6 November 2026

Isran Noor

Jakarta – Dalam debat publik kedua yang digelar di studio CNN Indonesia pada Minggu (3/10/2024), Isran Noor, calon Gubernur Kalimantan Timur, menyoroti pentingnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Menurut Isran, keberhasilan dalam mengelola Kalimantan Timur bergantung pada komitmen untuk menjaga kinerja pemerintah yang transparan dan bebas dari kasus korupsi, sebuah prinsip yang selama lima tahun terakhir ia dan Hadi Mulyadi pegang teguh.

“Alhamdulillah, selama saya lima tahun menjadi Gubernur dan Pak Hadi menjadi Wakil, tidak pernah ada tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujar Isran Noor.

Ia menegaskan bahwa pemerintahan mereka berhasil menjaga integritas dan terhindar dari skandal korupsi yang merugikan kepercayaan masyarakat. Isran mencatat bahwa kasus korupsi yang sempat mencuat, seperti di Penajam Paser Utara, tidak terkait dengan kepemimpinannya.

“Kecuali di Penajam Paser Utara, saya lupa namanya siapa,” tambahnya, merujuk pada kasus yang menimpa mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud.

Kasus Abdul Gafur Mas’ud memang cukup menghebohkan Kalimantan Timur. Mantan Bupati PPU tersebut, yang juga merupakan saudara Calon Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, ditangkap KPK atas dugaan kasus korupsi.

Isran Noor menyinggung insiden ini untuk mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar memiliki rekam jejak bersih dalam tata kelola pemerintahan.

Samarinda – Selama kepemimpinan Gubernur Isran Noor, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik di Kalimantan Timur menjadi prioritas penting. Berbagai kebijakan diambil untuk memastikan para pendidik, baik di sekolah negeri maupun swasta, memperoleh dukungan yang memadai melalui pemberian insentif yang meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2019, insentif diberikan kepada 4.865 guru PNS, masing-masing menerima Rp3-4 juta per bulan. Selain itu, sebanyak 3.534 guru swasta juga mendapat insentif sebesar Rp750 ribu per bulan, sebuah langkah yang menjadi angin segar bagi tenaga pendidik di sekolah-sekolah swasta.

Tahun 2020 mencatatkan peningkatan lebih lanjut dengan 4.665 guru negeri menerima insentif sebesar Rp3-4 juta per bulan. Insentif bagi guru swasta pun mengalami kenaikan menjadi Rp1 juta per bulan, yang diberikan kepada 3.554 guru.

Pada tahun 2021, perhatian terhadap kesejahteraan guru terus berlanjut. Insentif bagi 4.770 guru negeri tetap berada di angka Rp3-4 juta per bulan, sementara insentif bagi guru swasta tetap di angka Rp1 juta per bulan, namun jumlah penerimanya bertambah menjadi 4.083 guru.

Tahun 2022, di bawah komitmen Isran Noor, skema insentif diperluas. Sebanyak 4.848 guru negeri tetap menerima Rp3-4 juta per bulan, sementara insentif bagi 3.830 guru swasta dipertahankan di angka Rp1 juta. Selain itu, guru P3K juga mulai menerima insentif dengan nilai Rp1,25 juta per bulan yang diberikan kepada 1.192 guru, memperluas jangkauan bantuan kepada tenaga pendidik non-PNS.

Pada tahun 2023, dukungan kepada tenaga pendidik kembali menunjukkan peningkatan. Sebanyak 4.057 guru PNS menerima insentif Rp3-4 juta per bulan. Peningkatan besar terjadi pada jumlah guru P3K dan guru swasta yang mendapatkan insentif. Tahun ini, insentif diberikan kepada 2.045 guru P3K dan 4.683 guru swasta, mencerminkan komitmen Isran Noor dalam mendukung kesejahteraan seluruh tenaga pendidik, termasuk mereka di sektor swasta yang sebelumnya sering terabaikan.

Dengan langkah-langkah ini, Gubernur Isran Noor berhasil mencapai target meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di Kalimantan Timur. Dukungan finansial bagi para guru, terutama di sekolah swasta, memberikan bantuan nyata dan berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah ini.

Hal ini adalah sesuatu yang penting. Sebab guru adalah garda terdepan dalam mencetak SDM unggul demi masa depan Kalimantan Timur yang cemerlang.

Samarinda – Dukungan dari netizen terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, semakin meningkat di media sosial setelah berlangsungnya debat pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024.

Di platform media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), tagar “Isran Kaltim SATU” menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan sehari setelah debat yang digelar pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Tagar ini masuk dalam daftar tren utama dengan ribuan cuitan yang menyuarakan dukungan terhadap pasangan petahana Isran-Hadi. Banyak pengguna *X* menyampaikan apresiasi terhadap capaian mereka selama lima tahun terakhir, serta menyambut baik visi dan misi yang mereka kemukakan selama debat.

Banyak pengguna media sosial melihat pasangan Isran-Hadi sebagai tokoh yang telah membawa perubahan signifikan di Kalimantan Timur, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan persiapan menuju era Ibu Kota Nusantara (IKN).

Komitmen pasangan ini untuk melanjutkan pembangunan dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa dan sertifikasi kejuruan dinilai sebagai salah satu keunggulan utama dibandingkan kandidat lainnya.

“Isran Kaltim SATU” berhasil masuk dalam daftar tren di Indonesia, mencerminkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap pasangan ini, terutama dari kalangan muda dan profesional yang aktif di media sosial.

Banyak netizen menghubungkan keberhasilan Isran-Hadi di periode sebelumnya dengan sejumlah pencapaian penting, seperti program beasiswa Kaltim Tuntas dan peningkatan layanan publik di provinsi tersebut.

Selain itu, pengguna X juga melihat pasangan ini sebagai sosok yang lebih berpengalaman, terutama karena mereka telah memimpin Kalimantan Timur, yang kini menjadi wilayah strategis untuk pembangunan ibu kota baru.

Dukungan yang besar ini semakin menguatkan posisi Isran-Hadi sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilgub Kaltim 2024. Tren positif di media sosial sering kali menjadi gambaran aspirasi publik, dan dalam konteks politik, ini menunjukkan bahwa pasangan tersebut berhasil menarik simpati dan kepercayaan masyarakat.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan media sosial untuk menyuarakan dukungan politik, momentum ini menjadi sinyal penting bagi tim Isran-Hadi bahwa mereka memiliki basis pendukung yang solid di ranah digital, yang dapat mempengaruhi opini publik menjelang pemilihan.

Debat Pilgub Kaltim 2024 juga menjadi ajang penting bagi pasangan ini untuk memperkuat citra kepemimpinan mereka di mata masyarakat. Reaksi positif di media sosial setelah debat menandakan bahwa pesan yang mereka sampaikan diterima dengan baik oleh banyak pemilih, terutama mereka yang aktif mengikuti perkembangan politik melalui internet.

Melihat dukungan luas yang terlihat di platform X, Isran-Hadi tampaknya semakin optimis menghadapi Pilgub Kaltim 2024. Dukungan dari netizen ini tidak hanya menambah semangat bagi tim kampanye, tetapi juga menunjukkan potensi mereka dalam memanfaatkan kekuatan digital sebagai salah satu faktor penting untuk memenangkan pemilihan.

Samarinda – Kandidat petahana Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, menegaskan bahwa selama kepemimpinannya, pencapaian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah melampaui target yang ditetapkan.

Pernyataan ini disampaikan dalam debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur 2024 yang berlangsung di Plenary Hall, GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Rabu (23/10/2024), sebagai tanggapan atas kritik calon gubernur Rudy Mas’ud terkait pengelolaan anggaran.

Rudy Mas’ud sebelumnya mengungkapkan bahwa APBD Kalimantan Timur yang mencapai puluhan miliar rupiah tidak dikelola dengan maksimal karena adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp2 triliun.

Namun, Isran Noor dengan tegas menyampaikan bahwa SiLPA tersebut tidak menunjukkan ketidakmampuan, melainkan merupakan hasil dari pengelolaan yang hati-hati dan transparan.

