4 November 2026

Farah Akhmad

Money Talk adalah portal berita yang mengedepankan independensi, akurasi, dan aktualitas sesuai misi kami untuk mengontrol anggaran negara dan memberantas korupsi demi mewujudkan Visi Emas 2045.

JAKARTA, MoneyTalk – Kerja sama antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara sangatlah penting untuk dilakukan, termasuk dengan Brunei Darussalam. Untuk itulah, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) mencoba menjajaki pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di negeri berjulukan ‘Negara Jamilah’ tersebut.

Untuk itu, Wakil Rektor III Universitas Moestopo, Dr. Ryantori bertemu dengan Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, H. E. Prof. Achmad Ubaedillah, M.A., Ph.D.

“Sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia dan demi menuju kampus kelas dunia, Universitas Moestopo terus melebarkan sayap di kancah internasional. Kami berharap bisa bekerjasama dengan sivitas akademika yang ada di Brunei Darussalam,” kata Dr. Ryantori.

Brunei merupakan salah satu negara penting di ASEAN. Menurut Prof. Achmad Ubaedillah Brunei memiliki arti penting dalam konteks regional yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Area yang sering disingkat menjadi BIMP-EAGA.

Karena itu, Prof. Achmad Ubaedillah yang pernah menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh, Arab Saudi ini juga mendorong agar kalangan akademisi mau meneliti lebih jauh mengenai potensi Brunei Darussalam yang positif bagi Indonesia agar Brunei tidak melirik ke negara lain.

“Brunei Darussalam dan Indonesia memiliki sejarah hubungan baik yang panjang. Itulah sebabnya kerja sama di berbagai bidang termasuk pendidikan harus terus dilakukan demi menjaga hubungan kedua negara,” lugasnya.

Hal itulah yang direspon oleh Universitas Moestopo. Dr. Ryantori mengatakan inisiatif Prof. Achmad Ubaedillah sangatlah bagus. Dan demi mewujudkannya, Universitas Moestopo menawarkan kerja sama berupa program Ambassador Lectures dalam waktu dekat.

“Universitas Moestopo juga berkeinginan melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam untuk penjajakan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kampus dan akademisi di Brunei Darussalam yang dijembatani oleh Bapak Duta Besar Ubaedillah dalam kesempatan mendatang,” ujar Dr. Ryantori.

Dr. Ryantori juga berharap dengan jejaring luas dengan para Duta Besar, dan juga para tokoh lainnya, Universitas Moestopo dapat turut mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat di Indonesia, sesuai dengan motto dari Universitas Moestopo yaitu menebarkan pengetahuan, keterampilan, dan kebajikan.

PANGKAL PINANG – Makin meningkatnya kekerasan pada anak membuat Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Indonesia bergerak memberi penyuluhan bertajuk ‘Melindungi Anak-anak di panti asuhan: Penyuluhan Anti Kekerasan dan Pelecehan Seksual Sebagai Upaya Pencegahan dan Perlindungan Anak.’

Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FH UI, Dr. Eva Achjani Zulfa, penyuluhan yang digelar di Panti Asuhan Aisyiyah, Pangkal Pinang tersebut sukses digelar dengan dihadiri anak-anak dan pengasuh Panti Asuhan Aisyiyah.

Sebab penyuluhan tersebut dilakukan dengan persiapan matang karena memiliki tujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya melindungi anak-anak dari kekerasan dan pelecehan seksual terkhusus untuk anak-anak panti asuhan yang telah ditinggalkan oleh orang tuanya.

“Sehingga sangat tragis apabila dalam panti asuhan terdapat kasus demikian. Anak adalah masa depan bangsa yang membutuhkan kasih sayang dan bimbingan dari kita. Karena itu, melindungi anak dari kekerasan dan pelecehan seksual sangat penting untuk diperhatikan,” tegas Dr. Eva, akhir pekan lalu (24/06).

