Isi Ceramah Cabul dan Rendahkan Perempuan, Aliansi Muslimah Indonesia Minta Habib Alwi Diboikot

  • Bagikan

MoneyTalk.id,Jakarta – Koordinator Aliansi Muslimah Indonesia, Siti Nur Halimah, meminta masyarakat memboikot Habib Alwi bin Abdurahman Assegaf menyusul beredarnya potongan video ceramah yang menuai kritik karena pernyataannya dinilai cabul, merendahkan perempuan, dan tidak mendidik.

Siti Nur Halimah menilai, seorang penceramah agama semestinya mampu menjaga tutur kata dan memberikan teladan yang baik kepada jemaah.

“Forum keagamaan seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan pesan moral, memperkuat akhlak, serta menghormati martabat setiap manusia, termasuk perempuan,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Ia juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan teguran kepada Habib Alwi terkait pernyataan-pernyataan yang menjadi sorotan publik tersebut.

Menurut Siti, popularitas seorang penceramah dan besarnya jumlah jemaah yang hadir tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan etika dalam menyampaikan ceramah. Terlebih, ucapan yang disampaikan di hadapan jemaah berpotensi direkam, disebarluaskan, dan menjadi contoh bagi masyarakat luas.

Aliansi Muslimah Indonesia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar kegiatan dakwah tetap mengedepankan nilai kesantunan, penghormatan terhadap perempuan, serta tanggung jawab moral seorang penceramah.

Sorotan terhadap Habib Alwi muncul setelah potongan video ceramahnya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia membicarakan honor ceramah yang diterimanya, keinginannya memiliki istri keempat, serta melontarkan candaan mengenai jemaah perempuan.

Dalam salah satu bagian video, Habib Alwi terdengar mengatakan, “Ane tuh kalau tampil paling miskin 75 juta.”

Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia membicarakan bayaran untuk memenuhi undangan ceramah dan disambut tawa sejumlah jemaah yang hadir.

Pada bagian lain, ia menyinggung keinginannya mencari calon istri keempat dengan meminta agar santriwati perempuan dihadirkan.

“Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih,” demikian ucapan yang terdengar dalam potongan video tersebut.

Ia kemudian mengatakan, “Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat.”

Pernyataan lain yang memicu kritik berkaitan dengan jemaah perempuan berusia lanjut. Dalam video yang beredar, ia terdengar melontarkan candaan yang membandingkan perempuan lanjut usia dengan perempuan muda.

“Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger,” ucapnya.

Ucapan tersebut menuai kecaman dari sebagian warganet karena dianggap tidak pantas disampaikan dalam forum keagamaan dan berpotensi memperkuat pandangan yang merendahkan perempuan berdasarkan usia maupun penampilan fisik.

Bagi Aliansi Muslimah Indonesia, persoalan ini bukan hanya mengenai gaya bercanda seorang penceramah, melainkan juga menyangkut etika komunikasi di ruang publik dan penghormatan terhadap martabat perempuan.

Siti Nur Halimah meminta agar persoalan tersebut ditanggapi secara serius. Ia menginginkan adanya evaluasi terhadap materi ceramah yang dinilai tidak sejalan dengan nilai pendidikan moral dan kesantunan dalam berdakwah.

Permintaan kepada MUI untuk memberikan teguran juga menjadi bagian dari dorongan agar para penceramah lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata, terutama ketika berbicara mengenai perempuan di hadapan jemaah.

Hingga berita ini disusun, tanggapan resmi Habib Alwi bin Abdurahman Assegaf mengenai desakan boikot dan permintaan teguran dari Aliansi Muslimah Indonesia belum tercantum dalam bahan informasi yang tersedia. Tanggapan dari pihak Habib Alwi maupun MUI diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.

Aliansi Muslimah Indonesia berharap polemik tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah tidak hanya berkaitan dengan isi pesan agama, tetapi juga cara penyampaiannya. Seorang penceramah diharapkan mampu menjaga kehormatan forum keagamaan dan menyampaikan pesan yang mendidik tanpa merendahkan perempuan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *