6 November 2026

Sopian Ansori

MoneyTalk, Jakarta – Organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama dan Bakti Sosial Yatim Dhuafa dengan mengusung tema “Menebar Kepedulian, Menguatkan Kebersamaan”, pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Yayasan Erla Global Charity, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat solidaritas sosial, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menghadirkan semangat kolaborasi antar elemen pemuda dan mahasiswa dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

Acara diisi dengan doa bersama, santunan yatim dhuafa, pembagian bantuan sosial, serta silaturahmi lintas organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Jakarta. Kehadiran berbagai elemen Cipayung Plus DKI Jakarta (HIMA Persis, PMII, KAMMI, GMNI, HMI, PMKRI, KMHDI, IMM, GMKI, HIKMAHBUDHI, dan SEMMI)  menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kepedulian sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua Umum PW KAMMI DKI Jakarta, Sopian Ansori, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran pemuda dalam menghadirkan harapan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga oleh generasi muda. Kami percaya bahwa keberadaan mahasiswa dan pemuda harus mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama bagi adik-adik yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan perhatian bersama,” ujar Sopian Ansori.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kolaborasi lintas organisasi demi menciptakan gerakan sosial yang lebih luas dan berdampak.

“Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat nilai kebersamaan antar elemen Cipayung Plus DKI Jakarta. Perbedaan latar belakang organisasi bukan penghalang untuk bersatu dalam misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Cipayung Plus DKI Jakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus aktif dalam kegiatan sosial, memperkuat budaya kepedulian, serta membangun solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

MoneyTalk, Jakarta – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah kepemimpinan Presiden. Hal ini merespons hasil Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 yang mempertahankan kedudukan Polri sesuai amanat konstitusi.

Ketua Umum PW KAMMI DKI Jakarta, Sopian Ansori, menilai keputusan tersebut sudah sangat tepat dan sejalan dengan semangat reformasi. Menurutnya, menempatkan Polri di bawah kementerian justru berisiko menggerus profesionalitas institusi kepolisian.

“Menjadikan Polri di bawah kementerian membuat polisi rentan terpapar kepentingan politik praktis dan sektoral. Terlebih jika kementerian tersebut dipimpin oleh sosok yang terafiliasi dengan partai politik,” ujar Sopian dalam keterangan tertulisnya, 29 Januari 2026.

Sopian menjelaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden menjamin rantai komando yang lebih ringkas dan lincah. Hal ini krusial terutama saat menghadapi ancaman keamanan nasional atau bencana besar, di mana pengambilan keputusan harus dilakukan secara cepat tanpa birokrasi berlapis.

“Presiden bisa mengambil langsung tanpa harus melewati prosedur birokrasi kementerian yang berpotensi menghambat tindakan preventif kepolisian di lapangan,” tambahnya.

Meski mendukung posisi Polri di bawah Presiden, PW KAMMI DKI menekankan bahwa transformasi internal Polri adalah harga mati. Sopian mendesak agar percepatan reformasi kepolisian segera diselesaikan secara sistemik, mulai dari kurikulum pendidikan, tata kelola, hingga penguatan pengawasan.

“Reformasi Polri adalah suatu keniscayaan. Hal ini perlu dilakukan agar slogan ‘Polri untuk Masyarakat’ bukan sekadar hiasan, tetapi terimplementasi nyata dalam kinerja sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat,” tegas Sopian.

MoneyTalk, Jakarta – Banjir melanda beberapa daerah di Jakarta pada Senin, 12/1/26. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan 59 RT terdampak banjir dan 30 ruas jalan tergenang. Hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kota sejak dini hari.

Ketua Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) DKI Jakarta, Sopian Ansori mengkritik kinerja Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam menangani banjir yang kembali terjadi di sejumlah kawasan.

“Banjir yang terus terjadi pada saat musim hujan terlebih pada saat curah hujan tinggi, merupakan tanda kegagalan Pemprov DKI mengatasi banjir. Padahal penangangan banjir merupakan salah satu janji kampanye Pramono Anung – Rano Karno pada saat Pilkada Jakarta”,Ujar Sopian

Sopian menilai kebijakan penanggulangan banjir belum menunjukkan hasil yang signifikan dan cenderung berulang setiap musim hujan. Menurutnya, pemerintah provinsi perlu menghadirkan langkah yang lebih serius dan terintegrasi, mulai dari pembenahan sistem drainase, percepatan normalisasi sungai, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah penyangga.

KAMMI Jakarta juga mendorong agar penanganan banjir tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi disertai perencanaan yang berkelanjutan demi melindungi warga jakarta dari dampak banjir yang terus berulang.