5 November 2026

Infrastruktur

MoneyTalk, Jakarta – Tiga Direktur Utama dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Indonesia, yakni Ramdani Basri dari Nusantara Infrastructure, Subakti Syukur dari Jasa Marga, dan Budi Harto dari Hutama Karya. Diskusi ini mengupas tantangan dan peluang dalam pengembangan infrastruktur jalan tol di Indonesia, serta harapan untuk keterlibatan investor dalam membawa teknologi dan keahlian yang diperlukan untuk pengoperasian dan pengembangan infrastruktur tayangan Kompas.com pada Selasa (08/10).

Dalam perbincangan ini, ketiga direktur menekankan pentingnya investasi yang tidak hanya mencakup modal finansial, tetapi juga transfer teknologi dan keahlian. Ramdani Basri menekankan harapannya agar investor tidak hanya menyuntikkan dana, tetapi juga membawa pengetahuan dan teknologi maju yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan jalan tol. Dalam konteks ini, penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) untuk pengelolaan lalu lintas menjadi sorotan. Dengan memanfaatkan data dan prediksi berbasis AI, pihak Jasa Marga dapat merencanakan pengendalian lalu lintas yang lebih baik, terutama pada momen-momen penting seperti libur panjang dan arus mudik.

Salah satu isu yang diangkat dalam diskusi ini adalah tantangan dalam hal governance, terutama terkait perjanjian dengan pihak asing dan penanganan isu anti-suap dan anti-korupsi. Para direktur menyatakan keinginan untuk belajar dari pengalaman yang telah ada dan memperbaiki tata kelola agar lebih transparan dan efektif.

Budi Harto dalam penjelasannya, membahas tantangan yang dihadapi dalam pengembangan infrastruktur di Sumatera. Ia menjelaskan bahwa secara finansial, pembangunan jalan tol di Sumatera harus dilakukan dengan hati-hati karena pergerakan kendaraan yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Jawa. Hanya 14% kendaraan roda empat beroperasi di Sumatera, dibandingkan dengan 60% di Jawa, yang mengindikasikan potensi pertumbuhan ekonomi yang masih bisa dikembangkan.

Diskusi ini juga menyoroti peran penting konektivitas infrastruktur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Ketiga direktur sepakat bahwa pembangunan jalan tol dapat mendorong pertumbuhan industri dan perdagangan, termasuk perdagangan hasil pertanian. Mereka berharap, dengan adanya jalan tol, konektivitas antara daerah seperti Palembang dan Lampung dapat ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat lebih mudah bertransaksi dan berekreasi.

Dalam bagian akhir diskusi, para direktur mengemukakan harapan mereka terhadap pemerintahan yang akan datang, khususnya di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Mereka berharap agar pemerintahan mendatang dapat memberikan kepastian hukum dan insentif yang diperlukan untuk menarik lebih banyak investasi. Kesinambungan kebijakan yang mendukung pembangunan infrastruktur, seperti pemberian tax holiday bagi investor, dinilai krusial untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Diskusi antara tiga Direktur Utama BUJT ini mencerminkan pentingnya kerjasama antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun infrastruktur yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan fokus pada transfer teknologi, peningkatan governance, dan konektivitas yang lebih baik, harapan untuk masa depan infrastruktur jalan tol di Indonesia semakin cerah. Para direktur berharap, dengan dukungan dari pemerintah dan stakeholder lainnya, Indonesia dapat membangun infrastruktur yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif untuk semua lapisan masyarakat.(c@kra)

JAKARTA, MoneyTalk – Meningkatnya aktivitas masyarakat di Indonesia khususnya DKI Jakarta pasca pencabutan PPKM pada masa pandemi Covid-19, menandakan perputaran roda ekonomi yang mulai tumbuh di tahun 2023.

Guna mendukung mobilisasi dan kebutuhan transportasi setiap harinya, Pemprov DKI Jakarta terus berinovasi untuk menyediakan infrastruktur yang memadai, baik dalam bentuk pembangunan jalan baru maupun kegiatan perbaikan jalan yang berada dalam kondisi kurang baik.

Plt. Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo, memaparkan Rencana Kerja Tahun 2023 yang meliputi jalan dan jembatan, jalur pejalan kaki, penerangan jalan dan sarana umum, serta jembatan penyeberangan orang di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Lilik Unggul Raharjo, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang menjadi salah satu mitra dalam kegiatan pembangunan infrastruktur DBM Provinsi DKI Jakarta.

“SBI sudah banyak mencipatakan solusi-solusi, salah satunya adalah beton rapid setting SpeedCrete. PT Pendawa Lestari Perkasa (PLP) yang merupakan anak usaha SBI melaksanakan pekerjaan perbaikan jalur Bus TransJakarta Koridor 1-14 dengan menggunakan SpeedCrete yang dapat siap digunakan hanya dalam waktu 8 jam setelah beton selesai diaplikasikan”, jelas Heru Suwondo pada paparannya.

