1 November 2026

Imanuel Ebenezer Gerungan

MoneyTalk, Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Imanuel Ebenezer Gerungan, yang akrab disapa Noel, baru-baru ini berbicara dalam sebuah wawancara di podcast Liputan6 pada Rabu (30/10) tentang pengalaman dan pandangannya terkait peran barunya di Kementerian Ketenagakerjaan.

Noel membagikan berbagai sudut pandangnya, mulai dari adaptasi yang ia jalani hingga tantangan besar yang harus dihadapinya sebagai aktivis yang kini berada di pemerintahan. Di sini, kita akan membahas pandangan Noel mengenai kesejahteraan buruh, perannya dalam memperjuangkan hak-hak tenaga kerja, serta pandangannya terhadap tenaga kerja asing (TKA).

Adaptasi di Kementerian Ketenagakerjaan, Aktivis yang Kini Pejabat

Noel memulai wawancara dengan menceritakan proses adaptasinya yang tidak mudah. Sebagai mantan aktivis, ia terbiasa berbicara lugas dan tegas. Namun, saat memasuki lingkungan birokrasi, Noel merasa perlu menyeimbangkan karakternya agar lebih menyesuaikan diri sebagai pejabat negara.

“Kadang saya merasa kesulitan membedakan posisi sebagai aktivis dan sebagai pejabat,” ungkapnya.

Noel merasa bahwa menjadi pejabat di kementerian ini bukanlah sekadar jabatan, tetapi adalah tantangan besar untuk menjaga integritas dan tetap memperjuangkan aspirasi buruh tanpa melupakan kepentingan bangsa.

Menjawab Tantangan Kesejahteraan Buruh yang Lebih Holistik

Salah satu pokok bahasan yang Noel tekankan adalah pentingnya melihat kesejahteraan buruh dari sudut pandang yang lebih luas, tidak sekadar soal upah. Menurutnya, instrumen kesejahteraan bagi buruh seharusnya tidak hanya terfokus pada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang naik setiap tahunnya, tetapi juga harus mencakup akses kesehatan, pendidikan, dan kepemilikan rumah yang layak. Noel menjelaskan bahwa meskipun kenaikan UMP penting, hal ini belum cukup untuk menjamin kesejahteraan jangka panjang bagi para buruh.

“Sebagai aktivis, saya selalu mendengar tuntutan kenaikan upah. Tapi kita perlu membangun kesadaran bahwa kesejahteraan sejati tidak hanya diukur dari angka UMP. Buruh juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak, akses kesehatan, dan kesempatan untuk memiliki rumah sendiri,” ujarnya.

Noel menekankan bahwa perjuangan buruh harus lebih bersifat ideologis, dan serikat buruh perlu mengedukasi anggotanya bahwa kesejahteraan yang holistik lebih penting daripada tuntutan normatif.

Pendekatan Win-Win Solution bagi Buruh dan Pengusaha

Noel menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha. Baginya, menjadi “pro buruh” bukan berarti menutup mata terhadap peran penting pengusaha. Dalam podcast, ia menekankan bahwa negara harus memastikan kedua pihak ini dapat berjalan beriringan dan saling menguntungkan. Noel berkomitmen untuk tidak hanya memperjuangkan hak buruh, tetapi juga memastikan pengusaha tetap eksis dan mendapatkan keuntungan yang layak.

“Negara tidak boleh hanya berpihak pada satu pihak. Kita harus mendukung buruh untuk sejahtera, tetapi juga harus mendukung pengusaha agar tetap berjalan dan berkontribusi terhadap ekonomi. Ini harus menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak,” tegas Noel.

Tenaga Kerja Asing: Menjadi Tantangan Besar untuk Diatasi

Noel mengakui bahwa isu tenaga kerja asing (TKA) adalah salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus segera ditangani. Menurutnya, masuknya tenaga kerja asing tanpa pengaturan yang baik dapat menjadi ancaman bagi tenaga kerja lokal. Noel berjanji akan mengkaji lebih jauh kebijakan terkait TKA dan berusaha untuk menyeimbangkan kepentingan pekerja lokal.

