21 Oktober 2026

Sugiyanto (SGY)-Emik

MoneyTalk,Jakarta – Ucapan Gus Miftah yang terlontar dalam sebuah acara pengajian dianggap merendahkan seorang pedagang es teh, sehingga menuai kritik luas di media sosial. Potongan video tersebut memicu berbagai reaksi, dengan banyak pihak mempertanyakan etika dan kesantunan seorang tokoh publik atau Utusan Presiden dalam menyampaikan pesan di hadapan masyarakat.

Insiden tersebut tidak hanya memancing reaksi keras dari publik tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana Presiden Prabowo Subianto akan mengambil langkah tegas terhadap anak buahnya yang melanggar norma kesopanan dan penghormatan terhadap rakyat kecil, kata Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat)/Relawan Independen Pendukung Prabowo Saat Pilpres 2019-2024, Sugiyanto (SGY)-Emik.

Gus Miftah yang melontarkan candaan yang dianggap menghina seorang pedagang es teh bernama Sunhaji. Ucapan seperti “Ya, sana jual gob**k” dinilai publik sebagai bentuk penghinaan yang tidak pantas, terutama dari seorang pejabat yang bertugas menjaga kerukunan dan moderasi beragama, ujar Sugiyanto

Sebagai seorang pemimpin yang dikenal dengan julukan Macan Asia, Prabowo Subianto diharapkan menunjukkan ketegasan dalam menegakkan disiplin di lingkaran pemerintahannya, lanjut Sugiyanto

Namun, menurut Sugiyanto keputusan untuk memecat Gus Miftah tidaklah sederhana. Ada pertimbangan politik dan hubungan personal yang mungkin menjadi faktor penentu.

Di satu sisi, tindakan tegas akan memperkuat citra Prabowo sebagai pemimpin yang tidak mentolerir pelanggaran etika oleh pejabatnya. Di sisi lain, keputusan ini bisa memunculkan polemik baru, mengingat posisi Gus Miftah sebagai tokoh agama yang memiliki pengikut luas jelas Sugiyanto

Disebut Sugiyanto setdaknya terdapat 3 (tiga) alasan yang mendasari pentingnya keputusan tegas dari Presiden Prabowo. Pertama, menjaga wibawa pemerintah.

Ucapan Gus Miftah yang viral telah mencoreng citra pemerintah, khususnya di mata rakyat kecil yang merasa terhina. Keputusan tegas akan memperlihatkan bahwa pemerintah tidak mentolerir perilaku pejabat yang bertindak semena-mena.

Kedua, menyelaraskan nilai pemimpin dengan kebijakan. Prabowo secara konsisten menunjukkan penghormatan terhadap rakyat kecil. Jika Gus Miftah tetap dibiarkan menjabat, hal ini dapat menimbulkan kesan bahwa pemerintah tidak serius dalam menegakkan nilai-nilai yang telah menjadi prinsip dasar kepemimpinan Prabowo.

Dan Ketiga, memberikan efek jera. Langkah tegas terhadap Gus Miftah akan menjadi peringatan bagi pejabat lain untuk selalu menjaga integritas dan etika dalam bertindak, baik di depan publik maupun dalam menjalankan tugas.

Langkah Prabowo dalam menyikapi kasus ini akan menjadi ujian nyata bagi komitmennya terhadap prinsip-prinsip kepemimpinan yang selama ini ia gaungkan. Publik menanti keberanian “Macan Asia” untuk mengambil tindakan tegas yang tidak hanya menjaga wibawa pemerintah, tetapi juga membela martabat rakyat kecil, pungkasnya.

MoneyTalk, Jakarta – Pada Rabu, 16 Oktober 2024, Sugiyanto atau yang lebih dikenal dengan SGY, bersama Emik menyampaikan pernyataan tertulis pada MoneyTalk. Sugiyanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat), menegaskan komitmennya sebagai relawan mandiri dalam mendukung Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024.

Dukungan tersebut menggambarkan sikap independen dari kelompok masyarakat yang ingin memberikan kontribusi langsung tanpa tergantung pada struktur formal partai politik atau tim kampanye.

Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat)

Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat) merupakan organisasi masyarakat yang bergerak dalam pemberdayaan sosial dan politik. Organisasi ini berfokus pada memperjuangkan kepentingan rakyat Nusantara.

