2 November 2026

Imanuel Ebenezer

MoneyTalk, Jakarta – Dalam wawancara yang disiarkan di Komisidotco pada Senin, 14 Oktober, Imanuel Ebenezer, seorang relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya melihat ke masa depan dan meninggalkan persoalan masa lalu.

Menurut Imanuel, energi bangsa harus diarahkan untuk membangun Indonesia yang unggul menjelang 2045, bukan terjebak dalam kontroversi dan isu yang sudah lewat. Ia menyoroti bahwa bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu memimpin dengan visi yang jelas dan tegas untuk mencapai target tersebut.

Visi Menuju Indonesia 2045 Imanuel menggarisbawahi bahwa bangsa Indonesia memiliki target besar di tahun 2045, yang menurutnya harus difokuskan pada pembangunan kader unggul dan masyarakat yang tangguh. Ia menyoroti bahwa untuk mencapai ini, kita perlu berhenti berkutat pada masalah masa lalu seperti isu penculikan yang terus diungkit.

Sebagai negara yang sedang bertransformasi, kata Imanuel, kita harus siap membangun sejarah baru. Dengan dukungan pemimpin yang berkarakter seperti Prabowo, ia optimis bahwa Indonesia dapat mencapai status sebagai bangsa yang dihormati di kancah internasional.

Menolak Wacana Tiga Periode Dalam perbincangannya, Imanuel juga mengungkapkan alasannya mendukung Prabowo. Sebelumnya, ia merupakan pendukung setia Jokowi, bahkan berkontribusi dalam membentuk komunitas “GP Mania” sebagai bentuk dukungan kepada Ganjar Pranowo. Namun, wacana tentang perpanjangan masa jabatan presiden atau “tiga periode” membuatnya kecewa.

Sebagai aktivis lama, ia merasa bertanggung jawab untuk menolak gagasan tersebut. Menurutnya hal itu bertentangan dengan prinsip pembatasan kekuasaan eksekutif yang telah diperjuangkannya sejak lama.

Imanuel menilai bahwa keberadaan kelompok yang menyokong wacana tiga periode tidak memiliki ideologi yang jelas, namun lebih mengutamakan kepentingan mereka sendiri. Dia melihat, para buzzer atau kelompok pendukung yang hanya berfokus pada keuntungan pribadi sebagai ancaman terhadap demokrasi dan cita-cita bangsa.

Dari Pendukung Jokowi ke Prabowo Imanuel kemudian menceritakan perjalanannya dari mendukung Jokowi hingga memilih Prabowo. Pada satu titik, ia terlibat dalam persidangan sebagai saksi meringankan untuk Munarman, yang saat itu menghadapi tuduhan serius. Langkahnya ini membuatnya mendapat banyak kritik dari pendukung Jokowi. Namun, Imanuel tetap pada pendiriannya karena ia menganggap bahwa persahabatan dan loyalitas lebih penting dari sekadar kepentingan politik.

Ketegasan Prabowo dalam menghadapi berbagai tekanan menjadi salah satu alasan kuat baginya untuk bergabung dalam tim relawan. Imanuel melihat bahwa Prabowo tidak hanya memiliki karakter yang kuat sebagai pemimpin, tetapi juga mampu menghadapi dan melawan pihak-pihak yang mencoba melemahkan kepemimpinannya. Ia menyebut Prabowo sebagai “serigala sejati” yang siap mengatasi serigala berbulu domba di sekitarnya.

Kepemimpinan Prabowo yang Kuat Imanuel menyoroti perbedaan kepemimpinan antara Prabowo dan Jokowi. Ia menilai bahwa Prabowo memiliki karakter dan pengalaman sebagai jenderal yang siap menghadapi tantangan dengan tegas. Menurutnya, Prabowo tidak akan mudah terpengaruh oleh orang-orang di sekitarnya yang mungkin memiliki agenda tersendiri. “Kalau hanya serigala berbulu domba, Prabowo akan makan mereka,” kata Imanuel dengan nada yakin.