Setelah sambutan dari Ketua Yayasan Panti Asuhan Aisyiyah, Susilawati, pemaparan materi penyuluhan langsung diberikan oleh Adnan Mughoffar yang merupakan ketua kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya Adnan menuturkan bahwa dalam upayanya untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan pelecehan seksual, anak-anak juga perlu mengetahui hak-hak mereka sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 4 UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Anak-anak juga harus tahu bentuk-bentuk kekerasan dan pelecehan seksual serta bagian tubuh mana saja yang tidak boleh dipegang orang lain. Tidak lupa juga dibahas tentang cara menanganinya apabila terjadi dan mengalami hal tersebut, ditambah dengan sesi tanya jawab di akhir pemaparan,” lugas Adnan.

Meski pembahasan tersebut terkesan berat, penyuluhan yang dilakukan oleh FH UI ini menjadi menarik karena diselingi dengan fun games berkaitan dengan edukasi pencegahan kekerasan dan juga pembagian buku saku yang diperuntukan sebagai pedoman anti kekerasan dan pencegahan seksual.

Penyuluhan tersebut kemudian ditutup dengan pemberian cinderamata dan penyerahan sembako secara simbolis yang kemudian dilanjut dengan foto bersama.

“Kami miris ketika di medsos ada berita kekerasan di panti asuhan. Padahal seharusnya panti menjadi tempat perlindungan bagi anak yang ditinggalkan orang tuanya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik UI karena memilih panti asuhan kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Pengmas UI. Semoga ilmu adik-adik UI bermanfaat karena telah membantu kami,” kata Pengurus Panti Asuhan Aisyiyah, Dra. Maulianah.

JAKARTA, MoneyTalk – Sebagai negara yang menganut Trias Politica yang membagi kekuasaan dalam tiga bidang yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif, keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif sangatlah penting.

Karena itu, mempelajari apa saja tugas dan fungsi DPR di Indonesia sangat krusial, terutama bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).

Untuk mengetahui apa saja peran, tugas, wewenang, dan fungsi DPR serta posisinya dalam sistem kenegaraan Indonesia, Himpunan Mahasiswa dari Program Studi Administrasi Publik pada FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pun melakukan kunjungan ke DPR RI.

Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P. DPR RI memiliki peran kunci dalam membuat undang-undang, mengawasi pemerintahan, menyetujui anggaran negara, mewakili rakyat, menjalankan hubungan internasional, melakukan pemeriksaan kepatuhan, serta mengajukan pertanyaan dan interpelasi kepada pemerintah.

“Semua tugas dan fungsi tersebut dijalankan dengan tujuan menjaga kepentingan rakyat, mengawasi pemerintahan, dan memastikan kebijakan yang baik untuk masyarakat,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB, Tommy Kurniawan. Menurutnya, sebagai perwakilan rakyat, DPR selain harus menjalankan tugas-tugasnya, juga mesti bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan pembangunan Indonesia.

Dia lalu mencontohkan kebijakan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang harus didukung oleh semua pihak demi tercipta pemerataan untuk masyarakat di luar pulau Jawa.

“Walaupun provinsinya kaya akan SDA, tetapi masih banyak masyarakat yang kekurangan. Pemindahan Ibu Kota Negara ini diharapkan dapat memperbaiki keadaan dan ekonomi di Kalimantan agar dapat perlahan tumbuh seperti Cikarang yang menjadi pusat industri,” lugas anggota DPR dari Dapil Jawa Barat V ini.

Bagi kedua anggota DPR tersebut, kedatangan para mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Moestopo ini sangat baik sebagai medium edukasi.

“Mahasiswa Universitas Moestopo sangat bagus karena memiliki critical thinking. Semoga pertemuan ini dapat membawa manfaat bagi mahasiswa sebagai penerus bangsa,” tegas Tommy.

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Moestopo Dr. Drs. Budi Harsono, M.M. pun menuturkan bila kunjungan mahasiswa ke DPR ini sangat penting bagi kemajuan pendidikan.

“Saya berharap supaya para mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Moestopo dapat mengambil manfaat dan mengimplementasikan secara langsung teori-teori yang didapatkan di perkuliahan untuk meningkatkan disiplin ilmu dan pengkajian serta pengembangan keilmuannya,” tegasnya.

Kepala Program Studi Administrasi Publik FISIP Moestopo, Yasef Firmansyah, M.Si., menambahkan bahwa FISIP Moestopo mendukung kegiatan himpunan mahasiswa yang bisa menjadi wadah bagi pengembangan keterampilan para mahasiswa, seperti keterampilan berkomunikasi dalam mengutarakan pendapat secara elegan dan beretika.