“Mending SiLPA daripada dikorupsi,” ujar Isran Noor. Menurutnya, dalam pengelolaan anggaran publik, transparansi dan akuntabilitas adalah hal utama yang harus dijunjung tinggi.

Isran menjelaskan bahwa dana publik harus digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat, dan sisa anggaran lebih baik daripada terjadi penyimpangan atau korupsi.

Isran juga menekankan bahwa tingginya angka pengangguran di Kalimantan Timur, yang disebut-sebut dalam kritik Rudy, perlu dipahami dalam konteks migrasi besar-besaran yang terjadi sejak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dimulai.

“Sejak pembangunan IKN, migrasi besar-besaran terjadi. Sebenarnya, hal itu yang mengakibatkan angka pengangguran di Kaltim tinggi, karena banyak yang datang ke sini mencari kerja,” jelasnya.

Meski ada tantangan dari arus pendatang baru, Isran Noor tetap yakin bahwa pencapaian selama lima tahun kepemimpinannya menunjukkan keberhasilan.

Ia menegaskan bahwa program-program pembangunan yang dijalankan di Kalimantan Timur telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk dalam hal penciptaan lapangan kerja dan peningkatan infrastruktur.

Klaim keberhasilan ini semakin menguatkan posisi Isran Noor dalam Pilgub Kaltim 2024, dengan membawa visi keberlanjutan dan pembangunan yang tetap mengedepankan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas anggaran.

Samarinda – Dalam debat Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur (Pilgub Kaltim) 2024 yang berlangsung di Plenary Hall, GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Isran Noor mengangkat isu korupsi sebagai salah satu hambatan besar dalam pembangunan bangsa.

Gubernur petahana ini secara tegas menyatakan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju, namun masih terhambat oleh praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, termasuk di kalangan keluarga-keluarga yang memiliki kuasa.

“Kalau yang menjadi masalah anggaran, banyak, tapi dikorupsi. Sebenarnya bangsa ini sudah maju, tapi banyak koruptor-koruptor,” ujar Isran Noor dalam debat tersebut.

Pernyataan ini menyoroti kenyataan pahit yang dihadapi Indonesia, di mana anggaran negara yang besar kerap kali tidak sampai ke masyarakat karena praktik korupsi yang merajalela. Isran menyebutkan bahwa keluarga juga sering terlibat dalam skandal korupsi, menyinggung adanya praktik nepotisme dan dinasti politik yang semakin memperburuk kondisi pemerintahan di berbagai wilayah.

“Banyak keluarga yang korupsi. Masalahnya disitu,” kata Isran Noor.

Korupsi memang menjadi momok yang terus menghantui pembangunan, bahkan di tingkat daerah. Kalimantan Timur sendiri, sebagai provinsi yang memiliki anggaran besar, juga tidak luput dari ancaman ini.

Namun, Isran Noor menekankan bahwa selama lima tahun kepemimpinannya, tidak ada dana yang diselewengkan.

“Kalimantan Timur punya anggaran yang besar. Sekarang selama lima tahun tidak ada dana yang kami korupsi,” tegas Isran, menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan integritas pemerintahan.

Isran Noor secara tidak langsung menyindir rivalnya, Rudy Mas’ud, yang berasal dari keluarga Mas’ud, salah satu dinasti politik yang berpengaruh di Kalimantan Timur. Dinasti politik ini menjadi sorotan setelah Abdul Gafur Mas’ud (AGM), mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) dan saudara dari Rudy Mas’ud, dinyatakan bersalah atas kasus korupsi dan divonis penjara.

Sindiran ini memperkuat pesan Isran Noor mengenai bahaya dinasti politik dan korupsi keluarga yang dapat menghambat kemajuan daerah.

Dengan menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran, Isran Noor berharap dapat terus menjaga pemerintahan Kalimantan Timur yang bersih dari korupsi, serta memastikan bahwa pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Samarinda – Debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur 2024 yang berlangsung di Plenary Hall, GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, menjadi momen menarik ketika Gubernur petahana, Isran Noor, memberikan klarifikasi sekaligus sindiran kepada calon gubernur, Rudy Mas’ud.

