21 Oktober 2026

Korupsi

JAKARTA, MoneyTalk – Melalui pakta Regional Comprehensive Economic Partnership, perekonomian negara-negara ASEAN dan lima negara mitranya, yakni Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru akan semakin terintegrasi.

Sejumlah isu pertemuan menteri ekonomi antarnegara ASEAN terus dikerucutkan menuju puncak pertemuan, yakni Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-42 pada 9–11 Mei 2023.

Dari pertemuan puncak, KTT ASEAN, pemimpin negara kawasan itu diharapkan bisa menghasilkan sejumlah komunike bersama. Salah satunya adalah memperkuat posisi negara-negara yang tergabung di organisasi regional tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Sebagai sebuah kekuatan ekonomi, ASEAN patut diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi di masa datang. Pasalnya, dengan produk domestik bruto (PDB) sebesar USD3,36 triliun, kawasan ini menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia.

Dalam konteks lain, posisi Indonesia pun menjadi sangat strategis. Hal ini bukan saja karena Indonesia adalah pendiri dan negara terbesar di ASEAN, namun juga karena pada 2023 juga memegang tampuk sebagai Ketua. Kondisi yang membuat negara Kawasan berharap banyak.

Peran Indonesia juga semakin sentral karena juga tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Artinya, Indonesia menjadi motor untuk menjembatani sekaligus menyinergikan implementasi pakta perdagangan Asia Pasifik tersebut.

Melalui pakta itu, perekonomian negara-negara ASEAN dan lima negara mitranya, yakni Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru, akan semakin terintegrasi.

Jika ditotal, 15 negara yang tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) memiliki PDB USD26,1 triliun. Artinya, nyaris sepertiga PDB dunia berkelindan di ASEAN dan negara mitranya.

Dengan tarif impor dan bea masuk yang lebih rendah, arus perdagangan antar 15 negara partisipan akan semakin melesat. Setelah disepakati dalam KTT ASEAN ke-37 pada 2020, Indonesia dan 12 negara partisipan lain sudah meratifikasi RCEP. Filipina akan segera menyusul di tahun ini.

Hal ini tentu berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha dan investasi lebih luas bagi korporasi maupun individu. Dalam laporan ADB (Asian Development Bank) terkait RCEP yang dipublikasikan di Mei 2022, RCEP diperkirakan bisa meningkatkan PDB kawasan sebesar USD245 miliar pada 2030.

Pakta perdagangan tersebut juga bisa menambah 2,8 juta lapangan pekerjaan. Lembaga riset ERIA, dalam laporan RCEP: Implications, Challenges, and Future Growth of East Asia and ASEAN, memproyeksikan implementasi pakta RCEP bisa meningkatkan kegiatan ekspor-impor di atas USD500 miliar pada 2035.

RCEP juga berpotensi menyumbangkan tambahan investasi segar sebesar USD490 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahkan mengungkapkan bahwa RCEP bisa menambah nilai ekspor Indonesia sebesar USD5,01 miliar pada 2040.

Sebaliknya, jika tidak mengikuti RCEP justru bisa mengurangi ekspor. Dengan total populasi 2,2 miliar jiwa yang tersebar di 15 negara, RCEP ibarat kata adalah kue besar yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Dalam konteks itu, semua pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha tentu harus terus didorong untuk memanfatkan pakta perdagangan regional itu secara optimal. Kesadaran terkait RCEP perlu dipupuk lebih dalam dan lebih luas agar pihak swasta lebih teredukasi tentang RCEP untuk bisa lebih mengoptimalkan peluang usaha di ASEAN dan Asia Pasifik.

Tak dipungkiri, banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya RCEP, salah satunya adalah tarif perdagangan yang semakin rendah.

Singapura, misalnya, telah menihilkan seluruh tarif sejak implementasi RCEP tahun lalu. Sedangkan Vietnam, dengan pendapatan per kapita lebih rendah dan konektivitas yang belum sebaik Singapura, akan ikut menurunkan tarif secara bertahap dalam 25 tahun ke depan.

Hal ini sejalan dengan semangat kekeluargaan ASEAN serta menyesuaikan kondisi masing-masing negara anggota. Jangan sampai pakta perdagangan seperti RCEP malah merugikan negara yang masih berkembang.

Maka tentu menjadi saat yang tepat bagi korporasi untuk mempelajari RCEP lebih dalam agar bisa mengambil peluang yang semakin terbuka, karena Asia Pasifik adalah masa depan ekonomi dunia.