Di bawah kepemimpinan Sugiyanto, Hasrat aktif mendorong partisipasi politik masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka melihat Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat yang lebih luas dan mendukung pengembangan potensi lokal serta pembangunan yang merata.

Dukungan Mandiri: Komitmen tanpa Afiliatif Formal

Sugiyanto menekankan bahwa dukungan mereka untuk Prabowo Subianto bersifat mandiri. Ini berarti bahwa Hasrat tidak terkait dengan dukungan dari partai politik tertentu atau mengandalkan dana dari pihak eksternal. Relawan yang tergabung bersama Hasrat bergerak secara independen, menggalang dukungan dengan pendekatan akar rumput yang dinilai lebih efektif dalam memahami kebutuhan masyarakat setempat.

Emik menambahkan, dengan cara ini mereka merasa lebih leluasa dalam menyampaikan aspirasi masyarakat langsung kepada Prabowo dan timnya.

Alasan Dukungan kepada Prabowo Subianto

Dalam pernyataan tertulisnya, Sugiyanto menguraikan alasan utama mengapa mereka mendukung Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo memiliki visi yang sejalan dengan tujuan Hasrat, terutama dalam hal kemandirian ekonomi, kedaulatan bangsa, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

Emik juga mengapresiasi rencana-rencana pembangunan Prabowo yang dinilai pro-rakyat dan berorientasi pada kemajuan Nusantara secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

Hasrat juga menyebutkan bahwa selama ini Prabowo telah menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu lokal di berbagai daerah di Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo disebutkan sering berdiskusi dengan masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung, yang menurut Hasrat menjadi nilai tambah dalam mendukungnya di Pilpres 2024.

Program dan Agenda Kerja Relawan Hasrat

Sebagai relawan mandiri, Hasrat memiliki agenda kerja yang spesifik dalam mendukung Prabowo. Beberapa program yang direncanakan antara lain:

Hasrat berencana untuk memperluas jangkauan dukungan dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye. Selain itu, mereka juga akan mengadakan pertemuan langsung dengan masyarakat di berbagai daerah untuk membangun kesadaran politik dan memperkenalkan visi-misi Prabowo secara langsung.

Hasrat akan mengadakan seminar, pelatihan, dan diskusi kelompok terkait pendidikan politik. Sugiyanto dan Emik berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya partisipasi politik dan bagaimana memilih pemimpin yang memiliki visi untuk kepentingan rakyat.

Melalui kerja sama dengan komunitas lokal, Hasrat berencana untuk membangun relawan-relawan yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk petani, nelayan, pekerja, dan generasi muda. Relawan tersebut akan menjadi ujung tombak dalam menyampaikan program-program Prabowo yang sesuai dengan kebutuhan lokal masing-masing.

Hasrat Sebagai organisasi relawan mandiri, Hasrat menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan persaingan dengan tim kampanye formal yang didukung oleh struktur partai. Namun, Sugiyanto menyatakan bahwa semangat relawan Hasrat tidak akan surut. Mereka percaya bahwa gerakan dari masyarakat langsung akan memberikan dampak yang signifikan dalam memperkuat dukungan untuk Prabowo Subianto.

Dukungan Sugiyanto (SGY)-Emik dan Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat) untuk Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 mencerminkan semangat mandiri dan dedikasi tanpa ikatan formal dengan partai politik. Dengan berfokus pada pendidikan politik dan pendekatan langsung ke masyarakat, Hasrat berharap dapat berkontribusi dalam menyukseskan visi Prabowo untuk Indonesia.

Relawan mandiri seperti Hasrat menjadi bagian penting dari demokrasi yang sehat, di mana suara rakyat dapat tersampaikan tanpa perantara, dan pemimpin dapat melihat dukungan nyata dari rakyat yang benar-benar menginginkan perubahan.(c@kra)

MoneyTalk, Jakarta – Pasca pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024, bangsa Indonesia dihadapkan pada fase baru pemerintahan. Saatnya kita bersama-sama mendukung penuh jalannya pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Salah satu bentuk dukungan konkrit adalah dengan berpartisipasi aktif dalam Pilkada serentak yang akan digelar di seluruh Indonesia, termasuk Pilkada DKI Jakarta yang rencananya berlangsung pada 20 November 2024.

(lebih…)