1 November 2026

RIDO

MoneyTalk, Jakarta – Jokowi terang-terangan mendukung RIDO atau Ridwan Kamil-Suswono untuk menang di Pilkada DKI Jakarta. Di mana Jokowi ingin Pilkada DKI Jakarta 2024 bisa seperti Pilpres 2024 ketika Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming menang Pilpres satu putaran dengan meraih suara sebesar 58 persen.

Setelah Jokowi mendukung pasangan RIDO, kini giliran Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, memerintahkan relawan Gibran Center untuk mendeklarasikan dukungan terhadap calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 1, RIDO.

Ketua Umum Gibran Center, Marsudiyanto, mengakui memperoleh arahan langsung dari Gibran untuk mengarahkan seluruh DPW dan DPD Gibran Center guna memenangkan pasangan RIDO.

Ketika Koordinator Nasional GSBK (Gerakan Santri Biru Kuning), Febri Yohansyah, diminta tanggapannya, menyatakan bahwa Gibran sedang menjajal kesaktiannya untuk mengalahkan pasangan Pramono – Rano.

“Dengan bergeraknya Gibran Center ini menandakan bahwa bapak-anak kompak menjadikan Pramono – Rano sebagai “musuh” bersama demi untuk memenangkan RIDO,” jelas Febri.

“Tetapi dukungan dari bapak-anak ini terlambat, dan tidak akan ada efeknya untuk mendulang suara buat RIDO. Apalagi, tidak Bansos buat rakyat Jakarta,” pungkas Febri.

MoneyTalk, Jakarta – Tulisan ini adalah kali kedua saya membahas Pilkada Jakarta dengan posisi tetap netral alias tidak berpihak kepada calon mana pun. Dalam artikel ini, saya akan mengulas peluang Pilkada Jakarta 2024 berlangsung dalam satu putaran atau dua putaran.

Kompetisi pemilihan kepala daerah atau Pilkada tinggal 7 hari lagi, tepatnya pada 27 November 2024. Berdasarkan analisis saya, kecil kemungkinan salah satu pasangan calon mampu meraih kemenangan satu putaran atau mendapatkan 50 persen plus 1 atau 51 persen suara.

Saat ini, persaingan dalam Pilkada Jakarta semakin ketat. Pasangan nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno, semakin populer setelah mendapat dukungan dari mantan Gubernur Jakarta sekaligus calon presiden, Anies Rasyid Baswedan.

Sementara itu, pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil atau RK dan Suswono (RIDO), juga terus bergerak agresif dengan dukungan dari 13 partai Koalisi KIM PLUS, termasuk mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Koalisi ini dimotori oleh Partai Gerindra, di mana Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, saat ini menjabat sebagai Presiden RI.

Pasangan nomor urut 2, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana, yang maju melalui jalur independen, terlihat sulit untuk bersaing dengan dua pasangan calon dari partai politik besar.

Pengaruh Pilpres 2024 terhadap Pilkada Jakarta

Hasil Pilkada Jakarta tak lepas dari bayang-bayang Pilpres Februari 2024. Berdasarkan Berita Acara dan Sertifikat Hasil Penghitungan Suara Tingkat KPU Provinsi DKI Jakarta, mencata hasil suara di Jakarta.

Hasil Pilpres tersebut menunjukkan bahwa pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (nomor urut 1) memperoleh 41% atau 2.653.762 suara. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (nomor urut 2) unggul tipis dengan 41,67% atau 2.692.011 suara. Sementara itu, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (nomor urut 3) meraih 17,26% atau 1.115.138 suara.

Merujuk pada hasil tersebut, pasangan Pramono Anung-Rano Karno memiliki peluang untuk memenangkan Pilkada Jakarta dalam satu putaran, terutama dengan potensi dukungan dari pendukung Anies Baswedan. Namun, situasi politik tidaklah sesederhana itu. Pasangan RIDO (Ridwan Kamil-Suswono) mendapat dukungan penuh dari Koalisi KIM PLUS, yang terdiri dari partai-partai besar seperti PKS, PKB, dan Nasdem—yang sebelumnya merupakan pendukung Anies Baswedan pada Pilpres.