JAKARTA, MoneyTalk – Sudah bukan rahasia lagi bahwa UMKM adalah salah satu penyumbang terbesar ekonomi bangsa Indonesia.

Namun apakah para pelakunya sudah mendapatkan akses prioritas untuk mencapai kemandirian finansial? Apakah segala kebutuhannya telah terpenuhi demi memaksimalkan aktivitas jual beli?

Ike Trisnawati, Srikandi UMKM dari Tangerang, satu dari 65 juta pelaku UMKM yang sedang berjuang menggapai mimpinya. Sejak tahun 2004, Ike memiliki toko sembako yang sehari-harinya menjual berbagai kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan, kue-kue tradisional, bahkan pulsa.

Situasi pandemi tak membuatnya terpuruk. Walaupun penjualan sempat menurun, ia bertekad untuk tidak menyerah. Ia sadar, banyak yang bergantung pada roda usahanya. “Saya punya dua anak yang ingin saya sekolahkan sampai lulus kuliah,” ucap Ike.

Namun di perjalanan pengembangan usahanya, impian Ike terhalang oleh permasalahan klasik terjadi pada UMKM, yaitu modal yang terbatas.

Seperti banyak pelaku UMKM lainnya, Ike mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari perbankan, baik karena kendala teknis, seperti tidak mempunyai atau tidak cukup agunan, maupun kendala non-teknis, misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan.

Hasil survei oleh BPS (2020) pun menunjukan bahwa 69,02% pelaku UMKM masih membutuhkan bantuan modal usaha.

Digitalisasi tingkatkan resiliensi UMKM hadapi gejolak ekonomi.

Pelaku UMKM kini dapat memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas akses pasar melalui situs e-commerce.

Pemerintah pun telah menargetkan jumlah UMKM yang onboarding sebanyak 24 juta di tahun 2023 dan 30 juta di tahun 2024.

Selain upaya perluasan akses pasar, digitalisasi juga mendekatkan UMKM dengan akses pembiayaan. Sebagai alternatif pembiayaan dari perbankan konvensional, keberadaan inovasi keuangan digital, seperti fintech, kini dapat menjadi solusi yang mempermudah UMKM mengakses pembiayaan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2022, fintech peer-to-peer lending dan lembaga pembiayaan telah menyalurkan 32,97 persen dari penyaluran pinjaman atau sebesar Rp151,9 triliun kepada pelaku umkm dan sektor produktif lainnya.

Presentasi tersebut lebih tinggi daripada industri perbankan yang baru mencapai sekitar 19,7% atau Rp1.214 triliun dari total kredit perbankan yang mencapai Rp6.155 triliun, berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada bulan yang sama.

Hal ini mengindikasikan bahwa dilihat dari portofolionya, fintech lebih agresif dalam memberikan akses pembiayaan kepada UMKM dan sektor produktif lainnya dibandingkan perbankan.

Transaksi Digital Permudah Akses Pendanaan UMKM

BukuWarung adalah aplikasi keuangan lengkap untuk UMKM yang menyederhanakan dan mendigitalkan proses bisnis, proses pembayaran dan membuka akses pembiayaan.

Sejak 2021, BukuWarung telah bekerja sama dengan mitra-mitra yang telah mendapatkan izin OJK sebagai fintech peer-to-peer lending untuk tingkatkan inklusi keuangan dengan memberikan solusi permodalan untuk UMKM.

Kerangka penilaian pinjaman bagi UMKM didapat dari pencatatan transaksi digital di aplikasi BukuWarung, yang kemudian diteruskan ke pihak fintech peer-to-peer lending untuk diolah dalam scoring grade dan juga melalui validasi data dan cek lapangan. Sejak 2021 hingga 5 April 2023, BukuWarung telah membuka akses pembiayaan senilai Rp433,9 miliar.

Romy Williams, VP Strategic Partnership, Compliance and Legal BukuWarung, mengatakan pertumbuhan transaksi yang diraih oleh BukuWarung adalah berkat dukungan dan kontribusi yang tak ternilai dari penggunanya.

“Di BukuWarung, kami membangun komunitas untuk tumbuh bersama dengan para pengguna kami dan berkomitmen untuk tetap teguh dalam menyediakan akses pembiayaan digital guna mendorong inklusi keuangan bagi seluruh pelaku UMKM di Indonesia,” kata Romy.

Keuntungan pemanfaatan solusi permodalan dari BukuWarung juga dirasakan oleh Ike yang telah berhasil melakukan ekspansi usahanya dengan membuka toko konter pulsa.

