3 November 2026

salamudin daeng

MoneyTalk, Jakarta – Baru-baru ini pemerintah mengumumkan akan memproduksi batubara 1 miliar ton. Wow, dahsyat! Ini uang indonesia bakal melimpah ruah. Uang Indonesia bagaimana banjir bandang menerjang, tidak bisa dibendung siapapun.

Berapa nilai 1 miliar ton tersebut? Jika mengacu pada harga acuan yang ditetapkan pemerintah maka nilainya mencapai 125,85 miliar dollar. Jika dikalikan dengan kurs Rp15.500/dollar maka nilainya mencapai 2000 triliun rupiah. Sebagaimana diketahui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga acuan batubara (HBA) untuk Januari 2024 sebesar USD125,85 per ton batubara.

Lalu berapa bagian negara? Dalam Pasal 16 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Pertambangan Batubara, untuk setiap penjualan batu bara dengan harga batu bara acuan (HBA) di bawah US$70 per ton dikenakan tarif 14%, sementara HBA di antara US$70 per ton sampai US$80 per ton dikenakan tarif 17%, selanjutnya HBA di rentang US$80 per ton sampai US$90 per ton dikenakan tarif 23%. Sementara itu, tarif 25% berlaku untuk penjualan batu bara dengan HBA di angka US$90 per ton sampai US$100 per ton. Adapun, tarif maksimal sebesar 28% dikenakan untuk HBA di atas atau sama dengan US$100 per ton.

Di sisi lain, pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dan IUPK bukan dari kelanjutan operasi atau perjanjian, dikenakan royalti dengan tarif sebelumnya antara 3%, 5%, sampai dengan 7% sesuai kalori batubara.

Jadi nanti dengan hasil penjualan batubara sebanyak 1 miliar ton tersebut maka APBN akan mendapatkan sedikitnya 28 persen dari nilai penjualan. Maka dengan demikian pemerintah akan memperoleh uang sebanyak Rp560 triliun. Ini sungguh dahsyat dan gile benar. Pemerintahan Prabowo Gibran kaya mendadak.

Meskipun dalam RAPBN 2025 disebutkan bahwa pendapatan sumber daya alam direncanakan sebesar Rp217,96 triliun terdiri atas:

a. pendapatan sumber daya alam minyak bumi dan gas bumi; dan

b. pendapatan sumber daya alam non-minyak bumi dan gas bumi. Pendapatan batubara saja bisa tiga kali akumulasi seluruh pendapatan SDA migas, seluruh mineral dan seluruh hasil pertambangan.

Dengan produksi batubara 1 miliar ton maka negara bisa melupakan produksi minyak yang cuma seupil. Minyak adalah masa lalu. Batubara telah mengambil alih APBN dari dominasi minyak. Sebagaimana diketahui industri hasil hulu migas Indonesia hancur lebur. Produksi migas merosot dari produksi jaman dulu 1,6 juta barel sehari, sekarang tinggal 600 ribu barel sehari. Ini yang membuat pemerintahan Jokowi sedikit kere karena menanggung beban migas terutama impor gila gilaan dan subsidi BBM, LPG 3 kg, yang ugal-ugalan.

Hanya dalam hal batubara ini pemerintah Prabowo Gibran harus sedikit waspada, karena penerimaan negara selama ini dari batubara secara keseluruhan hanya puluhan triliun. Jadi katanya pengusaha batubara ini rata-rata pelit mendit. Mereka enggan menyetor ke negara dengan cara lebih baik menjual murah batubara ke luar negeri, sehingga tidak terkena peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Mineral dan Batubara. Jadi misalnya kalau batubara dijual ke tiongkok 40 dolar, ya negara dapatnya seupil, bos. Jangan-jangan uangnya dikirim ke tempat lain di luar negeri? Siapa tau, Coy!

Wah, mantap sekali ini BATUBARA AKAN DIPRODUKSI HINGGA 1 MILIAR TON. Nilainya 130 miliar dollar atau 2000 triliun lebih. Bisa buat makan siang gratis 10 Tahun Boss!

Indonesia Approves nearly 1 billion tonnes of Coal Production Quotas for 2024

Penulis: Salamuddin Daeng

MoneyTalk, Jakarta – 10 tahun ekonomi Indonesia hanya tumbuh di kisaran 5 persen, selama pandemi turun hingga minus. Naik lagi, ya 5 persen lagi. Kondisi ini boleh dibilang tidak terlalu bagus, tapi tidak terlalu jelek. Angka aman. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia tidak terlalu ambisius. Jadi 5 persen itu puasss!

Mungkin ada yang merasa heran, mengapa cuma 5 persen? Padahal kelihatanya banyak yang dibangun, banyak tambang yang dieksploitasi, banyak sumber daya alam yang diekspor, banyak utang yang dipake untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Begitulah hasilnya, semua usaha hanya menghasilkan 5 persen.

Namun, 5 persen ini bisa tampak hebat kalau disanjung-sanjung dan dipuja-puja lewat medsos. Apalagi ditambah para pejabat pemerintah mendapatkan segudang penghargaan dari berbagai lembaga, baik penghargaan berbayar maupun penghargaan tidak berbayar.

