22 Oktober 2026

Kadin Indonesia

MoneyTalk,Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bambang Soesatyo mengapresiasi kebijakan pemerintah dan DPR yang sepakat membatasi pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen hanya terhadap barang mewah. Tidak menyasar ragam kebutuhan pokok masyarakat dan kebutuhan dasar lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan. Rencana kebijakan ini diharapkan bisa mewujudkan kondisi perekonomian semakin kondusif.

“Untuk menghindari kesimpangsiuran, pemerintah dan DPR hendaknya membuat kepastian tentang ragam barang mewah yang akan dikenakan PPN 12 persen itu. Sebab, ketentuan tentang pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sudah diatur dalam Undang-undang No.7 tahun 2021,” ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (9/12/24).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, guna mencegah sektor industri mati suri, PPN 12 persen hendaknya juga tidak membidik bahan baku industri, termasuk barang modal. Sudah menjadi fakta bahwa produk manufaktur dalam negeri saat ini benar-benar terhimpit akibat serbuan produk impor yang dijual di pasar dalam negeri dengan harga dumping,

“Makna strategis dari pembatasan pemberlakuan PPN 12 persen, tidak hanya meringankan beban belanja masyarakat. Tetapi juga merawat kekuatan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi. Terlebih, daya beli sebagian besar masyarakat sedang melemah, terkonfirmasi oleh data tentang deflasi sebesar 0,12 persen di September 2024,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, pembatasan pemberlakuan PPN 12 persen cukup membantu puluhan juta pelaku UMKM. Karena harga barang dan jasa yang mereka tawarkan tidak otomatis mengalami kenaikan sebagai konsekuensi dari kebijakan PPN yang baru. Kalkulasinya sederhana, jika harga barang dan jasa produk UMKM ikut dibebani PPN 12 persen, maka UMKM akan kehilangan pembeli atau pelanggan.

“Ketika sebuah UMKM berhenti berusaha karena harga barang dan jasa mereka menjadi lebih mahal akibat naiknya PPN, UMKM tersebut akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya. Jadi, tidak bijak jika kebijakan baru tentang PPN hanya berakibat pada bertambahnya jumlah pengangguran, akibat ketidakmampuan UMKM menjaga kelangsungan usaha masing-masing,” pungkas Bamsoet.

MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, mengenai konflik kepemimpinan di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, pada Kamis (19/09), memberikan sorotan penting bagi stabilitas organisasi ini.

Dalam konteks perkembangan terbaru yang melibatkan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dan dugaan perpecahan internal, Jimly menegaskan bahwa Kadin bukan sekadar lembaga swasta, tetapi merupakan lembaga negara yang diakui secara hukum.

Keberadaan Kadin diakui sebagai lembaga publik berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, yang menegaskan bahwa Kadin tidak hanya mengurus kepentingan pengusaha besar, tetapi juga berperan sebagai perwakilan semua pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam hal ini, Jimly menolak gagasan untuk membentuk Kadin tandingan, dan menegaskan bahwa keutuhan Kadin sangat penting untuk menjaga integritas dan legitimasi organisasi.

Konflik internal yang terjadi di Kadin harus menjadi perhatian serius pemerintah. Keberadaan Kadin yang utuh dan solid sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan anggota tetapi juga untuk stabilitas ekonomi nasional. Perpecahan di tubuh Kadin dapat mengganggu konsolidasi sektor bisnis dan menciptakan kebingungan di kalangan pelaku usaha. Pemerintah, sebagai pengawas, harus memastikan bahwa Kadin tetap bersatu dan tidak terpecah karena kepentingan politik sesaat,tegas Jimly.

Jimly menekankan pentingnya mengikuti prosedur yang berlaku dalam setiap pemilihan kepemimpinan. Pelanggaran prosedur dapat menciptakan ketidakadilan yang dirasakan oleh anggota dan menimbulkan konflik lebih lanjut. Oleh karena itu, penting bagi Kadin untuk memiliki mekanisme pemilihan yang transparan dan akuntabel, agar semua pihak merasa diwakili secara adil. Dalam konteks ini, intervensi pihak ketiga atau mediasi dapat menjadi solusi untuk meredakan ketegangan tanpa harus mengandalkan jalur hukum yang panjang.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua pihak dalam Kadin mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Ini termasuk pengawasan terhadap pemilihan dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. Jika konflik terus berlanjut, dapat berpotensi merusak hubungan antara pemerintah dan sektor swasta, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada perekonomian secara keseluruhan kata Jimly