Dengan membuka toko baru, Ike terus mengalami peningkatan produktivitas, dari sebelumnya hanya 1.000 transaksi per bulan menjadi 1.500 transaksi atau setara dengan peningkatan sebesar Rp5 juta per bulan.

“Sebagai pelaku UMKM, kita harus mau belajar untuk bisa naik kelas. Impian saya adalah membuka satu toko konter pulsa lagi karena permintaan dari pelanggan sudah banyak. Insya Allah tahun ini, toko ketiga kami bisa segera dibuka,” tutup Ike.

Hal serupa dialami oleh pengguna-pengguna BukuWarung lainnya. Berdasarkan data internal BukuWarung, dari 100 Merchant yang mengajukan pinjaman, mereka mencatatkan rata-rata pertumbuhan transaksi (total payment value/TPV) sebesar 140,34% atau naik 2,4 kali lipat 3 bulan setelah mencairkan pinjaman.

Tentang BukuWarung

Berdiri sejak 2019, BukuWarung telah digunakan lebih dari 7 juta pelaku UMKM di Indonesia. Diawali dengan sebuah aplikasi pembukuan, sekarang BukuWarung, bekerja sama dengan pihak ketiga, telah menjadi platform bagi UMKM dengan adanya solusi pembayaran, pembiayaan dan commerce, hanya dengan 1 aplikasi (all-in-one UMKM app); meliputi solusi Tagih & Bayar untuk pembayaran dari pelanggan ke merchant, Agen Produk Digital (Pulsa, Token, BPJS, dll), Solusi Modal Usaha, Talangin Dulu untuk Supplier – Merchant, Akses ke komunitas UMKM dan QRIS yang Mudah, Cepat & Praktis).

BukuWarung didukung oleh venture capitalist (VC) global ternama: Valar Ventures, Goodwater Capital, Y-Combinator, AC Ventures, Quona Capital, East Ventures, Golden Gate Ventures, Rocketship.vc, Tanglin Venture Partners, dan angel inventor strategis lainnya.

JAKARTA, MoneyTalk – Suzuki XL7 sebagai salah satu SUV unggulan milik PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS) yang memiliki kelebihan seperti memiliki dimensi yang cukup besar, tampilan yang lebih maskulin, tangguh, dan berkarakter, menjadikan Suzuki XL7 yang memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini terbukti dengan data penjualan Suzuki XL7 di Maret 2023 yang mengalami peningkatan sebesar 39% bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Selain itu, All New Ertiga juga berhasil mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 6% secara total dan All New Ertiga Hybrid naik sebesar 8% secara lebih spesifik.

Secara total keseluruhan, Suzuki berhasil berikan catatan positif yaitu mengalami peningkatan penjualan di Maret 2023 sebesar 10% bila dibandingkan dengan Februari 2023.

Faktor peningkatan penjualan ini tersebut didorong oleh beberapa hal, antara lain frekuensi pameran untuk mendekatkan diri kepada calon pelanggan, pembukaan jaringan outlet baru, serta program penjualan yang menarik.

“Pada Maret lalu, Suzuki XL7 mencatat peningkatan penjualan yang signifikan yaitu sebesar 39%,” terang Randy R. Murdoko, Asst. to Dept. Head 4W Sales PT Suzuki Indomobil Sales.

“Hal ini membuktikan bahwa mobil dengan format 3 baris tempat duduk untuk kapasitas 7 penumpang ini masih menjadi primadona bagi pecinta mobil Suzuki.”

“Jika dilihat secara keseluruhan, All New Ertiga menjadi kontributor kedua setelah Suzuki XL7 yang menduduki peringkat pertama yang menyumbang penjualan positif bagi penjualan Suzuki Indonesia di Maret 2023. Peningkatan penjualan Suzuki secara keseluruhan sebesar 10%,” lugasnya.

Banyak dari masyarakat yang memilih Suzuki XL7 karena saat ini sedang mempersiapkan kendaraan untuk menemani perjalanan mudik mereka selama libur lebaran.

Daya angkut 7 penumpang menjadi alasan kuat untuk membawa anggota keluarga dengan nyaman dan memiliki kapasitas bagasi yang lapang membuat mereka lebih mudah dalam menata dan membawa barang bawaan untuk menemani perjalanan mudik.

Ditambah Suzuki XL7 juga memiliki tampilan eksterior dan interior yang berkarakter dan berkelas, memberikan kebanggaan dan kepercayaan bagi penggunanya.