“Selain studi edukasi parlemen, Prodi Administrasi Publik Universitas Moestopo juga mendukung kegiatan kemahasiswaan yang merangsang kontribusi positif partisipasi publik seperti pengembangan administrator muda dan kewirausahaan yang kreatif,” tutupnya.

Jakarta, MoneyTalk – Dengan potensi pasar yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, saat ini Indonesia dipandang sebagai salah satu negara besar dengan ekonomi paling berkembang di dunia.

Hal itu terbukti dengan ditunjuknya Indonesia untuk menggelar pertemuan G20 di Bali dan diundang dalam KTT G7 di Hiroshima, Jepang.

Menurut Wakil Rektor I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Budiharjo, M.Si., saat ini sangat penting untuk mempersiapkan era Indonesia emas dengan pendekatan green economy.

“Jika kita ingin menciptakan Indonesia emas, seyogyanya kita kawal di aspek konsep, aspek kebijakan publik, aspek sistem, aspek strategi dan aspek SDM serta SDA,” ujar Prof. Budiharjo dalam Studium Generale bertema ‘Green Economy Menuju Indonesia Emas’ yang digelar Pusat Studi Bisnis Universitas Moestopo, Senin (29/5/2023).

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas Moestopo pun menurut Prof. Budiharjo mempunyai tanggung jawab moral untuk membedah sebuah kebijakan publik yang menggunakan green economy untuk dikupas dan dianalisa dengan pisau akademis.

“Sebagai institusi pendidikan, universitas harus mampu membekali para mahasiswa tidak hanya dari sisi knowledge tapi juga keterampilan dan bakat,” tambah Ketua Panitia Studium Generale, Dr. FX. Sugianto, M.M.

Sementara itu, Komisaris Independen Bank BCA, Dr. Cyrillus Harinowo memaparkan bahwa saat ini green economy merupakan arah baru di dunia investasi Indonesia.

Hal tersebut bisa dilihat dari bagaimana industri saat ini sudah mulai melakukan dekarbonisasi dan mengadopsi sumber energi berkelanjutan hingga transformasi menuju kendaraan listrik yang sudah di depan mata.

“Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar sebagai bahan baku dasar pembuatan baterai kendaraan listrik. Hal ini berpotensi untuk mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pemain utama di era transformasi kendaraan listrik,” jelasnya.

Dr. Cyrillus pun memprediksi dengan semua indikator yang ada Indonesia akan menuju era keemasan. Sebab saat ini Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terus konsisten dalam ‘Growth Path.’

“Sementara itu kita memiliki New Drivers of Growth yakni nickel region, Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara, dan IKN. Di tambah kawasan Indonesia Timur yang di masa depan akan pesat berkembang,” lugasnya.

Karenanya, diyakini Indonesia akan mengalami Indonesia Emas pada tahun 2045 yang juga merupakan saat Indonesia genap 100 tahun.

Untuk mewujudkannya butuh persiapan dini dan matang yang bisa dimulai saat ini dengan menerapkan green economy demi menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembatasan eksploitasi sumber daya alam dan penerapan pembangunan yang rendah karbon.

“Pemanfaatan SDA harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan menerapkan investasi hijau, penggunaan sumber energi yg baru dan terbarukan, serta inovasi pada penemuan teknologi baru yang ramah lingkungan,” tegas CEO Pusat Studi Busnis Universitas Moestopo, Dr. Ir. Tjipta Purwita, MBA yang juga berperan sebagai moderator.

JAKARTA, MoneyTalk – Demi membangun sinergi dalam hal edukasi pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren, Fakultas Hukum Universitas Indonesia menyambangi Pesantren Madinatunnajah yang terletak di Tangerang Selatan.

Dalam kunjungan yang berlangsung penuh semangat ini, Ibu Dr. Eva Achjani Zulfa, ketua tim pengabdian masyarakat FH UI, menyampaikan maksud mereka untuk mengajak kolaborasi dalam mencegah kekerasan di lingkungan pesantren.

