5 November 2026

TransJakarta

MoneyTalk, Jakarta – Duka menyelimuti peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus milik Transjakarta pada Kamis (12/2/2026) siang. Seorang pejalan kaki berinisial S (27) meninggal dunia setelah terlindas bus di Jalan Margasatwa Raya, Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Peristiwa tragis ini memicu sorotan tidak hanya pada aspek keselamatan transportasi publik, tetapi juga pada kinerja keuangan operator bus milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai tragedi tersebut seharusnya menjadi momentum refleksi menyeluruh. Namun, menurutnya, kondisi ini justru memperlihatkan ironi karena laba PT Transportasi Jakarta terus mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir.

Ia memaparkan, laba komprehensif perusahaan pada 2024 hanya sekitar Rp197 miliar. Angka itu dinilai jauh lebih kecil dibandingkan laba tahun 2022 yang mencapai Rp342 miliar serta tahun 2021 sebesar Rp280 miliar.

“Padahal subsidi dari APBD DKI Jakarta pada 2024 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tetapi labanya justru minimal,” ujar Uchok, Senin (16/2/2026).

Data yang disampaikan menunjukkan subsidi pada 2021 berada di kisaran Rp2,7 triliun dengan laba Rp280 miliar. Sementara pada 2024, subsidi meningkat menjadi sekitar Rp3,6 triliun, namun laba turun menjadi Rp197 miliar.

Menurut Uchok, kondisi “subsidi tinggi, laba minimal” merupakan sinyal yang perlu mendapat perhatian serius aparat penegak hukum. Ia menekankan bahwa dana yang masuk ke perusahaan transportasi publik tersebut berasal dari pajak masyarakat, sehingga pengelolaannya harus transparan dan akuntabel.

Karena itu, ia meminta Kejaksaan Agung untuk membuka penyelidikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan uang rakyat sekaligus mendorong perbaikan tata kelola transportasi publik di ibu kota.

Di tengah duka akibat korban jiwa, sorotan terhadap keselamatan layanan dan transparansi keuangan Transjakarta kini menjadi dua isu yang tak terpisahkan—menuntut tanggung jawab sekaligus pembenahan menyeluruh demi kepercayaan publik.

MoneyTalk, Jakarta – Rentetan insiden fatal yang melanda layanan Transjakarta dalam 48 jam terakhir memicu kemarahan aktivis mahasiswa. Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) secara tegas menyatakan tidak ada lagi ruang kompromi bagi manajemen yang abai terhadap keselamatan nyawa warga Jakarta.Peta

​Menyikapi kecelakaan maut di Pondok Labu dan insiden bus berasap di Halte Pancoran (14/2), Ketua Umum MMT, Abid Zahid Fadilah, menilai alasan “titik buta” (blind spot) dan kondisi fisik korban sebagai alibi usang untuk menutupi bobroknya manajemen.

​”Jangan gunakan narasi ‘korban sempoyongan’ atau ‘titik buta‘ untuk mencuci tangan. Masalah aslinya adalah armada yang tidak laik namun dipaksakan mengaspal. Kejadian di Halte Pancoran, di mana penumpang berhamburan karena bus berasap, adalah bukti nyata bahwa standar perawatan kita berada di titik nadir,” tegas Abid Zahid Fadilah dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/2).

MMT menyoroti adanya dugaan pembiaran terhadap armada yang sudah tidak layak demi mengejar target operasional.

”Kami menuntut Audit Total Kelayakan Armada! Segera lakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap seluruh vendor bus. Jangan ada lagi armada ‘rongsokan’ yang dipaksa beroperasi hanya demi mengejar target kilometer. Ini bukan soal angka, ini soal nyawa manusia!” tambah Abid.

Melihat karut-marut yang tak kunjung usai, MMT mengeluarkan ultimatum keras kepada Balai Kota. Keselamatan warga Jakarta dianggap telah digadaikan oleh jajaran direksi yang tidak kompeten.

”Kami meminta Gubernur Pramono Anung untuk segera mengevaluasi total struktur direksi dan secara tegas MENCOPOT Direktur Operasional Transjakarta. Beliau adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas rentetan petaka ini,” cetus Abid.

Sebagai bentuk keseriusan, MMT menyatakan siap mengambil langkah yang lebih masif jika tuntutan ini diabaikan.

”Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas dari Gubernur, Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) SIAP TURUN KE JALAN. Kami akan mengepung Balai Kota untuk menuntut pencopotan Direktur Operasional. Audit total atau kami yang akan bertindak!” tegas Abid menutup keterangannya.

Transjakarta adalah simbol kemajuan Jakarta. Jika manajemennya membiarkan bus menjadi “mesin pencabut nyawa”, maka restrukturisasi total adalah harga mati.

JAKARTA, MoneyTalk – Meningkatnya aktivitas masyarakat di Indonesia khususnya DKI Jakarta pasca pencabutan PPKM pada masa pandemi Covid-19, menandakan perputaran roda ekonomi yang mulai tumbuh di tahun 2023.

Guna mendukung mobilisasi dan kebutuhan transportasi setiap harinya, Pemprov DKI Jakarta terus berinovasi untuk menyediakan infrastruktur yang memadai, baik dalam bentuk pembangunan jalan baru maupun kegiatan perbaikan jalan yang berada dalam kondisi kurang baik.

Plt. Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo, memaparkan Rencana Kerja Tahun 2023 yang meliputi jalan dan jembatan, jalur pejalan kaki, penerangan jalan dan sarana umum, serta jembatan penyeberangan orang di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Lilik Unggul Raharjo, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang menjadi salah satu mitra dalam kegiatan pembangunan infrastruktur DBM Provinsi DKI Jakarta.

“SBI sudah banyak mencipatakan solusi-solusi, salah satunya adalah beton rapid setting SpeedCrete. PT Pendawa Lestari Perkasa (PLP) yang merupakan anak usaha SBI melaksanakan pekerjaan perbaikan jalur Bus TransJakarta Koridor 1-14 dengan menggunakan SpeedCrete yang dapat siap digunakan hanya dalam waktu 8 jam setelah beton selesai diaplikasikan”, jelas Heru Suwondo pada paparannya.

Sementara itu, Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo menyampaikan bahwa sebagai bagian dari SIG, SBI terus mengembangkan inovasi berbasis prinsip-prinsip berkelanjutan, sebagai kunci menghadirkan solusi yang berkualitas dan ramah lingkungan.

“Aplikasi SpeedCrete pada jalur TransJakarta bukan kali pertama dilaksanakan. Kepercayaan dari pemerintah daerah, memperkuat komitmen kami untuk memberi nilai tambah pada solusi inovatif ini. Selain kecepatan aplikasi yang membantu mengurangi emisi karbon karena macet penutupan jalan, SpeedCrete juga menggunakan bahan baku ramah lingkungan yang sudah tersertifikasi Green Label”, terang Lilik.

PLP resmi ditunjuk oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta untuk pengerjaan perbaikan infrastruktur jalur TransJakarta yang meliputi manajemen lalu lintas, penutupan singkat lajur jalan yang diperbaiki, pembongkaran, pembuangan hasil bongkaran, pengecoran, hingga pembukaan kembali jalan yang telah diperbaiki.

Optimalisasi material dan sumber daya lokal dengan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk pekerjaan dengan Dinas Bina Marga Provinsi DKI, yaitu Pekerjaan Beton Rapid Setting SpeedCrete di Jalan Pakin Paket 1 tahun 2022 mencapai nilai pascaaudit oleh Sucofindo sebesar 67,14%. Hal ini sejalan dengan himbauan pemerintah untuk peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Solusi Inovatif Beton Cepat Kering

SpeedCrete menawarkan beberapa level kecepatan kering yang dapat disesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas jalan di suatu daerah, mulai dari 4 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam dan 12 jam. Selain jalur bus TransJakarta, SpeedCrete juga sudah diaplikasikan di beberapa ruas jalan tol seperti di wilayah Jabodetabek, ruas tol Bakauheni – Terbanggi, ruas Surabaya – Mojokerto dan ruas Surabaya – Gempol.

SpeedCrete menjadi solusi inovatif perkerasan yang mengurangi dampak kemacetan secara signifikan, khususnya di perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi seperti Jakarta.

Keunggulan tersebut membantu meminimalisasi hilangnya waktu produktif dan bahan bakar pengendara serta polusi karena kemacetan akibat perbaikan jalan.

SpeedCrete juga memberikan nilai tambah solusi yang efektif dari sisi biaya dan unggul secara teknis serta fokus pada efisiensi energi, dibuat dari material yang berkualitas dan memberikan kekuatan maksimal pada konstruksi infrastruktur yang dibangun.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk sendiri adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh SIG.

Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.