4 November 2026

M. Subki

MoneyTalk.id,Jakarta – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Royal Batavia Cakung, Jakarta Timur, yang digadang-gadang menjadi rumah sakit bertaraf internasional, belum juga memasuki tahap konstruksi. Padahal, proyek senilai hampir Rp400 miliar tersebut ditargetkan mulai dibangun melalui groundbreaking pada Desember 2026.

Data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) INAPROC per 4 November 2026 mencatat sebanyak 61 perusahaan mengikuti tender Pekerjaan Konstruksi Pembangunan RSUD di Wilayah Cakung yang diselenggarakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Paket pekerjaan tersebut memiliki pagu anggaran Rp400 miliar dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp399,745 miliar. Proyek ini direncanakan menggunakan anggaran APBD Perubahan 2026 serta anggaran tahun 2027 dan 2028.

Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti proses lelang pembangunan rumah sakit tersebut. Ia mengingatkan agar Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjalankan proses pengadaan secara terbuka dan tidak mengarahkan persyaratan untuk memenangkan perusahaan tertentu.

Berdasarkan data yang ada, sekitar 61 perusahaan tercatat mengikuti proses lelang. Namun, sejumlah nama perusahaan tersebut belum dipublikasikan dan belum dapat diverifikasi dari data yang tersedia.

Uchok mengingatkan, proses lelang yang tidak transparan berpotensi memicu keberatan dari perusahaan peserta dan menghambat target pembangunan.

“Jika Dinas Kesehatan tidak fair dan terbuka melakukan lelang, tentu akan banyak perusahaan melayangkan keberatan kepada panitia lelang. Maka akan berdampak kepada kegiatan groundbreaking tersebut,” ujar Uchok.

Ia juga mengingatkan kemungkinan adanya persoalan apabila panitia lelang membuat persyaratan yang justru menguntungkan perusahaan tertentu.

“Apalagi panitia lelang misalnya mengunci persyaratan agar perusahaan tertentu memenangkan lelang pembangunan Rumah Sakit (RS) Royal Batavia Cakung tersebut. Akan memakan lama dalam proses lelang tersebut karena akan banyak perusahaan yang kalah melakukan perlawanan kepada pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” katanya.

Uchok berharap proses pengadaan tidak diwarnai persoalan hukum maupun keberatan dari peserta yang merasa dirugikan.

“Karena proyek ini dilelang oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, semoga saja perusahaan yang ikut lelang tidak melakukan somasi kepada pihak panitia lelang sehingga bisa lancar-lancar saja,” ungkapnya.

Ia pun menyinggung target peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

“Semoga ini bukan mimpi,” kata Uchok menanggapi target groundbreaking tersebut.

Berdasarkan jadwal SPSE, proses pendaftaran dan penyampaian dokumen kualifikasi tender berakhir pada 6 November 2026 pukul 17.00 WIB. Tercatatnya 61 peserta belum berarti seluruh perusahaan lolos evaluasi kualifikasi. Penetapan kontraktor pelaksana masih menunggu tahapan pengadaan berikutnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, memastikan pembangunan RS Royal Batavia Cakung telah mendapatkan dukungan anggaran lebih dari Rp350 miliar sejak 2026.

“Groundbreaking-nya itu di Desember,” kata Subki dalam rapat kerja pembahasan Raperda APBD DKI Jakarta 2027, Rabu (4/11).

Ia menjelaskan, Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar pada 2026. Sementara itu, lebih dari Rp300 miliar kembali disiapkan untuk mendukung kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.

Subki berharap, setelah peletakan batu pertama pada Desember, progres fisik pembangunan sudah mulai terlihat hingga Januari mendatang.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meluncurkan inisiasi pembangunan RS Royal Batavia pada 25 Agustus 2025 di Jalan Pool PPD, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1,9 hektare dengan kapasitas 282 kamar. Fasilitas kesehatan ini disiapkan untuk melayani pasien BPJS maupun non-BPJS dengan standar internasional, serta memiliki fokus layanan penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit lainnya.

Saat peluncuran, Pramono menargetkan pembangunan rumah sakit dapat dipercepat dan rampung pada pertengahan 2027.