Kegiatan yang berlangsung pada minggu, 21 Mei 2023 ini juga dihadiri beberapa mahasiswa pengabdi FH UI tingkat sarjana. Agenda kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan dari Unit Pengmas FHUI.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para pengurus dan pengajar pesantren, Ibu Eva menjelaskan tujuan dari ajakan kolaborasi ini. Pesantren Madinatunnajah Tangerang Selatan diundang untuk bekerja sama dengan FH UI dalam mencegah kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan pesantren tersebut. Hal ini sejalan dengan komitmen FH UI untuk turut serta dalam peningkatan kesadaran dan perlindungan terhadap hak-hak individu.

Pimpinan Pesantren KH Agus Abdul Ghofur M,Pd. menerima dengan hangat kunjungan ini. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam ini, dimulai dengan pemaparan Bu Eva mengenai program Pengabdian Masyarakat FH UI dengan tema “Edukasi Pencegahan Kekerasan Fisik & Perlindungan Hukum terhadap Santri Pondok Pesantren di Indonesia”.

“Pesantren merupakan instansi Pendidikan yang unik dan memiliki corak tersendiri, sehingga kurikulum pendidikan dan pengasuhan akan memiliki kearifan masing-masing, untuk itu perlu pendekatan tersendiri dalam kegiatan kesehariannya” ucap bu Eva mengawali pertemuan.

Pesantren merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang sudah ada sejak lama, menurut penelitian sejak era Giri Kedaton, atau lebih awal lagi. Kementerian Agama mencatat hingga saat ini jumlah pesantren di seluruh Indonesia sudah mencapai sekitar 36.600.

Sedangkan jumlah santri aktif sebanyak 3,4 juta dan jumlah pengajar (kiai/ustad) sebanyak 370 ribu. Banyaknya jumlah santri ini, dapat menjadi bukti kepercayaan masyarakat kepada Lembaga pesantren. Sehingga pesantren mampu menjadi Key opinion leader (KOL) dalam beberapa isu.

Melihat fakta ini, tim pengmas FH UI mengajak Pesantren untuk mengedukasi pengurus pesantren, pengajar, dan santri dalam mencegah Tindakan kekerasan. Mengacu pada Committee on the Rights of the Child (CRC Committee) atau Konvensi Anak dalam General Comment No 8 (2006) menegaskan pelarangan hukuman dengan kekerasan (corporal punishment), baik fisik maupun psikis. Tak bisa dipungkiri, beberapa waktu lalu terjadi beberapa kasus kekerasan fisik, psikis bahkan seksual di lingkungan pesantren.

KH Agus menyambut dengan hangat kunjungan ini, dan bersedia bekerja sama dengan tim pengabdi FH UI, Dia berkata, “Pada prinsipnya Pesantren Madinatunnajah ingin lingkungan pesantren kami bebas dari kekerasan, fisik, verbal, bully-an, dan lainnya. Kami pengen pesantren ini menjadi tempat yang baik untuk belajarnya santri/wati kami.”

Dia menambahkan, “Kami juga siap sekiranya nanti tim pengabdi buat acara di tempat kami, untuk edukasi santri kami dan guru-gurunya.”

Kunjungan ini menghasilkan kesepatakan antara tim pengabdi dan pesantren untuk melanjutkan agenda untuk melaksanakan kampanye nasional untuk Pesantren anti Tindakan kekerasan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pengabdi dan pengurus pesantren.

JAKARTA, MoneyTalik – Niat Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) untuk menjadi kampus kelas dunia sangatlah besar. Berbagai usaha untuk mewujudkan hal tersebut telah dilakukan. Terbaru, Universitas Moestopo menjajaki kerjasama dengan Universiti Malaya, Malaysia.

Penjajakan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Moestopo, Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.M., M.Si. yang menyambangi Universiti Malaya.

“Kami ingin kolaborasi hal-hal tentang pendidikan khususnya menyangkut Tri Dharma Perguruan Tinggi agar kita bisa mewujudkan kampus kelas dunia,” ujar Prof. Paiman.

Prof. Paiman yang memiliki visi besar untuk Universitas Moestopo lalu melanjutkan jika kunjungan ini dia maksudkan sebagai langkah awal untuk meningkatkan akreditasi Universitas Moestopo, khususnya untuk Program Magister Manajemen pada Program Pascasarjana Universitas Moestopo.

