MoneyTalk.id,Jakarta – Politikus Partai Golkar Andi Sinulingga melontarkan kritik tajam terhadap pengamat politik Rocky Gerung. Andi menilai pernyataan Rocky mengenai kondisi ekonomi rakyat dan pembentukan koperasi justru menunjukkan adanya logika yang terbalik.
Andi menyampaikan kritik tersebut melalui pernyataannya yang menyoroti pandangan Rocky bahwa masyarakat tidak memiliki uang sehingga negara perlu memberikan dana untuk membangun unit bisnis berbentuk koperasi.
“Terlihat jelas betapa dungunya Rocky Gerung. Kedunguan itu dia sampaikan berapi-api dengan suara yang tinggi,” kata Andi di akun X (Twitter), Kamis (24/9/2026).
Menurut Andi, gagasan tersebut perlu dipertanyakan karena koperasi pada dasarnya merupakan wadah usaha yang dibangun melalui partisipasi dan modal para anggotanya. Karena itu, ia mempertanyakan logika jika negara disebut harus menyediakan uang karena rakyat tidak mempunyai dana.
“Dia bilang rakyat gak punya duit sehingga negara harus kasih itu duit untuk bikin unit bisnis yang bernama koperasi. Apa gak terbalik itu? Bukannya bikin koperasi itu pakai uang rakyat itu sendiri? Pakai dana desa?” ujar Andi.
Andi menilai, persoalan pembentukan koperasi tidak cukup dilihat hanya dari sisi pemberian suntikan dana oleh negara. Menurut dia, perlu ada pembahasan mengenai sumber modal, mekanisme pengelolaan, kepemilikan anggota, serta keberlanjutan usaha koperasi.
Ia juga menyinggung gaya Rocky Gerung yang selama ini kerap menggunakan istilah keras ketika mengkritik pihak lain. Menurut Andi, istilah-istilah tersebut pada akhirnya dapat berbalik kepada orang yang mengucapkannya apabila argumentasi yang disampaikan dinilai tidak konsisten.
“Dia suka bilang orang dungu dan tolol. Lalu sang waktu membalikkan kata-katanya itu kembali pada dirinya sendiri,” ujar Andi.
Pernyataan Andi tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap cara Rocky menyampaikan gagasan mengenai pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bagi Andi, kritik terhadap kebijakan pemerintah seharusnya tetap dibangun berdasarkan argumentasi yang jelas, terutama ketika menyangkut pengelolaan uang negara dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Perdebatan mengenai koperasi sendiri tidak hanya berkaitan dengan persoalan tersedia atau tidaknya modal. Koperasi memiliki prinsip keanggotaan dan partisipasi ekonomi anggota, sementara dukungan pemerintah dapat diberikan dalam berbagai bentuk, seperti pembiayaan, pelatihan, pendampingan, maupun penguatan akses pasar.
Karena itu, pernyataan mengenai sumber pendanaan koperasi perlu dibedakan antara modal anggota, dukungan pemerintah, pembiayaan lembaga keuangan, maupun sumber pendanaan lain yang sah.
Kritik Andi terhadap Rocky pada akhirnya menyoroti satu persoalan utama, yakni bagaimana gagasan pemberdayaan ekonomi rakyat diterjemahkan menjadi model usaha yang benar-benar dapat berjalan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Di tengah perdebatan tersebut, substansi mengenai sumber modal dan tata kelola koperasi menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan secara terbuka agar gagasan pemberdayaan ekonomi tidak berhenti pada pernyataan politik, tetapi dapat diterapkan secara konkret di lapangan.