Ia menegaskan, “TKA memang membawa manfaat ekonomi, tetapi juga harus diatur dengan baik agar tidak membanjiri pasar kerja kita, yang justru merugikan tenaga kerja lokal. Ini PR besar dan perlu pendekatan yang hati-hati.”

Ketika ditanya soal perubahan dukungan dari Jokowi Mania pada periode sebelumnya hingga kini menjadi Prabowo Mania, Noel menyatakan bahwa ia merasa nyaman dengan kedua peran tersebut, karena baik Jokowi maupun Prabowo memiliki visi yang kuat untuk negara. Noel menyebutkan bahwa keduanya adalah pemimpin dengan visi keberlanjutan yang sangat berorientasi pada kepentingan rakyat dan negara.

“Bagi saya, Jokowi dan Prabowo sama-sama berkomitmen untuk membangun negeri ini. Jadi, saya tidak melihat adanya kontradiksi dalam perjuangan ini,” kata Noel.

Noel percaya bahwa semangat patriotik yang ia bawa bersama Prabowo saat ini adalah kelanjutan dari perjuangan yang ia mulai bersama Jokowi, dengan tekad yang sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Sebagai seorang aktivis yang kini duduk sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Imanuel “Noel” Ebenezer Gerungan membawa perspektif baru dalam kebijakan ketenagakerjaan. Komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh melalui pendekatan yang lebih holistik, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha, menunjukkan dedikasinya untuk menciptakan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berkeadilan. Noel juga berjanji untuk menangani isu tenaga kerja asing secara serius agar tenaga kerja lokal tetap terlindungi.

Dalam menjalankan peran barunya ini, Noel menghadapi tantangan besar, namun semangat aktivis yang ia bawa tetap menjadi pijakan kuatnya untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing.(c@kra)

MoneyTalk, Jakarta – Wakil Menteri Tenaga Kerja, Imanuel Ebenezer Gerungan, atau lebih akrab disapa Noel, baru-baru ini mengungkapkan sejumlah isu penting terkait ketenagakerjaan dan komitmen pemerintah dalam melindungi pekerja di Indonesia. Dalam perbincangan di Podcast Liputan 6 pada Rabu, 30 Oktober 2024, Noel menyoroti tantangan dan peluang ketenagakerjaan, terutama dalam menghadapi potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri.

Dalam perbincangan tersebut, Noel menggarisbawahi sikap tegas pemerintah dalam melindungi para pekerja dari PHK yang meresahkan, serta menekankan pentingnya tindakan nyata dalam menerjemahkan pesan dari Presiden Prabowo Subianto mengenai kebijakan ketenagakerjaan. Salah satu poin penting dari Noel adalah adanya kehadiran negara dalam membantu perusahaan agar dapat beroperasi tanpa melakukan PHK, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dari sisi kesejahteraan sosial.

Komitmen Pemerintah Melindungi Pekerja

Noel menjelaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo sangat serius dalam melindungi tenaga kerja dari ancaman PHK massal, terutama di industri seperti tekstil. Ketika ditanya mengenai kekhawatiran buruh akibat kondisi bisnis yang menurun, Noel menyatakan bahwa Presiden Prabowo langsung merespon informasi terkait potensi PHK dengan emosional, bahkan meneteskan air mata. Ia merasa prihatin karena kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga berimbas pada komunitas sekitar pabrik, seperti para pedagang, tukang ojek, dan pemilik warung makan.

Menurut Noel, dalam kunjungan lapangannya ke perusahaan tekstil Sritek, ia memastikan kondisi buruh tetap stabil dan operasional perusahaan berjalan lancar.

“Ini adalah bentuk nyata bahwa negara hadir dan melindungi buruh,” ujar Noel.

Pemerintah berusaha menguatkan ketahanan perusahaan untuk mengurangi kemungkinan PHK, sembari mengawasi proses operasional dan jaminan hak-hak pekerja, termasuk asuransi ketenagakerjaan.