Suzuki XL7 memiliki sejumlah fitur yang sangat berguna untuk perjalanan mudik maupun sebagai kendaraan sehari-hari, seperti tersematnya fitur Smart E-Mirror yang tidak hanya berfungsi sebagai spion elektronik untuk melihat sisi belakang mobil, namun juga dapat difungsikan sebagai dash cam yang dapat merekam kondisi di depan dan belakang mobil selama perjalanan.

Tidak hanya catatan penjualan mobil saja yang berikan hasil yang positif, tetapi juga penjualan spareparts melalui layanan MySuzuki.

Secara total keseluruhan, layanan MySuzuki mencatatkan peningkatan sebesar 35% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu februari 2023.

Catatan positif lainnya yaitu jika dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama, layanan MySuzuki mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 132%.

Pemesanan spareparts berdasarkan lokasi konsumen yang terbanyak berasal dari wilayah Jawa Barat, dan diikuti oleh wilayah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah.

Christiana Yuwantie, Sparepart Department Head PT. Suzuki Indomobil Motor menambahkan bahwa Suzuki akan terus berikan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap produk unggulan kami, Suzuki akan terus pertahankan dan berikan layanan serta program penjualan untuk memudahkan masyarakat dalam membeli hingga melakukan penggantian suku cadang yang asli serta hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui program yang revelan dengan konsumen,” terangnya.

JAKARTA, MoneyTalk – PT Unilever Indonesia, Tbk. (“Perseroan”) mengumumkan kinerja keuangannya (tidak diaudit) untuk kuartal pertama 2023.

Perseroan melaporkan penjualan bersih sebesar Rp 10,6 triliun dan berhasil meningkatkan pangsa pasarnya dalam tiga bulan terakhir, dimana sebagian besar kategori produknya secara efektif meraih share yang lebih baik di tengah ketatnya persaingan.

Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun dan mencatatkan peningkatan gross margin dibandingkan tahun lalu.

Menurut Ira Noviarti, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, catatan penting kinerja kuartal 1 2023 mencakup fundamental yang lebih kuat di jalur General Trade (GT) dan Modern Trade (MT); core brands yang menawarkan manfaat yang lebih unggul; portofolio yang solid di semua segmen; dan peningkatan daya saing di MT.

“Meskipun prospek makro menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan, kami melihat bahwa pertumbuhan pasar melambat pada kuartal pertama 2023 dibandingkan dengan kuartal ketiga dan keempat tahun 2022.

Hal yang menjadi kunci adalah memastikan bahwa kami bergerak ke arah yang tepat. Pangsa pasar kami yang meningkat merupakan indikator yang menjanjikan, bahwa kelima prioritas strategis Perusahaan adalah langkah yang tepat untuk mendorong daya saing dan mengamankan pertumbuhan jangka panjang.

Profitabilitas kami pada kuartal pertama tahun ini juga meningkat dibandingkan kuartal tiga dan empat tahun lalu.”

Perseroan terus konsisten menjalankan lima prioritas strategis untuk mendorong pertumbuhan, yaitu: 1) Memperkuat dan unlock potensi penuh dari brand-brand utama; 2) Memperluas dan memperkaya portfolio ke premium dan value segment; 3) Memperkuat kepemimpinan di channel utama (General Trade dan Modern Trade) dan channel masa depan (e-Commerce); 4) Penerapan E-Everything di semua lini bisnis; dan 5) Tetap menjadi yang terdepan dalam pembangunan bisnis yang berkelanjutan.

Perseroan berhasil meningkatkan pangsa pasar dalam hal value dan volume, didorong oleh 11 kategori yang share nya menguat seperti skin cleansing (perawatan kulit), kecap, oral care (perawatan gigi dan mulut), sup stock (kaldu) dan fabric solutions (pelembut pakaian).

Untuk memperkuat dan membuka potensi penuh dari brand-brand intinya, Perseroran terus fokus menjalankan program pengembangan pasar yang berani dan melahirkan inovasi yang berdampak.

Produk-produk inti menawarkan manfaat yang unggul, serta didukung oleh komunikasi yang lebih kuat dan lebih baik melalui investasi media yang terus meningkat. Perusahaan juga mengoptimalkan momentum hari raya dalam mendorong lebih banyak pengguna dan frekuensi penggunaan.

Perseroan terus memperkuat portofolio, baik di segmen premium maupun value. Di segmen premium, Perseroan didukung dengan berbagai inovasi seperti Vaseline Gluta-Hya; Pond’s Sun Serum; Lifebuoy Natural, dan Pepsodent Herbal. Di segmen value, Perseroan telah menyelesaikan transformasi portofolionya dengan meluncurkan Lifebuoy Dishwash dan Glow&Lovely Body Wash.

