21 Oktober 2026

Startup

JAKARTA, MoneyTalk – PT Modalku Finansial Indonesia atau yang dikenal dengan Modalku Finance mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2022.

Hingga akhir tahun lalu, Modalku Finance berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar 98% dari target penyaluran pembiayaan yang telah ditentukan serta menjaga rasio NPF (Non Performing Financing) di 0%.

Pertumbuhan angka penyaluran Modalku Finance didorong oleh berbagai fasilitas yang ditawarkan, di antaranya yaitu Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan Modal Kerja.

Direktur Utama Modalku Finance, Steven Gunawan, mengungkapkan “Berbagai pencapaian positif yang telah diraih didorong oleh mobilisasi masyarakat yang kembali aktif sepanjang tahun lalu.

Pencapaian ini juga tidak lepas dari kontribusi serta dukungan dari seluruh debitur Modalku. Kinerja positif ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan Modalku Finance dan siap untuk menghadapi tantangan yang semakin beragam, khususnya di tengah dinamika kondisi ekonomi saat ini.”

Hingga akhir tahun 2022, komposisi penyaluran pembiayaan Modalku Finance didominasi oleh produk Pembiayaan Investasi dengan persentase sebesar lebih dari 71% jika dibandingkan dengan produk Pembiayaan Modal Kerja.

Produk Pembiayaan Investasi berhasil menembus target penyaluran pembiayaan yang ditetapkan, dengan persentase sebesar 104%. Sedangkan untuk penyaluran pembiayaan dari produk Pembiayaan Modal Kerja telah mencapai 86% dari target yang telah ditetapkan.

Sebagai informasi, produk Pembiayaan Investasi dapat digunakan untuk seluruh aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi.

Sedangkan untuk Produk Pembiayaan Modal Kerja dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha. Portofolio penyaluran pembiayaan Modalku juga cukup beragam.

Hingga akhir tahun 2022, Modalku telah menyalurkan pembiayaan ke sektor informasi dan komunikasi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, dan sisanya berasal dari sektor aktivitas keuangan dan asuransi.

“Pencapaian tahun lalu tentunya lebih memacu kinerja bisnis Modalku Finance yang lebih baik lagi di tahun 2023 ini. Modalku Finance akan menjalankan strategi dan pengambilan keputusan yang tepat dan bijak dengan tetap memperhatikan tingkat kesehatan perusahaan dan prinsip kehati-hatian.

Kami juga akan terus mengkaji peluang penyaluran pembiayaan di berbagai sektor potensial dengan mempertimbangkan faktor risk appetite. Kami berharap tahun 2023 ini terjadi pertumbuhan kredit yang lebih signifikan dari tahun sebelumnya,” tutup Steven Gunawan.

Mengawali tahun 2023, Modalku akan terus fokus untuk mencermati dinamika pasar dan menyesuaikan arah bisnis agar tetap tumbuh di tengah ketidakpastian.

Modalku juga akan terus menjaga momentum pertumbuhan dengan mengoptimalkan layanan dengan melakukan berbagai inovasi bisnis dan teknologi untuk memperluas jangkauan, sehingga dapat melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

Selain itu, Modalku akan senantiasa mengupayakan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) untuk menumbuhkan kepercayaan para debitur, mitra bisnis, pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Modalku merupakan bagian dari Grup Modalku. Hingga saat ini, Grup Modalku telah menyalurkan modal usaha sebesar lebih dari Rp47,7 Triliun kepada lebih dari 5,1 juta jumlah transaksi pendanaan UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

JAKARTA, MoneyTalk – PT VENTENY Fortuna International Tbk (VENTENY), sukses membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2022 dengan meraih pendapatan sebesar Rp 73 miliar, meningkat 83% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, VENTENY juga mencatatkan peningkatan laba dari Rp 3,6 miliar di tahun 2021 menjadi Rp 5,5 miliar di tahun 2022 (sebelum pajak).

Peningkatan ini mencerminkan komitmen VENTENY untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan peningkatan kesejahteraan karyawan di Indonesia.

Faktor utama kenaikan pendapatan ini didukung oleh peningkatan penyaluran growth funding ke para pelaku UMKM, di mana VENTENY sukses menyalurkan growth funding sebesar Rp 1,2 triliun di tahun 2022, meningkat 64% dari tahun 2021 sebesar Rp 765 miliar.

Saat ini, layanan VENTENY telah tersebar di berbagai wilayah, meliputi Pulau Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, dan sebagian Kalimantan. VENTENY juga berkomitmen untuk memperluas layanannya di Indonesia serta Asia Tenggara untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan perekonomian terutama di Indonesia.

Selain itu, VENTENY berhasil memenuhi permintaan dari komunitas karyawan dengan memberikan solusi melalui VENTENY Employee Super-app yang diluncurkan pada 2021, di mana layanan tersebut terdiri dari layanan Financial Technology, Education Technology, Lifestyle Technology, dan Health Technology.