Konstelasi tersebut menunjukkan bahwa dukungan politik dalam Pilkada dapat bergeser dengan cepat, sehingga hasil Pilpres tidak selalu menjadi patokan mutlak. Pertarungan antar-koalisi, kepentingan partai, dan daya tarik masing-masing pasangan calon akan menjadi faktor penentu dalam hasil akhir Pilkada.

Hasil Survei Elektabilitas Pasangan Calon: Pilkada Jakarta Berpotensi Dua Putaran

Lima lembaga survei nasional baru-baru ini merilis hasil elektabilitas pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Jakarta 2024. Berdasarkan data dari kelima survei tersebut, persaingan antar pasangan calon menunjukkan peluang besar terjadinya dua putaran. Berikut hasil survei dari masing-masing lembaga tersebut.

Pertama, berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 31 Oktober–9 November 2024 dengan melibatkan 1.210 responden, pasangan Pramono Anung-Rano Karno mendapatkan dukungan sebesar 46%, diikuti oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan 39,1%, dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana dengan 5,1%.

Kedua, hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 20–25 Oktober 2024 dengan melibatkan 1.200 responden menunjukkan bahwa pasangan Pramono Anung-Rano Karno memperoleh dukungan sebesar 38,3%, diikuti oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan 34,6%, dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebesar 3,3%.

Ketiga, berdasarkan hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang melibatkan 1.200 responden, pasangan Pramono Anung-Rano Karno meraih dukungan sebesar 41,6%, diikuti oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan 37,4%, dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebesar 6,6%.

Keempat, hasil survei Poltracking yang dilakukan pada 10–16 Oktober 2024 dengan melibatkan 2.000 responden menunjukkan bahwa pasangan Ridwan Kamil-Suswono memperoleh dukungan sebesar 54,8%, diikuti oleh pasangan Pramono Anung-Rano Karno dengan 32,9%, dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebesar 4,1%.

Yang kelima, hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang dilakukan pada 21–25 Oktober 2024 dengan melibatkan 1.200 responden menunjukkan bahwa pasangan Ridwan Kamil-Suswono memperoleh dukungan sebesar 47,8%, diikuti oleh pasangan Pramono Anung-Rano Karno dengan 38%, sementara pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardanahanya meraih 4,3%.

Dari hasil survei tersebut, mayoritas menunjukkan bahwa tidak ada pasangan calon yang mampu menembus angka 51% secara konsisten, kecuali hasil Poltracking yang menunjukkan elektabilitas Ridwan Kamil di angka 54,8%. Namun, hasil mayoritas survei mengindikasikan bahwa Pilkada Jakarta akan berlangsung dalam dua putaran.

Berdasarkan uraian di atas, saya memprediksi bahwa Pilkada Jakarta 2024 kemungkinan besar akan berlangsung dalam dua putaran. Putaran kedua akan menjadi ajang pertarungan hidup atau mati antara pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono, dan pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.

Meski demikian, peluang Pilkada Jakarta selesai dalam satu putaran tetap ada, namun kecenderungannya lebih kuat bahwa Pilkada Jakarta akan berlangsung dua putaran. Selanjutnya, siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Saya tidak ingin berspekulasi tanpa kajian mendalam. Dengan demikian, pemenang Pilkada Jakarta bisa Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) atau Pramono Anung-Rano Karno.

Wallahu a‘lam bish-shawab. Jakarta, Rabu, 20 November 2024 Wassalam

Penulis: Sugiyanto (SGY)-Emik

MoneyTalk, Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil (RK), tak menyangka jejak digitalnya menjadi musibah bagi dirinya. Cuitan-cuitan Ridwan Kamil soal Jakarta 14 tahun lalu di Twitter (kini X) diungkap kembali oleh warganet yang kesal, marah, dan sakit hati. Cuitan bernada satire dan merendahkan itu, kini beredar dan viral di berbagai platform media sosial termasuk TikTok.