Keutuhan Kadin sebagai lembaga publik sangat penting untuk menjaga stabilitas dunia usaha di Indonesia. Konflik kepemimpinan yang terjadi harus diselesaikan dengan cara yang etis dan sesuai hukum, tanpa mengorbankan integritas organisasi. Pemerintah, Kadin, dan semua pihak terkait harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan sektor bisnis. Dengan demikian, Kadin dapat berfungsi dengan baik sebagai wadah yang mewakili kepentingan semua pelaku usaha, memperkuat perekonomian nasional dalam jangka panjang.(c@kra)

MoneyTalk, – Bandung Pada Minggu, 15 September di Bandung, Budi S. TjandraDjaja, seorang pengamat blockchain terkemuka, mengungkapkan keyakinannya bahwa teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk mendukung dan mendorong perekonomian digital Indonesia. Pernyataan ini datang bersamaan dengan peluncuran Blockchain Hub oleh Kadin Indonesia, yang bertujuan untuk membuka jaringan ekosistem blockchain antara pelaku bisnis di Indonesia dan komunitas global.

Blockchain: Katalisator untuk Perekonomian Indonesia

Teknologi blockchain, yang dikenal dengan kemampuannya untuk menciptakan catatan transaksi yang transparan dan tidak dapat dimanipulasi, diproyeksikan dapat menjadi katalisator utama dalam perekonomian digital Indonesia. Blockchain menawarkan keuntungan signifikan dalam hal efisiensi dan transparansi, yang sangat penting dalam konteks bisnis dan pemerintahan. Dengan kemampuannya untuk menciptakan sistem yang lebih aman dan terdesentralisasi, blockchain berpotensi meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional bagi berbagai sektor usaha.

Menurut Chatib Basri, mantan Menteri Keuangan Indonesia (2013-2014), blockchain dapat mempermudah sektor usaha dengan meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya yang tidak perlu. “Teknologi ini tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan besar, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Blockchain dapat mengurangi birokrasi dan mempercepat transaksi, yang pada gilirannya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” jelas Chatib.

Blockchain Hub: Jembatan Menuju Konektivitas Global

Peluncuran Blockchain Hub oleh Kadin Indonesia adalah langkah strategis untuk menghubungkan pelaku bisnis lokal dengan pasar global. Hub ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran ide, teknologi, dan peluang bisnis antara Indonesia dan negara-negara lain. Dengan adanya hub ini, diharapkan akan terjadi kolaborasi yang lebih erat antara pelaku blockchain di dalam negeri dan komunitas internasional, membuka lebih banyak peluang investasi dan pengembangan inovasi di sektor teknologi.

Keunggulan Blockchain: Transparansi dan Keamanan

Salah satu keunggulan utama blockchain adalah transparansi. Setiap transaksi yang dilakukan melalui teknologi ini dicatat dalam buku besar yang terbuka untuk umum dan tidak dapat diubah, memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dalam proses bisnis. Selain itu, keamanan blockchain, yang terjamin melalui mekanisme kriptografi dan desentralisasi, membuatnya menjadi pilihan yang menarik untuk transaksi yang memerlukan tingkat keamanan tinggi.

Fitur-fitur ini membuat blockchain sangat efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat dan mempermudah transaksi di berbagai lapisan masyarakat, termasuk UMKM. Dengan blockchain, UMKM akan mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar dan sumber daya keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Tantangan Adopsi Blockchain di Indonesia

Namun, adopsi blockchain di Indonesia tidak tanpa tantangan. Salah satu hambatan utama adalah persepsi publik yang mengaitkan blockchain dengan cryptocurrency, seperti bitcoin. Persepsi ini sering kali mengarah pada ketidakpahaman tentang manfaat nyata blockchain di luar dunia cryptocurrency.

Pengetahuan dan Edukasi mengenai blockchain juga masih perlu ditingkatkan. Banyak pihak yang belum sepenuhnya memahami bagaimana blockchain bekerja, bagaimana data dikelola, dan bagaimana keamanan dijaga. Upaya edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif diperlukan untuk mengatasi ketidakpahaman ini dan memfasilitasi adopsi teknologi ini di kalangan masyarakat luas.