Dalam sesi debat tersebut, Rudy Mas’ud mengeluarkan pernyataan bahwa Kalimantan Timur memiliki 10 kecamatan. Isran Noor segera mengoreksi pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa Kaltim bukan memiliki 10 kecamatan, melainkan 10 kabupaten/kota.

“Mau jadi gubernur kah?” ujar Isran Noor, mempertanyakan ketepatan informasi yang dimiliki oleh Rudy Mas’ud, Rabu (23/10/2024).

Pernyataan Isran ini tidak hanya meluruskan informasi yang keliru tetapi juga mengisyaratkan bahwa pemahaman mendalam mengenai struktur pemerintahan dan geografi provinsi adalah syarat penting bagi seorang calon pemimpin.

Koreksi ini secara tidak langsung menyoroti kesiapan Rudy Mas’ud untuk memimpin Kalimantan Timur di tengah dinamika politik yang semakin intens menjelang Pilkada.

Namun, momen yang lebih mencuri perhatian terjadi ketika Isran Noor menyindir Rudy Mas’ud secara halus. Ia menyatakan bahwa dirinya enggan terlalu banyak mengkritik Rudy karena khawatir akan dilaporkan ke pihak berwajib.

“Kalau aku banyak mengkritik, banyak menyoal aku nanti dilaporkan ke polisi,” ujar Isran Noor dengan nada santai. Sindiran ini mengindikasikan bahwa Isran Noor merasa ada ketegangan politik di mana kritik yang dilontarkan bisa berpotensi menjadi permasalahan hukum.

Sindiran ini muncul karena sebelumnya Andi Muhammad Akbar, seorang aktivis yang dikenal vokal dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah, kini menghadapi ancaman hukum setelah tim hukum calon Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud dan wakilnya Seno Aji, melaporkannya ke Polda Kaltim.

Akbar dituduh melakukan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terkait kritiknya terhadap sosok Rudy Mas’ud. Namun, bersama tim hukumnya, Akbar dengan tegas melawan upaya kriminalisasi ini, menekankan bahwa kritik yang ia sampaikan adalah bagian dari ekspresi politik yang berlandaskan data dan fakta.

Akbar, yang berasal dari Aktivis Pemuda (AMA) Kaltim, dilaporkan oleh tim Rudy-Seno atas tuduhan menyebarkan informasi yang dianggap merugikan kandidat. Tuduhan tersebut mencuat setelah Akbar mengungkapkan persoalan utang Rudy Mas’ud sebesar Rp137 miliar dan mengkritik dinasti politik yang dianggapnya mempengaruhi perkembangan daerah.

Tapi Akbar menegaskan bahwa apa yang disampaikannya adalah bagian dari upaya menyampaikan informasi yang relevan kepada masyarakat Kaltim, terutama terkait calon pemimpin daerah.

Samarinda – Dalam dinamika politik Kalimantan Timur yang semakin menghangat menjelang Pilkada 2024, Relawan Pro H Rudy Mas’ud-Seno Aji (Pro Harus) secara resmi mengumumkan peralihan dukungan mereka kepada pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Deklarasi pengalihan dukungan ini diselenggarakan pada Senin (14/10/2024) di Jalan Teluk Bayur, Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, yang dihadiri oleh relawan dan sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua Relawan Pro Harus, Iryanto Latief Dg Tunru, menyatakan bahwa keputusan ini diambil secara matang dan tanpa intervensi dari pihak manapun. Menurutnya, perubahan arah politik relawan ini didasari oleh keyakinan akan kemampuan pasangan Isran-Hadi dalam membawa Kalimantan Timur menuju masa depan yang lebih baik.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami dari Pro Harus secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun menyatakan sikap politik kami dalam Pilgub Kaltim untuk mendukung pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi,” ungkap Iryanto.

