9 November 2026

BRIN

MoneyTalk, Jakarta – Diskusi mengenai dinamika politik Indonesia selalu menarik perhatian, terutama saat spekulasi muncul mengenai hubungan antar-elite politik. Baru-baru ini, pernyataan dari Muhammad Qodari (Mr. Q) di kanal Total Politik pada Rabu, 30 Oktober 2024, mencuatkan spekulasi bahwa Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, turut menjadi bagian dari pemerintahan yang akan dipimpin oleh Prabowo Subianto. Dalam sesi tersebut, Mr. Q memberikan pandangan yang menantang anggapan umum bahwa pemerintahan Prabowo akan bernuansa militeristik.

Megawati dan Posisi Strategis dalam Pemerintahan

Mr. Q dalam pernyataannya menyinggung bahwa Megawati saat ini menduduki posisi penting sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kedua posisi ini adalah lembaga strategis yang bertujuan membentuk landasan ideologis dan kemajuan ilmiah bagi Indonesia. Kedekatan Megawati dengan pemerintahan saat ini dianggap sebagai bukti bahwa pengaruhnya tetap signifikan meski bukan dalam kabinet eksekutif.

Menurut Qodari, kehadiran figur-figur dari PDI Perjuangan di sekitar pemerintahan menandakan hubungan sinergis antara Prabowo dan partai yang dipimpin oleh Megawati. Meski Dedi Sitorus dari PDI Perjuangan menyangkal keterkaitan resmi PDI Perjuangan dengan pemerintahan Prabowo, Mr. Q menilai bahwa pandangan ini bersifat pribadi dan tidak mewakili seluruh perspektif PDI Perjuangan.

Spekulasi Militeristik

Di tengah persepsi umum yang melihat sosok Prabowo dengan gaya kepemimpinan yang tegas, bahkan dianggap militeristik, Mr. Q justru menilai sebaliknya. Menurutnya, Prabowo bukanlah sosok yang akan menerapkan pendekatan militer secara kaku dalam pemerintahannya. Dalam wawancara tersebut, Mr. Q menggambarkan suasana di pemerintahan yang ia sebut lebih “humanis” dan “terbuka,” serta jauh dari kesan “militan”. Ia bahkan menyebut adanya kebebasan berpendapat dalam perumusan kebijakan di pemerintahan Prabowo.

Hal ini tercermin dalam retret yang diadakan di Magelang baru-baru ini, di mana Prabowo berinteraksi akrab dengan para menteri dan pejabat lain, termasuk figur-figur dari latar belakang militer dan sipil, seperti Kapolri, Panglima TNI, dan pejabat sipil lainnya. Aktivitas seperti jalan baris-berbaris dan latihan dasar yang lebih kasual disebutkan oleh Mr. Q sebagai upaya Prabowo untuk menciptakan kekompakan antar-anggota kabinet.

Antusiasme Terhadap Produk Dalam Negeri: Mobil Maung

Di acara yang sama, Mr. Q juga berbagi kisah mengenai keputusan Prabowo untuk menggunakan mobil Maung, sebuah kendaraan buatan PT Pindad. Menurutnya, Prabowo memilih Maung atas mobil dari negara lain sebagai bentuk keberpihakan terhadap produk dalam negeri. Dalam sebuah cerita ringan, Prabowo dikatakan menolak tawaran mobil merek asing dan lebih memilih produk nasional yang merefleksikan komitmennya terhadap kemajuan industri Indonesia. Mr. Q melihat bahwa antusiasme Prabowo terhadap Maung sebagai cerminan dari sikapnya yang pro-Indonesia. Lebih dari sekadar pilihan kendaraan, langkah ini dinilai sebagai dorongan bagi pejabat lain untuk ikut mendukung produk nasional.

Megawati sebagai Penyeimbang Pemerintahan?

Kedudukan Megawati di BPIP dan BRIN bisa ditafsirkan sebagai bentuk keseimbangan dalam pemerintahan. Bagi Mr. Q, keberadaan Megawati di posisi tersebut menandakan bahwa pengaruh PDI Perjuangan tetap terjaga, meski Prabowo menduduki kursi presiden. Dalam kondisi ini, Megawati berperan sebagai figur yang mengarahkan kebijakan ideologis dan ilmiah Indonesia, sementara Prabowo menjadi eksekutor kebijakan di lapangan.

Hal ini semakin menguatkan pandangan bahwa pemerintahan mendatang tidak semata-mata akan didominasi oleh pandangan militeristik, tetapi juga oleh nilai-nilai ideologis yang diperjuangkan oleh PDI Perjuangan dan Megawati sendiri.

Spekulasi mengenai “Megawati sebagai bagian dari pemerintahan Prabowo” menimbulkan interpretasi bahwa Prabowo ingin merangkul lebih banyak elemen masyarakat untuk menciptakan pemerintah yang inklusif dan harmonis. Dengan menjaga tokoh senior seperti Megawati di posisi strategis, Prabowo tampak berupaya membangun pemerintahan yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga memiliki pijakan kuat di bidang ideologi dan inovasi.

Pernyataan Mr. Q memberikan pandangan menarik bahwa pemerintahan Prabowo tidak akan berfokus hanya pada pendekatan yang keras, melainkan mengutamakan pendekatan yang terbuka dan kolaboratif.(c@kra)

JAKARTA, MoneyTalk – Perusahaan yang berfokus pada Industri Ready to Drink, ICHITAN, mengajak masyarakat Indonesia untuk mengadopsi gaya hidup sehat. Karena itu tak heran bila ICHITAN sangat mendukung berbagai kegiatan olahraga yang ada di Indonesia.

Terbaru, ICHITAN mendukung bukan hanya satu, tapi dua kegiatan sekaligus di akhir pekan lalu.

Kegiatan pertama adalah Run to Raise yang merupakan lomba lari yang digelar oleh Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia. Kompetisi lari yang terbuka untuk semua kalangan ini merupakan pembuka The 21st FEB UI CUP.

Run to Raise ke-7 akan diselenggarakan dalam dua kategori yaitu kategori 5k dan 10k. Acara ini dimaksudkan untuk mengumpulkan dana yang akan disumbangkan ke Yayasan Pendidikan Luar Biasa Nusantara sebagai bentuk kepedulian kami kepada anak-anak penderita gangguan jiwa yang ditelantarkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Harapannya, bantuan tersebut dapat membantu pendidikan anak berkebutuhan khusus dalam meraih masa depan yang cerah.

Tempat kegiatan utama Run To Raise The 21st FEB UI Cup yang akhir pekan lalu diikuti oleh ratusan peserta terletak di Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia dan rute lomba melalui beberapa fakultas di lingkungan komplek Universitas Indonesia.

Event kedua yang didukung oleh ICHITAN adalah BRIN Family Day: Dua Tahun BRINteraksi. Kegiatan BRIN Family Day ini dimulai dengan kegiatan Fun Walk dan Fun Bike dari titik Kantor BRIN Kawasan Gatot Subroto menuju Gedung BJ Habibie, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Ada 1.505 orang pendaftar yang mengikuti Family Day, dengan rincian 535 peserta fun bike, 802 peserta fun walk, dan 168 orang peserta Pound Fit. Namun demikian, dari pantauan langsung, peserta diluar pendaftar juga turut memeriahkan acara hari ini, dengan estimasi lebih 2.000 orang.

Event ini merupakan momentum baik untuk kembali memaknai pembentukan BRIN sebagai lembaga riset nasional yang terintegrasi. Dengan begitu, upaya untuk membangun ekosistem riset dan inovasi diharapkan menjadi lebih baik dan dapat menjadi solusi bagi bangsa dan negara.

Sebagai informasi, ICHITAN yang bernaung di PT Ichi Tan Indonesia adalah perusahaan kerja sama antara ICHITAN Group PCL (Thailand) dan PT Atri Pasifik (Indonesia). Berlokasi di Alam Sutera, Tangerang, PT Ichi Tan Indonesia berfokus dalam distribusi dan marketing produk siap minum dalam kemasan.

Memantapkan diri sebagai perusahaan yang fokus pada industri Ready To Drink, ICHITAN mengutamakan bahan-bahan berkualitas tinggi untuk menghasilkan produk yang beragam dan berkualitas tinggi.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada Industri Ready to Drink, ICHITAN telah sukses meluncurkan berbagai jenis produk minuman di berbagai kategori seperti Milk Tea, Coffee, Juice, Milk, dan Isotonic. ICHITAN akan terus berinovasi untuk menghadirkan produk minuman terbaik bagi konsumen.

PT Ichi Tan Indonesia telah sangat sukses dalam strategi pemasaran yang kreatif dan unik, kami berinovasi melalui campaign ICHITAN Mendadak Jutawan yang telah mendapatkan penghargaan sebagai The Best Marketing Campaign dan The Best Experiential Marketing pada Marketing Award 2017.

JAKARTA, MoneyTalk  – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang juga dikepalai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mendorong kerja sama antara kementerian dan lembaga (K/L) dalam tantangan mengembangkan kawasan perbatasan yang memiliki kompleksitas masalah.

Hal itu diwujudkan dengan mengintegrasikan kekuatan, salah satunya bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merumuskan kebijakan strategis dan program aplikatif .

Sekretaris BNPP, Prof. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, tugas BNPP yang pertama adalah menata garis batas negara, baik di darat dan di laut. Yang kedua adalah mengoordinasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) untuk menata pergerakan barang dan manusia.

Tugas lainnya adalah mengembangkan kawasan perbatasan menjadi embrio baru pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial masyarakat perbatasan.

“Sesuai pesan Presiden Jokowi untuk membanjiri produk-produk Indonesia di kawasan perbatasan, termasuk produk makanan, budaya dan pendidikan. Nantinya kita juga berharap bisa mengundang Corporate Social Responsibility (CSR) dan investor untuk merealisasikan berbagai program seperti ‘Indonesia memanggil kawasan perbatasan’,” jelas Zudan dalam diskusi dengan BRIN di Kantor BNPP, Jakarta, Senin (3/4/2023) kemarin.

Zudan menerangkan, BNPP perlu mendorong percepatan infrastruktur terutama yang mendukung pengembangan kawasan perbatasan. BNPP menyambut baik rencana kerja sama dengan BRIN memajukan kawasan perbatasan.

“Kita cari solusi dalam keterbatasan SDM, dana dan infrastruktur. Nantinya kami akan mencoba bersinergi dengan perjanjian kerja sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Otonomi Daerah Pusat Riset Politik BRIN, Prof. Siti Zuhro, menjelaskan, sejumlah penelitian ke daerah perbatasan negara dan menemukan beberapa kendala pembangunan kawasan perbatasan. Kendala tersebut, yakni pemerintah daerah masih berfikir ketergantungan pada pemerintah pusat.

Selain itu, permasalahan regulasi undang-undang yang membuat tumpang tindih kewenangan dalam membangun desa dan ruang-ruang lainnya. Terobosan yang bisa dilakukan adalah mendorong pemerintah daerah mulai mengendurkan ketergantungan dari Pemerintah Pusat, termasuk membangun kreativitas dengan pengembangan budaya dan alam berdasarkan karakter lokal.

“BRIN akan membantu dengan penelitian yang nantinya bisa disinergikan dalam program-program yang aplikatif. Ke depannya perlu kerja sama, termasuk membangun seminar,” jelasnya.[MT]