Meskipun kini kicauan Ridwan Kamil tersebut sudah dihapus, namun warganet sudah telanjur membuat tangkapan layarnya, sehingga masih bisa dibaca oleh masyarakat luas.

Adapun cuitan itu berbunyi, “sawityowit @vincentrompies Kota rada bokep: Zakkarta. Kota bokep: Pornorogo. Kota plg bokep: Fakfak di Irian :),” cuit RK pada 17 Agutus 2010.

Sadar bahwa jejak masa lalunya bisa merugikan masa depannya, Ridwan Kamil buru-buru meminta maaf kepada publik. Pada Minggu (25/8/2024) lalu, Ridwan Kamil pun meminta maaf melalui akun X-nya.

“Bagaimanapun, untuk twit-twit saya yang lama, saya akui dulu saya kurang bijak dan mungkin kurang literasi—bahkan kurang sopan. Saya mohon maaf jika ada pihak-pihak yang tersakiti, terkritik, tersindir, atau terhina dengan cara saya berekspresi.” Demikian potongan kata-kata maaf RK di cuitannya.

Permintaan maaf Ridwan Kamil bukannya menyelesaikan masalah, tetapi malah menimbulkan masalah baru. Mantan guru honorer bernama Sabil Fadhillah ikut berkomentar dalam cuitan permintaan maaf Ridwan Kamil.

“Gue itu. Enak aja doi minta maaf biar dapat suara dari Jakarta. Sumpah sampai akhirat gue tuntut kelakuannya di akhirat,” balas @sabilfadhillah.

Dalam cuitan permintaan maaf Ridwan Kamil juga ada netizen yang mengingat soal kasus Sabil Fadhillah tersebut.

“Bukannya sekarang kalau misalnya dikritik suka di-pin ya? Terus nanti akun yang kritik dibully sama fans-nya bapak. Biasanya sih polanya seperti itu,” tulis akun @a*il_a*vi*n.

“Jadi keinget guru yang dipecat sama yayasannya gegara di-pin komentarnya wkwk. Cuma gara-gara nanya pakai bahasa Sunda kasar doang,” tulis akun @n*rull*l.

Diketahui, beberapa tahun yang lalu nama Sabil Fadhillah menjadi viral. Hal ini bermula saat Ridwan Kamil membagikan video di Instagram @ridwankamil terkait pemberian hadiah kepada anak SMP yang patungan untuk membelikan sepatu bagi temannya.

Pada unggahan video itu Sabil Fadhillah berkomentar. Dia mempertanyakan soal jas warna kuning yang dikenakan Ridwan Kamil. “Maneh teh keur jadi gubernur Jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil???? (Kamu jadi gubernur atau kader partai atau pribadi),” tanya Sabil.

“@sabilfadhillah Ceuk maneh kumaha (Menurut kamu gimana)?” tanya balik Ridwan Kamil. Karena komentar tersebut, Sabil Fadhillah dipecat dari tempatnya mengajar karena dinilai kurang sopan.

Pengamat politik Abdul Halim menegaskan pentingnya pejabat publik wajib memiliki akhlak yang mulia, karena ia akan menjadi contoh bagi masyarakat banyak. Apalagi seorang gubernur, ia harus sosok yang betul-betul bersih dari kelakuan buruk masa lalu.

“Dari peristiwa itu, bisa kita simpulkan siapa sebenarnya Ridwan Kamil. Jangan sampai kita membeli kucing dalam karung,” kata Abdul Halim kepada media, Ahad, (17/11/2024) di Jakarta.

Halim menegaskan, siapapun pemimpin di negeri ini, tidak boleh ada tawar menawar soal urusan akhlak, yakni akhlaknya harus baik.