Iryanto menambahkan bahwa surat resmi pengunduran diri dari dukungan kepada pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji telah disampaikan pada 8 Oktober 2024.

Ia menjelaskan bahwa seluruh relawan Pro Harus kini sepakat untuk bergabung dengan Rumah Juang 01, platform pemenangan Isran-Hadi, dan siap bekerja keras untuk kemenangan pasangan tersebut dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2024.

“Kami telah menyerahkan surat pengunduran diri dan sekarang kami bergabung dengan Rumah Juang 01. Kami akan melakukan kerja sosial dan politik untuk memenangkan Isran-Hadi dalam Pilgub Kaltim,” tegasnya.

Keputusan untuk mengalihkan dukungan ini, menurut Iryanto, bukan tanpa alasan. Setelah terlibat aktif dalam dinamika politik Pilgub selama beberapa bulan terakhir, para relawan Pro Harus menilai bahwa Isran-Hadi adalah pasangan yang paling mampu memberikan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi masyarakat Kalimantan Timur ke depannya.

“Setelah melalui berbagai pertimbangan, kami yakin bahwa pasangan Isran-Hadi adalah yang terbaik dalam menghadirkan kemaslahatan bagi Kalimantan Timur di masa depan,” jelas Iryanto.

Dalam acara deklarasi ini, Isran Noor, calon Gubernur petahana, turut hadir dan menyambut baik pengalihan dukungan tersebut. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para relawan yang telah beralih dukungan dan menegaskan bahwa keputusan mereka murni berdasarkan kesadaran tanpa ada paksaan atau pengaruh dari pihak manapun.

“Saya baru tahu malam ini ada deklarasi ini. Ini sangat luar biasa dan saya bangga. Dukungan ini lahir dari kesadaran mereka sendiri, tanpa pengaruh dari kami,” ujar Isran Noor.

Lebih lanjut, Isran juga menyebut bahwa banyak pihak yang tertarik untuk berpindah haluan mendukung pasangan Isran-Hadi, meskipun beberapa di antaranya masih membutuhkan waktu untuk mengambil keputusan tersebut.

“Banyak yang ingin mendukung kami, dan mereka sudah melaporkan hal itu. Saya yakin, dengan waktu, akan semakin banyak yang bergabung dengan kami,” tambahnya.

Deklarasi ini menambah kekuatan baru bagi pasangan Isran-Hadi menjelang hari pencoblosan. Dukungan relawan Pro Harus, yang sebelumnya merupakan basis kuat bagi Rudy Mas’ud-Seno Aji, menunjukkan pergeseran signifikan dalam peta politik Kalimantan Timur. Dengan adanya dukungan ini, pasangan petahana semakin memperkuat posisinya dalam kompetisi politik Pilgub 2024.

Samarinda – Suhu politik di Kalimantan Timur semakin memanas jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024. Salah satu perkembangan signifikan adalah bergabungnya Relawan Pro H Rudy Mas’ud-Seno Aji (Pro Harus) ke kubu Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Deklarasi pengalihan dukungan ini dilakukan pada Senin (14/10/2024) di Jalan Teluk Bayur, Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang.

Dalam momen yang cukup simbolis, Ketua Relawan Pro Harus, Iryanto Latief Dg Tunru, memimpin langsung pembacaan deklarasi pemindahan dukungan tersebut.

Di hadapan relawan, Iryanto menegaskan bahwa kelompok mereka secara resmi menarik dukungan dari pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji, yang selama ini mereka perjuangkan.

“Pro Harus menyatakan menarik dukungan politik pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji dan dengan sepenuh hati mendukung pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi,” ucap Iryanto, menegaskan sikap kelompok relawan yang ia pimpin.

Keputusan ini langsung ditindaklanjuti dengan para relawan mencopot seragam Pro Harus dan menggantinya dengan seragam pendukung Isran-Hadi. Mereka secara simbolis meninggalkan pasangan nomor urut 2 dan menyatakan mendukung pasangan nomor urut 1.

