MoneyTalk.id,Pati – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi selama 4 bulan penuh di depan Kantor Bank Mandiri Cabang Pati. Aksi tersebut dipicu oleh kekhawatiran mereka terkait tata kelola dan dugaan indikasi masalah keuangan di tubuh Bank Mandiri.
Dalam poster aksi yang beredar, AMPB menyuarakan isu provokatif “Mandiri OTW Bangkrut?” sebagai bentuk kritik dan tuntutan agar pihak Bank Mandiri Pati lebih transparan kepada publik.
Koordinator aksi AMPB dalam orasinya menyebut aksi ini adalah bentuk kontrol sosial masyarakat. Mereka menuntut adanya penjelasan terbuka terkait pelayanan dan pengelolaan keuangan di Bank Mandiri Cabang Pati yang dinilai janggal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Mandiri Cabang Pati belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi tersebut.
Dukungan dari Pengamat: CBA Sebut Aksi AMPB Sah Sebagai Kontrol Publik
Terpisah, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi turut mengomentari dan menyatakan dukungannya terhadap gerakan yang dilakukan AMPB.
Uchok menilai, aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang, terutama jika berkaitan dengan lembaga keuangan milik negara seperti Bank Mandiri.
“Saya mendukung penuh gerakan AMPB. Bank Mandiri itu adalah bank BUMN, milik rakyat. Jadi wajar jika masyarakat Pati meminta transparansi dan akuntabilitas. Kalau ada indikasi pelayanan yang buruk atau pengelolaan yang tidak beres, masyarakat berhak untuk bersuara dan mengawalnya,” ujar Uchok saat dihubungi, Minggu (5/10/2026).
Menurut Uchok, isu “bangkrut” yang dilontarkan AMPB tidak boleh dilihat secara harfiah, melainkan sebagai alarm dan warning bagi manajemen Bank Mandiri agar tidak main-main dalam mengelola uang rakyat.
“Jangan sampai isu itu benar-benar terjadi karena kredit macet atau tata kelola yang buruk. Justru demo 4 bulan ini harus dijadikan momentum oleh Kantor Pusat Bank Mandiri di Jakarta untuk turun langsung melakukan audit internal di Cabang Pati. Buka datanya secara transparan, sehingga tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat,” tegasnya.
Uchok juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turut memantau situasi ini dan memastikan hak-hak nasabah di Pati tetap terjamin.
“Kita kawal bersama. Gerakan AMPB ini positif untuk menjaga agar bank plat merah tetap sehat dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya.