Bagaimana menghasilkan 5 persen? Pertumbuhan ekonomi 5 persen itu datang dari program 5 persen atau program biasa-biasa saja, dijalankan oleh aktor 5 persen atau orangnya biasa-biasa saja, hasilnya ya cuma bisa dibagikan kepada 5 persen orang atau dinikmati 5 persen orang atau orang yang seperti biasa menikmati hasil sebesar itu.

Usaha mendapatkan 5 persen ini dari zaman ke zaman sejak reformasi ditempuh dengan berbagai cara, mulai dengan menggeber eksploitasi sumber daya alam, sehingga menghasilkan kerusakan lingkungan seperti sekarang ini, lalu menggeber property, sehingga menghasilkan over supply rumah sekarang. Selanjutnya menggeber infrastruktur, sehingga menghasilkan over supply infrastruktur seperti listrik, airport, dll seperti sekarang ini. Semua usaha ini hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi 5 persen.

Kalau mau main aman 5 persen memang aman, program biasa bisa saja, hanya perdu dimodif sedikit, orangnya juga bisa-bisa saja, tidak perlu pikiran yang nyeleneh. Tetapi, Indonesia emas 2045 harus diundur lagi ke 2145 atau genap 200 tahun Indonesia merdeka.

Karena untuk mencapai keadaan dua kali lipat dari sekarang ini kita butuh 50 tahun atau kenaikan 100 persen. Namun, untuk mengejar ketertinggalan dengan internasional kita butuh 150 tahun lagi dari sekarang.

Ada cara yang lebih cepat yakni mencairkan 11 ribu triliun, tapi pasword, PIN, barcode harus benar. Itu bisa dilakukan oleh Satrio Pambukaning Rekening, tapi kalau belum bisa, ya sudahlah. Buat apa juga mengejar dunia, gak akan ada habisnya. Ngono Mas E.

Penulis: Salamuddin Daeng

MoneyTalk, Jakarta – Setiap akhir sejarah selalu datang satrio untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Sekaligus membawa bangsa dan negara ke zaman baru yang lebih cemerlang. Akhir sejarah biasanya ditandai dengan merajalelanya angkara murka di muka bumi.

Satrio Piningit merupakan kepercayaan yang hidup dalam masyarakat Jawa dan Nusantara tentang datangnya sosok pemimpin baru yang cerdas, jujur, berlaku adil, dan mampu melihat masa depan. Satrio Piningit datang untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari huru-hara, goro-goro. Satrio piningit datang menurut kehendak zamannya. Menurut keadaan yang dialami bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia telah mengalami banyak goro-goro, inilah yang menempa bangsa Indonesia menjadi bangsa otot kawat balung besi. Goro-goro terjadi, huru-hara tak terelakkan, kekacauan tatanan sosial, ekonomi politik tidak terhindarkan, lalu Satrio Piningit datang menyelamatkan.

Sekarang! Kekacauan itu tampaknya tidak seperti biasanya. Kekacauan yang lama-lama biasanya diawali oleh protes atas ketidakadilan. Namun, goro-goro sekarang lebih karena keadaan kantong kering. Kantong negara kering, kantong pemerintah kerontang, kantong rakyat sudah bolong saking seringnya dirogoh, tapi uangnya tidak ada, namun tetap dipaksa dirogoh siang malam terutama habis bangun tidur.

Ini keadaan benar benar kacau jiwa dan raga. Jiwa lungali badan lemas tidak bertenaga. Situasi chaos ini mengharap kedatangan seorang Satrio Sakti digjaya pemili banyak ilmu kunci, ilmu pasword, ilmu barcode, satria itu adalah bernama Satrio Pambukaning Rekening. Kedatangannya pertama kali diceritakan oleh seorang pengamat intelijen keuangan Mr. John Mempi.

Kedatangan Satrio Pambukaning Rekening memang tepat pada waktunya. Sudah menjadi informasi yang diyakini oleh seluruh elite dan juga rakyat Indonesia bahwa Indonesia memiliki banyak rekening yang isinya banyak, namun sampai sekarang belum ada yang sanggup membukanya.

Tidak ada yang meragukan bahwa rekening harta amanah itu benar adanya, rekening rahasia tempat disimpan uang ribuan triliun rupiah adalah informasi resmi yang data keberadaan rekening itu ada di tangan pemerintah sendiri. Namun, selama ini pasword, PIN, dan barkode untuk membukanya tidak ada yang tahu. Selama sebagian besar orang hanya meraba-raba. Tidak gila pemerintah membuat kebijakan tax amnesty atau family office jika tidak ada rekening yang mau dibuka.

Satrio Pambukaning Rekening bukan hanya akan menyelamatkan kantong pemerintah yang kering, atau kantong rakyat Indonesia yang bolong, namun juga menyelamatkan isi dompet semua masyarakat dunia dalam mengatasi kekacauan akibat kejatuhan bank dan bank central, climate change, digitalisasi dan transparansi keuangan.

Penulis: Salamuddin Daeng