“Di negeri Pancasila, Berketuhanan yang Mahaesa, setiap pemimpin harus menjunjung tinggi norma-norma agama. Tidak boleh tidak, wajib hukumnya. Masih banyak orang bersih yang siap menjadi pemimpin,” paparnya.

Cuitan tentang Jakarta Kota Bokep, menurut Halim tak pantas dikeluarkan oleh calon pemimpin Jakarta.

“Bagaimana mungkin dia mau memperbaiki Jakarta, sedangkan dia sendiri nyinyir terhadap Jakarta,” tegasnya.

Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil – Suswono (RIDO) tampaknya layu sebelum berkembang. Berdasarkan hasil polling beberapa lembaga survei pasangan RIDO yang sebelumnya diprediksi menang satu putaran, kini elektabilitasnya terus merosot.

Pasangan nomor urut satu ini didukung oleh 12 partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, sekarang posisinya di nomor dua di bawah pasangan nomor urut tiga Pramono dan Rano Karno. Sedangkan cagub-cawagub independen, Dharma Pongrekun dan Kun Wardan belum beranjak dari juru kunci di urutan ketiga.

Mengaku mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI, Jokowi, nyatanya elektabilitas paslon Pilkada nomor 1, Ridwan Kamil-Suswono, kalah dibandingkan pesaingnya, paslon nomor 3, Pramono Anung-Rano Karno.

Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyimpulkan, Pramono-Rano unggul signifikan dari RK-Suswono pada saat survei dilaksanakan pada 31 Oktober-9 November 2024, hanya 18 hari jelang pemungutan suara pada 27 November 2024 mendatang.

Hasilnya, elektabilitas paslon nomor 3, Pramono Anung-Rano Karno mencapai 46 persen. Angka tersebut mengungguli pesaing terkuatnya, paslon nomor 1, Ridwan Kamil-Suswono, yang elektabilitasnya 39,1 persen.

Sementara paslon nomor 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto, elektabilitasnya 5,1 persen, dan responden yang tidak tahu atau tidak jawab sebanyak 9,8 persen.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan, keunggulan Pramono-Rano atas RK-Suswono signifikan. Sebab, selisih angkanya melebihi margin of error survei.

Keoknya Ridwan Kamil-Suswono juga tampak dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis pada Kamis (24/10/2024). Berdasarkan hasil survei yang dilakukan periode 10-17 Oktober 2024 kepada 1.200 responden itu, Pramono-Rano memiliki elektabilitas 41,6 persen, sementara pasangan Ridwan Kamil (RK)-Suswono 37,4 persen, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya memiliki elektabilitas 6,6 persen.

Sementara Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan menerangkan, keunggulan Pramono-Rano dari RIDO ini, secara statistik belum menunjukkan siapa pemenangnya. Namun, selain unggul, dukungan pada pasangan Pramono-Rano juga terlihat lebih solid dan kuat dibanding pasangan lain.

Dalam pengamatan LSI, kata Djayadi, sejak pertengahan sampai September lalu, paslon RIDO, mengalami penurunan. Sementara perlahan-lahan terjadi peningkatan keterpilihan pasangan Pramono-Rano sampai dengan Oktober 2024.

LSI juga mengutip peningkatan dan penururan keterpilihan Pramono-Rano dan RIDO tersebut, dari hasil survei para surveyor lainnya. Djayadi memaparkan, dalam hasil survei LSI pada 6-12 September lalu, surveyor masih menempatkan keunggulan RIDO daripada Pramono-Rano pada angka keterpilihan 51,8 persen berbanding 28,4 persen.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Poltracking 9-15 September lalu, pun paslon RIDO unggul 47,5 persen, namun saat itu paslon Pramono-Rano mengalami peningkatan 31,5 persen. Kemudian dari hasil survei Charta Politika sepanjang 19-24 September, Djayadi juga melihat peningkatan elektabilitas pasangan Pramono-Rano ke angka 36,5 persen, namun tetap unggul paslon RIDO 48,3 persen.