Pesan Prabowo tentang Patriotisme Ekonomi

Selain menyoroti ketenagakerjaan, Noel juga menggarisbawahi pesan dari Prabowo tentang perlunya patriotisme dalam dunia usaha. Menurutnya, Prabowo mendorong para pengusaha untuk bersinergi dengan pekerja dan saling memahami demi kepentingan bangsa. Patriotisme dalam pandangan Prabowo bukan hanya soal mengangkat senjata, melainkan kemampuan bekerja sama antara pengusaha dan pekerja untuk membangun bangsa.

“Kita butuh pengusaha yang patriotik dan pekerja yang berjiwa patriotik,” tambah Noel. Patriotisme ini, menurutnya, menjadi dasar dalam membangun stabilitas sosial dan ekonomi yang kuat.

Perangi Praktik Korupsi dan Tindak Curang di Birokrasi

Salah satu poin menarik dalam perbincangan ini adalah sikap Noel yang tegas terhadap praktik korupsi. Ia menyinggung adanya oknum-oknum yang kerap kali mengambil keuntungan pribadi dari anggaran negara dan dana publik. Noel menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak boleh dibiarkan karena merugikan negara dan masyarakat. Noel menyampaikan bahwa tidak akan segan untuk melaporkan pihak-pihak yang mencoba bermain-main dengan anggaran, terutama dalam konteks ketenagakerjaan.

Ia bahkan menyoroti Bea Cukai yang seringkali terseret dalam praktik impor ilegal yang berdampak pada sektor industri, terutama industri tekstil. Praktik ini, menurutnya, merugikan perusahaan-perusahaan yang taat aturan dan berpotensi menyebabkan PHK pada buruh di dalam negeri.

“Jika ada pejabat yang mendukung penyelundupan, saya akan langsung melapor kepada Presiden,” tegas Noel.

Pengawasan Ketat dan Keberlanjutan Perlindungan Pekerja

Dalam upaya menghindari potensi PHK di sektor lain, Noel mengisyaratkan bahwa Kementerian Tenaga Kerja akan memonitor perusahaan-perusahaan yang rentan terdampak situasi ekonomi global. Di samping itu, ia mengindikasikan akan adanya kolaborasi lintas kementerian dalam menjaga sektor ketenagakerjaan, melibatkan kementerian lain untuk turut mendukung industri-industri yang berpotensi terdampak.

Untuk menegakkan peraturan ini, Noel menyebut pentingnya pengawasan ketat agar kebijakan-kebijakan yang disampaikan tidak hanya berakhir sebagai teori indah. Noel menyatakan akan membentuk tim khusus untuk memantau kondisi industri di daerah-daerah yang rentan terdampak oleh kebijakan ekonomi. Langkah ini merupakan upaya konkret dari pemerintah untuk memastikan kesejahteraan pekerja dan mengurangi ancaman PHK.

Menghidupkan Semangat Patriotisme dalam Kabinet Merah Putih

Noel menutup diskusi dengan menekankan bahwa semua langkah ini adalah bagian dari upaya Prabowo untuk membawa perubahan positif bagi bangsa. Ia yakin bahwa seluruh pejabat dalam kabinet Merah Putih akan bekerja keras untuk mendukung visi Prabowo dalam memperjuangkan kesejahteraan bangsa. Ia berharap bahwa pejabat-pejabat di kementerian dan lembaga lainnya juga bisa bekerja dengan semangat yang sama, mengutamakan kepentingan rakyat dan negara daripada keuntungan pribadi.

Dalam diskusi ini, Noel menyampaikan harapannya agar semua yang terlibat, baik di pemerintahan maupun di sektor swasta, dapat berkontribusi untuk kepentingan bersama. Dia menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang siap memberikan segalanya untuk bangsa.

“Prabowo sudah memberikan segalanya untuk bangsa ini. Loyalitas yang sejati adalah kepada Tuhan, kepada rakyat, dan kepada negara,” pungkas Noel.

Pernyataan Noel ini memberikan gambaran tentang tekad pemerintah dalam menjaga kesejahteraan tenaga kerja di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi. Upaya melindungi buruh dari ancaman PHK dan mengawasi praktik curang dalam birokrasi menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat. Semangat patriotisme yang ditekankan oleh Prabowo diharapkan menjadi pemersatu antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah demi kesejahteraan bangsa.(c@kra)