Trader Merugi, Dr. Gema menjelaskan tentang apa yang ia sebut sebagai “broker bangsat”—broker yang secara sengaja memanipulasi harga melalui mekanisme yang dikenal sebagai slippage. Slippage terjadi ketika harga yang diharapkan oleh trader berbeda dari harga sebenarnya saat order dieksekusi.

Menurut Dr. Gema, ini adalah salah satu trik klasik yang digunakan oleh broker over the counter (OTC) untuk mencurangi trader, terutama pada broker yang menawarkan berbagai bonus seperti deposit gratis atau komisi rendah. Ironisnya, banyak trader tetap memilih broker-broker ini karena tergiur oleh penawaran yang tampak menguntungkan di awal.

Coach Robert menambahkan bahwa slippage tidak hanya merugikan trader dari segi profit, tetapi juga dari segi psikologis.

“Bayangkan, Anda sudah menganalisa dan yakin dengan strategi yang Anda jalankan, tetapi pada saat harga bergerak sesuai prediksi, posisi Anda malah mengalami slippage besar, hingga 60 pips atau lebih,” ujar Coach Robert. “Ini jelas bukan kebetulan, tapi memang sudah diatur oleh broker,” lanjutnya.

Hubungan Trader dengan Broker, Penentu Kesuksesan

Dr. Gema dan Coach Robert menegaskan bahwa tidak peduli seberapa hebat metode trading yang dimiliki oleh seorang trader, jika mereka menggunakan broker yang tidak etis, hasilnya akan tetap mengecewakan. Menurut mereka, kunci utama untuk sukses dalam trading bukan hanya terletak pada strategi, tetapi juga pada pemilihan broker yang benar. Coach Robert memberikan contoh kasus ketika ia dan komunitasnya melakukan live trading di mana banyak anggota komunitasnya terkena slippage yang besar, tetapi berkat platform yang mereka gunakan, kerugian tersebut akhirnya bisa diganti melalui mekanisme warranty.

“Orang-orang yang trading di platform yang benar tidak perlu khawatir. Mereka tahu bahwa kalau terjadi slippage, mereka bisa klaim dan mendapatkan kembali keuntungan yang seharusnya mereka terima,” jelas Coach Robert.

Ilusi Bonus dan Diskon, Perangkap Trader Pemula

Salah satu trik yang sering digunakan oleh broker-broker ini adalah menawarkan bonus deposit, diskon, hingga cashback. Dr. Gema memperingatkan bahwa penawaran seperti ini hanyalah taktik untuk menarik trader pemula yang belum memahami mekanisme di balik trading.

“Kalau komisi tidak ada, spread rendah, swap juga gratis, pertanyaannya: bagaimana broker itu mendapatkan keuntungan?” ungkapnya.

Menurut mereka, bonus-bonus tersebut sebenarnya menjadi penarik awal, tetapi pada akhirnya justru merugikan trader. Broker yang memberikan penawaran seperti ini cenderung menggunakan berbagai trik untuk mengambil keuntungan dari trader di belakang layar, seperti memperlebar spread secara tiba-tiba, atau melakukan manipulasi lain seperti stop loss hunting.

Broker Memiliki Garansi

Salah satu solusi yang diangkat oleh Dr. Gema dan Coach Robert adalah memilih broker yang memiliki garansi dalam trading. Mereka mengajak audiens untuk lebih berhati-hati dalam memilih broker dan beralih ke platform yang memberikan transparansi dan jaminan pengembalian jika terjadi slippage atau pelebaran spread yang tidak wajar. Dalam diskusi ini, Coach Robert menyinggung salah satu platform trading yang ia gunakan, yakni OrbitRate, yang memberikan jaminan pada trader jika terjadi kesalahan eksekusi harga.

“Kalau broker Anda tidak memberikan jaminan atas slippage atau pelebaran spread, itu tanda bahaya besar. Seharusnya, broker yang baik akan transparan dan bertanggung jawab atas hal tersebut,” tambahnya.

Diskusi ini menyimpulkan bahwa para trader harus lebih selektif dalam memilih broker. “Yang paling penting dalam trading adalah memiliki partner broker yang benar-benar adil dan transparan,” ujar Coach Robert.

