6 November 2026

Isran Noor

Jakarta – Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang berhasil membawa kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024, kini mengalihkan fokus strategisnya ke wilayah-wilayah kunci, termasuk Kalimantan Timur.

Dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung selama dua hari, 9-10 Oktober 2024, Bara JP secara resmi menyatakan dukungannya kepada Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk melanjutkan kepemimpinan di Kaltim.

Dukungan ini dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan pembangunan yang sudah berhasil dirintis oleh pasangan ini selama masa jabatan mereka.

Menurut pengamat kebijakan publik, Iradat Ismail, dukungan penuh Bara JP terhadap Isran-Hadi tidaklah mengherankan. Selama masa kepemimpinan mereka, Kalimantan Timur telah mengalami banyak kemajuan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan surplus perdagangan hingga pertumbuhan signifikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Isran-Hadi dinilai telah membawa Kalimantan Timur ke arah yang lebih sejahtera, dengan pertumbuhan ekonomi yang solid dan tingkat kemiskinan yang terus menurun.

“Bara JP tidak hanya mendukung calon-calon yang populer, tetapi calon yang terbukti berhasil dalam memimpin dan membawa perubahan positif. Isran Noor dan Hadi Mulyadi adalah contoh konkret kepemimpinan yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ungkap Iradat.

Rakernas Bara JP di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, yang dihadiri oleh perwakilan dari 31 pengurus provinsi serta 7 organisasi sayap, menjadi forum penting bagi organisasi ini untuk merumuskan strategi politik ke depan.

Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi nasional, tidak hanya untuk mengevaluasi dan merencanakan program kerja ke depan, tetapi juga untuk mempertegas komitmen Bara JP dalam mendukung calon kepala daerah yang selaras dengan visi perubahan mereka.

Dukungan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bara JP untuk memastikan kesinambungan visi perubahan yang telah mereka usung, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat daerah.

Kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 adalah pencapaian besar bagi Bara JP, namun kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan.

Bara JP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga masa jabatan mereka berakhir, dengan memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang mereka usung berjalan efektif, baik di tingkat nasional maupun di daerah.

Rakernas kali ini juga menunjukkan bahwa Bara JP tidak sekadar menjalankan strategi politik jangka pendek. Mereka mengedepankan visi jangka panjang yang berfokus pada perubahan yang berkelanjutan, dengan memastikan bahwa daerah-daerah strategis seperti Kalimantan Timur tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional.

Dukungan terhadap Isran-Hadi adalah bagian dari misi Bara JP untuk mendorong pemimpin daerah yang mampu mewujudkan kebijakan pro-rakyat dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan dukungan yang terkoordinasi dan terarah, Bara JP memperlihatkan keseriusan dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan di setiap pelosok Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

Samarinda – Pilkada Kalimantan Timur (Kaltim) 2024 semakin menarik dengan hadirnya dinamika dukungan dari tokoh-tokoh politik penting di daerah. Salah satu kabar yang menjadi perbincangan hangat adalah mengenai dukungan Andi Harun, calon Wali Kota Samarinda, yang dikabarkan akan mendukung penuh calon gubernur Isran Noor.

Hal ini tentu menarik, mengingat dari sisi dukungan partai politik, Andi Harun seharusnya lebih dekat dengan pasangan calon gubernur Rudy Mas’ud-Seno Aji.

Secara formal, Andi Harun berada dalam barisan partai pengusung Rudy-Seno. Partai Golkar dan Gerindra, yang mengusung pasangan tersebut, juga merupakan partai yang mendukung pencalonan Andi Harun di pemilihan Wali Kota Samarinda.

Namun, faktor sejarah hubungan pribadi dan politik antara Andi Harun dan Isran Noor tampaknya memberikan nuansa berbeda dalam konstelasi politik Kaltim.

Di luar dukungan partai, Andi Harun memang memiliki hubungan historis yang cukup baik dengan Isran Noor. Keduanya telah menjalin kerja sama erat selama beberapa tahun terakhir ketika Andi Harun menjabat sebagai Wali Kota Samarinda, sementara Isran Noor memimpin Kaltim sebagai gubernur.

Pada masa pemerintahan mereka, Pemprov Kaltim secara aktif memberikan bantuan pendanaan untuk pembangunan di Samarinda, terutama melalui dana Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi Kaltim.