Karena itu, Prof. Paiman secara khusus mendatangi Faculty of Business and Accountancy, Graduate School of Business yang ada di Universiti Malaya.

“Universitas Moestopo ingin menjadi kampus kelas dunia yang saat ini telah memiliki akreditasi nasional dan akreditasi internasional untuk Program Pascasarjana. Kami percaya dengan usaha-usaha yang tulus, niat tersebut bisa terwujud,” katanya.

Seperti diketahui, Universitas Moestopo adalah salah satu universitas swasta tertua di Jakarta yang telah berdiri sejak 1961. Universitas Moestopo juga merupakan kampus swasta peraih penghargaan keberagaman agama dari ASIC, Inggris.

Di bawah naungannya, lahir Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang sudah berakreditasi A (Unggul) dan dilengkapi dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut terakreditasi paripurna. Ada pula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) yang juga sudah berakreditasi A.

Di FISIP tersedia dua program studi yakni Ilmu Administrasi Publik dengan konsentrasi Manajemen Pelayanan Publik dan Administrasi Pembangunan, serta program studi Ilmu Hubungan Internasional dengan konsentrasi Keamanan Internasional dan Ekonomi Politik Internasional. Keduanya pun sudah berakreditasi A.

Tak hanya itu, Universitas Moestopo juga memiliki Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang memiliki program studi Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran dan Manajemen SDM, serta program studi Akuntansi dengan konsentrasi Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, dan Akuntansi Perpajakan.

Sementara itu, untuk Fakultas Ilmu Komunikasi hadir program studi Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Hubungan Masyarakat, Jurnalistik, Periklanan, dan Broadcasting. Semuanya sudah terakreditasi A. Terbaru, Universitas Moestopo juga menghadirkan Fakultas Teknik.

Tak berhenti sampai disitu, Universitas Moestopo juga memiliki Program Pascasarjana unggul dengan Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Komunikasi, Magister Administrasi Publik, yang sudah terakreditasi A, serta Program Doktor Administrasi Publik.

“Kami percaya dengan penyelenggaraan pendidikan berkualitas, Universitas Moestopo mampu melahirkan generasi unggul yang akan memberi kontribusi pada pembangunan Bangsa Indonesia. Karena itu, mari kita dukung untuk tercapainya Universitas Moestopo sebagai universitas kelas dunia,” pungkas Prof. Paiman.

JAKARTA, MoneyTalk – Perkembangan teknologi komunikasi dan digitalisasi media membuat industri komunikasi digital semakin kreatif dan inovatif serta dibutuhkan masyarakat ini. Tren penelitian komunikasi digital sedang naik dan populer saat ini, salah satunya penelitian media sosial.

Kita lanjutkan pembahasan kita sebelumnya. Selanjutnya adalah konten. Gaya konten lebih kepada (1) bagaimana menentukan jenis konten; dan (2) jadwal dari publikasi konten. Penentuan ini untuk menghindari publikasi di media komunikasi digital yang terkesan monoton dan hanya berisi aktivitas para pemimpin atau pejabat saja.

Penentuan jenis konten dengan memperhatikan psikologis khalayak dan disesuaikan dengan hari kerja atau akhir pekan. Konten tidak hanya berupa informasi, program, promosi, atau penjualan semata, melainkan juga kuis atau trivia, ensiklopedia (terkait dengan aktivitas institusi), panduan, nasihat, kutipan kata-kata bijak, dan sebagainya.

Profil juga bisa menjadi pilihan untuk jenis konten; tidak hanya berisi pimpinan namun sampai level terbawah bahkan seorang office boy pun bisa menjadi dan dibuat konten menarik. Tentu saja pemilihan ini dilihat sudut pandang dan digali keunikan yang akan membuat khalayak merasa “konten ini perlu dibaca”.

Terkait dengan penjadwalan. Pembagian isi konten menjadi salah satu gaya penting dalam bermedia sosial. Antara hari kerja dan akhir pekan tentu memiliki psikologis aktivitas yang berbeda. Misalnya di akhir pekan, khalayak banyak menghabiskan waktunya untuk bersantai atau menikmati waktu dengan keluarga seperti liburan, makan bersama di restoran, atau berkumpul dengan kerabat.