Sementara itu, upaya memperkuat fundamental bisnis melalui eksekusi yang lebih baik telah menunjukkan perkembangan yang positif. Dalam Distributive Trade (DT), Perseroan mendorong jumlah toko yang lebih banyak, kualitas toko yang lebih baik, dan serta distributor yang lebih besar dan lebih baik dengan inventaris yang lebih sehat.

Selain itu, di MT, Perseroan terus meningkatkan pangsa pasarnya baik secara volume maupun value.

Lebih lanjut, Ira menambahkan, “Kuartal ini, kami telah menyelesaikan pengurangan stok perdagangan dengan pelanggan DT dan MT sebagai bagian dari keseluruhan transformasi saluran yang kami mulai pada semester dua tahun lalu agar bisnis kami tetap mampu bersaing di masa depan.

Oleh karena itu, kami berharap dapat melihat dampak positif jangka panjang baik dalam hal biaya maupun kecepatan dalam membawa inovasi kami ke tangan konsumen.”

Ira menyatakan keyakinan atas kemampuan Perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan yang kompetitif di kuartal-kuartal mendatang.

“Kami sangat optimis menghadapi sisa tahun 2023 dan seterusnya. Tantangan pasti akan ada, tetapi kami siap dengan visi dan strategi yang jelas untuk mendorong pertumbuhan yang kompetitif, menguntungkan, konsisten, dan bertanggung jawab. Kami fokus untuk memastikan eksekusi terbaik dari strategi yang telah ditetapkan, sambil terus berinvestasi pada karyawan, produk, brand, dan teknologi kami untuk tetap menjadi yang terdepan,” tutupnya.

JAKARTA, MoneyTalk – Secara tiga bulan berturut-turut di awal tahun 2023, Honda Brio kembali tercatat sebagai mobil dengan penjualan wholesales bulanan tertinggi di Indonesia, setelah meraih penjualan sebesar 7.327 unit pada bulan Maret lalu.

Tak hanya itu, pada bulan Maret lalu Honda Brio juga sekaligus tercatat sebagai mobil dengan penjualan retail tertinggi di Indonesia dengan total penjualan sebanyak 7.159 unit.

Honda Brio juga menjadi model Honda dengan penjualan tertinggi, dengan kontribusi 49% dari total penjualan Honda di bulan Maret 2023. Bersama dengan model-model lainnya, penjualan retail Honda di bulan Maret sendiri tercatat sebesar 14.614 unit, atau meningkat sebesar 21% dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain dari Honda Brio, penjualan Honda pada bulan Maret lalu juga disumbangkan melalui model-model SUV-nya. Pada bulan Maret, model SUV Honda terjual sebanyak 6.523 unit, atau sebesar 45% dari total penjualan Honda.

Model SUV Honda yang paling banyak diminati adalah All New Honda HR-V yang mencatatkan penjualan sebanyak 2.752 unit, disusul Honda WR-V dengan penjualan sebanyak 1.653 unit, All New Honda BR-V dengan penjualan 1.634 unit, dan Honda CR-V dengan penjualan sebanyak 484 unit.

Sementara itu, Honda City Hatchback RS terjual sebanyak 360 unit, Honda Mobilio sebanyak 324 unit, All New Honda Civic RS sebanyak 162 unit, Honda Accord 40 unit, All New Honda City 32 unit, dan All New Honda Civic Type R sebanyak 14 unit.

“Kami berterima kasih kepada konsumen yang masih terus antusias terhadap Honda Brio hingga saat ini, yang terutama datang dari kalangan anak-anak muda dan pembeli mobil pertama yang menginginkan mobil dengan value serta performa yang tinggi,” kata Yusak Billy selaku Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM.

“Di sisi lain, kami juga melihat tren untuk mobil-mobil SUV yang terus meningkat, sehingga kami akan fokus untuk menghadirkan produk-produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen ke depannya.”

Untuk menjaga momentum penjualan di tahun ini, Honda juga menawarkan program penjualan bertajuk “Sambut Ramadhan Bersama Honda” di bulan April 2023 dimana konsumen juga berkesempatan mendapat Special Leasing Program with 0% Interest, Free Biaya Perawatan berkala (Jasa + Parts s/d 50.000 km / 4 tahun)**, Sporty DNA Package khusus untuk pembelian unit Honda City Hatchback RS Manual Transmission*** serta Fleet Sales Package & COP Campaign.