Kemudian pada periode 10-17 Oktober, survei LSI, kata Djayadi menunjukkan keterbalikan yang membawa keunggulan RIDO merosot ke angka 37,4 persen, di bawah paslon Pramono-Rano 41,6 persen.

“Penurunan yang dialami oleh pasangan Ridwan-Suswono atau RIDO ini, cenderung pindah, lebih dari 10 persen pindah ke Pramono-Rano, sedikit yang pindah ke pasangan Dharma-Kun,” kata Djayadi.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, kenaikan suara paslon Pramono-Rano masih akan terus meluas. Penilaiannya itu merespons hasil survei terbaru LSI.

“Paslon ini, bisa mendapatkan suara pemilih yang lebih luas, termasuk pemilih Golkar yang tidak solid mendukung pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO),” kata Ray di Jakarta.

Menurut Ray, sejak awal dirinya melihat elektabilitas paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) ini tidak bisa memperoleh suara signifikan. Ray memprediksi suara pasangan RIDO sangat berpotensi untuk dikalahkan oleh pasangan Pramono-Rano karena pemilih pasangan RIDO hanya berpaku pada pemilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sementara pasangan Pramono-Rano bisa mendapatkan suara pemilih yang lebih luas. Termasuk pemilih Partai Golongan Karya (Golkar) yang juga tidak solid mendukung pasangan RIDO.

“Saya tidak terlalu terkejut. Sejak dari awal saya sudah punya keyakinan Pram sama Rano akan dapat mengimbangi RIDO,” ujar Ray. (Ida)

MoneyTalk, Jakarta — Kejawen (Kerukunan Jawa Tulen) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah politik Indonesia. Salah satu kegiatannya adalah mendukung pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) dalam pemilihan legislatif.

Setelah sukses melakukan kampanye sosial melalui pertunjukan wayang dan layanan pengobatan gratis di Jakarta Timur, pasangan ini memperluas gerakan mereka ke wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Rencananya, kampanye ini akan terus menyasar Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat dalam waktu dekat.

Kejawen yang dikenal sebagai organisasi sosial budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Jawa, turut ambil bagian dalam mendukung pasangan RIDO. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya sekadar kampanye politik, tetapi juga mengusung misi sosial dan budaya. Dalam beberapa bulan terakhir, Kejawen aktif menyelenggarakan acara-acara wayangan dan pengobatan gratis di berbagai daerah pemilihan (Dapil) di Jakarta.

R. Adi Sucipto, Ketua Umum Kejawen, menyatakan bahwa mereka haqul yakin pasangan RIDO akan menang dalam satu putaran.

“Kami yakin RIDO memiliki kapasitas dan integritas yang dibutuhkan untuk memimpin. Dukungan kami adalah bentuk nyata dari komitmen kami terhadap perubahan positif di masyarakat,” tegas R. Adi Sucipto dalam sebuah wawancara.

Dalam upaya menyukseskan dukungan ini, para ketua Kejawen dari berbagai wilayah di Jakarta juga turut berperan aktif. Mereka antara lain adalah:

Mas Mysyanto, Ketua Kejawen Daerah Khusus Jakarta, memimpin koordinasi keseluruhan kegiatan kampanye berbasis budaya.

M. Yamin, Ketua Kejawen Jakarta Timur, berperan dalam pelaksanaan kegiatan wayangan dan pengobatan gratis yang sudah berlangsung sukses di wilayahnya.

Mas Ratri Adi, Ketua Kejawen Jakarta Utara, kini fokus pada perluasan kampanye sosial di daerah utara Jakarta.

Bu Herlina, Ketua Kejawen Jakarta Barat, berkolaborasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk memperkuat dukungan.

Bu Rika dan Mas Lukman, Ketua dan Sekretaris Kejawen Jakarta Selatan, telah mempersiapkan rangkaian acara sosial yang akan segera digelar.

Mas Sugeng Riyadi, Kejawen Jakarta Pusat, bersiap untuk memimpin kegiatan yang dijadwalkan di jantung ibu kota.