Blockchain memiliki potensi besar untuk menjadi penopang utama perekonomian digital Indonesia, berkat kemampuannya dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan.

Dan Peluncuran Blockchain Hub oleh Kadin Indonesia adalah langkah positif menuju integrasi global dalam ekosistem blockchain. Namun, untuk memaksimalkan potensi teknologi ini, perlu ada upaya berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mengatasi persepsi negatif yang masih ada. Dengan dukungan yang tepat dari semua pihak, blockchain dapat menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.(c@kra)

JAKARTA, MoneyTalk – Arsjad Rasjid, Ketua Kadin Indonesia dan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) mendesak Amerika Serikat untuk lebih adil dalam pemberian subsidi hijau bagi mineral untuk kendaraan listrik.

Arsjad turut menyampaikan keprihatinan atas ‘pengucilan’ terhadap mineral kritis Indonesia dari paket subsidi Amerika Serikat untuk teknologi hijau.

Pemerintah AS akan menerbitkan pedoman kredit pajak bagi produsen baterai dan EV di bawah Undang-Undang Pengurangan Inflasi dalam beberapa minggu kedepan. Undang-undang ini mencakup $370 miliar dalam subsidi untuk teknologi energi bersih.

Namun, baterai yang mengandung komponen sumber Indonesia dikhawatirkan tetap tidak memenuhi syarat untuk kredit pajak Inflation Reduction Rate (IRA) secara penuh, karena Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan AS dan dominasi perusahaan China dalam industri nikel.

Indonesia Sebagai Pemasok Nikel untuk Industri Kendaraan Listrik Amerika Serikat

Arsjad yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Indika Energy, menegaskan bahwa Indonesia dapat memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan Amerika Serikat akan kendaraan listrik dan baterai.

Pasalnya, Indonesia memiliki sepertiga dari dari total cadangan nikel dunia yang menempatkan Indonesia pada posisi pertama. Nikel menjadi bahan yang penting untuk produksi baterai kendaraan listrik.

Kerjasama Indonesia dengan Perusahaan Multinasional Bangun Rantai Pasokan Nikel dalam Pengembangan Kendaraan Listrik

Arsjad Rasjid mengatakan bahwa Indonesia tengah bekerja sama dengan perusahaan multinasional untuk membangun rantai pasokan nikel terpisah untuk China dan Non-China.

“Indonesia adalah teman bagi China dan negara barat. Kami menyediakan mineral penting bagi China Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Kami berupaya memastikan memiliki portofolio inklusif baik China maupun Non-China dalam sektor pertambangan nikel guna mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan,” kata Arsjad.

Berbagai negara telah berinvestasi di Indonesia pada sektor pertambangan, khususnya untuk pengembangan kendaraan listrik dan baterai. Beberapa diantaranya, yaitu LG, SK Group, Samsung, dan Hyundai.

Ketiganya investor ini penting dalam hilirisasi industri nikel termasuk katoda, sel baterai, dan produksi kendaraan. Hadir juga LG Energy Solution yang sedang membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia dengan produsen mobil listrik Hyundai.

Arsjad Rasjid Mendorong Amerika Serikat untuk Mengakui Peran Indonesia dan ASEAN sebagai Mitra Setara dalam Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik

Di samping itu, Arsjad juga menekankan pentingnya melihat Indonesia dan ASEAN sebagai alternatif untuk China. Arsjad Rasjid berharap Amerika Serikat akan memberikan status yang setara kepada anggota Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) dengan negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas penuh dengan Amerika Serikat.

“Kami sedang berdiskusi tentang IPEF, dan semangat perjanjian itu adalah kerja sama. Jika Amerika mengecualikan ASEAN, rasanya sangat tidak adil,” ujar Arsjad.

Dalam industri pengembangan kendaraan listrik, Arsjad juga turut mengajak Amerika maupun Uni Eropa untuk menaruh kepercayaan pada Indonesia dan negara ASEAN lainnya.

Dengan peran penting Indonesia dan ASEAN dalam rantai pasokan kendaraan listrik, Arsjad optimistis bahwa kawasan ini akan menjadi mitra strategis baik Amerika Serikat, Uni Eropa maupun China dalam sektor energi bersih.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi dan politik bagi ASEAN terhadap global, serta memberikan manfaat bagi industri dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.[MT]