Soroti Konflik Gaza, Data BPS Ungkap Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke Israel Tetap Mengalir
MoneyTalk.id,Jakarta – Di tengah kecaman global terhadap krisis kemanusiaan dan agresi di Gaza, data perdagangan luar negeri menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit (CPO, minyak sawit olahan, dan fraksinya/HS 1511) serta produk turunannya dari Indonesia ke Israel tetap berjalan tanpa jeda.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan UN Comtrade Database yang dirangkum oleh BDS Indonesia, nilai pengiriman minyak sawit Indonesia ke Israel tercatat stabil dalam beberapa tahun terakhir dan tidak pernah absen sebulan pun.
Dalam infografis bertajuk “Gaza Dibantai, Sawit Tetap Dikirim”, dipaparkan rincian nilai ekspor minyak sawit Indonesia (HS 1511) ke Israel dalam kurun waktu tiga tahun terakhir:
-Tahun 2024: US$ 21,6 juta
-Tahun 2025: US$ 21,5 juta
-Januari–Juli 2026: US$ 10,4 juta (angka sementara)
Secara keseluruhan, jika dihitung beserta produk turunannya dalam kurun waktu 31 bulan terakhir, total nilai ekspor komoditas ini ke Israel mencapai US$ 75,2 juta.
Sementara itu, jika ditarik lebih jauh ke belakang berdasarkan data historis 2008 hingga Juli 2026, total nilai minyak sawit RI yang dikirim ke Israel telah menembus angka US$ 300 juta, dengan volume sekitar 350 ribu ton. Rekor pengiriman tertinggi tercatat pada tahun 2022 dengan nilai mencapai US$ 30,8 juta dalam satu tahun.
Data tersebut juga mengungkap bahwa sekitar 65% dari total pasokan minyak sawit yang dikirim ke Israel diberangkatkan langsung dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Di sisi lain, laporan dari Central Bureau of Statistics (CBS) Israel menunjukkan bahwa pada periode Juli–Agustus 2026, seluruh impor minyak sawit negara tersebut (100%) tercatat berasal dari Indonesia, dengan rincian nilai CIF sebesar US$ 1,8 juta pada Juli dan US$ 6,7 juta pada Agustus 2026.
Temuan data ini memicu sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk gerakan BDS Indonesia. Melalui kampanye dengan pagar #StopSawitKeIsrael dan #HutanIndonesiaDibakar, mereka menyoroti ironi rantai pasok industri sawit nasional—mulai dari isu pembukaan lahan dan deforestasi di dalam negeri—yang pada akhirnya hilir komoditasnya turut memasok pasar di Israel di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak pemangku kepentingan maupun kementerian terkait mengenai keberlanjutan kebijakan ekspor komoditas minyak sawit ke negara tujuan tersebut.