Mereka juga mengingatkan para pemula agar tidak mudah tergiur dengan bonus atau penawaran diskon yang terlihat menggiurkan.

“Jangan sampai uang Anda hilang begitu saja karena memilih broker yang salah,” pungkas Dr. Gema.

Untuk membantu audiens lebih memahami mekanisme broker yang baik, mereka merencanakan sebuah webinar khusus untuk membahas lebih lanjut tentang cara memilih broker, strategi trading, dan cara mengklaim garansi di platform yang aman.

Dengan banyaknya broker yang tidak bertanggung jawab di luar sana, diskusi ini menjadi peringatan keras bagi para trader untuk lebih waspada dan cerdas dalam memilih tempat mereka berdagang.(c@kra)

 

MoneyTalk, Jakarta – Pada Selasa (24/09), Podtrade menayangkan sebuah investigasi mengenai modus penipuan pengelolaan dana trader yang menggunakan identitas palsu. Penipuan ini telah merugikan ratusan orang di Indonesia dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Narasumber yang hadir dalam program ini adalah Dr. Gema Merdeka Goeyardi, pendiri dan CEO Astronacci Internasional, serta Rivan Kurniawan, seorang value investor terkenal.

Penipuan Berkedok Investasi Menguntungkan
Menurut Dr. Gema, modus penipuan ini melibatkan penawaran pengelolaan dana dengan iming-iming keuntungan cepat dan besar, hingga 30% dalam seminggu. Korban seringkali dijanjikan keuntungan instan dengan syarat mentransfer sejumlah dana kepada pelaku. Yang lebih mengejutkan, pelaku menggunakan identitas palsu termasuk foto, nama, dan dokumen resmi yang direkayasa. Hal ini untuk meyakinkan korban bahwa mereka berinvestasi pada sosok terkenal seperti Rivan Kurniawan.

Rivan Kurniawan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam pengelolaan dana seperti yang dituduhkan. Ia mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir, namanya, fotonya, dan identitas lainnya telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Mereka menggunakan nama saya untuk meyakinkan korban. Modusnya klasik, seperti menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat,” jelas Rivan.

Rivan juga menjelaskan bahwa para pelaku bahkan menggunakan KTP palsu yang menampilkan namanya, namun dengan detail yang diubah. Seperti tempat tanggal lahir dan agama.

“Ini benar-benar KTP palsu, tanda tangannya pun bukan milik saya. Mereka menggunakan data ini untuk meyakinkan korban,” tambah Rivan.

Lebih lanjut, Rivan mengungkapkan bahwa pelaku berhasil membuka rekening bank menggunakan nama dan foto dirinya dengan memanfaatkan teknologi deepfake. Salah satu rekening yang digunakan berada di Bank BNI cabang Warung Buncit.

“Saya tanyakan ke customer service, kenapa ada rekening atas nama saya padahal saya tidak pernah membuka rekening tersebut. Mereka mengakui bahwa foto di KTP adalah foto saya, tetapi data lainnya berbeda. Sepertinya mereka menggunakan teknologi deepfake untuk membuat KTP palsu ini,” papar Rivan.

Dr. Gema mengingatkan, kasus seperti ini menunjukkan betapa canggih modus penipuan saat ini. Terutama dengan kemajuan teknologi yang memungkinkan pelaku memalsukan identitas publik figur.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Apalagi jika yang menawarkan adalah sosok terkenal tanpa verifikasi yang jelas,” ujarnya.

Rivan menutup dengan saran agar masyarakat lebih waspada dan selalu melakukan verifikasi jika ada penawaran investasi yang mencurigakan. “Jangan mudah percaya dengan identitas yang kelihatannya resmi. Selalu periksa ulang dan pastikan melalui saluran resmi,” pesannya.

Fenomena penipuan ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tergoda dengan janji-janji manis. Diskusi ini menjadi peringatan bagi publik untuk selalu berhati-hati dalam berinvestasi dan tidak mudah terbuai dengan tawaran keuntungan instan. Terutama yang mengatasnamakan figur publik yang terkenal. Gunakan akal sehat; jika ada yang menawarkan profit ganda dalam waktu singkat, pastikan itu penipuan.(c@kra)