Ketika akun media sosial institusi tiba-tiba menayangkan konten tentang peraturan/regulasi atau misalnya dalam lembaga/kementerian menjelaskan soal peraturan menteri yang terbaru tentu akan sedikit yang memperhatikan; untuk menghindari kata ”salah waktu”.

Suasana santai pada akhir pekan tentu saja juga dibarengi konten yang lebih santai dan tidak menyebabkan kening khalayak berkerut, seperti kuis atau info menarik lainnya.

Seperti diketahui bahwa media sosial merupakan saluran komunikasi digital yang tidak hanya untuk publikasi program, promosi, penjualan atau diseminasi informasi semata, melainkan juga medium untuk berinteraksi dengan khalayak. Pemilihan penyebutan yang khusus akan membuat media sosial lebih humanis dibanding sekadar sebagai alat semata.
Untuk merumuskan bagaimana penyebutan yang akan digunakan sebagai gaya bermedia sosial hendaknya memperhatikan ketentuan sebagai berikut:

1. Perhatikan sasaran khalayak yang telah ditentukan
2. Gunakan kata yang dekat dengan sasaran khalayak, namun juga bisa mencirikan institusi.
3. Penyebutan juga hendaknya digunakan di semua akun media sosial institusi.

Contoh dari panduan terdapat pada lampiran, namun berikut ini adalah contoh Panduan Media Sosial dari NewYork University yang ringkas :

NYU Social Media Style Guide
Active Accounts
Facebook.com/nyu
Twitter.com/nyuniversity
Instagram.com/nyuniversity
Youtube.com/nyu
LinkedIn
HR Page (http://nyu.is/NYULIHR)
University Page (http://NYU_LI_University)
Plus.Google.com/+newyorkuniversity

Social Media Voice:
Who we are: Fun. Witty. Engaged. We value education and revel in belonging to an intellectual community We believe in looking beyond ourselves and thinking globally. Our next great accomplishment could be right around the corner. We don’t know what is means to quit.

Our tone : We are energetic and enthusiastic. We believe in what we do and accept when we make a mistake. We love to converse and enjoy asking questions. We’re optimistic but realistic. We tell the truth. Source : Social Media Strategy Documents (Rulli Nasrullah, 2021) .

Mari bersama penulis mengajak pembaca untuk semangat menggunakan panduan gaya bermedia sosial dengan baik dan cerdas untuk Indonesia yang lebih baik ke depannya.

Penulis:
Saktisyahputra, S.I.Kom., M.I.Kom
Dosen Manajemen Komunikasi Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI
Peneliti Komunikasi Digital
Pengamat Media Sosial
Pembicara Internasional
Asesor Kompetensi BNSP RI
Penulis 19 Buku
www.saktisyahputra.com

References

Rulli Nasrullah. (2021). Manajemen Komunikasi Digital Perencanaan, Aktivitas dan Evaluasi. PrenadaMedia.

JAKARTA, MoneyTalk – Seleksi dilakukan melalui ujian tulis berbasis sistem seleksi elektronik yang diselenggarakan serentak di seluruh perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dibuka mulai Senin 10 April 2023 pukul 16.00 WIB, hingga 15 Mei 2023.

UM-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh 58 PTKIN, seperti Universitas Islan Negeri/UIN, Institut Agama Islam Negeri/IAIN, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri/STAIN dan PTN dengan program studi keagamaan yang izin operasionalnya diterbitkan Kementerian Agama RI.

Seleksi dilakukan melalui ujian tulis berbasis sistem seleksi elektronik (SSE) yang diselenggarakan secara serentak di seluruh perguruan tinggi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Koordinator Pokja Humas Publikasi PMB Nasional M Rikza Chamami mengatakan, pendaftaran dilakukan secara online melalui lamanhttps://um.ptkin.ac.id/.

Siswa yang akan mengikuti seleksi ini harus memiliki NISN dan merupakan lulusan dari satuan pendidikan MA/MAK/SMA/SMK/pesantren mu’adalah/pendidikan diniyah formal/pendidikan kesetaraan pondok pesantren salafiyah atau yang setara tahun 2021, 2022, dan 2023.

“Biaya pendaftaran UM-PTKIN sebesar Rp200.000, dibayarkan melalui bank yang ditentukan oleh panitia pusat,” jelasnya, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (9/4/2023).