Pendapatan dari layanan VENTENY Employee Super-app berkontribusi terhadap 13% dari total pendapatan di tahun 2022, dan mencatatkan peningkatan sebesar 397% dari Juni 2022.

Terdapat lebih dari 50.000 pengguna aktif yang menggunakan aplikasi setiap bulannya yang terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan UMKM dan pelaku bisnis yang bekerjasama dengan VENTENY.

“Pencapaian positif VENTENY selama beroperasi di Indonesia, tidak lepas dari konsistensi kami untuk selalu memberikan pelayanan prima dan menjadi solusi untuk seluruh mitra bisnis VENTENY.

Kami menyediakan end-to-end solution untuk para pemilik usaha dan UMKM mulai dari growth funding untuk pertumbuhan usaha hingga peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia melalui aplikasi VENTENY Employee Super-app.

Saya sangat bangga dengan pertumbuhan VENTENY yang sejalan dengan rencana pemerintah dalam upaya Peningkatan Ekonomi Nasional pasca COVID-19 di Indonesia.” ujar Jun Waide, Founder dan Group CEO VENTENY.

Jun Waide melanjutkan, “Di VENTENY, kami yakin apapun yang kami kerjakan harus memberikan dampak besar pada aspek people, planet, dan profit yang menjadi bagian dari fokus kami dalam ESG (Environment Social Governance) sehingga kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memberdayakan UMKM dan karyawan untuk mengurangi financing gap yang secara tidak langsung juga akan berdampak positif terhadap stabilitas dan kinerja bisnis VENTENY di masa depan.”

Grup COO VENTENY, Damar Raditya menambahkan, “Kami sangat optimis untuk menyambut pertumbuhan perusahaan di 2023. VENTENY secara aktif dan cermat melihat peluang-peluang baru yang dapat mempercepat akselerasi bisnis para pegiat usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.”

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dikutip dari laman Kompas, UMKM berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hampir sebesar 61% dengan menyerap 97% tenaga kerja .

Pertumbuhan UMKM menjadi salah satu roda penggerak perekonomian Indonesia pasca COVID-19. Hal ini sejalan dengan visi dan misi VENTENY untuk dapat menjadi bagian dari perkembangan UMKM Indonesia.

JAKARTA, MoneyTalk – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO, “Grup GoTo” atau “Perseroan”), ekosistem digital terbesar di Indonesia mengumumkan kinerja kuartal pertama 2023.

GoTo mencatatkan penurunan rugi bersih sebesar 3,89 triliun, atau turun 41% pada kuartal 1 (Q1) 2023. Penurunan ini merupakan raihan yang signifikan dibandingkan kuartal 1 tahun 2022 yakni sebesar Rp 6,61 triliun.

Namun, EBITDA yang disesuaikan GoTo tumbuh sebesar 67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp-1,6 triliun.

Capaian ini didukung oleh kinerja kuat khususnya dari unit bisnis On-Demand Services dan E-Commerce.

“Pada kuartal pertama 2023, kami terus melangkah menuju profitabilitas. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan EBITDA yang disesuaikan sebesar 67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan 49% dibandingkan kuartal sebelumnya,” kata Andre Soelistyo, Direktur Utama Grup GoTo.

“Perseroan telah berada pada pertengahan jalan menuju target EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat. Fokus kami pada pelanggan setia yang profitabel serta kedisiplinan dalam pengelolaan beban, telah meningkatkan efisiensi secara signifikan, sekaligus memberikan sekilas gambaran prospek GoTo di masa depan. GTV3 jangka pendek diperkirakan lebih moderat, sejalan dengan strategi Perseroan.”

Perseroan akan terus membangun infrastruktur ekosistem yang semakin solid untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan menuju profitabilitas dalam jangka panjang.

Pada kuartal pertama 2023, Perseroan terus meningkatkan monetisasi dan menerapkan penghematan beban usaha secara menyeluruh.

Pendapatan bruto meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp6 triliun, sedangkan biaya insentif dan pemasaran turun sebesar Rp2,6 triliun atau 39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Margin kontribusi Grup2 mencatatkan angka positif sebesar 0,4% sebagai persentase dari GTV3, tumbuh pesat sebesar 224 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp636 miliar.

“Dengan tercapainya margin kontribusi positif keseluruhan Grup pada kuartal ini, Perseroan berada pada titik penting di tengah upaya mendorong profitabilitas seluruh unit bisnis,” lugas Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo.

Hal ini didukung oleh peningkatan pertumbuhan pendapatan serta rasionalisasi insentif secara konsisten. Pengelolaan beban operasional tetap secara cermat turut mendukung Perseroan dalam langkahnya mencapai profitabilitas, dan secara signifikan telah mengurangi biaya operasional serta tingkat cash burn.

“Menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan beban juga merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Perseroan, di mana basis biaya yang lebih rendah akan memberikan kami keleluasaan lebih besar untuk mengalokasikan modal demi percepatan pertumbuhan di masa depan.”