“Kolaborasi ini memungkinkan banyak proyek pembangunan infrastruktur di Samarinda, seperti perbaikan jalan dan pengembangan fasilitas umum, yang berjalan lebih cepat dan efisien,” kata Pengamat Kebijakan Publik, Iradat Ismail.

Sejarah kerja sama ini tidak hanya memperlihatkan kedekatan antara Andi Harun dan Isran Noor, tetapi juga menunjukkan bagaimana komitmen keduanya untuk kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.

Hubungan inilah yang mungkin menjadi dasar mengapa Andi Harun, meskipun secara resmi didukung oleh partai-partai pengusung Rudy-Seno, terlihat lebih condong mendukung Isran Noor dalam Pilgub Kaltim.

Apalagi meski berbeda koalisi, Isran Noor secara terbuka mendukung Andi Harun yang maju kembali sebagai calon walikota Samarinda.

“Bagi masyarakat Kaltim, dinamika ini menjadi sinyal bahwa dalam memilih pemimpin, sejarah kerja sama dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah bisa menjadi faktor yang sangat menentukan, selain dari garis partai semata,” lugas Iradat.

Andi Harun Dukung Pilkada Tanpa Politik Uang

Selain hal-hal tadi, dukungan tersirat Andi Harun pada Isran Noor terlihat dalam kampanyenya ke sejumlah masyarakat yang menyebut politik uang adalah musuh demokrasi. Hal tersebut serupa dengan Calon Gubernur Kaltim, Isran Noor yang bahkan membentuk Tim Khusus Anti Money Politics.

Dalam salah satu pidatonya yang tersebar ke banyak media sosial, Andi Harun mencontohkan adanya salah satu calon pemimpin yang mendata semua RT di beberapa wilayah. Dalam hal ini dengan tujuan untuk mendapatkan suara pada saat Pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang mana menjanjikan sejumlah uang kepada warga yang akan memilih.

“Mereka minta data warganya, dan lewat timsesnya, tiga hari sebelum hari H dibawakan amplop. Kan ada begitu, ini menggampangkan warga, itu menganggap selamanya rakyat itu bodoh, dia pikir bisa merubah hati nurani masyarakat,” ucap Andi Harun.

Dirinya pun menegaskan praktik seperti ini perlu dipatahkan dengan kecerdasan dan pola pikir masyarakat yang jauh lebih berkembang. Andi Harun menegaskan bahwa harga suara masyarakat sangat mahal dan tidak bisa sama sekali dinilai dengan rupiah, apalagi jika dikaitkan dengan pemilihan pemimpin suatu wilayah.

“Dia pikir amplopnya itu bisa membeli hati nurani rakyat, itu tidak bisa. Jadi dengan uang suara kita tidak bisa dibeli, pilihan terbaik dari hari rakyat itulah yang seharusnya dipilih,” jelasnya.

Berau – Dunia politik Kalimantan Timur kembali ramai setelah beredarnya foto pertemuan antara Calon Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dengan Makmur HAPK, seorang politisi senior Partai Gerindra, di kediaman Makmur di Berau.

Sebab foto tersebut menimbulkan berbagai spekulasi, terutama di kalangan internal Partai Gerindra, yang saat ini tengah mendukung pasangan calon gubernur Rudy Mas’ud dan Seno Aji dalam Pilkada Kaltim 2024.

Menanggapi pertemuan tersebut, Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Seno Aji, yang juga calon Wakil Gubernur Kaltim, bahkan mengancam bahwa Partai Gerindra akan memberikan sanksi tegas kepada setiap kader yang mendukung pasangan calon gubernur di luar garis resmi partai. Ini adalah peringatan keras yang ditujukan kepada Makmur HAPK, mengingat posisinya yang saat ini masih aktif sebagai anggota Partai Gerindra.

Makmur HAPK, yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Kaltim, akhirnya buka suara mengenai pertemuannya dengan Isran Noor. Makmur menegaskan bahwa kunjungan Isran Noor ke rumahnya hanyalah bentuk silaturahmi biasa dan tidak berkaitan dengan kampanye politik. Saat Isran berkunjung, lanjut Makmur, pada waktu itu dirinya sedang mengadakan acara selamatan untuk cucunya.

“Tidak ada pembicaraan yang gimana-gimana, cuma makan lalu pulang,” ungkapnya dengan santai.