Pertunjukan wayang menjadi salah satu media yang dipilih Kejawen dan RIDO untuk menyampaikan pesan politik dan sosial. Seni tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memilih pemimpin yang pro-rakyat. Pagelaran wayang kulit yang diadakan menampilkan cerita-cerita dengan nilai moral tinggi yang disesuaikan dengan konteks zaman modern.

“Wayangan adalah jembatan antara budaya dan pesan-pesan moral. Kami ingin masyarakat terhibur sekaligus tercerahkan,” ungkap Mas Mysyanto.

Selain wayangan, pasangan RIDO juga menggelar layanan pengobatan gratis di berbagai Dapil. Program ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan layanan kesehatan namun terbatas aksesnya. Keberhasilan program ini terlihat dari tingginya antusiasme warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Pengobatan gratis ini adalah bentuk nyata dari janji kampanye kami, yaitu peduli terhadap kesehatan masyarakat. Kami tidak ingin hanya sekadar berbicara, tapi menunjukkan aksi nyata,” jelas Ridwan Kamil dalam salah satu acara pengobatan di Jakarta Utara.

Kampanye sosial RIDO dan Kejawen tidak berhenti di Jakarta Timur, Utara, dan Barat. Ke depan, tim ini merencanakan ekspansi ke wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar serangkaian acara wayangan dan pengobatan gratis di kedua wilayah tersebut.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjangkau semua lapisan masyarakat di setiap wilayah Jakarta. Kami ingin membawa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh rakyat,” tambah M. Yamin.

Kejawen yakin bahwa dengan strategi gerilya sosial yang diterapkan, pasangan RIDO akan memenangkan pemilu dalam satu putaran. Keyakinan ini didasarkan pada respons positif masyarakat terhadap kampanye yang telah dilakukan. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok budaya seperti Kejawen, diharapkan menjadi kekuatan utama bagi kemenangan pasangan ini.

“Pasangan RIDO adalah harapan baru bagi Jakarta. Kami percaya mereka akan membawa perubahan yang lebih baik untuk ibu kota,” ujar R. Adi Sucipto menutup pernyataannya.

Dengan strategi kampanye berbasis budaya dan layanan sosial, pasangan RIDO dan Kejawen berharap bisa memenangkan hati masyarakat Jakarta. Dukungan penuh dari komunitas budaya dan tokoh masyarakat lokal menjadi amunisi penting dalam pertarungan politik yang semakin ketat menuju pemilu mendatang.

MoneyTalk, Jakarta – Dalam menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta 2024-2029, isu persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat semakin penting. Warga Jakarta sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang beragam, diharapkan terus menjaga kedamaian, ketertiban, serta semangat kebersamaan.

Pilkada merupakan momentum yang strategis untuk memilih pemimpin yang akan membawa perubahan bagi Jakarta di masa depan.

Salah satu kekuatan penting yang muncul dalam kontestasi ini adalah dukungan dari komunitas masyarakat Jawa yang tinggal dan berketurunan di Jakarta, yang dikenal dengan Kerukunan Jawa Tulen (Kejawen). Komunitas ini, sebagai pelestari budaya dan kesenian Jawa, telah lama menjadi bagian integral dari masyarakat Jakarta.

Mereka berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai luhur dan adat yang diwariskan oleh leluhur. Mereka terus berkomitmen mendukung gerakan-gerakan positif seperti Teguh Beriman (Teruskan Gerakan untuk Hidup Bersih dan Aman).

Semangat ini selaras dengan keinginan mereka untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang dianggap memiliki visi dan integritas sejalan dengan nilai-nilai mereka.

Dukungan untuk Ridwan Kamil-Suswono, Pasangan Visioner untuk Jakarta. Pada tanggal 19 Oktober 2024, Kerukunan Jawa Tulen secara resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (disingkat RIDO) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Deklarasi ini tidak hanya menjadi pernyataan politik, tetapi juga mencerminkan keyakinan mendalam bahwa pasangan RIDO adalah representasi dari kepemimpinan visioner, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap kesejahteraan Jakarta yang lebih baik.

