Wartawan Senior Bongkar Rencana Pembunuhan Presiden Prabowo dengan Racun Arsenik
MoneyTalk.id,Jakarta – Wartawan senior Setiyardi Budiono mengungkap cerita mengejutkan mengenai dugaan upaya peracunan terhadap Presiden Prabowo Subianto ketika masih berstatus presiden terpilih, beberapa waktu sebelum pelantikan pada 20 Oktober 2024.
Setiyardi mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi dalam sebuah acara buka puasa bersama yang dihadiri Prabowo. Saat itu, Prabowo belum resmi menjabat sebagai presiden, tetapi sudah mendapatkan pengamanan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Menurut Setiyardi, ada pemeriksaan terhadap makanan dan minuman yang disajikan dalam acara tersebut. Salah satu yang diingatnya adalah es buah.
Ia mengaku memperoleh informasi bahwa pemeriksaan awal menyatakan makanan tersebut aman. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ulang oleh tim yang dikirim Prabowo, muncul hasil yang disebut menunjukkan reaksi positif terhadap arsenik.
Setiyardi menuturkan, hasil pemeriksaan ulang tersebut membuat sampel makanan yang diduga bermasalah disingkirkan.
“Saya baru kali ini menyampaikan hal ini. Saya bisa bertanggung jawab karena teman saya itu masih ada. Peristiwa itu benar-benar terjadi,” ujar Setiyardi di channel YouTube Obor Rakyat Reborn, Ahad (8/11/2026).
Ia mengaku mengetahui cerita tersebut melalui seorang sahabat dekatnya sejak kecil yang menjadi ketua panitia acara buka puasa bersama itu. Namun, Setiyardi tidak menyebutkan nama partai maupun identitas orang-orang yang terlibat dalam pemeriksaan makanan tersebut.
Pengungkapan Setiyardi ini memunculkan pertanyaan mengenai ancaman keamanan yang mungkin dihadapi Prabowo sebelum resmi menduduki kursi kepresidenan.
Sebagaimana diketahui, Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024.
Menjelang pelantikan, pengamanan terhadap Prabowo memang telah dipersiapkan secara khusus. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya menyatakan bahwa pengamanan VVIP melibatkan Paspampres di ring pertama serta personel TNI dan Polri di ring berikutnya.
Meski demikian, cerita mengenai dugaan kandungan arsenik dalam es buah tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Belum ada dokumen hasil laboratorium, keterangan resmi dari Paspampres, ataupun penjelasan aparat penegak hukum yang mengonfirmasi adanya upaya pembunuhan terhadap Prabowo melalui racun arsenik.
Setiyardi juga belum mengungkap secara terbuka lokasi acara, tanggal kejadian, identitas pihak yang melakukan pemeriksaan ulang, serta pihak yang diduga bertanggung jawab.
