5 November 2026

Trinusa

CIKARANG, MoneyTalk – Seorang Direktur Utama di BUMD PT. BBWM (Bina Bangun Wibawa Mukti) yang bernama, Prananto yang mempunyai harta kekayaan sampai Rp91 miliar mendapat sorotan dari Aktivis Anti Korupsi, Uchok Sky Khadafi.

“Dirut BUMD PT. BBWM punya harta sampai Rp91 miliar penting untuk dilaporkan ke KPK, dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan),” tegas Dirut CBA (center For Budget Analysis) kepada Wartawan MoneyTalk pagi ini, (5/4/2023).

“Kami dari CBA juga berencana membuat pelaporan kepada KPK maupun PPATK. Agar kedua lembaga ini bekerja untuk menurusuri asal muasal harta tersebut,” kata Uchok Sky

Lanjut Uchok Sky, hal tersebut dianggap tidak masuk akal. Sebab Menteri Keuangan Sri Mulyani saja hanya punya satu Harley-Davidson. Tapi Prananto bisa punya 2 unit Harley-Davidson.

Sebelumnya, dari data yang dipegang Triga Nusantara (Trinusa), Prananto memiliki harta berupa tanah dan bangunan Rp 63, 6 miliar. Alat transportasi Rp 1,7 miliar termasuk di dalamnya kepemilikan 2 unit Harley-Davidson masing-masing seharga lebih dari Rp 450 juta. Dan harta lain Rp 25,3 miliar.

“Selain itu, Prananto harus mengklarifikasi kaitan, divertifikasi dana APBN dengan memutuskan untuk usaha BUMD PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), yang bergerak di bisnis minyak dan gas menjadi penyedia energi listrik tenaga surya. Perubahan arah bisnis BBWM belum mampu, sudah mengganti lagi dengan usaha pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Dan masih ada lagi dalam surat Trinusa,” ungkapnya sambil menegaskan BUMD itu harus dikelola dengan aturan yang sehat.

“Logika bisnis itukan, perusahaan untung besar otomatis pendapatan Dirut dan Direksi lain juga naik. Tapi ini aneh, pendapatan BUMD merosot bahkan anjlok, tapi harta pribadi Dirutnya naik melejit,” bebernya Sekjen DPC Triga Nusantara (Trinusa) Kabupaten Bekasi, Saepul Anwar.[MT]

CIKARANG, MoneyTalk – Seorang Direktur Utama di BUMD yang miliki harta miliaran rupiah rupanya membuat Sekjen DPC Triga Nusantara (Trinusa) Kabupaten Bekasi, Saepul Anwar, bertanya-tanya.

Bahkan, lembaga tersebut langsung mengirim surat yang ditujukan untuk Direktur Utama PT.Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), Senin (3/4/2023), agar segera menjawab isi dari surat yang dikirim ke perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten Bekasi tersebut.

“Penting adanya peran serta masyarakat dalam mengawasi perusahaan plat merah, untuk mencegah terjadinya korupsi, ataupun gratifikasi bahkan tindak pidana pencucian uang (TPPU),” katanya.

“Ada 5 Point yang harus dijelaskan Prananto sebagai Dirut di BBWM. Dia harus segera menjelaskan ke publik harta Rp 91 Miliar itu dari hasil apa. Apakah ada bisnis lainnya diluar jabatan dia sebagai Direktur Utama BBWM,” tambah Saepul bertanya-tanya.

Jika dirunut kebelakang selama Prananto menjabat Dirut di PT BBWM. Menurut Saepul, ada kejanggalan dan harusnya bisa dilaporkan pada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Silahkan Prananto mengklarifikasi, menjabarkan, menjelaskan. Gampang kan…,” katanya.

Dari data yang dipegang Trinusa, Prananto memiliki harta berupa tanah dan bangunan Rp 63, 6 miliar. Alat transportasi Rp 1,7 miliar termasuk di dalamnya kepemilikan 2 unit Harley Davidson masing-masing seharga lebih dari Rp 450 juta. Dan harta lain Rp 25,3 ,iliar.

“Selain itu, Prananto harus mengklarifikasi kaitan, Divertifikasi dana APBN dengan memutuskan untuk usaha BUMD PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), yang bergerak dibisnis minyak dan gas menjadi penyedia energi listrik tenaga surya. Perubahan arah bisnis BBWM belum mampu, sudah mengganti lagi dengan usaha pembangkit listrik tena ga sampah (PLTSa). Dan masih ada lagi dalam surat Trinusa,” ungkapnya sambil menegaskan BUMD itu harus dikelola dengan aturan yang sehat.

“Logika bisnis itukan, perusahaan untung besar otomatis pendapatan Dirut dan Direksi lain juga naik. Tapi ini aneh, pendapatan BUMD merosot bahkan anjlok, tapi harta pribadi Dirutnya naik melejit,” bebernya.[MT]