7 November 2026

Refly Harun

MoneyTalk, Jakarta – Pada Kamis (7/11/2024) melalui tayangan kanal YouTube-nya, Refly Harun, seorang pengamat politik dan hukum, membahas isu panas yang belakangan beredar mengenai Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta ini disebut-sebut akan menjadi tersangka dalam kasus Formula E. Narasi ini mengundang perhatian luas, mengingat keterkaitannya dengan salah satu acara internasional bergengsi yang dihelat di Jakarta dan potensi dampaknya terhadap citra politik Anies menjelang Pilkada 2024.

Narasi yang disampaikan oleh Refly Harun merujuk pada laporan yang beredar di kalangan loyalis Anies, menyebutkan ada skenario untuk menetapkan Anies sebagai tersangka dalam kasus Formula E. Sebelumnya, KPK telah mulai melakukan penyelidikan terhadap perhelatan Formula E yang digelar di Jakarta pada 2022, dan meski sudah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk Anies Baswedan, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai status hukum Anies terkait kasus ini.

Kasus Formula E sudah lama menjadi sorotan publik dan lembaga antikorupsi. Lembaga-lembaga terkait, termasuk KPK, telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pejabat pemerintah, namun hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai hasil penyelidikan tersebut. Refly Harun mengkritik langkah yang dianggapnya terlalu terburu-buru dalam menyangkakan Anies, tanpa bukti yang kuat mengenai kerugian negara yang disebabkan oleh event tersebut.

Salah satu poin yang disorot Refly adalah soal bukti kerugian negara. Ia menyatakan bahwa dalam berbagai kasus, seperti yang terjadi pada kasus Tom Lembong terkait impor gula, belum ada penjelasan yang jelas mengenai kerugian negara yang diakibatkan oleh tindakan tersebut. Refly menegaskan bahwa jika Formula E justru menguntungkan negara, maka tuduhan terhadap Anies bisa dikatakan tidak berdasar. Ini membuka perdebatan tentang bagaimana seharusnya suatu kasus dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi—apakah berdasarkan untung-rugi negara atau faktor-faktor lain yang mungkin lebih teknis.

Refly mengingatkan agar dalam upaya pemberantasan korupsi, harus ada pendekatan yang strategis. Kasus yang dipilih untuk diselidiki dan diproses hukum harus melibatkan dua faktor utama: pertama, nilai kerugian negara yang besar; dan kedua, figur-figur yang memiliki pengaruh besar di pemerintahan atau negara. Dalam konteks ini, Refly mempertanyakan apakah kasus Formula E, yang tidak menunjukkan adanya kerugian besar bagi negara, layak untuk diusut lebih lanjut. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap ketidakjelasan status hukum sejumlah individu lainnya yang lebih jelas terlibat dalam masalah korupsi namun tidak diproses secara transparan.

Refly menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara adil dan transparan. Jika seseorang tidak terbukti melakukan tindak pidana, maka tidak seharusnya dijadikan tersangka hanya karena kepentingan politik atau tekanan dari pihak tertentu. Menurutnya, jika Anies Baswedan terbukti melakukan korupsi dalam kasus Formula E, maka ia harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun, jika tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut, maka penetapan tersangka terhadapnya akan menjadi sebuah langkah yang tidak tepat dan berpotensi mengarah pada kriminalisasi yang tidak berdasar.

Lebih lanjut, Refly mengungkapkan kekecewaannya terhadap langkah-langkah pemerintahan yang kini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, yang dianggapnya belum menunjukkan perubahan signifikan dalam penegakan hukum, terutama dalam pemberantasan korupsi. Ia menyebutkan bahwa meskipun banyak harapan yang diletakkan pada pemerintahan Prabowo, kenyataannya kebijakan yang diambil justru memperlihatkan pola yang tidak jauh berbeda dari pemerintahan sebelumnya, terutama dalam soal penegakan hukum yang tebang pilih.

Pada akhirnya, apa yang disampaikan Refly Harun adalah sebuah seruan untuk kejelasan dan keadilan dalam proses hukum, tidak hanya dalam kasus Formula E tetapi juga kasus-kasus lain yang melibatkan pejabat publik. Pemberantasan korupsi memang penting, namun harus dilakukan dengan hati-hati, tidak terburu-buru, dan lebih mengedepankan bukti yang nyata, bukan berdasarkan asumsi atau kepentingan politik tertentu.