JAKARTA, MoneyTalk – PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial, membukukan pertumbuhan kinerja positif pada kuartal-I 2023 dengan kenaikan laba bersih perusahaan sebesar 25,8% menjadi Rp944,4 miliar dibanding periode yang sama tahun 2022 senilai Rp750,8 miliar.

Presiden Direktur PT FIF, Margono Tanuwijaya, mengatakan bahwa kebangkitan aktivitas ekonomi di berbagai sektor sejak tahun lalu yang kemudian berlanjut pada awal tahun 2023 ini, mendorong pertumbuhan kinerja PT FIF pada kuartal-I 2023. Perusahaan memanfaatkan momentum yang baik ini dan terus berusaha memberikan produk yang terbaik kepada para nasabah.

“Manajemen terus melakukan berbagai strategi dalam memanfaatkan peluang yang ada sejak tahun lalu hingga awal tahun 2023 ini, mulai dari meningkatkan proses digitalisasi untuk memperkuat proses akuisisi, kontrol pemasaran, dan pengelolaan digital leads, serta mengintegrasikan aktivasi online dan offline channel melalui kegiatan Virtual Exhibition,” tutur Margono.

Secara rinci, PT FIF berhasil membukukan pertumbuhan nilai penyaluran pembiayaan (Amount Finance) sebesar 30,8% pada kuartal-I 2023 menjadi Rp 10,6 triliun dibanding kuartal-I 2022 yang mencapai Rp8,1 triliun.

Pertumbuhan ini juga dapat dilihat dari sisi jumlah pemesanan (booking unit) pada kuartal-I 2023 yang mencapai 799 ribu unit atau naik 20% dibanding periode yang sama tahun 2022 yang mencapai 666 ribu unit.

Selain itu, PT FIF juga berhasil menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang sehat dengan tingkat jumlah kredit bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) di angka 1% sampai dengan kuartal I 2023. Hal ini sesuai dengan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana perusahaan pembiayaan dengan NPF di bawah atau sama dengan 1% dikategorikan sebagai perusahaan yang sehat.

Bila dilihat dari sisi pertumbuhan aset, PT FIF berhasil mencatat pertumbuhan aset (Net Service Asset) pada kuartal-I 2023 dengan nilai aset sebesar Rp 37 triliun, meningkat 4,7% dari periode yang sama pada tahun 2022 yang hanya mencapai Rp35,4 triliun.

Kinerja Lini Bisnis PT FIF
Dalam menjalankan bisnisnya, terdapat 5 lini bisnis utama yang dilakukan oleh perusahaan, yaitu FIFASTRA, DANASTRA, SPEKTRA, FINATRA, dan AMITRA. Lini bisnis FIFASTRA yang menyediakan layanan pembiayaan sepeda motor Honda baru, mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kuartal-I 2023 sebesar 31,5% menjadi Rp 6,6 triliun dibanding kuartal-I 2022, yakni sebesar Rp5 triliun.

Secara booking unit, FIFASTRA berhasil mencatat penyaluran pembiayaan untuk sebanyak 396 ribu unit atau naik sebesar 31,9% pada kuartal-I 2023 dibanding periode yang sama tahun 2022 yang mencapai 301 ribu unit.

DANASTRA yang menyediakan layanan pembiayaan multiguna juga turut menunjukkan kinerja baiknya dengan berhasil manyalurkan pembiayaan senilai Rp 3,4 triliun atau naik sebesar 17,9% pada kuartal-I 2023 dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni senilai Rp 2,9 triliun. Sementara itu, booking unit DANASTRA tumbuh sebesar 9,1% pada kuartal-I 2023 mencapai 368 ribu unit dibanding kuartal-I tahun 2022 sebanyak 337 ribu unit.

SPEKTRA yang menyediakan layanan pembiayaan alat elektronik, gadget, dan perabot rumah tangga mengalami penurunan kinerja pada kuartal-I 2023 dengan nilai penyaluran pembiayaan Rp 127 miliar atau turun 26,9% dibanding 2022 yang mencapai Rp 173,7 miliar.

FINATRA yang merupakan lini bisnis PT FIF baru dan dioperasikan sejak tahun 2022 untuk pembiayaan produktif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatatkan nilai penyaluran pembiayaan sebesar Rp 345,8 miliar dengan 4.057 booking unit menutup kuartal-I 2023.

Lini bisnis syariah PT FIF, yaitu AMITRA, mencatatkan pertumbuhan kinerja penyaluran pembiayaan yang signifikan. Tercatat terjadi pertumbuhan sebesar 491,1% pada kuartal-I 2023 senilai Rp 115 miliar dibanding 2022 yang hanya sebesar Rp 19,5 miliar. Secara booking unit, tercatat pertumbuhan 330,9% pada kuartal-I 2023 sebanyak 4.942 unit booking dibanding 2022 yang hanya mencapai 1.147 unit booking.