Posisi kas GoTo dan neraca keuangan tetap solid dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp26,8 triliun dan fasilitas kredit sekitar Rp4,65 triliun, di mana Rp1,5 triliun telah digunakan per 31 Maret 2023. Perseroan meyakini akan mencapai arus kas operasional positif tanpa tambahan pendanaan eksternal.

JAKARTA, MoneyTalk – Sudah bukan rahasia lagi bahwa UMKM adalah salah satu penyumbang terbesar ekonomi bangsa Indonesia.

Namun apakah para pelakunya sudah mendapatkan akses prioritas untuk mencapai kemandirian finansial? Apakah segala kebutuhannya telah terpenuhi demi memaksimalkan aktivitas jual beli?

Ike Trisnawati, Srikandi UMKM dari Tangerang, satu dari 65 juta pelaku UMKM yang sedang berjuang menggapai mimpinya. Sejak tahun 2004, Ike memiliki toko sembako yang sehari-harinya menjual berbagai kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan, kue-kue tradisional, bahkan pulsa.

Situasi pandemi tak membuatnya terpuruk. Walaupun penjualan sempat menurun, ia bertekad untuk tidak menyerah. Ia sadar, banyak yang bergantung pada roda usahanya. “Saya punya dua anak yang ingin saya sekolahkan sampai lulus kuliah,” ucap Ike.

Namun di perjalanan pengembangan usahanya, impian Ike terhalang oleh permasalahan klasik terjadi pada UMKM, yaitu modal yang terbatas.

Seperti banyak pelaku UMKM lainnya, Ike mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari perbankan, baik karena kendala teknis, seperti tidak mempunyai atau tidak cukup agunan, maupun kendala non-teknis, misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan.

Hasil survei oleh BPS (2020) pun menunjukan bahwa 69,02% pelaku UMKM masih membutuhkan bantuan modal usaha.

Digitalisasi tingkatkan resiliensi UMKM hadapi gejolak ekonomi.

Pelaku UMKM kini dapat memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas akses pasar melalui situs e-commerce.

Pemerintah pun telah menargetkan jumlah UMKM yang onboarding sebanyak 24 juta di tahun 2023 dan 30 juta di tahun 2024.

Selain upaya perluasan akses pasar, digitalisasi juga mendekatkan UMKM dengan akses pembiayaan. Sebagai alternatif pembiayaan dari perbankan konvensional, keberadaan inovasi keuangan digital, seperti fintech, kini dapat menjadi solusi yang mempermudah UMKM mengakses pembiayaan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2022, fintech peer-to-peer lending dan lembaga pembiayaan telah menyalurkan 32,97 persen dari penyaluran pinjaman atau sebesar Rp151,9 triliun kepada pelaku umkm dan sektor produktif lainnya.

Presentasi tersebut lebih tinggi daripada industri perbankan yang baru mencapai sekitar 19,7% atau Rp1.214 triliun dari total kredit perbankan yang mencapai Rp6.155 triliun, berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada bulan yang sama.

Hal ini mengindikasikan bahwa dilihat dari portofolionya, fintech lebih agresif dalam memberikan akses pembiayaan kepada UMKM dan sektor produktif lainnya dibandingkan perbankan.

Transaksi Digital Permudah Akses Pendanaan UMKM

BukuWarung adalah aplikasi keuangan lengkap untuk UMKM yang menyederhanakan dan mendigitalkan proses bisnis, proses pembayaran dan membuka akses pembiayaan.

Sejak 2021, BukuWarung telah bekerja sama dengan mitra-mitra yang telah mendapatkan izin OJK sebagai fintech peer-to-peer lending untuk tingkatkan inklusi keuangan dengan memberikan solusi permodalan untuk UMKM.

Kerangka penilaian pinjaman bagi UMKM didapat dari pencatatan transaksi digital di aplikasi BukuWarung, yang kemudian diteruskan ke pihak fintech peer-to-peer lending untuk diolah dalam scoring grade dan juga melalui validasi data dan cek lapangan. Sejak 2021 hingga 5 April 2023, BukuWarung telah membuka akses pembiayaan senilai Rp433,9 miliar.

Romy Williams, VP Strategic Partnership, Compliance and Legal BukuWarung, mengatakan pertumbuhan transaksi yang diraih oleh BukuWarung adalah berkat dukungan dan kontribusi yang tak ternilai dari penggunanya.

“Di BukuWarung, kami membangun komunitas untuk tumbuh bersama dengan para pengguna kami dan berkomitmen untuk tetap teguh dalam menyediakan akses pembiayaan digital guna mendorong inklusi keuangan bagi seluruh pelaku UMKM di Indonesia,” kata Romy.

Keuntungan pemanfaatan solusi permodalan dari BukuWarung juga dirasakan oleh Ike yang telah berhasil melakukan ekspansi usahanya dengan membuka toko konter pulsa.

