7 November 2026

Relawan Prabowo

Jakarta – Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang berhasil membawa kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024, kini mengalihkan fokus strategisnya ke wilayah-wilayah kunci, termasuk Kalimantan Timur.

Dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung selama dua hari, 9-10 Oktober 2024, Bara JP secara resmi menyatakan dukungannya kepada Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk melanjutkan kepemimpinan di Kaltim.

Dukungan ini dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan pembangunan yang sudah berhasil dirintis oleh pasangan ini selama masa jabatan mereka.

Menurut pengamat kebijakan publik, Iradat Ismail, dukungan penuh Bara JP terhadap Isran-Hadi tidaklah mengherankan. Selama masa kepemimpinan mereka, Kalimantan Timur telah mengalami banyak kemajuan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan surplus perdagangan hingga pertumbuhan signifikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Isran-Hadi dinilai telah membawa Kalimantan Timur ke arah yang lebih sejahtera, dengan pertumbuhan ekonomi yang solid dan tingkat kemiskinan yang terus menurun.

“Bara JP tidak hanya mendukung calon-calon yang populer, tetapi calon yang terbukti berhasil dalam memimpin dan membawa perubahan positif. Isran Noor dan Hadi Mulyadi adalah contoh konkret kepemimpinan yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ungkap Iradat.

Rakernas Bara JP di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, yang dihadiri oleh perwakilan dari 31 pengurus provinsi serta 7 organisasi sayap, menjadi forum penting bagi organisasi ini untuk merumuskan strategi politik ke depan.

Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi nasional, tidak hanya untuk mengevaluasi dan merencanakan program kerja ke depan, tetapi juga untuk mempertegas komitmen Bara JP dalam mendukung calon kepala daerah yang selaras dengan visi perubahan mereka.

Dukungan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bara JP untuk memastikan kesinambungan visi perubahan yang telah mereka usung, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat daerah.

Kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 adalah pencapaian besar bagi Bara JP, namun kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan.

Bara JP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga masa jabatan mereka berakhir, dengan memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang mereka usung berjalan efektif, baik di tingkat nasional maupun di daerah.

Rakernas kali ini juga menunjukkan bahwa Bara JP tidak sekadar menjalankan strategi politik jangka pendek. Mereka mengedepankan visi jangka panjang yang berfokus pada perubahan yang berkelanjutan, dengan memastikan bahwa daerah-daerah strategis seperti Kalimantan Timur tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional.

Dukungan terhadap Isran-Hadi adalah bagian dari misi Bara JP untuk mendorong pemimpin daerah yang mampu mewujudkan kebijakan pro-rakyat dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan dukungan yang terkoordinasi dan terarah, Bara JP memperlihatkan keseriusan dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan di setiap pelosok Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

JAKARTA, MoneyTalk – Pemilihan umum, atau pemilu, adalah puncak demokrasi di mana warga negara memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat mereka. Keberhasilan proses demokrasi tidak hanya terletak pada hasil akhir, namun juga pada bagaimana pemilu itu sendiri dijalankan.

Pemilu yang damai adalah kunci keberhasilan dengan memastikan stabilitas dan keberlanjutan demokrasi. Sebab pemilu damai merupakan pilar utama dalam menjaga kesehatan demokrasi suatu negara.

Pemilihan umum yang aman, transparan, dan bebas dari konflik adalah indikator kuat dari kematangan politik dan sosial masyarakat. Mencapai hal tersebut, Sekjen Relawan Prabowo (REPRO), Arya Sadhana, mengatakan, “Semua pihak bertanggung jawab untuk menciptakan suasana pemilu yang riang gembira karena pemilu adalah sebuah pesta demokrasi yang patut dirayakan.”

Hal ini sangat penting, terlebih untuk pemilih muda dalam kategori Milenial dan Generasi Z. Sebab mereka adalah generasi penerus yang memainkan peran penting bukan hanya untuk saat ini, tapi juga untuk masa depan bangsa.

“Kami REPRO yang telah tersebar di 24 provinsi melihat, keberhasilan pembangunan Indonesia di masa depan adalah buah dari keputusan yang dibuat oleh milenial dan Generasi Z saat ini,” ujar Arya, “terutama dalam hal memilih pemimpin melalui pemilu.”

“Karena itu,” sambung Arya yang juga mantan aktivis Reformasi 1998 itu, “gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP lahir dari rahim demokrasi Indonesia.” Menurutnya, gerakan moral ini mengajak para pemilih, terutama para pemilih muda, untuk menciptakan pemilu yang damai dengan cara menjadi pemilih pandai.

Salah satu hal yang patut dihindari saat pemilu berlangsung adalah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat menjadi ancaman serius terhadap integritas proses tersebut. Hoaks, yang dapat menyebar cepat melalui media sosial, “Dapat merusak citra calon, memengaruhi persepsi pemilih, menciptakan ketegangan sosial dan politik, dan bahkan menggoyahkan dasar demokrasi itu sendiri,” tutur pria berkacamata itu. “Parahnya lagi, pertumbuhan hoaks ini cukup pesat.”

Merujuk pada catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, terdapat 10 hoaks yang berkaitan dengan pemilu sepanjang 2022. Namun sejak Januari 2023 hingga 26 Oktober 2023, jumlah itu melonjak menjadi 91 isu hoaks pemilu. Itu berarti terjadi peningkatan hampir 10 kali lipat isu hoaks dibandingkan tahun lalu.

Tentu, melawan bahaya hoaks adalah tanggung jawab bersama karena itu adalah upaya menjaga integritas pemilihan umum dan demokrasi. “Itulah sebabnya, gerakan moral #PDPP hadir untuk mengajak masyarakat memilah dan memilih informasi yang banyak beredar, agar tercipta pemilu dan demokrasi yang baik,” lugas Arya.

Literasi digital pun, lanjut mantan jurnalis itu, menjadi suatu hal yang penting agar masyarakat bisa mengenali dan menghindari hoaks. “Kami sangat berharap, gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai ini dapat membantu terciptanya masyarakat yang cerdas demi menyongsong era Indonesia Emas.”

Indonesia memang memiliki modal kuat baik di sisi sumber daya manusia dengan bonus demografi yang menjanjikan, maupun sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Namun dalam 10 tahun ke depan, Indonesia akan menghadapi banyak tantangan baik di tingkat regional maupun global.

“Pada saat yang krusial dan penuh disrupsi ini, Indonesia sangat memerlukan sosok pemimpin yang tegas dan dapat memberi inspirasi. Prabowo Subianto adalah pilihan tepat untuk menjawab semua tantangan zaman,” pungkasnya.