Komitmen Keberlanjutan PT FIF
Dalam rangka mendukung implementasi keberlanjutan (sustainability) yang sejalan dengan misi perusahaan, yaitu “Membawa Kehidupan yang Lebih Baik untuk Masyarakat” guna masa depan yang lebih baik, perusahaan melaksanakan berbagai kegiatan mengacu kepada komitmen: Environment, Social, and Governance (ESG) pada tahun 2023 dengan berbagai program inisiatif.

Inisiatif tersebut selanjutnya dikemas dalam bentuk Sustainability Framework yang mengintegrasikan program keberlanjutan ke dalam Strategy Triple-P Roadmap, yaitu Portfolio, People, dan Public Contribution.

Untuk aspek Portfolio, guna mendorong transisi perusahaan yang lebih sustainable dan resilient, PT FIF melakukan berbagai inisiatif, seperti mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 10,8% dan peningkatan penggunaan energi baru terbarukan melalui program pemasangan solar panel dengan total di 9 Cabang dengan rincian : pemasangan di 1 cabang pada tahun 2019, 7 cabang pada tahun 2022, dan 1 cabang di kuartal-I 2023. PT FIF juga turut mengoptimalkan penggunaan produk ramah lingkungan, yakni lampu Light Emitting Diode (LED) di seluruh jaringan perusahaan.

Selain itu, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, sejalan dengan program FIF Lestari, PT FIF juga berinisiatif melakukan penanaman 34.000 pohon di seluruh Indonesia, dan meningkatkan produk yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) FIF ke-34 tahun.

Pada aspek Portfolio, PT FIF juga mendorong pengurangan intesitas pengambilan air permukaan dan air tanah, serta meningkatkan pengelolaan daur ulang air. PT FIF juga mendorong pengelolaan limbah padat yang ditujukan untuk mengurangi sampah pada kegiatan operasional bisnis PT FIF.

Untuk segi People yang menjadi strategi komitmen perusahaan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman bagi karyawannya dengan berkomitmen dalam meningkatkan budaya keselamatan bekerja saat bekerja melalui program Safety Riding, seperti program pelatihan, inspeksi keamanan berkendara, dan menerapkan regulasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Untuk aspek yang terakhir, yaitu Public Contribution, PT FIF mendukung keberlanjutan melalui berbagai program yang telah dilaksanakan tersebut masuk ke dalam 4 pilar tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu FIF Pintar (Pendidikan), FIF Sehat (Kesehatan), FIF Sejahtera (Pemberdayaan UMKM), dan FIF Lestari (Lingkungan).

Melalui FIF Pintar, PT FIF menyelenggarakan beberapa program inisiatif, seperti Pelatihan Guru dengan menargetkan penerima pelatihan kepada 5.400 guru dan Program Jam Sosial Mengajar yang ditujukan untuk mendukung Peraturan OJK (POJK) Nomor 76/POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan Bagi Konsumen dan/atau Masyarakat. Melalui program tersebut, perusahaan berkomitmen mendorong peningkatan literasi keuangan dengan menargetkan penerima program sebanyak 1.020 siswa.

Pada FIF Sejahtera, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk pemulihan ekonomi Indonesia, pada tahun 2023 PT FIF melaksanakan program dana bergulir, di mana perusahaan menargetkan penyaluran pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada 734 pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah.

Tidak hanya itu, perusahaan juga mengedepankan program pembinaan peningkatan kompetensi UMKM dalam mengembangkan usahanya melalui program pelatihan UMKM dan memfasilitasi penjualan produk yang ditawarkan guna menghasilkan UMKM yang lebih mandiri.

FIF Sehat yang merupakan pilar peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, PT FIF menginisiasi program Donor Darah dengan menargetkan pengumpulan sebanyak 16.500 kantong darah.

Selain itu, PT FIF juga turut menyelenggarakan program posyandu yang ditujukan untuk menyelenggarakan kegiatan imunisasi dengan menargetkan kepada 1.000 anak di 34 Cabang.

Sejalan dengan program Pemerintah Republik Indonesia (RI) dalam mengurangi jumlah anak tengkes (stunting), PT FIF juga menargetkan bantuan kepada 150 anak stunting sebagai tindakan kuratif dan kepada 150 ibu hamil sebagai tindakan preventif bekerja sama dengan posyandu di sejumlah titik di Indonesia.