Imanuel juga menggarisbawahi bahwa Prabowo siap dikritik dan tidak alergi terhadap kritik yang konstruktif. Bagi Imanuel, sikap Prabowo ini membedakannya dari pemimpin lain yang lebih tertutup terhadap masukan dan umpan balik dari para pendukungnya.

Membangun Kepercayaan melalui Digitalisasi Selain itu, Imanuel mengapresiasi peran media digital dalam memungkinkan pendukung untuk mengungkapkan pandangan mereka dengan lebih jujur dan terbuka. Ia menyarankan generasi muda untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana untuk menyuarakan pendapat mereka. Dalam dunia digital ini, Imanuel melihat peluang besar bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang utuh tanpa intervensi atau sensor.

Imanuel Ebenezer menunjukkan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran dengan landasan visi yang jelas untuk masa depan Indonesia. Ia percaya bahwa bangsa ini harus fokus pada pembangunan di masa depan dan bukan pada permasalahan masa lalu yang tidak relevan lagi.

Dalam pandangannya, Prabowo adalah pemimpin yang tepat untuk membawa Indonesia mencapai cita-cita 2045, yakni menjadi negara yang berdaulat, unggul, dan dihormati di kancah internasional. Imanuel berharap bahwa bangsa Indonesia dapat terus bergerak maju dan menciptakan sejarah baru yang lebih baik demi kesejahteraan generasi mendatang.(c@kra)

MoneyTalk, Jakarta – Imanuel Ebenezer, seorang relawan pendukung Prabowo-Gibran, baru-baru ini memberikan pernyataan tegas tentang karakter dan alasan di balik dukungannya terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024. Dalam wawancara yang ditayangkan oleh Komisidotco pada Senin, 14 Oktober, ia menyebut Prabowo sebagai seorang pemimpin yang kuat dengan “karakter serigala”—sosok yang tangguh dan tidak gentar menghadapi berbagai rintangan. Artikel ini akan membahas pandangan Imanuel tentang Prabowo, perjalanan politiknya, dan alasan mendukung Prabowo meski sebelumnya ia pernah mengkritik keras mantan lawannya itu.

Prabowo sebagai Pemimpin yang Berkarakter Serigala, Dalam wawancara tersebut, Imanuel menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang berkarakter serigala. Menurutnya, Prabowo adalah sosok yang kuat, tegas, dan tak kenal menyerah. Sebagai seorang pemimpin, Prabowo dinilai mampu bertahan dalam berbagai badai politik.

“Dia itu pemimpin yang punya karakter. Dia adalah serigala sebenarnya,” kata Imanuel dengan penuh keyakinan.

Ia juga menegaskan bahwa dukungannya kepada Prabowo bukanlah keputusan yang datang tiba-tiba. Meskipun sebelumnya pernah berada di barisan yang berseberangan dengan Prabowo, Imanuel mengakui bahwa sosok Prabowo memiliki kualitas yang langka dalam politik Indonesia. Keberanian, keteguhan, serta ketidakdendaman Prabowo terhadap mereka yang pernah mengkritiknya menjadi alasan utama Imanuel untuk mendukung Prabowo.

Dukungan Imanuel terhadap Prabowo dan Tantangan yang Dihadapinya, Imanuel mengungkapkan bahwa keputusannya mendukung Prabowo telah membuatnya menjadi sasaran kritik, bahkan dari beberapa tokoh yang dekat dengan lingkaran pemerintahan Jokowi. Menurutnya, ia sempat dihina dan direndahkan oleh beberapa pihak, termasuk beberapa menteri dalam pemerintahan Jokowi. Namun, Imanuel menegaskan bahwa ia tetap teguh pada pilihannya, dan tidak goyah oleh berbagai cibiran tersebut.

“Semua yang hina saya akhirnya akan menunduk kepala. Saya dihina rezim, bahkan oleh menterinya, tapi saya tetap yakin pada pilihan saya,” ujarnya.