Kasus yang melibatkan Anies Baswedan dalam Formula E ini akan terus menjadi perhatian, terutama menjelang Pilkada DKI Jakarta 2024. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus mengawasi perkembangan hukum ini, agar keadilan bisa ditegakkan tanpa adanya campur tangan yang bersifat politis.(c@kra)

MoneyTalk, Jakarta – Pada Senin, 28 Oktober 2024, Barisan Rakyat untuk Kedaulatan dan Kemandirian Bangsa (BARA KEMANG) yang dipimpin oleh koordinator, Refly Harun dan Marwan Batubara menyampaikan aspirasi mereka di hadapan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

(lebih…)

MoneyTalk,Jakarta – Alhamdulillah, hari ini (Ahad, 20/10) penulis dapat hadir di acara syukuran. Bukan sembarang syukuran, syukuran yang spesial.

Acara bertajuk ‘OPERA JAWA’, ‘ORASI PERGANTIAN RAJA JAWA’, saya peroleh undangannya dari Bang Refly Harun. Di lokasi acara di Jakarta, nampak sejumlah tokoh hadir.

Setelah menyalami Bang Refly Harun, saya langsung menyalami Pak Soenarko, Bang Said Didu, Bung Rizal Fadillah, Om Liem (Mursalim), Bang Eka Jaya, Bang Juju Purwantoro, Bang Marwan Batubara, Bang Taufiq Bahaudin, dll. Terlihat Pak Amien Rais, Dr Tifa, Bung Roy Suryo, Bu Nurhayati Assegaf, juga hadir.

Sejumlah tokoh yang hadir menyampaikan pandangannya. Dalam kesempatan tersebut, saya menyampaikan beberapa pandangan, sebagai berikut:

Pertama, Ahad tanggal 20 Oktober 2024 adalah hari bersyukur. Bersyukur bawa akhirnya Saudara Jokowi Widodo lengser dari jabatannya.

Kita tahu, Saudara Joko Widodo berusaha gigih agar nyawa kekuasaannya tidak menemui ajal pada tanggal 20 Oktober 2024. Modusnya dengan mencoba mengakali konstitusi agar jabatan Presiden bisa tiga periode.

Jokowi juga berusaha menunda Pemilu 2024 dengan dalih pandemi Covid-19. Namun karena perlawanan rakyat, akhirnya semua upaya Jokowi untuk mempertahankan kekuasaannya gagal total. Jokowi akhirnya demi hukum lengser hari ini, Ahad 20 Oktober 2024.

Kedua, namun demikian Ahad tanggal 20 Oktober 2024 juga menjadi hari berkabung. Kenapa demikian, karena fufufafa akhirnya tetap dilantik menjadi Wakil Presiden R.I. Padahal, Gibran atau fufufafa ini tidak memenuhi syarat, melawan pasal 169 huruf e dan q UU No. 17/2017 tentang Pemilu.

Namun, MPR RI alih-alih menerbitkan TAP MPR untuk membatalkan pelantikan Gibran, namun tetap melantiknya. Jadi, jelas ini menjadi hari berkabung bagi 282 juta penduduk Republik Indonesia.

Seolah, negeri ini kehilangan stock pemimpin sehingga harus memaksakan fufufafa dilantik menjadi Wakil Presiden. Reputasi NKRI yang dibangun dengan perjuangan, darah dan air mata para pendahulu bangsa, hancur luluh oleh peristiwa pelantikan Gibran.

Jadi, berdasarkan dua realitas tersebut, yakni rasa syukur dan berkabung, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan tindakan:

Pertama, Menuntut Jokowi agar diadili, melanjutkan perjuangan menuntut Jokowi pasca lengser. Jangan biarkan seluruh kejahatan, kezaliman dan ketidakadilan Jokowi melenggang begitu saja.

Dan kedua, Menuntut agar Fufufafa segera dimakzulkan. Republik ini masih banyak stock putra terbaik, untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Gugatan terhadap Jokowi sudah dimulai di PN Jakarta Pusat. Gugatan terhadap Gibran, juga sudah terjadi di PTUN Jakarta, bahkan tinggal menunggu putusan.