Ridwan Kamil, seorang tokoh nasional yang telah sukses memimpin Bandung dan Jawa Barat. Ia dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang inovatif, kreatif, dan dekat dengan rakyat.

Sedangkan Suswono, seorang tokoh yang berpengalaman dalam bidang pertanian dan ekonomi. Ia membawa perspektif strategis dalam isu-isu ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi.

Kombinasi kedua tokoh ini dianggap mampu menghadirkan solusi bagi tantangan kompleks yang dihadapi oleh Jakarta, baik dari segi infrastruktur, transportasi, lingkungan hidup, maupun ekonomi.

Kejawen dan Visi Teguh Beriman. Sebagai komunitas yang telah lama berakar di Jakarta, Kerukunan Jawa Tulen (Kejawen) selalu memprioritaskan persatuan dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Teguh Beriman, gerakan hidup bersih dan aman, merupakan salah satu landasan utama yang dipegang oleh komunitas ini dalam memilih pemimpin.

Mereka melihat bahwa pasangan RIDO membawa visi yang sesuai dengan prinsip-prinsip ini, termasuk komitmen untuk membangun Jakarta yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih manusiawi.

Komunitas Kejawen juga mengapresiasi kebijakan-kebijakan Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, khususnya terkait pembangunan berkelanjutan, inovasi teknologi dalam pemerintahan, serta keberhasilannya menggalang partisipasi masyarakat. Dukungan mereka terhadap RIDO didasari harapan bahwa Jakarta akan menjadi lebih ramah bagi semua warga, termasuk masyarakat Jawa yang telah lama berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi ibukota.

Komitmen dan Peran Aktif Kerukunan Jawa Tulen dalam Kemenangan RIDO. Dalam deklarasi yang dibacakan oleh Adi Sucipto, Ketua Umum Kerukunan Jawa Tulen, komunitas ini menyatakan komitmen mereka untuk bekerja sama secara maksimal dengan Tim Pemenangan RIDO dan kelompok relawan pendukung lainnya.

Mereka bertekad untuk mensosialisasikan visi, misi, dan program kerja pasangan Ridwan Kamil-Suswono kepada masyarakat luas, baik melalui media sosial maupun kegiatan-kegiatan tatap muka.

Salah satu strategi utama yang akan dilakukan adalah dengan meningkatkan sentimen positif di masyarakat pemilih. Antara lain melalui penekanan pada rekam jejak dan kinerja nyata yang telah ditunjukkan oleh Ridwan Kamil dan Suswono. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan inklusif, diharapkan dukungan masyarakat terhadap pasangan RIDO semakin menguat, terutama di kalangan komunitas Jawa dan masyarakat lainnya yang tinggal di Jakarta.

RIDO untuk Jakarta, Harapan bagi Masa Depan. Dukungan dari Kerukunan Jawa Tulen menambah deretan dukungan yang diterima oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono. Pasangan ini dianggap sebagai simbol harapan baru bagi Jakarta, dengan visi transformasi kota yang lebih inklusif dan berdaya saing. Masyarakat Jawa di Jakarta, melalui komunitas Kejawen, telah memberikan sinyal yang kuat bahwa mereka siap berkontribusi dalam memenangkan RIDO pada Pilkada DKI Jakarta 2024-2029.

Dengan partisipasi aktif dan komitmen untuk menjaga persatuan dan kebersamaan, Jakarta di bawah kepemimpinan RIDO diharapkan dapat menjadi kota yang lebih maju, adil, dan sejahtera, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat hidup berdampingan dalam harmoni, sesuai dengan semangat Teguh Beriman.

Jakarta butuh RIDO, dan dukungan dari komunitas Kejawen memperkuat keyakinan bahwa pasangan ini adalah pilihan tepat untuk membawa Jakarta menuju masa depan yang lebih cerah.(c@kra)