Dengan membuka toko baru, Ike terus mengalami peningkatan produktivitas, dari sebelumnya hanya 1.000 transaksi per bulan menjadi 1.500 transaksi atau setara dengan peningkatan sebesar Rp5 juta per bulan.

“Sebagai pelaku UMKM, kita harus mau belajar untuk bisa naik kelas. Impian saya adalah membuka satu toko konter pulsa lagi karena permintaan dari pelanggan sudah banyak. Insya Allah tahun ini, toko ketiga kami bisa segera dibuka,” tutup Ike.

Hal serupa dialami oleh pengguna-pengguna BukuWarung lainnya. Berdasarkan data internal BukuWarung, dari 100 Merchant yang mengajukan pinjaman, mereka mencatatkan rata-rata pertumbuhan transaksi (total payment value/TPV) sebesar 140,34% atau naik 2,4 kali lipat 3 bulan setelah mencairkan pinjaman.

Tentang BukuWarung

Berdiri sejak 2019, BukuWarung telah digunakan lebih dari 7 juta pelaku UMKM di Indonesia. Diawali dengan sebuah aplikasi pembukuan, sekarang BukuWarung, bekerja sama dengan pihak ketiga, telah menjadi platform bagi UMKM dengan adanya solusi pembayaran, pembiayaan dan commerce, hanya dengan 1 aplikasi (all-in-one UMKM app); meliputi solusi Tagih & Bayar untuk pembayaran dari pelanggan ke merchant, Agen Produk Digital (Pulsa, Token, BPJS, dll), Solusi Modal Usaha, Talangin Dulu untuk Supplier – Merchant, Akses ke komunitas UMKM dan QRIS yang Mudah, Cepat & Praktis).

BukuWarung didukung oleh venture capitalist (VC) global ternama: Valar Ventures, Goodwater Capital, Y-Combinator, AC Ventures, Quona Capital, East Ventures, Golden Gate Ventures, Rocketship.vc, Tanglin Venture Partners, dan angel inventor strategis lainnya.

JAKARTA, MoneyTalk – Perusahaan remitansi online terdepan di Indonesia, Topremit, merayakan hari jadi ke-14 tahun dan telah membuka cabang terbarunya di Gama City, Medan.

Topremit sendiri menyediakan layanan jasa pengiriman uang dari Indonesia ke penerima di luar negeri.

Didirikan pada tahun 2009, perusahaan ini awalnya membuka layanan pengiriman dana hanya ke 13 negara tujuan. Namun, seiring perkembangan waktu, kini Topremit telah membuka kanal pengiriman dana ke lebih dari 60 negara di dunia.

Setelah beroperasi selama 14 tahun, Topremit telah melayani pengiriman dana ke luar negeri dengan total nilai Rp7,61 triliun. Negara terpopuler sebagai destinasi pengiriman dana dari Indonesia adalah (berdasarkan urutan frekuensi transaksi): India, Filipina, Tiongkok, Malaysia, dan Singapura. Mayoritas transaksi tersebut dilakukan oleh importir dan pengusaha.

“Kami sangat senang selama ini dapat membantu 180.000 pelanggan setia Topremit untuk mengirimkan dana ke luar negeri dengan mudah, aman, dan cepat. Selama perjalanan panjang ini, Topremit telah menerima dukungan yang luar biasa sehingga kami bisa terus meluncurkan fitur dan terobosan yang inovatif di bidang remitansi.

Peresmian kantor baru kami di Gama City Medan turut menandai langkah strategis kami untuk memberikan pelayanan lebih baik bagi semua pelanggan Topremit,” ungkap Hermanto selaku CEO Topremit.

Di tahun 2022, Topremit mencatatkan rekor baru sebagai remitansi pertama di Indonesia yang mampu mengirimkan dana ke 22 negara SEPA (Single Euro Payment Area), Australia dan beberapa negara Asia lainnya hanya dalam 20 menit.

Perusahaan yang dijalankan oleh kakak-beradik Henry dan Hermanto Wirawan ini juga mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia sebagai “Penyedia Transfer Dana Bukan Bank Terbaik” 2022 dan “Penyedia Jasa Transfer Uang Terbaik” tahun 2019.

“Ada dua hal yang sedang menjadi fokus utama kami, yakni menyempurnakan tampilan aplikasi serta website agar pengalaman pengguna menjadi semakin baik, dan meningkatkan kualitas layanan dengan mengerahkan 100% human-based customer service yang siap membantu kapanpun pengguna memiliki pertanyaan atau kendala.

Kami yakin bahwa kepercayaan atau trust merupakan sesuatu yang personal, sehingga Topremit berkomitmen penuh untuk terus menjaga kepercayaan dan amanat pengguna sebaik mungkin,” kata Henry Wirawan, CMO Topremit.

Misi Topremit di masa mendatang adalah mewujudkan layanan pengiriman dana yang dapat diselesaikan dalam hitungan detik, serta menambah lebih banyak negara tujuan agar masyarakat Indonesia bisa mengirimkan dana dengan mudah kemana saja.