Sehingga, dua agenda penting ini harus dikawal. Agenda adili Jokowi, dan makzukkan fufufafa.

MoneyTalk,Jakarta – Amien Rais bersama para aktivis pegiat demokrasi menggelar acara Silaturahmi Kebangsaan di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 14 Oktober 2024.

Acara ini digelar dengan tujuan mengajak masyarakat untuk membahas pertanggung jawaban Presiden Joko Widodo selama satu dekade menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Ketua Umum Partai Negoro, Faizal Assegaf, Amien Rais, Roy Suryo, dan Refly Harun.

“Kita pada 18 Oktober akan kongres untuk membahas kebijakan- kebijakan Jokowi selama menjabat sebagai Presiden. Bersatu untuk meminta pertanggung jawaban Jokowi,” kata Ketua Penyelenggara Silaturahmi Kebangsaan, Faizal Assegaf kepada awak media.

Faizal berharap silaturahmi ini dapat menghasilkan kritikan, masukan yang dapat membangun untuk memajukan Indonesia ke depan.

“Semoga apa yang menjadi aspiraso masyarakat ini dapat membangun Indonesia di kemudian hari,” pungkasnya.

Dan Inti Silaturahmi Kebangsaan 14 Oktober 2024 adalah Adili Jokowi. Hal tersebut disampaikan langsung salah satu inisiator Silaturahmi Kebangsaan 14 Oktober 2024, Faizal Assegaf.

“Hakikat dari pertemuan ini adalah untuk mengadili Jokowi. Dan di tanggal 18 Oktober nanti, kita akan gelar Kongres Adili Jokowi,” ujar Faizal.

MoneyTalk, Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo telah menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Dalam diskusi yang ditayangkan di Zulfan Lindan Unparking pada Kamis, 3 Oktober, Silvester Matitutha menyoroti ungkapan Refly Harun dan Mardigu Wowiek yang dianggap berimajinasi kosong terkait pandangan negatif mereka terhadap proyek ambisius ini.

Meskipun hanya 7,4% dari populasi yang menganggap Jokowi buruk, citranya tetap positif di mata 89,6% lainnya. Artikel ini akan menjabarkan lebih dalam mengenai citra positif Jokowi di tengah isu IKN dan pembodohan masyarakat yang mungkin terjadi akibat narasi negatif.

Survei terbaru menunjukkan bahwa 86,6% responden memiliki pandangan positif terhadap kepemimpinan Jokowi, angka yang cukup tinggi meskipun seringkali diwarnai oleh kritik dan narasi negatif. Matitutha mencatat bahwa dukungan terhadap Jokowi tetap kuat, bahkan di tengah serangan informasi yang meragukan keberhasilan IKN. Kritik dari sekelompok akademisi, termasuk Refly dan Mardigu, dianggap sebagai pembodohan masyarakat karena sering kali tidak didasarkan pada fakta, melainkan pada asumsi dan spekulasi yang keliru.

Isu bahwa IKN akan mangkrak sering kali diangkat oleh kritikus, padahal saat ini terdapat 27.000 pekerja yang aktif membangun infrastruktur di lokasi tersebut. Narasi ini perlu dilawan dengan fakta yang jelas dan dukungan data yang kuat. Pengetahuan yang benar tentang IKN dan kebijakan pemerintah lainnya sangat penting untuk mencegah generasi muda, terutama milenial, terpengaruh oleh informasi yang provokatif dan tidak berdasar.

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran sebesar 25,1 triliun untuk IKN pada tahun 2024, dengan tambahan anggaran sebesar 11,9 triliun untuk 2025. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan IKN. Dengan adanya rencana anggaran yang jelas, diharapkan masyarakat dapat melihat bahwa proyek IKN tidak akan terhenti dan tetap berlanjut.

Pengembangan IKN bukanlah proyek yang dilakukan secara sembarangan. Banyak faktor yang harus diperhatikan, termasuk infrastruktur yang memadai. Beberapa pihak berargumen bahwa IKN tidak memiliki sumber daya yang cukup. Namun, data menunjukkan bahwa ada banyak sungai dan infrastruktur yang sedang dibangun di IKN, yang sering kali diabaikan oleh mereka yang menyebarkan informasi negatif.

