30 Oktober 2026

PT Pindad

MoneyTalk, Jakarta – Muhammad Qodari yang lebih akrab dipanggil Mr. Q dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kepala Staf Presiden (KSP), hadir sebagai tamu di acara Total Politik Jumat (01/11). Dalam diskusi tersebut, pernyataannya mengenai berbagai hal mulai dari fasilitas pejabat hingga ketahanan nasional mendapat perhatian luas dan menimbulkan sejumlah perbincangan. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pilihan kendaraan dinas pejabat, yang merujuk pada penggunaan mobil buatan dalam negeri sebagai simbol keberpihakan terhadap produk lokal.

Dalam diskusi tersebut, Mr. Q menyatakan keprihatinannya terhadap perubahan fasilitas pejabat setelah menduduki jabatan baru. Ia mengemukakan pandangan, idealnya seorang pejabat tidak perlu mengalami penurunan dalam hal fasilitas yang diterimanya.

“Jangan sampai setelah jadi pejabat malah tambah miskin,” ujarnya, menyinggung perbedaan antara mobil dinas lamanya, Mercedes-Benz GLE, dengan Toyota Camry yang disediakan pemerintah.

Pernyataan ini mengundang perhatian karena menyoroti ketimpangan harga yang cukup signifikan antara kedua merek tersebut. Harga mobil Mercedes-Benz GLE bisa mencapai 2 hingga 3 miliar rupiah, sementara Toyota Camry berkisar di angka 700 juta rupiah. Menurut Mr. Q perbedaan ini cukup mencolok. Ia mengaitkan hal tersebut dengan kenyamanan serta status yang didapatkan para pejabat melalui kendaraan dinas mereka.

Mr. Q juga menyatakan bahwa sebagai pejabat pemerintah, dirinya tetap menghormati dan siap menggunakan fasilitas yang disediakan negara, meskipun ia mengakui kenyamanan serta simbol prestise bagi pejabat di level tertentu menjadi perhatian penting dalam menunjang fungsi dan aktivitas mereka.

Pembahasan kemudian mengarah pada mobil buatan PT Pindad yaitu mobil Maung. Mobil ini digunakan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai simbol keberpihakan pada produk dalam negeri. Mr. Q mengungkapkan, ia melihat potensi mobil Maung sebagai kendaraan dinas resmi bagi jajaran pejabat pemerintah, bahkan mulai dari tingkat menteri hingga kepala daerah seperti gubernur, wali kota, dan bupati.

Mobil Maung yang dibuat oleh PT Pindad mendapatkan perhatian publik setelah digunakan oleh Prabowo dalam berbagai kesempatan. Mr. Q menyampaikan harapannya agar di masa depan, seluruh jajaran kabinet pemerintah dapat menggunakan mobil tersebut sebagai bentuk kebanggaan terhadap produk lokal. Menurutnya, penggunaan mobil produksi dalam negeri oleh para pejabat akan mengangkat citra produk lokal dan meningkatkan antusiasme masyarakat untuk ikut memilikinya.

Lebih lanjut Mr. Q menuturkan keputusannya menggunakan mobil dinas dalam negeri bukan sekadar persoalan praktis, tetapi juga mencerminkan sikap nasionalisme.

“Menggunakan produk dalam negeri adalah simbol dari keberpihakan kita terhadap kemandirian bangsa. Ini bukan hanya soal kebanggaan tetapi juga soal komitmen pada kemajuan industri nasional,” ujar Mr. Q.

Selain topik kendaraan dinas, diskusi juga menyentuh kebijakan ketahanan nasional. Mr. Q menekankan pentingnya pemahaman masyarakat akan konsep pertahanan semesta. Dalam pandangannya, upaya memperkuat komponen cadangan, atau “komcad” adalah bagian dari strategi negara untuk mempersiapkan seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi ancaman global yang terus berubah.

Di tengah meningkatnya ketegangan global, Mr. Q menganggap bahwa membekali masyarakat, termasuk sipil, dengan pengetahuan dasar kemiliteran adalah hal yang perlu dipertimbangkan.

“Kita tidak bisa meremehkan potensi konflik. Perang bisa pecah kapan saja, dan memiliki masyarakat yang siap secara fisik dan mental untuk mempertahankan negara adalah investasi berharga bagi bangsa ini,” ujarnya.

Diskusi Mr. Q tentang ketahanan nasional juga menyinggung isu regional. Ia menyoroti ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, serta Palestina dan Israel, sebagai contoh nyata di mana konflik dapat meningkat menjadi perang kawasan. Bahkan, ia berpendapat bahwa kawasan Asia juga berpotensi mengalami hal serupa, misalnya dalam konteks China dan Taiwan. Dalam pernyataannya, Mr. Q menyatakan bahwa semua kemungkinan konflik perlu diantisipasi dengan memperkuat persiapan pertahanan nasional di semua lini.