Berikut tata cara pendaftaran UM-PTKIN:

  • Kunjungi laman https://um.ptkin.ac.id/ dan klik login/daftar UMPTKIN;
  • Isi biodata secara lengkap melalui online sampai menerima invoice;
  • Melakukan pembayaran pada bank yang tertera dalam invoice;
  • Simpan slip/bukti pembayaran;
  • Login kembali di laman https://um.ptkin.ac.id;
  • Lanjutkan proses pendaftaran sampai cetak kartu peserta ujian.

Ujian SSE akan dilakukan secara daring yang terdiri dari dua tes utama, yaitu:

– Tes kemampuan dasar berupa tes potensi akademik, bahasa dan keislaman.
– Tes kemampuan bidang, yakni IPA/tes kemampuan bidang IPS.

Materi ujian akan dibedakan berdasarkan kelompok ujian dipilih. Pendaftar memilih program studi rumpun IPA, maka akan mengerjakan ujian bidang IPA. Begitu pula peserta yang memilih prodi rumpun IPS.

Lebih lanjut, Rikza menjelaskan, untuk pilihan program studi, setiap peserta dapat memilih maksimal tiga program studi. Urutan dalam pemilihan program studi menunjukkan prioritas pilihan.

Untuk peserta ujian yang memilih hanya satu program studi boleh memilih program studi dari perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) di wilayah mana saja, sementara peserta ujian yang memilih dua program studi atau lebih, salah satu program studi tersebut harus merupakan program studi dari PTKI yang berada dalam satu provinsi dengan tempat peserta mengikuti ujian.

Berikut tahapan seleksi UM-PTKIN 2023:

  • Pendaftaran/pembayaran 10 April-15 Mei 2023
  • Pelaksanaan Ujian SSE 29 Mei-8 Juni 2023
  • Pengumuman 23 Juni 2023
  • Adapun ada beberapa program studi di kampus PTKIN yang bisa dipilih, antara lain:

Fakultas Dakwah dan Komunikasi

– Bimbingan Penyuluhan Islam
– Komunikasi dan Penyiaran Islam
– Manajemen Dakwah
– Pengembangan Masyarakat Islam

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

– Akuntansi Syariah
– Asuransi Syariah
– Ekonomi Islam
– Perbankan Syariah

Fakultas Ilmu Sosial

– Sejarah Peradaban Islam
– Sosiologi Agama

Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

– Aqidah dan Filsafat Islam
– Ilmu Alquran dan Tafsir
– Ilmu Hadis
– Pemikiran Politik Islam
– Studi Agama-agama.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

– Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
– Manajemen Pendidikan Islam
– Pendidikan Agama Islam
– Pendidikan Bahasa Arab
– Tadris Bahasa Inggris
– Tadris Biologi
– Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
– Pendidikan Islam Anak Usia Dini
– Tadris IPS
– Pendidikan Matematika
– Tadris Bahasa Indonesia

Fakultas Syariah dan Hukum

– Hukum Keluarga
– Hukum Ekonomi Syariah
– Hukum Pidana Islam
– Hukum Tata Negara
– Perbandingan Mazhab

JAKARTA, MoneyTalk – Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi bergengsi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) memiliki komitmen kuat mengembangkan dunia pendidikan dan guru di Indonesia.

Semangat tersebut bukan hanya berada di level perguruan tinggi semata, namun juga merambah ke tingkat sekolah menengah atas.

Rektor Universitas Moestopo, Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.M., M.Si. mengatakan bila kualitas siswa sangat bisa lebih ditingkatkan kembali untuk mendapatkan mahasiswa berprestasi yang pada akhirnya melahirkan generasi muda emas Indonesia.

“Salah satu orang yang memiliki peran penting adalah Guru Bimbingan dan Konseling. Karena itu, kerja sama erat dengan Guru Bimbingan dan Konseling harus dipererat guna meningkatkan SDM pendidik dan prefesionalisme tenaga pendidik,” jelas Prof. Paiman.

Untuk tujuan tersebut, Prof. Paiman mewakili Universitas Moestopo akan menjadi pembicara di lima workshop bertema ‘Profesionalitas Guru Bimbingan Konseling Mendukung Sekolah Merdeka’ yang digelar oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) DKI Jakarta.