Perjalanan Topremit

Topremit dimulai di Medan tahun 2009 sebagai bisnis remitansi konvensional. Seiring meningkatnya permintaan pasar dan mengikuti perkembangan platform digital, pada bulan Agustus 2018, Topremit Hermanto (CEO) dan Henry Wirawan (CMO) mengubah layanan Topremit dari offline ke layanan remitansi online, dan menjadi penyedia layanan remitansi online internasional pertama dari Indonesia.

Untuk menjawab tuntutan pasar akan layanan remitansi mudah dan mobile, Topremit meluncurkan aplikasi seluler di platform iOS dan Android. Pada bulan Desember 2019, Topremit kemudian mendapatkan penghargaan sebagai “Penyedia Jasa Pengiriman Uang Terbaik 2019” oleh Bank Indonesia.

Topremit menawarkan layanan remitansi online yang aman, cepat, dan 87% lebih terjangkau (dibandingkan biaya remitansi konvensional) pada platform web, iOS, dan Android ke lebih dari 60 negara di Asia, Australia, Inggris, dan Eropa.

JAKARTA, MoneyTalk – Perusahaan insurtech Qoala resmi melakukan penandatanganan kontrak kerja sama dengan NICEPAY, selaku penyedia solusi pembayaran online.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Co-founder dan Deputy CEO Qoala, Tommy Martin bersama dengan CEO NICEPAY, Kang Sehyun dan Presiden Direktur PT Mitra Jasa Pratama, Ian Ramelan, selaku perusahaan pialang asuransi yang bekerja sama dengan Qoala.

Melalui kesepakatan ini, Qoala bersama dengan PT Mitra Jasa Pratama akan memberikan akses asuransi melalui platform NICEPAY.

“Memahami bahwa ekosistem digital semakin berkembang cepat, Qoala hadir untuk mendorong potensi pasar bisnis asuransi lewat ekosistem digital NICEPAY,” ujar Tommy Martin selaku Co-founder dan Deputy CEO Qoala.

“Kerja sama strategis ini diharapkan mampu memberikan layanan nilai tambah sehingga meningkatkan customer satisfaction beserta assurance bagi para pelanggan merchant NICEPAY sekaligus di sisi lain memperluas akses asuransi yang sesuai kebutuhan masyarakat” tambahnya.

Kerja sama ini merupakan bentuk perwujudan misi Qoala dalam memperluas dan mempermudah akses asuransi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kolaborasi antara Qoala dan NICEPAY ini merupakan kolaborasi pertama antara insurtech dan perusahaan payment gateway di Indonesia, karena untuk pertama kalinya produk asuransi dapat diakses secara langsung dalam laman pembayaran payment gateway, dalam hal ini NICEPAY.

“Kerja sama kami dengan Qoala dan didukung oleh Mitra Jasa Pratama, tentu menjadi langkah baik untuk NICEPAY dalam meningkatkan kualitas bisnis dan pelayanan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap para pelanggan merchant kami tidak hanya merasa terbantu dari sisi pembayaran saja namun juga dapat memberikan fasilitas keamanan, kenyamanan, dan jaminan lebih lanjut kepada semua pelanggan merchant NICEPAY” ujar Kang Sehyun selaku CEO NICEPAY.

Melalui potensi kerja sama ini, Qoala berencana meluncurkan produk asuransi kecelakaan diri yang memberikan proteksi dengan harga terjangkau.

Asuransi ini berfungsi untuk melindungi para pelanggan merchant NICEPAY dari berbagai hal yang menyebabkan kematian, cacat permanen atau sementara serta biaya perawatan rumah sakit.

Setiap pelanggan yang ingin melakukan pembayaran produk dan jasa dari para merchant NICEPAY akan diarahkan ke halaman check-out milik NICEPAY untuk menyelesaikan pembayaran. Para pelanggan dapat memilih fitur tambahan asuransi sebelum membayar untuk mendapatkan proteksi asuransi kecelakaan diri yang telah disediakan Qoala.

Sebagai langkah awal, kolaborasi antara Qoala dan NICEPAY ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan kinerja operasi bisnis yang andal, tetapi juga memungkinkan untuk menangkap peluang baru terutama di bidang asuransi dan teknologi ke depan.

JAKARTA, MoneyTalk – Tokopedia melalui ekosistem Mitra Tokopedia mengupayakan keberlanjutan bisnis dengan mempertajam fokus menjadi platform dengan skala dan lingkup yang lebih spesifik demi terus menghasilkan dampak positif kepada seluruh pihak di dalam ekosistem secara jangka panjang.

“Di aplikasi Mitra Tokopedia, persentase pengguna produk digital (pulsa, paket data, game voucher, token listrik dan lain-lain) jauh lebih tinggi dibandingkan produk grosir (sembako dan produk fisik lainnya),” jelas Head of Mitra Tokopedia, Carlo Yudhistira Praditya.