Makmur menjelaskan bahwa kunjungan seperti itu sudah sering terjadi sejak lama, dan dirinya kerap menerima tamu dari kalangan politik yang berkunjung ke Berau, terutama para tokoh yang tengah berkontestasi dalam Pilkada.

“Sejak zaman Pak Achmad Amins, Pak Awang Faroek, sampai Pak Isran, mereka sering datang, mungkin karena menghormati saya saja, bukan karena saya tokoh,” tambahnya.

Dia melanjutkan, saat Isran Noor berkunjung, pada waktu itu dirinya sedang mengadakan acara selamatan untuk cucunya. “Saya dengan pak Isran sudah bersahabat sejak lama,” katanya.

Menariknya, Makmur HAPK menurut media lokal Selasar, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, calon gubernur Rudy Mas’ud belum pernah berkunjung ke kediamannya, meskipun Rudy sudah beberapa kali datang ke Berau.

“Terus terang saja, beberapa kali dia (Rudy) ke Berau tetapi tidak pernah ketemu,” ungkapnya.

Namun, Makmur menyayangkan bahwa foto pertemuannya dengan Isran Noor dijadikan bahan spekulasi oleh beberapa pihak. Ia menegaskan bahwa dirinya memahami batasan antara silaturahmi dan kampanye, dan tidak ada maksud untuk melanggar aturan partai.

“Saya ini orang tua, puluhan tahun berpolitik, bukan bodok-bodok juga. Saya tahu mana yang termasuk kampanye dan bukan,” tegasnya.

Menanggapi ancaman sanksi yang dilontarkan oleh Seno Aji, Makmur tidak gentar. “Silakan saja, saya tidak takut. Yang jelas saya tidak melakukan kesalahan,” ucapnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Makmur merasa yakin dengan posisinya dan tidak merasa bersalah atas pertemuannya dengan Isran Noor.

Lebih lanjut, Makmur bercerita tentang kedekatannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Menurutnya, ia bergabung dengan Partai Gerindra karena langsung diajak oleh Prabowo.

“Saya itu beberapa kali diundang bertemu Pak Prabowo. Bahkan beliau pernah memberi saya oleh-oleh. Saya masuk Gerindra karena Pak Prabowo,” ungkapnya, menekankan hubungan personalnya dengan pemimpin partai tersebut.

Terkait foto dirinya dengan Isran yang menimbulkan spekulasi, Makmur memberikan pesan tegas kepada para politisi agar lebih dewasa dalam berpolitik.

“Berpolitik itu jangan cengeng, jangan menyalahkan orang lain jika tidak berhasil. Menjadi calon pemimpin harus percaya pada diri sendiri,” pesannya.

Makmur HAPK adalah sosok yang memiliki pengaruh besar di Berau. Ia pernah memimpin kabupaten tersebut selama dua periode, dan kini terpilih sebagai anggota DPRD Kaltim pada Pemilu Legislatif 2024.

Namun, hubungan Makmur dengan keluarga Mas’ud, yang saat ini mendominasi politik Kaltim, memiliki sejarah tersendiri. Saat dirinya masih menjadi kader Partai Golkar dan menjabat sebagai Ketua DPRD Kaltim, posisinya tiba-tiba digantikan oleh Hasanudin Mas’ud, kakak Rudy Mas’ud, yang kini menjadi Ketua DPD Golkar Kaltim.

Hubungan politik yang kompleks antara Makmur HAPK dan keluarga Mas’ud mencerminkan dinamika kekuasaan yang tidak hanya terjadi di tingkat partai, tetapi juga di pemerintahan daerah. Dengan situasi politik yang memanas jelang Pilkada Kaltim 2024, pertemuan-pertemuan seperti ini terus menjadi sorotan publik dan menambah intensitas persaingan di antara para calon pemimpin.

Samarinda – Dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Timur 2024, dukungan masyarakat terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, tampak semakin menguat.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan oleh media lokal, KaltimToday, melalui akun media sosial mereka, pasangan Isran-Hadi berhasil mengungguli pasangan pesaing, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, dalam kontes elektabilitas yang diikuti oleh ribuan pengguna internet.