Prof. Paiman lalu menjelaskan jika Universitas Moestopo sendiri juga bermula dari sekolah gigi sebelum akhirnya menjelma menjadi Fakultas Kedokteran Gigi. Saat ini FKG Universitas Moestopo merupakan salah satu FKG terbagus di Indonesia dan telah melahirkan ribuan dokter gigi.

Selain FKG, Universitas Moestopo juga memiliki Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan prodi Administrasi Publik dan Hubungan Internasional, kemudian ada pula Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan prodi Akuntansi dan Manajemen, serta Fakultas Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Humas, Periklanan, Jurnalistik, dan Digital Broadcasting.

Tak hanya itu, Universitas Moestopo memiliki Program Pascasarjana dengan prodi Magister Manajemen, Magister Administrasi Publik serta Magister Ilmu Komunikasi.

Universitas Moestopo memiliki 3 kampus yang ada di kawasan Senayan, Bintaro, dan Ulujami, sebuah Rumah Sakit Gigi dan Mulut, serta SMK Kesehatan di Leuwiliang, Bogor.

“Universitas moestopo sendiri telah ikut membantu dalam mencerdaskan bangsa mulai dari tahun 1961 dan telah mendapatkan akreditasi internasional yaitu ISO 901,” papar Prof. Paiman.

“Harapannya, hubungan yang lebih erat dengan Guru Bimbingan Konseling akan mempererat pula hubungan sekolah dengan Universitas Moestopo. Apalagi Universitas Moestopo yang telah bekerjasama dengan beberapa universitas internasional saat ini tengah dipersiapkan untuk menjadi kampus kelas dunia,” lugas Prof. Paiman.

JAKARTA, MoneyTalk – Presiden Joko Widodo bersama Wapres Kiai Ma’ruf Amin memprioritaskan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu dari lima program prioritas pemerintah periode 2019-2024.

Dalam mendukung program tersebut dari sisi infrastruktur pendidikan, pemerintah antara lain menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan rehabilitasi dan renovasi sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar.

Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PUPR mendapat tugas tambahan untuk melakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 10.000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan standar pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sekolah dan madrasah harus baik, selain itu dilengkapi fasilitas olahraga, penyediaan air bersih dan sanitasi yang baik termasuk tempat cuci tangan, penataan lansekap (taman), dan tahan gempa.

“Standar bangunan dan kelengkapannya agar bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik,” kata Menteri Basuki.

Pada Tahun Anggaran 2022, Kementerian PUPR melalui Direktorat Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya telah menyelesaikan pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi sekolah sebanyak 458 sekolah (SD, SMP dan SMU) dan 83 madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah).

Pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sekolah tersebut dilengkapi fasilitas lapangan olahraga, toilet yang baik termasuk tempat cuci tangan serta penataan lansekap.

Pembangunan infrastruktur pendidikan di tingkat SD, SMP, dan SMU dilanjutkan pada TA 2023 dengan menargetkan sebanyak 1.174 sekolah, sehingga total selama 2019-2024 sebanyak 4.636 sekolah.

Rehabilitasi sekolah yang telah selesai pada TA 2022 salah satunya SD Negeri Sekru Fakfak di Papua Barat.

Dukungan infrastruktur yang dilakukan Kementerian PUPR di antaranya pembangunan 9 ruang kegiatan belajar, toilet, jalan akses, jalan akses difabel, toilet difabel, lapangan, tempat cuci tangan depan kelas, menara air, bak sampah, pagar, gapura, drainase, rehabilitasi ruang guru, dan lansekap.

“Rehabilitasi SDN Sekru Fakfak merupakan salah satu sekolah dari 15 sekolah yang mendapat penanganan rehabilitasi dan renovasi di Papua Barat untuk TA 2022,” kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Barat Marsudi.

Selain rehabilitasi dan renovasi sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMU, Kementerian PUPR juga memberikan dukungan sarana pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi Negeri, termasuk pembangunan lanjutan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP). Pada TA 2022 telah diselesaikan pembangunan sarana pendidikan untuk universitas dan politeknik sebanyak 25 unit, dan dilanjutkan TA 2023 sebanyak 9 unit.