Imanuel juga menambahkan bahwa ia tidak terpengaruh oleh pandangan miring para pengkritik, yang menurutnya hanyalah “buzzer” yang tidak punya ideologi dan hanya memikirkan uang. Ia memandang dukungan dan keyakinannya terhadap Prabowo sebagai bagian dari kontribusi untuk mengubah arah bangsa Indonesia.

Pengalaman Politik dan Keputusan untuk Tidak Maju di Pilkada Kalimantan Utara, Sebelumnya, Imanuel sempat merencanakan untuk maju dalam Pilkada Kalimantan Utara. Namun, ia memutuskan untuk mengurungkan niat tersebut setelah berbicara dengan Prabowo. Menurutnya, Prabowo memberikan saran yang bijak, yaitu agar Imanuel tetap fokus membantu Prabowo di Jakarta.

“Pak Prabowo bilang, ‘Kenapa di Kalimantan Utara? Kamu lebih baik tetap di Jakarta membantu saya di sini.’ Itu menjadi alasan utama saya tidak jadi maju di sana,” jelas Imanuel.

Prabowo menilai bahwa energinya lebih bermanfaat di Jakarta, dan Imanuel sepakat bahwa dalam perannya di ibukota, ia bisa memberikan dampak yang lebih besar.

Perubahan Pandangan Imanuel terhadap Prabowo, Perjalanan politik Imanuel yang kini mendukung Prabowo sebenarnya tidaklah mudah. Pada Pilpres 2019, Imanuel merupakan sosok yang secara lantang meminta agar Prabowo ditangkap, mengingat saat itu mereka berada di sisi berlawanan. Namun, ia kemudian berubah pandangan dan mendukung Prabowo. Menurut Imanuel, keputusan tersebut didasarkan pada pemahaman yang mendalam terhadap Prabowo setelah berinteraksi langsung dengannya.

Dalam satu kesempatan, Imanuel mengungkapkan bahwa ia menyampaikan langsung kepada Prabowo tentang permintaan penangkapan tersebut. Prabowo, dengan sikap bijaknya, merespons bahwa dirinya tidak tertarik pada masa lalu, dan fokus pada masa depan. Jawaban Prabowo tersebut membuat Imanuel kagum, dan dari situlah ia melihat kualitas kepemimpinan yang tangguh dari Prabowo.

Tantangan dari Para Kritikus dan Keyakinan Terhadap Masa Depan Bersama Prabowo, Sebagai seorang mantan aktivis dan pendukung Jokowi pada Pilpres sebelumnya, Imanuel menyadari bahwa langkahnya mendukung Prabowo akan menuai banyak kritik. Tuduhan bahwa dirinya beralih dukungan demi keuntungan finansial atau jabatan menjadi hal yang sering ia dengar. Imanuel menanggapinya dengan santai. Menurutnya, tuduhan semacam itu tidak akan mengalihkan fokusnya, karena ia memilih untuk membicarakan masa depan bangsa daripada terus berkutat pada masa lalu.

Imanuel juga menambahkan bahwa ia siap menghadapi berbagai tantangan demi mendukung Prabowo. Baginya, Prabowo adalah pemimpin yang memiliki visi jelas dan tidak takut menghadapi lawan-lawan politiknya. Hal ini yang membuat Imanuel yakin bahwa Prabowo adalah sosok yang dibutuhkan Indonesia untuk membangun pemerintahan yang kuat dan berintegritas.

Dari pandangan dan pengalaman yang disampaikan Imanuel, terlihat jelas bahwa dukungannya terhadap Prabowo bukanlah sesuatu yang dangkal atau diputuskan secara terburu-buru. Imanuel melihat Prabowo sebagai sosok yang memiliki karakter kuat, penuh integritas, dan mampu menghadapi berbagai rintangan. Dukungan ini, meski tak lepas dari kontroversi, didasarkan pada keyakinannya akan kemampuan Prabowo dalam memimpin bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.(c@kra)