Polling ini menjadi salah satu indikator awal dari preferensi politik masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di dunia maya. Saat dilihat pada Jumat, 4 Oktober 2024, pukul 21:00 WIB, jumlah partisipan sudah mencapai 4.371 suara. Dari total suara yang masuk, pasangan Isran-Hadi mendapatkan dukungan sebesar 60 persen, sementara pasangan Rudy-Seno hanya berhasil meraih 40 persen suara.

Selisih yang cukup signifikan ini mencerminkan bahwa warganet lebih banyak memberikan kepercayaan kepada Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk memimpin Kalimantan Timur dalam periode mendatang.

Hasil ini bukan hanya sekadar angka di media sosial, tetapi juga bisa menjadi cerminan dari tren politik yang berkembang di lapangan. Meskipun polling online tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk memprediksi hasil akhir Pilkada, hal ini tetap menjadi salah satu indikator yang menunjukkan arah dukungan publik, khususnya di kalangan pengguna internet yang umumnya lebih terhubung dengan isu-isu terkini dan lebih vokal dalam menyuarakan preferensi mereka.

Kemenangan Isran-Hadi dalam polling ini juga bisa dilihat sebagai bukti bahwa kebijakan-kebijakan yang mereka jalankan selama menjabat di periode sebelumnya masih mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Pada periode kepemimpinan Isran Noor sebagai Gubernur Kalimantan Timur dan Hadi Mulyadi sebagai Wakil Gubernur, mereka dikenal dengan berbagai program yang dianggap berhasil meningkatkan kesejahteraan daerah, seperti peningkatan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, dan dukungan terhadap pendidikan serta kesehatan.

Di sisi lain, pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji, meski didukung oleh koalisi partai-partai besar, masih menghadapi tantangan besar untuk merebut simpati warganet, terutama dalam menjelaskan visi dan misi mereka untuk Kalimantan Timur ke depan.

Dukungan yang hanya mencapai 40 persen dalam polling ini menunjukkan bahwa pasangan tersebut harus bekerja lebih keras dalam mendekati konstituen dan meyakinkan masyarakat.

Secara keseluruhan, polling ini menunjukkan bahwa pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi saat ini berada dalam posisi yang lebih kuat di mata warganet. Namun demikian, Pilkada adalah proses yang dinamis, dan situasi di lapangan bisa berubah dengan cepat.

SAMARINDA – Pemilihan Kepala Daerah telah memasuki babak baru, proses kampanye telah dimulai sejak ditetapkannya nomor urut calon kepala daerah, selain Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Provinsi Kalimantan Timur juga mendapat sorotan publik.

Menurut Direktur Eksekutif Prisma Insight Center (PIC) Arif Maulana dinamika dan preferensi sosial politik pada pemilihan Gubernur Provinsi kalimantan Timur bisa ditinjau dalam beberapa aspek.

Pertama; Partisipasi politik pemilih, kedua; Demokrasi dan Kepercayaan pada lembaga negara, ketiga; Persepsi tentang kepemimpinan, keempat; Preferensi politik dalam Pilkada 2024, kelima; Perilaku Digital dan keenam; Isu strategis dan agenda ke depan.

Berdasarkan hasil survei PIC Arif Maulana mengungkapkan ada kecenderungan kenaikan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 mendatang dibandingkan dengan Pilkada Kalimantan Timur 2018 lalu.

“Diketahui 2018 lalu partisipasi pemilih sekitar 60 persen, saat ini berdasarkan survei PIC dapat dilihat 70 persen lebih pemilih akan ikut berpartisipasi di Pilkada serentak 2024 mendatang,” ungkap Arif maulana, pada Jumat 27 September 2024.

“Meskipun hanya dua pasangan calon di Pilkada Kalimantan Timur, namun partisipasi cenderung meningkat karena rivalitas calon Gubernur telah menarik bagi banyak warga masyarakat Kaltim,” lanjut Arif.

Dari hasil survei, menurut Arif Maulana pasangan Isran Noor – Hadi Mulyadi ungguli pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji.

“Bisa dilihat dalam paparan survei, jika pemilihan Gubernur dilaksanakan hari ini pasangan Isran Noor – Hadi Mulyadi mendapatkan 63,2 persen jauh mengungguli pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji yang hanya memperoleh 36,3 persen,” jelas Arif.

