6 November 2026

Lucky Hakim

INDRAMAYU – Sosok Lucky Hakim kembali menjadi sorotan setelah pria yang dikenal sebagai pesohor tersebut memutuskan maju dalam Pilkada Indramayu 2024. Lucky Hakim dianggap sebagai politisi yang mata duitan.

Lucky Hakim memulai karirnya dengan penuh kontroversi. Ketika didaulat menjadi anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional pada 2014, Lucky Hakim dituduh mencuri suara koleganya di PAN, Intan Fitriana Fauzi hingga berujung dipecatnya Lucky Hakim dari PAN pada 2018.

Setelah dari PAN, pada pertengahan 2018 Lucky Hakim memutuskan untuk hengkang ke Partai Nasdem. Perpindahan itu menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melibatkan uang sebesar Rp5 miliar. Dalam pemberitaan Kompas.com, Zulkifli mengaku mengetahui hal itu dari Lucky melalui pesan singkat. Dari Rp 5 miliar, baru Rp2 miliar yang ditransfer ke Lucky.

“Kalau Lucky transfer dari lima miliar (rupiah), tapi baru terima dua miliar (rupiah). Dia SMS ke saya. Ada WA-nya (pesan Whatsapp) selain karena PAW (pergantian antarwaktu),” ujar Zulkifli seperti dikutip Kompas.com, (18/7/2018).

Hal ini pun mendapat sorotan dari Ketua Padepokan Hukum Indonesia, Musyanto. Menurut pandangan Musyanto, hal ini harus menjadi perhatian dari warga Indramayu saat memilih pemimpin di pilkada kali ini.

“Banyak orang kini meragukan keseriusan Lucky dalam dunia politik. Popularitasnya sebagai seorang artis mungkin menjadi modal awal, namun tanpa dedikasi dan komitmen yang kuat, ia justru dianggap sebagai sosok yang hanya mencari keuntungan pribadi dan seolah memperkuat persepsi bahwa ia ‘mata duitan’,” kata Musyanto.

Apalagi, lanjut Musyanto, masalah yang melibatkan pria yang lebih dulu dikenal sebagai artis tersebut terus datang. Sebab saat menjadi ketua Nasdem Indramayu pun Lucky Hakim juga diduga menerima aliran dana dari ketua KPUD Indramayu terkait pemilihan legislatif meski masalah ini hilang tanpa ada jawabannya.

Tak hanya itu, saat Lucky Hakim menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu pria ini menimbulkan kontroversi karena mendatangi Pesantren Al Zaitun yang saat itu tengah menjadi sorotan.

Puncaknya adalah ketika Lucky memutuskan untuk mundur secara tiba-tiba dari jabatan wakil bupati Indramayu. Menurutnya, pengunduran diri tersebut mencerminkan kurangnya komitmen serta tanggung jawab sebagai pejabat publik.

“Komitmen Lucky Hakim patut menjadi perhatian bagi warga Indramayu. Bila saat mundur sebagai wakil bupati alasan Lucky Hakim adalah tidak mampu mengemban amanah, kenapa saat ini dia malah ngotot ingin menjadi bupati?,” tanya Musyanto.

Tak hanya masyarakat biasa, beberapa politisi lokal dan anggota dewan juga turut menyuarakan kekecewaan mereka terhadap Lucky Hakim. Sejumlah pihak menilai bahwa keberhasilannya memenangkan Pilkada Indramayu 2020 lebih disebabkan oleh popularitas sebagai figur publik daripada kemampuan dan komitmen sebagai pemimpin daerah.

“Jelas terlihat bahwa Lucky Hakim lebih mengutamakan ketenaran dan keuntungan finansial daripada bekerja keras untuk rakyat. Sikap ini merugikan rakyat Indramayu yang telah memilihnya dengan harapan besar,” ungkap seorang anggota DPRD Kabupaten Indramayu.

Lebih lanjut, keputusan Lucky untuk mundur juga menimbulkan spekulasi bahwa langkah tersebut berkaitan dengan tawaran-tawaran bisnis yang lebih menggiurkan di luar politik. Beberapa pengamat menduga bahwa Lucky memilih mundur karena melihat peluang lebih besar di dunia hiburan atau bisnis, yang tentu saja menawarkan keuntungan finansial yang lebih cepat dan instan dibandingkan dunia politik yang menuntut komitmen dan pengorbanan besar.