Sementara itu, Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo menyampaikan bahwa sebagai bagian dari SIG, SBI terus mengembangkan inovasi berbasis prinsip-prinsip berkelanjutan, sebagai kunci menghadirkan solusi yang berkualitas dan ramah lingkungan.

“Aplikasi SpeedCrete pada jalur TransJakarta bukan kali pertama dilaksanakan. Kepercayaan dari pemerintah daerah, memperkuat komitmen kami untuk memberi nilai tambah pada solusi inovatif ini. Selain kecepatan aplikasi yang membantu mengurangi emisi karbon karena macet penutupan jalan, SpeedCrete juga menggunakan bahan baku ramah lingkungan yang sudah tersertifikasi Green Label”, terang Lilik.

PLP resmi ditunjuk oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta untuk pengerjaan perbaikan infrastruktur jalur TransJakarta yang meliputi manajemen lalu lintas, penutupan singkat lajur jalan yang diperbaiki, pembongkaran, pembuangan hasil bongkaran, pengecoran, hingga pembukaan kembali jalan yang telah diperbaiki.

Optimalisasi material dan sumber daya lokal dengan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk pekerjaan dengan Dinas Bina Marga Provinsi DKI, yaitu Pekerjaan Beton Rapid Setting SpeedCrete di Jalan Pakin Paket 1 tahun 2022 mencapai nilai pascaaudit oleh Sucofindo sebesar 67,14%. Hal ini sejalan dengan himbauan pemerintah untuk peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Solusi Inovatif Beton Cepat Kering

SpeedCrete menawarkan beberapa level kecepatan kering yang dapat disesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas jalan di suatu daerah, mulai dari 4 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam dan 12 jam. Selain jalur bus TransJakarta, SpeedCrete juga sudah diaplikasikan di beberapa ruas jalan tol seperti di wilayah Jabodetabek, ruas tol Bakauheni – Terbanggi, ruas Surabaya – Mojokerto dan ruas Surabaya – Gempol.

SpeedCrete menjadi solusi inovatif perkerasan yang mengurangi dampak kemacetan secara signifikan, khususnya di perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi seperti Jakarta.

Keunggulan tersebut membantu meminimalisasi hilangnya waktu produktif dan bahan bakar pengendara serta polusi karena kemacetan akibat perbaikan jalan.

SpeedCrete juga memberikan nilai tambah solusi yang efektif dari sisi biaya dan unggul secara teknis serta fokus pada efisiensi energi, dibuat dari material yang berkualitas dan memberikan kekuatan maksimal pada konstruksi infrastruktur yang dibangun.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk sendiri adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh SIG.

Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.

JAKARTA, MoneyTalk – Presiden Joko Widodo meresmikan sejumlah proyek infrastruktur yang ada di Provinsi Jawa Barat, pada Minggu, 5 Maret 2023. Peresmian tersebut dipusatkan di area Kolam Retensi Andir yang ada di Kabupaten Bandung.

“Ada tiga yang akan kita resmikan yaitu floodway (Sodetan) Cisangkuy, Kolam Retensi Cieunteung, dan yang di sini Kolam Retensi Andir,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Presiden menyebut bahwa pembangunan kolam retensi bertujuan untuk mengendalikan banjir, utamanya di sekitar Kota dan Kabupaten Bandung. Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur tersebut juga menghabiskan dana yang tidak sedikit.

“Untuk yang Cisangkuy ini menelan anggaran Rp632 miliar, yang Kolam Retensi Cieunteung Rp204 miliar, yang Kolam Retensi Andir—yang di sini Rp142 miliar. Duitnya gede banget,” ungkap Presiden.

Kolam Retensi Andir memiliki luas genangan 3,4 hektare dengan volume tampungan air 160.000 meter kubik. Kehadirannya diharapkan dapat mereduksi banjir seluas 210 hektare yang berdampak pada 1.250 KK.

Sementara Kolam Retensi Cieunteung memiliki luas genangan 4,7 hektare dengan volume tampungan air 190.000 meter kubik. Kolam tersebut diharapkan mampu mengurangi banjir sebanyak 91 hektare.

Adapun Sodetan Cisangkuy memiliki panjang 5,45 kilometer yang bermanfaat untuk mengalirkan debit banjir sebesar 230 meter kubik per detik dari Sungai Cisangkuy.

Selain infrastruktur pengendali banjir, Presiden juga meresmikan flyover (jalan layang) Kopo. Menurut Presiden, jalan layang Kopo dibangun untuk mengurai kemacetan serta memperlancar lalu lintas yang ada di Kota Bandung.

“Juga telah dibangun flyover Kopo senilai Rp288 miliar. Totalnya yang telah dibangun oleh pemerintah pusat di Kota Bandung dan di Kabupaten Bandung sebesar Rp1,26 triliun,” tutur Presiden.[MT]