“Meskipun masih ada 10,5 persen lagi yang belum menentukan pilihan, namun sangat sulit bagi pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji mengungguli pasangan Isran Noor – Hadi Mulyadi,” lanjut Arif.

Populasi survei adalah penduduk Kalimantan Timur yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Populasi sasaran adalah penduduk Kalimantan Timur yang telah menjadi pemilih saat survei dilakukan.

Penarikan sampel sepenuhnya dilakukan secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Penarikan sampel mempertimbangkan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk pada setiap Kabupaten/Kota, proporsi perempuan dan laki-laki dan kategori kota dan desa.

Jumlah sampel sebesar 1.200 responden tersebar secara proporsional di 10 kabupaten/Kota. Setelah dilakukan proses kendali mutu, data yang valid untuk dianalisis sebesar 1.192 sample. Menggunakan 1.192 sample, margin of error survei ini sebesar +/- 2,84%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Kalimantan Timur – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Timur (Kaltim) semakin menarik perhatian masyarakat dengan pengumuman resmi nomor urut pasangan calon. Pasangan petahana, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, mendapatkan nomor urut 1 dalam kontestasi Pilkada 2024.

Isran Noor dan Hadi Mulyadi dikenal sebagai pasangan dengan rekam jejak prestasi yang cukup impresif selama masa kepemimpinannya. Dukungan terhadap pasangan ini semakin kuat, terutama dengan mengemukanya gerakan sosial media dengan tagar #IsranHadiNo1 di platform *X* (dahulu Twitter).

Para pendukung pasangan ini memuji berbagai prestasi yang telah dicapai Isran Noor dan Hadi Mulyadi, terutama dalam pembangunan infrastruktur, penanganan lingkungan, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kaltim.

Menurut Pengamat kebijakan publik, Iradat Ismail, hal ini tidaklah mengherankan. Sebab pada era kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Isran Noor – Hadi Mulyadi mencatatkan rekor sejarah dalam peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Tahun ke tahun, sejak 2019 APBD Kaltim terus meningkat signifikan. Mulai di angka Rp 13 triliun pada 2019, kini APBD Kaltim menyentuh angka Rp 25,3 triliun pada tahun anggaran 2023 yang sebelumya ditetapkan senilai 17,2 triliun pada anggaran murni. Nilai APBD itu, bahkan diklaim tertinggi sepanjang sejarah fiskal Benua Etam.

Bahkan berdasarkan laporan dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, bila diakumulasi APBD provinsi dan kabupaten/kota dengan APBD seluruh Kaltim menyentuh angka Rp 76,65 triliun pada tahun anggaran 2023. Angka itu tertinggi sepanjang sejarah fiskal Kalimantan Timur.

“APBD seluruh Kaltim mengungguli APBD beberapa provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ini tentu menjadi prestasi tersendiri,” kata Iradat.

Apalagi Kalimantan Timur kini menjadi pusat perhatian nasional dengan rencana pemindahan ibu kota negara ke wilayah tersebut, yang akan dinamakan Nusantara. Proyek besar ini membawa peluang dan tantangan yang tidak biasa bagi provinsi ini, terutama dalam hal tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, serta dinamika sosial dan ekonomi.

Dalam menghadapi situasi krusial ini, Kalimantan Timur membutuhkan sosok gubernur yang berpengalaman, yang memiliki rekam jejak jelas dalam memimpin dan mengelola pembangunan daerah. Isran Noor, menurutnya, bisa menjadi contoh ideal terkait jenis kepemimpinan yang dibutuhkan untuk masa depan provinsi ini.

Isran Noor, yang sudah memiliki pengalaman sebagai Bupati Kutai Timur dan Gubernur Kalimantan Timur, telah menunjukkan kemampuannya dalam memimpin daerah yang penuh dengan tantangan, terutama dalam mengelola sumber daya alam yang melimpah dan mengatasi berbagai masalah sosial serta lingkungan. Kepemimpinan seperti ini sangat penting dalam menghadapi kompleksitas pembangunan ibu kota baru Nusantara.

“Berbekal pengalaman panjang dalam politik dan pemerintahan, Isran telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang mampu mengelola berbagai tantangan kompleks di Kalimantan Timur. Dengan latar belakang dan pengalamannya, pemimpin seperti Isran Noor sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran proses transformasi Kalimantan Timur menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia,” kata Iradat.