MoneyTalk, Jakarta – Dalam wawancara yang disiarkan di Komisidotco pada Senin, 14 Oktober, Imanuel Ebenezer, seorang relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya melihat ke masa depan dan meninggalkan persoalan masa lalu.
Menurut Imanuel, energi bangsa harus diarahkan untuk membangun Indonesia yang unggul menjelang 2045, bukan terjebak dalam kontroversi dan isu yang sudah lewat. Ia menyoroti bahwa bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu memimpin dengan visi yang jelas dan tegas untuk mencapai target tersebut.
Visi Menuju Indonesia 2045 Imanuel menggarisbawahi bahwa bangsa Indonesia memiliki target besar di tahun 2045, yang menurutnya harus difokuskan pada pembangunan kader unggul dan masyarakat yang tangguh. Ia menyoroti bahwa untuk mencapai ini, kita perlu berhenti berkutat pada masalah masa lalu seperti isu penculikan yang terus diungkit.
Sebagai negara yang sedang bertransformasi, kata Imanuel, kita harus siap membangun sejarah baru. Dengan dukungan pemimpin yang berkarakter seperti Prabowo, ia optimis bahwa Indonesia dapat mencapai status sebagai bangsa yang dihormati di kancah internasional.
Menolak Wacana Tiga Periode Dalam perbincangannya, Imanuel juga mengungkapkan alasannya mendukung Prabowo. Sebelumnya, ia merupakan pendukung setia Jokowi, bahkan berkontribusi dalam membentuk komunitas “GP Mania” sebagai bentuk dukungan kepada Ganjar Pranowo. Namun, wacana tentang perpanjangan masa jabatan presiden atau “tiga periode” membuatnya kecewa.
Sebagai aktivis lama, ia merasa bertanggung jawab untuk menolak gagasan tersebut. Menurutnya hal itu bertentangan dengan prinsip pembatasan kekuasaan eksekutif yang telah diperjuangkannya sejak lama.
Imanuel menilai bahwa keberadaan kelompok yang menyokong wacana tiga periode tidak memiliki ideologi yang jelas, namun lebih mengutamakan kepentingan mereka sendiri. Dia melihat, para buzzer atau kelompok pendukung yang hanya berfokus pada keuntungan pribadi sebagai ancaman terhadap demokrasi dan cita-cita bangsa.
Dari Pendukung Jokowi ke Prabowo Imanuel kemudian menceritakan perjalanannya dari mendukung Jokowi hingga memilih Prabowo. Pada satu titik, ia terlibat dalam persidangan sebagai saksi meringankan untuk Munarman, yang saat itu menghadapi tuduhan serius. Langkahnya ini membuatnya mendapat banyak kritik dari pendukung Jokowi. Namun, Imanuel tetap pada pendiriannya karena ia menganggap bahwa persahabatan dan loyalitas lebih penting dari sekadar kepentingan politik.
Ketegasan Prabowo dalam menghadapi berbagai tekanan menjadi salah satu alasan kuat baginya untuk bergabung dalam tim relawan. Imanuel melihat bahwa Prabowo tidak hanya memiliki karakter yang kuat sebagai pemimpin, tetapi juga mampu menghadapi dan melawan pihak-pihak yang mencoba melemahkan kepemimpinannya. Ia menyebut Prabowo sebagai “serigala sejati” yang siap mengatasi serigala berbulu domba di sekitarnya.
Kepemimpinan Prabowo yang Kuat Imanuel menyoroti perbedaan kepemimpinan antara Prabowo dan Jokowi. Ia menilai bahwa Prabowo memiliki karakter dan pengalaman sebagai jenderal yang siap menghadapi tantangan dengan tegas. Menurutnya, Prabowo tidak akan mudah terpengaruh oleh orang-orang di sekitarnya yang mungkin memiliki agenda tersendiri. “Kalau hanya serigala berbulu domba, Prabowo akan makan mereka,” kata Imanuel dengan nada yakin.
Imanuel juga menggarisbawahi bahwa Prabowo siap dikritik dan tidak alergi terhadap kritik yang konstruktif. Bagi Imanuel, sikap Prabowo ini membedakannya dari pemimpin lain yang lebih tertutup terhadap masukan dan umpan balik dari para pendukungnya.
Membangun Kepercayaan melalui Digitalisasi Selain itu, Imanuel mengapresiasi peran media digital dalam memungkinkan pendukung untuk mengungkapkan pandangan mereka dengan lebih jujur dan terbuka. Ia menyarankan generasi muda untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana untuk menyuarakan pendapat mereka. Dalam dunia digital ini, Imanuel melihat peluang besar bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang utuh tanpa intervensi atau sensor.
Imanuel Ebenezer menunjukkan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran dengan landasan visi yang jelas untuk masa depan Indonesia. Ia percaya bahwa bangsa ini harus fokus pada pembangunan di masa depan dan bukan pada permasalahan masa lalu yang tidak relevan lagi.
Dalam pandangannya, Prabowo adalah pemimpin yang tepat untuk membawa Indonesia mencapai cita-cita 2045, yakni menjadi negara yang berdaulat, unggul, dan dihormati di kancah internasional. Imanuel berharap bahwa bangsa Indonesia dapat terus bergerak maju dan menciptakan sejarah baru yang lebih baik demi kesejahteraan generasi mendatang.(c@kra)