Sejak awal pembangunan IKN, banyak perusahaan swasta nasional dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam proses ini. Perusahaan asing juga berinvestasi, menandakan kepercayaan terhadap prospek ekonomi kawasan ini. Contohnya, pembangunan sport center dan fasilitas olahraga lainnya menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat bagi masyarakat.

Masyarakat perlu lebih aktif dalam menyikapi isu-isu yang berkembang. Penting bagi mereka untuk mendapatkan informasi yang akurat dan memahami konteks di balik kebijakan pemerintah. Partisipasi aktif dalam diskusi publik dan edukasi diri tentang isu-isu politik dan ekonomi yang relevan dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih kritis dan informed.

IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. Munculnya banyak warung, restoran, dan toko sembako di sekitar IKN menunjukkan pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, adanya fasilitas hiburan seperti tempat biliar dan karaoke menambah kualitas hidup masyarakat setempat. Infrastruktur yang dibangun juga mencakup rumah ibadah dan fasilitas untuk pengolahan material bangunan, menunjukkan bahwa IKN dirancang untuk menjadi pusat kehidupan yang komprehensif.

Pembangunan IKN diatur dalam rencana induk yang jelas, dengan tahapan pembangunan yang terstruktur dari 2022 hingga 2045. Hal ini menekankan komitmen untuk menciptakan pusat pemerintahan dan bisnis yang efisien. Contoh sukses seperti Cyberjaya di Malaysia dapat menjadi referensi bagi pengembangan IKN, di mana investasi dari sektor swasta sangat diharapkan untuk menciptakan pusat bisnis yang maju.

Meskipun terdapat skeptisisme mengenai keberhasilan pemindahan IKN, pertumbuhan ekonomi yang sudah terlihat memberikan harapan bagi masa depan pembangunan nasional. Beberapa kritik menyatakan bahwa proyek ini akan mangkrak tanpa adanya dukungan yang memadai. Namun, kenyataannya menunjukkan sebaliknya. Penting bagi semua pihak untuk bersatu dalam mendukung keberhasilan proyek ini dan menyebarkan informasi yang akurat dan positif.

Dalam menghadapi berbagai tantangan dan narasi negatif yang beredar, masyarakat Indonesia perlu tetap optimis dan mendukung langkah-langkah positif yang diambil oleh pemerintah. Pembangunan Ibu Kota Negara baru merupakan langkah berani yang diambil oleh Indonesia untuk menciptakan pusat pemerintahan dan bisnis yang lebih efisien. Dengan dukungan investasi, infrastruktur yang baik, dan perencanaan yang matang, IKN diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang tidak hanya menguntungkan bagi penduduk setempat, tetapi juga bagi negara secara keseluruhan. Harapan akan masa depan yang cerah dan berkelanjutan kini semakin mendekati kenyataan, asalkan semua pihak berkomitmen untuk bekerja sama dalam mewujudkannya.(c@kra)

MoneyTalk,Jakarta – Peristiwa kericuhan yang terjadi pada acara silaturahmi yang digelar oleh Forum Tanah Air (FTA) di Hotel Grand Kemang, Jakarta pada Sabtu pagi, 28 September 2024, sangatlah disayangkan. Mengingat, dalam acara itu sejatinya para tokoh berkumpul untuk memikirkan kebaikan untuk bangsa ini.

Tindakan sekelompok orang bertindak anarkis memporakparandakan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang microphone, dan mengancam para peserta yang baru hadir, tidak boleh dijadikan fokus pembahasan. Mereka, adalah bagian dari anak bangsa yang tidak sadar sedang digerakan untuk menjelaskan agenda pecah belah elemen bangsa Indonesia.

Alhamdulilah, sejumlah tokoh yang hadir, juga panitia tidak terprovokasi. Acara juga akhirnya bisa diselesaikan hingga purna.

Saya sendiri hadir bersama sejumlah tokoh lainnya. Ada Bung Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, Pak Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, serta Ketua dan Sekjen FTA, Tata Kesantra dan Ida N. Kusdianti, termasuk sejumlah elemen aktivis lainnya.