Dengan perpindahan dukungan, nama kelompok relawan pun berganti dari Pro Harus menjadi Rumah Juang 01 dengan tagline ‘Lanjutkan untuk Kaltim Berdaulat.’

Keputusan ini tentu bisa dipandang sebagai langkah politik yang penting, terutama mengingat peran strategis Pro Harus dalam dinamika kampanye sebelumnya.

Surat pengunduran dukungan dari Pro Harus sendiri telah disampaikan pada 8 Oktober 2024, menandai titik balik arah dukungan politik kelompok tersebut. Kehadiran Isran Noor dalam deklarasi tersebut semakin memperkuat momentum dukungan yang beralih ke pihak petahana.

Dalam acara tersebut, Isran Noor menyambut baik langkah tersebut dan secara simbolis memasangkan seragam baru kepada para relawan yang kini menjadi bagian dari tim pemenangan Isran-Hadi.

“Saya sangat bahagia, bangga, dan terharu karena saudara saya, Bapak Iryanto dan kawan-kawan, telah kembali bergabung dengan kami,” ujar Isran Noor dengan penuh haru saat menyambut relawan yang berpindah haluan tersebut.

Pengalihan dukungan ini menjadi sinyal kuat atas semakin kokohnya posisi pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi menjelang hari pencoblosan. Bergabungnya relawan Pro Harus, yang sebelumnya menjadi bagian penting dari barisan pendukung Rudy Mas’ud-Seno Aji, mencerminkan perubahan signifikan dalam lanskap politik Kalimantan Timur.

Ini tentu menjadi tambahan kekuatan bagi Isran-Hadi dalam mempertahankan kepemimpinan mereka dan meraih dukungan lebih luas dari berbagai elemen masyarakat.

Dengan perkembangan ini, kontestasi politik Pilgub Kaltim 2024 diprediksi akan semakin dinamis, di mana setiap dukungan menjadi krusial bagi kedua pasangan calon.

Dukungan dari kelompok relawan seperti Pro Harus yang berganti nama menjadi Rumah Juang 01, yang sebelumnya memiliki basis massa yang kuat, tentu akan berdampak pada perolehan suara Rudy Mas’ud di hari pencoblosan.

Samarinda, Kalimantan Timur – Dinamika politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Timur 2024 semakin memanas dengan hasil survei terbaru yang dirilis oleh lembaga riset Global Insight Analytics (GIA). Berdasarkan survei tersebut, pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi unggul jauh atas pesaing mereka, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Survei yang dilakukan pada 1-7 Oktober 2024 ini menunjukkan bahwa Isran-Hadi memperoleh dukungan sebesar 65,1%, sementara pasangan Rudy-Seno hanya meraih 26,8%.

Sementara itu, 10,1% responden masih belum menentukan pilihan. Survei ini melibatkan 800 responden dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur, dengan margin of error sebesar ±3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Budi Santoso, Direktur Global Insight Analytics, keunggulan besar yang diraih Isran Noor dan Hadi Mulyadi tidak terlepas dari rekam jejak yang kuat serta kepuasan publik terhadap kinerja mereka selama menjabat.

“Isran-Hadi dikenal sebagai pemimpin yang berhasil dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, dan yang terpenting, bersih dari kasus korupsi. Hal-hal inilah yang menjadi faktor penentu tingginya elektabilitas mereka,” ungkap Budi.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi politik yang efektif dengan masyarakat turut menjadi kunci keberhasilan mereka dalam meraih dukungan luas di berbagai kalangan.

“Masyarakat merasa puas dengan program-program pembangunan yang telah mereka jalankan, seperti pembangunan jalan provinsi, beasiswa pendidikan, dan upaya peningkatan kesejahteraan sosial,” tambahnya.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, di mana 800 responden yang dipilih secara acak mewakili populasi pemilih di Kalimantan Timur yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau telah menikah.

Data yang dikumpulkan dari seluruh wilayah provinsi ini diolah secara proporsional untuk memastikan hasil survei yang akurat.