“Melihat data tersebut, kami memutuskan untuk menyesuaikan bisnis kami dengan mengeliminasi fitur pembelian Produk Grosir di aplikasi Mitra Tokopedia, dan fokus memfasilitasi individu dan pemilik usaha untuk menjual 21 jenis Produk Digital dengan harga kompetitif, sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan lebih,” tambah Carlo.

21 jenis Produk Digital tersebut dibagi atas tiga kategori, antara lain: (1) Pembelian, yang mencakup 5 produk seperti Pulsa dan Voucher Game, (2) Dompet Digital, yang mencakup 3 produk seperti Saldo Dompet Gojek dan Top Up GoPay, dan (3) Pembayaran, yang mencakup 13 produk seperti Tagihan Tokopedia dan PDAM.

“Penyesuaian bisnis Mitra Tokopedia ini sejalan dengan tujuan grup perusahaan Tokopedia, yaitu grup GoTo, dalam membangun bisnis yang tetap bertumbuh secara jangka panjang,” kata Carlo.

Transaksi Biaya Pendidikan, Internet dan TV Kabel, serta E-Samsat di Mitra Tokopedia Meningkat Tajam Rata-Rata 4x Lipat

“Selain memberikan manfaat kepada individu dan pemilik usaha, Mitra Tokopedia juga terus berupaya membantu masyarakat, yang masih menghadapi tantangan dalam mengakses produk digital, untuk bisa lebih mudah membeli produk digital dari individu atau pemilik usaha (termasuk warung) yang bergabung di Mitra Tokopedia,” kata Carlo.

Masyarakat di lebih dari 700 kota dan kabupaten di Indonesia bisa mengakses berbagai produk digital–seperti pulsa, paket data, game voucher, token listrik, tagihan BPJS, biaya pendidikan dan produk digital lainnya–melalui individu atau pemilik usaha yang bergabung di Mitra Tokopedia.

“Biaya Pendidikan, Internet dan TV Kabel, serta E-Samsat merupakan sejumlah produk digital dengan pertumbuhan paling pesat di Mitra Tokopedia pada kuartal I 2023 dibandingkan periode yang sama di tahun 2022, dengan rata-rata peningkatan transaksi hampir 4x lipat,” kata Carlo.

Berkat Mitra Tokopedia, Pemilik Warung di Sidoarjo Ini Bisa Bangkit dari Pandemi, Beromzet Belasan Juta Per Hari dan Berdayakan Ribuan Warga

Aditya Hermawan Sanjaya sudah mulai berbisnis sejak kuliah. Awalnya ia menjual produk voucher telepon fisik, namun seiring berkembangnya teknologi, Aditya ikut beradaptasi.

Saat ini, Aditya telah memiliki warung di Sidoarjo ‘Barokah Cell’ yang fokus berjualan berbagai produk digital, mulai dari pulsa, paket data, tagihan seperti PLN hingga BPJS, dan produk digital lainnya.

“Saat pandemi, keuangan dan (transaksi) warung saya menurun drastis. Saya harus mencari cara supaya bisa terus berjualan. Akhirnya di 2022, saya bergabung dengan Mitra Tokopedia. Aplikasi Mitra Tokopedia membantu saya bangkit. Kini omzet warung saya bisa mencapai belasan juta rupiah per hari berkat Mitra Tokopedia,” ungkap Aditya.

Aditya juga memberdayakan ribuan warga sekitar untuk juga berjualan produk digital. Aditya sering mengedukasi warga sekitar tentang nilai tambah aplikasi Mitra Tokopedia, yang juga bisa melayani pembayaran E-Samsat dan PBB, agar warga tidak perlu pergi terlalu jauh lagi untuk mengakses layanan publik tersebut.

Selama bulan Ramadhan ini, Mitra Tokopedia menghadirkan kampanye KETUPAT (Kembali Untung Dahsyat), untuk mengapresiasi individu maupun pelaku usaha yang memanfaatkan Mitra Tokopedia, dengan total hadiah hingga Rp100 juta. Kampanye ini berisi berbagai program, salah satunya THR Misi Rejeki, dan Aditya berhasil menjadi salah satu pemenangnya.

Minahasa, Raja Ampat dan Manokwari Selatan Jadi Wilayah dengan Peningkatan Transaksi Produk Digital Tertinggi di Mitra Tokopedia

“Ke depannya, Mitra Tokopedia bersama seluruh mitra strategis akan terus fokus membantu pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia. Kami percaya bahwa hal tersebut hanya bisa terwujud jika ada kolaborasi dan inovasi,” ungkap Carlo.

Digitalisasi Warung misalnya, dimana Tokopedia berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia demi mendorong adopsi platform digital untuk pengembangan usaha para pemilik warung.

Mitra Tokopedia juga mempermudah masyarakat mengakses layanan publik seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan E-Samsat untuk membantu meningkatkan penerimaan negara.