Bagi masyarakat Indramayu, langkah Lucky Hakim untuk mundur bukan hanya soal kekecewaan pribadi, tetapi juga menjadi cerminan betapa politik bisa dirusak oleh individu-individu yang lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada pelayanan publik. Hal ini memberikan pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih pemimpin, terutama yang berasal dari kalangan selebritas atau figur terkenal.

“Ada perasaan dikhianati. Kami memilih dia karena mengira ia akan membawa perubahan. Namun ternyata, dia hanya peduli dengan diri sendiri. Ini harus menjadi pelajaran bagi semua orang untuk tidak lagi terpesona oleh popularitas saja,” ungkap seorang warga.

Dengan tudingan bahwa ia lebih berorientasi pada materi ketimbang mengemban tugas dengan serius, karier politik Lucky Hakim kini berada di titik yang tidak menentu.

“Jika ia ingin kembali bersaing dalam dunia politik, ia harus mampu membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar figur populer dan bersedia bekerja keras demi kepentingan rakyat. Namun, dengan semakin kuatnya stigma “mata duitan,” langkah tersebut tampaknya akan sulit bagi Lucky Hakim,” lugas Musyanto.

Indramayu, MoneyTalk – Situasi politik setelah pendaftaran calon kepala daerah terus dinamis. Di Indramayu, kehadiran Calon Bupati Lucky Hakim diduga membuat perpecahan di tubuh Partai Golkar.

Menurut Direktur Eksekutif Cakra Network Consultant (CNC) Totok Santoso dugaan ini timbul karena Partai Golkar memberi rekomendasi pada pasangan Bambang Hermanto dan Kasan Basari untuk maju di Pilkada Indramayu 2024. Keduanya diusung sebagai calon Bupati dan wakil Bupati Indramayu.

Namun, Lucky Hakim malah mengajak Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin, untuk menjadi pasangannya. Padahal Syaefudin tercatat sebagai Ketua DPD Golkar Indramayu.

“Karena Lucky Hakim, Syaefudin bukannya memimpin Partai Golkar memenangkan pasangan Bambang Hermanto dan Kasan Basari yang sudah mendapat rekomendasi, Syaefudin malah memilih untuk maju melawan pasangan tersebut,” kata Totok.

Hal ini, lanjut Totok, menjadi indikator yang kurang baik bagi konsolidasi Partai Golkar di Indramayu dan membuat Syaefudin terancam mendapat sanksi dari partai.

Padahal, majunya Lucky Hakim sebagai calon bupati Indramayu pun sudah mendapat cibiran dari berbagai kalangan di Indramayu. Pasalnya track record Lucky Hakim sebagai pejabat dianggap tidak baik.

Sebab ketika menjadi sebagai Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim mengaku sendiri bila dirinya tak mampu mengemban amanah dan karenanya memilih untuk mundur di tengah jalan. Hal ini menurut Totok mencerminkan kurangnya komitmen dan tanggung jawab Lucky Hakim dalam memegang amanah publik yang membuat warga Indramayu menjadi kecewa dan merasa dikhianati.

“Kalau Lucky Hakim sudah mengaku tak sanggup mengambil peran sebagai wakil bupati, bagaimana jadinya Indramayu kalau dia jadi bupati?,” tanya Totok.

Menariknya, bukan hanya dugaan menimbulkan perpecahan di tubuh Partai Golkar, majunya Lucky Hakim dalam pilkada kali ini juga diduga menimbulkan perpecahan di Gerindra Indramayu.

Karena disaat DPP, DPC, PAC, hingga Ranting Partai Gerindra kompak mendukung pasangan Bambang Hermanto dan Kasan Basari, ada ratusan orang yang mengaku kader Partai Gerindra malah ingin mendukung pasangan Lucky Hakim dan Syaefudin.

“Ini menjadi preseden buruk bagi warga Indramayu. Sebab kontestasi haruslah menjadi ajang pemersatu, bukan malah menjadi media pemecah partai,” lugas Totok.

Indramayu – Artis yang juga politisi, Lucky Hakim dianggap sebagai seorang yang problematik. Sebab sejak memulai karir politiknya, Lucky Hakim sudah menuai banyak kontroversi.