Melihat hasil survei ini, pasangan Isran-Hadi semakin diunggulkan menjelang hari pencoblosan Pilkada 2024. Namun, dengan sisa waktu yang masih cukup panjang, persaingan politik di Kalimantan Timur dipastikan akan semakin menarik untuk diikuti. Masyarakat kini menunggu bagaimana kedua kubu akan bergerak untuk mempertahankan dan meningkatkan dukungan di hari-hari krusial menjelang pemilihan.

Samarinda – Dukungan terhadap pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk kembali memimpin Kalimantan Timur pada periode kedua semakin menguat, terutama dari Bubuhan Banjar Kalimantan Timur.

Relawan Bubuhan Banjar Bersatu (RB3) Kaltim, yang dipimpin oleh H. Rachmadansyah, telah menyatakan secara resmi bahwa mereka mendukung Isran-Hadi dalam Pilgub 2024.

Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan beberapa pertimbangan penting yang mencerminkan keberhasilan dan integritas pasangan tersebut selama menjabat.

“Isran Noor dan Hadi Mulyadi dikenal sebagai pemimpin yang baik, amanah, dan religius. Selama masa jabatan mereka, keduanya telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan pemerintahan dengan jujur dan adil,” kata Rachmadansyah.

Rachmadansyah menekankan bahwa salah satu alasan utama dukungan Bubuhan Banjar adalah integritas pribadi dan keluarga Isran-Hadi yang terbukti bersih dari korupsi maupun tindak pidana lainnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya figur pemimpin yang dapat dipercaya dalam memimpin Kalimantan Timur.

Salah satu prestasi terbesar Isran-Hadi selama periode pertama mereka adalah keberhasilan dalam meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur, yang mencapai Rp 76,65 triliun pada tahun 2023.

Pencapaian ini telah membuka jalan bagi berbagai program pembangunan, termasuk program beasiswa Kaltim Tuntas yang memberikan bantuan pendidikan senilai Rp 1,3 triliun, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah provinsi ini. Program beasiswa tersebut menjadi andalan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim.

Selain itu, kinerja Isran-Hadi dalam sektor infrastruktur juga mendapatkan apresiasi. Pada awal kepemimpinan mereka, hanya 55% jalan provinsi berada dalam kondisi baik. Namun, menjelang akhir masa jabatan, angka tersebut meningkat signifikan menjadi 77%.

“Isran-Hadi juga berhasil menekan angka kemiskinan melalui program bantuan sosial, seperti Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat miskin di Kaltim,” tambahnya.

Tak berhenti sampai disitu, Isran-Hadi juga berhasil memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor perkebunan sawit, yang menghasilkan alokasi sebesar Rp 205,5 miliar bagi Kaltim.

Dengan kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan, provinsi ini juga menerima pembayaran dana karbon sebesar USD 20,9 juta (sekitar Rp 320 miliar) dari Bank Dunia. Ini menunjukkan komitmen pasangan ini dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Dan dalam konteks tenaga kerja, Isran Noor menjadi salah satu kepala daerah yang secara tegas menolak penghapusan tenaga honorer.

Kepedulian mereka terhadap dunia pendidikan juga terlihat melalui bantuan kendaraan operasional untuk 241 sekolah di Kaltim, termasuk SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di seluruh pelosok provinsi.

Tak dapat dipungkiri, salah satu kontribusi terbesar Isran Noor selama masa jabatannya adalah dalam proses terpilihnya Kalimantan Timur sebagai lokasi baru Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia.

“Berkat upaya dan jerih payah Isran dalam meyakinkan Presiden Joko Widodo, Kalimantan Timur kini resmi menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia, yang tentunya akan membawa dampak besar bagi pembangunan dan ekonomi daerah,” lugas Rachmadansyah.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, Bubuhan Banjar Kaltim berharap pasangan Isran-Hadi dapat melanjutkan kepemimpinan mereka dan menuntaskan program-program strategis yang telah mereka jalankan. Dukungan ini bukan sekadar pilihan politik, tetapi merupakan harapan untuk melihat Kalimantan Timur terus berkembang di bawah kepemimpinan yang amanah, bersih, dan penuh integritas.