Kami berkumpul karena prihatin atas kondisi bangsa selama era kepemimpinan Saudara Jokowi. Tentu saja, sikap batin yang prihatin terhadap kondisi bangsa, juga dirasakan oleh segenap elemen anak bangsa lainnya.

Karena itu, jangan sampai fokus masalah pada kezaliman Jokowi ini teralihkan. Apapun yang terjadi, tuntutan untuk mengadili Jokowi harus tetap digulirkan.

Walau kita tidak boleh terprovokasi, saya meminta kepada Saudara Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus itu. Karena ada sejumlah kejahatan yang dilakukan oleh kelompok penyerang baik berupa tindakan memporakparandakan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang microphone, dan mengancam para peserta yang baru hadir.

Sekali lagi, kepada segenap elemen bangsa, saya menghimbau agar tetap fokus pada upaya untuk menyelamatkan bangsa dari kezaliman rezim Jokowi. Pasca lengser, rezim Jokowi dan seluruh dinasti politiknya harus dipenjara dan diadili.

Peristiwa yang dialami oleh FTA ini, makin meneguhkan bahwa rezim Jokowi adalah rezim yang membungkam kebebasan sipil. Peristiwa semacam ini tidak mungkin terjadi, jika tidak ada perlindungan kekuasaan melalui alat Nagara yang dikendalikan kekuasan, sehingga ada keberanian yang telanjang dari para perusuh menyerang gelaran diskusi.

Peristiwa ini makin membulatkan tekat, bahwa kita semua elemen anak bangsa harus bersatu, bersinergi untuk menuntut Jokowi. Jangan sampai, kita terpancing dan masuk pada agenda pecah belah rezim, untuk melemahkan tuntutan rakyat dengan modus operandi membenturkan sesama elemen anak bangsa.

Penulis : Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Mantan Danjen Kopasus

MoneyTalk,Jakarta – mengikuti acara “RAKYAT BERSUARA” dalam episode berjudul “Jet Pribadi Kaesang, Gratifikasi atau Hak Pribadi?” yang dipandu oleh Aiman Witjaksono.

Tapi Sayang, para pakar hukum yang hadir yang diantara-nya adalah Refly Harun, lebih banyak mengemukakan opini pribadi tanpa didukung oleh dalil-dalil hukum yang valid, serta tidak menghadirkan fakta-fakta yang akurat. Hal ini membuat diskusi menjadi dangkal dan tidak menyentuh substansi isu yang diangkat.

Berikut ini adalah ulasan saya terhadap episode tersebut:

GRATIFIKASI ATAU SUAP?

Refly Harun berargumen bahwa menurut undang-undang, terdapat jenis gratifikasi yang dilarang dan yang tidak. Namun, pertanyaannya adalah, undang-undang mana yang mengatur hal tersebut? Padahal definisi gratifikasi sudah sangat jelas diatur dalam UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, khususnya pada Pasal 12B ayat (1), yang menyatakan bahwa setiap gratifikasi yang diberikan kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap sebagai suap apabila berhubungan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban atau tugasnya.

Jadi, jelas bahwa gratifikasi sendiri bukanlah tindak pidana. Namun, jika gratifikasi tersebut diberikan kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dan berkaitan dengan jabatan mereka, maka hal itu dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penyuapan.

Dengan demikian, boleh saja ada anggapan bahwa Kaesang telah menerima gratifikasi berupa fasilitas pesawat jet. Namun, tidak ada pelanggaran hukum yang teridentifikasi. Dengan demikian maka tindakan tersebut tidak memenuhi kriteria sebagai tindak pidana suap karena Kaesang bukan pegawai negeri atau penyelenggara negara. Jika ada yang mengaitkan gratifikasi tersebut sebagai penyuapan dari pengusaha kepada kakak kandung Kaesang yang menjabat sebagai Walikota Solo, maka hal itu harus dibuktikan secara hukum.