“Transaksi PBB dan E-Samsat di Mitra Tokopedia masing-masing mengalami peningkatan sebesar hampir 1,5x lipat pada kuartal I 2023 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022,” tambah Carlo.

Mitra Tokopedia di sisi lain berupaya mempercepat terwujudnya inklusi keuangan dengan kategori produk Dompet Digital, sehingga masyarakat bisa lebih mudah, aman dan nyaman dalam melakukan top up dompet digital.

Melalui berbagai kolaborasi dan inovasi, Mitra Tokopedia mencatat Sabu Raijua (NTT), Kaimana (Papua Barat) dan Mappi (Papua Selatan) menjadi sejumlah wilayah dengan peningkatan jumlah penjual produk digital paling tinggi di Mitra Tokopedia pada kuartal I 2023 dibandingkan periode yang sama di tahun 2022, dengan rata-rata peningkatan sebesar hampir 3x lipat.

“Kami juga melihat Minahasa (Sulawesi Utara), Raja Ampat (Papua Barat) dan Manokwari Selatan (Papua Barat) menjadi beberapa wilayah dengan peningkatan transaksi produk digital paling tinggi di Mitra Tokopedia pada kuartal I 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022, dengan rata-rata peningkatan sebesar lebih dari 5,5x lipat,” ungkap Carlo.

“Tokopedia akan terus mengkaji bisnis Mitra Tokopedia agar dapat dengan lebih baik memenuhi kebutuhan para pengguna khususnya individu dan pemilik usaha di seluruh Indonesia,” tutup Carlo.

Ralat:
Telah terjadi kesalahan tafsir dan karenanya dilakukan perubahan judul dari sebelumnya, ‘Tokopedia Fokus pada Transaksi Produk Digital’ menjadi ‘Aplikasi Mitra Tokopedia Lakukan Penyesuaian Bisnis’. Demikian ralat sudah dilakukan.

JAKARTA, MoneyTalk – Fintech P2P Lending Akseleran terus mencatat grafik pertumbuhan kinerja yang positif dengan raihan total penyaluran pinjaman usaha secara kumulatif telah mencapai sekitar Rp7,5 triliun lebih hingga minggu pertama April 2023.

Dengan mengusung target Rp6 triliun di tahun ini, atau naik 100% dibandingkan realisasi tahun 2022, semakin mendekati langkah Akseleran menuju penyaluran pinjaman dengan total kumulatif sebesar lebih dari Rp12 triliun.

Ivan Tambunan, Group CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan sekitar 97% total penyaluran pinjaman diperuntukkan kepada sektor produktif, khususnya UKM dan sisanya untuk produk lain yang menyasar consumer loan, yaitu employee loan.

Hingga saat ini, Ivan menyampaikan, ada sebanyak hampir 5 ribu UKM yang sudah memperoleh pinjaman modal usaha melalui Akseleran, bahkan salah satu dari usaha penerima pinjaman tersebut sudah berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Akseleran berkomitmen untuk membawa UKM di Indonesia tidak hanya bertumbuh dari sisi kesejahteraan namun juga membawa mereka naik kelas mengingat UKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

Dari sisi pendanaan Akseleran didukung oleh lebih dari 200 ribu pemberi dana pinjaman perorangan (retail lender) dan belasan institutional lender yang berasal dari Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya, antara lain perbankan termasuk diantaranya Bank-Bank buku 4,” kata Ivan di Jakarta, Rabu 12 April 2023.

Ivan menjelaskan, pertumbuhan Akseleran tetap terjaga dengan baik melalui kinerja bisnis perseroan di kuartal pertama tahun 2023 dengan rata-rata penyaluran pinjaman bulanan menembus di kisaran angka Rp260 miliar hingga Rp310 miliar.

Tercatat, selama periode Januari hingga Maret di tahun ini, penyaluran pinjaman Akseleran berhasil mencapai Rp800 miliar lebih atau tumbuh hingga 32% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Penetrasi penyaluran pinjaman Akseleran terus meningkat di luar wilayah Pulau Jawa yang berhasil berkontribusi lebih dari 10% dari total penyaluran, antara lain di Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Bali, dan Sulawesi Selatan,” jelas Ivan.

“Dengan sektor-sektor usaha yang masih mendominasi, yakni engineering/construction, coal & related energy, oil & gas, business & consumer services, dan transportasi,” terang Ivan.

Selain itu, Ivan mengatakan, pertumbuhan yang terjadi turut ditopang oleh melesatnya produk payroll-backed employee loan yang walaupun kontribusinya belum sampai lebih dari 5% penyaluran pinjaman Akseleran.

Namun selama tiga bulan terakhir di tahun ini berhasil tumbuh hingga 121% dibandingkan realisasi yang sama di tahun sebelumnya.

Menurutnya, untuk produk employee loan, Akseleran sudah bekerjasama dengan sebanyak 108 perusahaan yang menjadi mitra kerja dan diperkirakan akan bertambah terus.

