6 November 2026

IPO

MoneyTalk,Jakarta – Pada tanggal 29 September 2017 BPJS Kesehatan mulai melakukan pembelian Saham melalui IPO (Initial Public Offering). Saham yang dibeli adalah saham GMFI (PT Garuda Maintenance Facility Tbk)

Jumlah Saham GMFI yang dibeli BPJS Kesehatan senilai Rp.4.800.000.000, atau sebanyak 12.000.000 lembar. Dengan harga per lembar saham senilai Rp.400.

Alasan BPJS kesehatan memilih pembelian saham GMFI karena memiliki potensi yang besar dengan pengembangan kapabilitas untuk pesawat-pesawat milik Garuda Indonesia.

Apalagi GMFI juga berpeluang untuk mengalihkan pangsa pasar maintenance dari MRO asing ke dalam negeri dengan harga yang lebih kompetitif.

Selanjutnya tanggal 30 Juni 2022 jumlah saham yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan di GMFI mengalami penurunan. Dari 12.000.000 lembar menjadi 10.529.200 lembar saham.

Ternyata Bukan hanya jumlah saham BPJS Kesehatan di GMFI yang turun. Tapi harga saham perlembar ikut turun dratis. Pada tahun 2017, saham perlembar masih Rp.400 per saham, dan pada tahun 2022 perlembar saham menjadi Rp.86 persaham.

Dengan demikian BPJS kesehatan mengalami loss alias kerugian sekitar -52,33% atau senilai 947.628.000 Jika BPJS kesehatan pada tahun 2022 punya saham sebanyak 10.529.200 lembar saham, atau senilai Rp.1.811.022.400

JAKARTA, MoneyTalk – Citibank ditunjuk sebagai salah satu Koordinator Global untuk penawaran umum perdana (IPO) perusahaan nikel Indonesia, PT Trimegah Bangun Persada, Tbk yang juga dikenal sebagai Harita Nickel.

Emiten Perseroan menjual 12,67% kepemilikan sahamnya dengan harga IPO Rp1.250 per lembar saham dan telah berhasil menghimpun dana sebesar USD 650 juta.

Transaksi ini adalah IPO terbesar di Asia pada 2023 (year-to-date), serta IPO terbesar di industri logam dan pertambangan di Asia sejak Maret 2011.

Jumlah perusahaan yang melakukan IPO di Indonesia meningkat signifikan.

Sepanjang kuartal 1- 2023, 28 perusahaan di Indonesia tercatat telah melakukan IPO, naik 133% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, nilai total IPO juga meningkat hampir 300% dibandingkan kuartal 1-2022.

Kebanyakan dari perusahaan ini bergerak di bidang teknologi dan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor ini sedang tumbuh dan memiliki potensi yang besar di masa mendatang.

Batara Sianturi, Chief Executive Officer, Citi Indonesia mengungkapkan, “Peningkatan volume dan total nilai IPO di Indonesia pada Q1 2023 menunjukkan bahwa pasar saham negara ini semakin menarik bagi investor.

Harita Nickel memiliki peranan penting untuk memanfaatkan permintaan nikel yang terus meningkat di pasar global dan kami bangga telah mendukung klien kami dalam transaksi penting ini.

Citi tetap berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif dan tenaga ahli yang mampu membantu klien kami dalam mencapai tujuan strategis mereka.”

Di Indonesia, Citi telah memimpin beberapa transaksi IPO di sejumlah industri seperti pertambangan, energi dan kesehatan, dengan beberapa perusahaan di antaranya; PT Archi Indonesia, Tbk.(ARCI), PT Cikarang Listrikindo Tbk (POWR), PT Medikaloka Hernina Tbk (HAEAL) dan PT Prodia Widyahusada (PRDA).

Presiden Direktur Harita Nickel, Roy A. Arfandy mengatakan IPO saham perseroan mendapatkan respon yang sangat positif dari pasar.

Terbukti, selama masa periode penawaran umum dari tanggal 5-10 April 2023, saham NCKL mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sehingga sesuai dengan ketentuan pelaksanaan distribusi saham melalui platform e-IPO porsi alokasi pooling yang dipersyaratkan adalah sebesar 5%.

Animo partisipasi investor publik tidak hanya berasal dari investor dalam negeri, namun juga investor kelembagaan dari luar negeri.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih terhadap tingginya antusiasme investor terhadap IPO NCKL. Terjadinya oversubscribed merupakan wujud nyata kepercayaan yang diberikan oleh investor terhadap prospek cerah industri pengolahan nikel yang dikelola oleh perseroan,” tambahnya.

Melihat minat IPO yang terus meningkat, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar IPO terbesar di Asia Tenggara.

Belum lagi bahwa pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung perkembangan pasar saham di tanah air, seperti mengeluarkan peraturan untuk menyederhanakan proses IPO bagi perusahaan yang ingin melakukan IPO.” ungkap Julius Soesantio, President Director PT Citigroup Sekuritas Indonesia.

Citi Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan serta peningkatan pembiayaan dan permodalan klien kami melalui berbagai solusi yang ditawarkan oleh lini bisnis Institutional Client Group (ICG) saat mereka menavigasi volatilitas lingkungan ekonomi makro dan bersaing dengan beragam tantangan di pasar.