Menghadapi kekhawatiran masyarakat terkait adanya kecenderungan “militerisme” dalam pemerintahan di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Mr. Q justru memberikan pandangan sebaliknya. Menurutnya, Prabowo adalah sosok yang sangat menghargai nilai-nilai demokrasi dan proses perjalanan politiknya yang panjang merupakan bukti dari komitmen tersebut.

Prabowo telah melalui berbagai tahapan dalam demokrasi, termasuk mengikuti konvensi di Partai Golkar, mendirikan partai politiknya sendiri, hingga berkali-kali mengikuti pemilihan presiden. Mr. Q menekankan bahwa meskipun terdapat pendekatan disiplin dan terstruktur dalam kepemimpinan Prabowo, itu tidak berarti bahwa pemerintahannya akan menganut sistem militeristik yang mengancam nilai-nilai demokrasi.

Sebagai contoh, Mr. Q menyebutkan keputusan yang diambil oleh Menteri Pendidikan untuk tidak membekukan kegiatan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di universitas meskipun ada kritik tajam terhadap pemerintahan. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa pemerintah tetap membuka ruang kebebasan akademik dan menghargai suara kritis dari mahasiswa.

Mr. Q juga mengemukakan pentingnya keseimbangan antara demokrasi dan teknokrasi dalam tata kelola negara. Menurutnya, untuk mencapai kemajuan sebagai negara maju, penerapan teknokrasi dalam kebijakan publik sangat dibutuhkan agar tidak terjebak dalam perdebatan yang berkepanjangan tanpa tindakan nyata.

Mr. Q membuka ruang untuk berbagai perspektif terkait gaya kepemimpinan, pilihan fasilitas pejabat, hingga ketahanan nasional. Pandangan Mr. Q yang terbuka terhadap teknologi lokal serta sikapnya yang mendukung pemanfaatan produk nasional dan pentingnya pemahaman ketahanan nasional, merefleksikan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian bangsa dan kesadaran akan pentingnya persiapan menghadapi tantangan global.(c@kra)

JAKARTA, MoneyTalk – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko meninjau produk – produk pertahanan dan keamanan PT Pindad pada hari selasa, 13 Maret 2023 di Lapangan Upacara Mako Kopasgat Lanud Sulaiman, Bandung.

Produk yang ditampilkan meliputi SS2-V4, SS2-V5, SS2-V7, SS Blackout, SS Amphibious, PM-3, SPR-2, SPR-4, SM-5, SPM-1 dan SPM-2, serta pistol G2 dan Armo dengan berbagai Varian. Pada kegiatan ini juga PT Pindad turut menampilkan produk kendaraan andalan nya yaitu Anoa 2, Anoa-3, Badak varian skyranger – hasil kerjasama dengan Rheinmetall serta Maung.

Pameran ini dilaksanakan sebagai bagian dari upacara pengangkatan Menteri Pertahanan RI sebagai warga kehormatan Kopasgat TNI Angkatan Udara.

Kegiatan upacara dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, Perwakilan Anggota DPR komisi I dan komisi II dan Pejabat Tinggi TNI khususnya di lingkungan Kopasgat. Agenda tersebut juga dihadiri secara langsung oleh Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose didampingi oleh VP Pengembangan Bisnis Yayat Ruyat.

Upacara diawali dengan gelar pasukan serta Demonstrasi Operasi Udara oleh para personil kopasgat. Selanjutnya, pasukan Kopasgaf melaksanakan aksi terjun payung termasuk membawa baret dan brevet kehormatan untuk dipersembahkan kepada Menteri Pertahanan RI.

Pengangkatan Menteri Pertahanan RI sebagai warga kehormatan Kopasgat ditandai dengan pemasangan baret dan brevet kehormatan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Komandan Kopasgat, Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko

Dalam sambutan pembuka nya Menteri Pertahanan RI merasa terhormat karena telah diangkat menjadi warga kehormatan Kopasgat dan menyatakan komitmen untuk memperkuat pertahanan Nasional.

“Baru saja saya menerima penghargaan diterima sebagai Warga Kehormatan Komando Pasukan Gerak Cepat TNI AU Korps Baret Jingga. Saya sangat bangga menerima penghargaan tersebut. Saya berjanji akan menjaga kehormatan Korps Baret Jingga dengan penuh rasa tanggung jawab,” papar Prabowo Subianto.

Dalam kegiatan ini juga Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto berdiskusi dengan KSAU dan Komandan Kopasgat terkait produk – produk PT Pindad yang dapat mendukung dan membantu tugas dan operasi yang dimiliki oleh TNI AU khususnya Kopasgat melalui pemenuhan produk senjata yang di produksi oleh PT Pindad.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose menyatakan rasa bangga dan terhormat bisa hadir serta memiliki peran pada kegiatan upacara kehormatan Menteri Pertahanan RI di Kopasgat.

“Momen kali ini terasa spesial untuk kami, karena PT Pindad juga menjadi bagian dari upacara pengangkatan Menteri Pertahanan RI menjadi warga kehormatan Kopasgat. Saya juga sempat berdiskusi dengan bapak Menhan dan tentu kami mendukung untuk pemenuhan alutsista nasional,” jelas Abraham Mose.[MT]