Untuk terus mendorong pertumbuhan penyaluran pinjaman, Ivan mengungkapkan, Akseleran tidak berhenti memperluas pasarnya.

“Meski demikian, Akseleran tetap menjaga bisnis pinjaman usaha yang sustainable dengan terus menjalankan credit assessment secara prudent, melihat kapasitas keuangan dan riwayat kreditnya dari si peminjam seperti apa.

Dan untuk selalu memberikan peace of mind kepada para lender, Akseleran juga sudah memfasilitasi hampir seluruh kampanye pinjamannya dengan asuransi kredit yang meng-cover 99% dari pokok pinjaman yang tertunggak yang sejauh ini langkah-langkah mitigasi risiko kredit macet kami berhasil mempertahankan angka NPL di 0,5% atau tercatat TKB90 di 99,50% dan masih lebih baik dibandingkan rata-rata industri yang mencapai 97%,” tambah Ivan.

JAKARTA, MoneyTalk – Qoala yang merupakan perusahaan insurtech terbesar di Asia Tenggara telah menyelesaikan putaran pendanaan Seri B+ dan mengumpulkan USD 7,5 juta.

Putaran yang dipimpin oleh responsAbility Investments AG (“responsAbility”) merupakan bukti pertumbuhan omnichannel Qoala dengan kehadirannya di Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Didorong oleh misi meningkatkan kehidupan masyarakat, Qoala telah memainkan peran penting dalam mendorong inklusi keuangan di Asia Tenggara dengan menyediakan asuransi kendaraan bermotor, properti, perjalanan, kesehatan, dan jiwa yang mudah diakses dan terjangkau.

Hingga saat ini, pelanggan Qoala telah mendapatkan manfaat sebesar lebih dari USD 30 juta melalui klaim asuransi yang didapatkan melalui kemitraan dengan perusahaan asuransi di tiga pasar tersebut.

Fokusnya terhadap teknologi membuat Qoala dapat lebih cepat berpenetrasi ke pasar dan meningkatkan product experience. Ditambah dengan program upskilling di sisi internal, Qoala telah melengkapi para tenaga pemasar dengan keterampilan menawarkan produk yang lebih luas bagi pelanggan mereka, yang menghasilkan peningkatan pembayaran komisi rata-rata sebesar 85% (year on year) yoy pada tahun 2022.

Sejak Seri B Mei lalu, Qoala berhasil menggandakan jumlah GWP (gross written premiums) dan memperkuat kehadiran di wilayah Asia Tenggara.

Keberhasilannya dalam menyederhanakan polis asuransi tradisional yang cenderung mahal dan rumit untuk lebih dari 8 juta pelanggan telah menghasilkan margin kontribusi yang positif dan kondisi ekonomi yang lebih baik.

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh responsAbility, sebuah perusahaan investasi Eropa, dengan partisipasi dari Appworks dan para investor yang telah menanamkan modalnya, Eurazeo dan Indogen. Keberhasilan pendanaan Seri B+ Qoala didukung oleh pertumbuhannya yang berkelanjutan sehingga membawa Qoala kepada profitabilitas dan ekspansi regional.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada para investor kami yang telah mempercayai kami dan misi kami di tengah kondisi ekonomi saat ini. Melalui pendanaan Seri B+ ini, kami akan semakin menyederhanakan proses kepemilikan asuransi dengan meningkatkan penawaran produk dan product experience kami. Peningkatan ini akan memperkuat posisi kami seiring dengan upaya kami mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di Asia Tenggara,” ujar Harshet Lunani, Founder dan CEO Qoala.

“Komitmen Qoala meningkatkan kehidupan melalui inklusi keuangan selaras dengan strategi kami. Pertumbuhan Qoala di saat pandemi menunjukkan bahwa pendekatan omnichannel dapat mendistribusikan asuransi ke populasi yang saat ini tidak terlayani oleh incumbent atau sebelumnya belum pernah memiliki asuransi sama sekali. Kami sangat senang dapat bergabung dalam perjalanan Qoala mendemokratisasi asuransi yang terjangkau di Asia Tenggara.” ujar Ruzgar Barisik, atas nama praktik inklusi keuangan ekuitas swasta responsAbility.

Akses terhadap asuransi menjadi elemen kunci dalam mempromosikan inklusi keuangan karena hal tersebut berkontribusi pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara yang seimbang dan berkelanjutan.

Pendanaan ini akan semakin meningkatkan produk dan ekspansi geografis Qoala, dengan fokus untuk mengatasi tantangan aksesibilitas dan keterjangkauan asuransi dalam pasar negara berkembang di Asia Tenggara.

Qoala juga berkontribusi langsung terhadap perekonomian dengan menyediakan lebih dari 60.000 peluang kerja tenaga pemasar dan aliran pendapatan tambahan ke lebih dari 65 bisnis. Selain berdampak pada ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja, Qoala memberdayakan masyarakat dengan literasi keuangan di berbagai platform offline dan online.[MT]