Direktur Eksekutif Cakra Network Consultant (CNC) Totok Santoso menjelaskan bahwa ketika menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional pada 2014, Lucky Hakim sudah menuai masalah.

Pasalnya pada saat itu dirinya dituduh mencuri suara koleganya di PAN, Intan Fitriana Fauzi hingga berujung dipecatnya Lucky Hakim dari PAN pada 2018.

“Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa sejak lama Lucky Hakim merupakan sosok yang kontroversial,” kata Totok Santoso.

Kontroversi Lucky Hakim tak berhenti sampai disitu. Beberapa waktu lalu saat menjadi ketua Nasdem Indramayu Lucky Hakim juga diduga menerima aliran dana dari ketua KPUD Indramayu terkait pemilihan legislatif.

Dan saat menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim juga menimbulkan kontroversi karena mendatangi Pesantren Al Zaytun yang saat itu tengah menjadi sorotan.

Ketika menjadi Wakil Bupati Indramayu pun Lucky Hakim terbukti tak mampu mengemban amanah karena mundur di tengah jalan. Alasan yang disampaikan Lucky Hakim dalam surat pengunduran dirinya adalah karena dirinya merasa tidak mampu mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Indramayu.

Hal ini menurut Totok Santoso mencerminkan kurangnya komitmen dan tanggung jawab Lucky Hakim dalam memegang amanah publik yang membuat warga Indramayu menjadi kecewa dan merasa dikhianati.

“Lucky Hakim sadar bahwa dirinya tidak mampu mengemban amanah sebagai pejabat publik tapi tetap ngotot ingin menjadi pejabat,” cetusnya.

“Janganlah mengecewakan warga untuk kedua kalinya,” saran Totok Santoso.

Indramayu – Beberapa waktu lalu Lucky Hakim menjadi sorotan publik setelah secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Indramayu. Keputusan ini memicu kontroversi dan kritik dari berbagai pihak yang menilai bahwa Lucky tidak amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat publik.

Lucky Hakim, yang memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Indramayu 2020 bersama Bupati Nina Agustina, mengumumkan pengunduran dirinya pada awal 2023.

Namun, keputusan ini tidak lepas dari kritik. Banyak pihak menilai bahwa sebagai Wakil Bupati yang telah terpilih oleh rakyat, Lucky seharusnya tetap menjalankan amanah yang diberikan hingga masa jabatannya berakhir. Pengunduran diri yang dianggap tiba-tiba ini menimbulkan kekecewaan, terutama bagi masyarakat Indramayu.

“Warga Indramayu memilih dia dengan harapan akan ada perubahan yang lebih baik di Indramayu, tetapi dengan mundurnya dia seperti ini, kita merasa dikhianati,” ujar Pengamat Kebijakan Publik, Iradat Ismail yang merasa kecewa dengan keputusan tersebut.

Iradat Ismail juga menilai bahwa pengunduran diri Lucky Hakim menunjukkan kurangnya komitmen dan tanggung jawab dalam memegang amanah publik.

“Jabatan publik adalah tanggung jawab besar yang tidak boleh dianggap enteng. Mundur di tengah jalan tanpa menyelesaikan tugas bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap pemimpin,” lugasnya, Senin (19/8/2024).

Kemunduran Lucky Hakim, lanjut Iradat, telah menjadi catatan buruk perjalanan karier politiknya dan menjadi pelajaran bagi pejabat lain tentang pentingnya amanah dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.

“Karena berdasarkan surat pengunduran diri yang bersangkutan alasannya sangat jelas yakni semata-mata karena tidak mampu mengemban amanah sebagai Wabup Indramayu, kalau sudah sadar tidak mampu mengemban amanah, kenapa memaksakan diri maju kontestasi lagi,” tanya Iradat.

Sebelumnya Partai Gerindra juga sudah menentang kehadiran Lucky Hakim di Indramayu. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Indramayu mewakili 31 dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Indramayu dengan tegas menolak Lucky Hakim untuk maju berkontestasi pada Pilkada 2024.

Selain karena dianggap tidak amanah, Gerindra Kabupaten Indramayu pun bertekad untuk memajukan kadernya sendiri pada pemilihan bupati Indramayu kali ini.