MOU SHOPEE DENGAN WALIKOTA SOLO

MOU yang ditanda tangani oleh Gibran dengan Shopee Solo Creative & Innovation Hub adalah pemanfaatan lahan di Solo Technopark, untuk memfasilitasi generasi muda di Jawa Tengah agar dapat berjejaring dan bertukar pikiran demi menciptakan inovasi yang akan mendorong pemulihan ekonomi di Kota Solo. Di lokasi yang sama, hadir pula Garena Gaming & Community Hub, rumah bagi seluruh komunitas gaming Kota Solo untuk berkumpul, berkolaborasi, dan berkarya bersama dalam membuat acara gaming maupun menjalankan turnamen esports.

Kehadiran Shopee Creative & Innovation Hub merupakan salah satu bagian dari 2 fase pengembangan Solo Technopark yang akan dilakukan. Shopee dan Garena Hub hadir secara gratis dan terbuka untuk umum, serta akan menjadi bagian dalam cluster Technopreneurship dan akan menjadi katalis untuk memperkuat posisi Solo Technopark sebagai Pusat Inovasi dan Vokasi, khususnya di Jawa Tengah. Jadi, sangat jelas bahwa kehadiran Shopee dan Garena di Solo Technopark bukan kegiatan bisnis, melainkan sebuah inisiatif sosial yang bertujuan untuk mendukung anak-anak muda di kota Solo. Melalui program ini, mereka diharapkan dapat berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan daerah mereka. Dengan demikian, sangat tidak masuk akal jika Shopee dan Garena, yang menjalankan kegiatan sosial, harus menyuap Walikota Solo dengan gratifikasi kepada Kaesang. Justru, sebaliknya Walikota Solo sangat berharap setiap perusahan mau memberikan vokasi dan fasilitas kepada anak muda di Solo secara gratis, agar dapat berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan daerah mereka.

KAESANG LEBIH DULU BEKERJASAMA DENGAN GARENA

Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang, pernah menggelar kompetisi esports bernama Sang Pisang Gaming Championship pada tahun 2018, di mana Garena Free Fire Indonesia turut menyertakan salah satu game-nya sebagai cabang dalam turnamen tersebut. Acara offline ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Desember 2018 di Phinisi Point Mall, Makassar, dan melibatkan 96 tim Free Fire yang bersaing memperebutkan total hadiah sebesar 15 juta rupiah. Dengan demikian, perkenalan Kaesang dengan Shopee dan Garena sudah terjadi sebelum Gibran menjabat sebagai Walikota Solo pada tahun 2021. Kaesang dapat dianggap sebagai pahlawan bagi anak muda di kota Solo, karena ia berhasil membujuk Shopee dan Garena untuk mendirikan fasilitas gratis yang mendukung vokasi dan inovasi bagi pemuda dikota Solo.

KASUS RAFAEL ALUN

Kasus hukum antara Rafael Alun dan Mario Dandy memiliki konteks yang berbeda dan tidak saling berkaitan. Mario Dandy dipidana karena melakukan penganiayaan berat dan terencana terhadap Cristalino David Ozora, dan tidak ada hubungannya dengan masalah gratifikasi. Di sisi lain, Rafael Alun dijatuhi hukuman karena mobil Jeep Rubicon yang digunakan Mario Dandy tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Ia diduga terlibat dalam praktik gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang terkait penyelewengan pajak. Bukti menunjukkan bahwa Rafael Alun menerima gratifikasi sebesar Rp 10 miliar melalui PT ARME.

Penulis : Inas N Zubir,Politisi Senior Partai Hanura

MoneyTalk, Jakarta – Ketua MPR RI ke-16 Bambang Soesatyo mengungkapkan Sarasehan Kebangsaan “Mewujudkan UUD Berdasar Pancasila” yang digagas Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM pada tahun 2014 lalu, menghadirkan para pakar dan intelektual seperti Ketua PSP UGM Prof. Dr. Sudjito, tokoh masyarakat Prof. Dr. Ahmad Safii Maarif, Guru Besar Ilmu Filsafat UGM Prof. Dr. Kaelan, dan Sosiolog UGM Prof. Dr. Sunyoto Usman, menilai bahwa UUD NRI 1945 yang mengalami amandemen empat kali tidak berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Karena ditemukan inkonsistensi, kontradiksi, dan ketidakselarasan antar pasal dan ayat dalam berbagai perubahan konstitusi tersebut.

(lebih…)