9 November 2026

PWNU DKI

MoneyTalk, Jakarta – Belakangan ini ada pendekatan yang keliru ketika berbicara tema-tema kebangsaan di negeri ini. Sejak pemerintah ini berkuasa, berbagai kebijakan mengundang tanda tanya masyarakat. Dimulai dari hal paling sederhana, salam lintas agama yang belum pernah ditemui sebelumnya. Sejak presiden pertama, salam diucapkan secara nasional atau Islam. Bisanya digabung antara “Assalamualaikum wr wb dan Salam Sejahtera”. Kedua salam itu dianggap sudah mewakili antara sisi agama mayoritas dan sisi nasionalnya. Tidak memaksakan diri menyebutkan semua salam berbagai agama yang didalamnya menyebutkan simbol ketuhanan masing-masing. Dan tidak ada yang ribut saat itu. Tidak juga membuat risih masyarakat untuk menghapalkan ucapan salam berbagai agama sambil merasa terganggu akidahnya. Ini nyata adanya, maka tidak heran banyak protes atas hal itu. Entah kenapa rejim saat ini seperti memaksakan hal itu dimana-mana.

(lebih…)