Untuk FIF Lestari, selain melaksanakan program penaman pohon, PT FIF juga menargetkan pelaksanaan kegiatan Fogging untuk masyarakat dalam menjaga lingkungan yang aman dan nyaman untuk masyarakat.

Melalui kontribusi keberlanjutan yang diiinisiasi oleh perusahaan, PT FIF berharap misi “Membawa Kehidupan yang Lebih Baik untuk Masyarakat” dapat terwujud seiring dengan usaha perusahaan dalam bertumbuh meningkatkan kinerjanya.

Tentang PT Federal International Finance:
PT Federal International Finance merupakan anak perusahaan PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang usaha pembiayaan ritel khusus sepeda motor Honda yang diproduksi oleh PT Astra Honda Motor, yang juga anak perusahaan PT Astra International Tbk.

Tepat 1 Mei 2013 Perseroan melakukan proses rebranding dengan meluncurkan new identity berupa logo baru berbentuk sidik jari dan penyebutan nama perseroan menjadi FIF yang merupakan grup manajemen dari FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor, SPEKTRA untuk pembiayaan elektronik dan perabot rumah tangga, DANASTRA melayani pembiayaan multiguna, FINATRA untuk pembiayaan produktif usaha mikro, dan AMITRA merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) FIF yang melayani pembiayaan syariah.

FIF merupakan perusahaan pembiayaan sepeda motor dan elektronik terbesar di Indonesia dengan lebih dari 243 kantor cabang dan ribuan network lainnya.

JAKARTA, MoneyTalk – PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank), sebagai bank digital yang melayani segmen ritel dan UMKM, membukukan peningkatan profitabilitas sebesar 491% pada kuartal pertama 2023.

Amar Bank terus optimis untuk dapat meningkatkan kinerja positifnya sepanjang tahun, tercermin dari laba bersih kuartal pertama sebesar Rp 34.43 miliar.

Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian menyatakan, “Pemenuhan modal inti minimal Rp 3.1 triliun pada Desember 2022 terbukti telah memperkuat fondasi Amar Bank dalam meningkatkan pertumbuhan dan menyediakan solusi keuangan digital yang inovatif di tahun 2023.

Lebih lanjut, peningkatan laba yang signifikan di kuartal pertama ini merupakan langkah ke depan yang positif bagi Amar Bank untuk mempertahankan momentum profitabilitas yang lebih kuat dan memberikan dampak sosial yang positif kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang unbanked dan underbanked.”

Total aset Amar Bank juga meningkat sebesar 5,73% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 6,16% dan mencapai total kredit sebesar Rp2.40 triliun dibandingkan posisi 31 Desember 2022.

Pertumbuhan aset tersebut tak lepas dari keberhasilan Tunaiku, platform pinjaman digital unggulan dari Amar Bank, yang memberikan kontribusi sebesar 71,55% dari total penyaluran kredit atau setara dengan Rp 1.72 triliun dari total kredit.

Prospek positif ini menjadi pertanda yang baik bagi rencana Amar Bank untuk terus memperluas penyaluran kredit sepanjang tahun 2023, mendukung pertumbuhan kesehatan finansial dan inklusi keuangan bagi individu dan UMKM.

Pada kuartal pertama, Amar Bank mengalami peningkatan pada sisi Pendanaan, khususnya pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar Rp 208 miliar yang meningkat 20,70% secara quarter-on-quarter.

Peningkatan giro dan tabungan sebesar 4,39% QoQ sebagai komponen pendanaan, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Amar Bank, khususnya pada produk perbankan digitalnya.

Menurut David Wirawan, Senior Vice President Finance Amar Bank, bank telah kembali bangkit dan berhasil meraih laba sebesar Rp34.43 miliar selama kuartal pertama tahun 2023. Pencapaian ini didukung oleh penurunan rasio BOPO yang signifikan sebesar 25,84%.

Selain itu, Amar Bank terus menjaga efektivitas pengelolaan kualitas aset dengan menerapkan prosedur penilaian risiko yang hati-hati. Sebagai hasilnya, Amar Bank mencatatkan rasio NPL sebesar 1,84% pada kuartal pertama 2023, jauh di bawah ketentuan regulator sebesar 5%.

Seiring dengan pemulihan ekonomi di Indonesia, Amar Bank terus berkomitmen untuk mempertahankan kinerja positif dan menyediakan layanan keuangan digital yang inovatif guna meningkatkan kualitas hidup individu dan UMKM, terutama mereka yang unbanked dan underbanked, melalui kesehatan finansial dan inklusi keuangan yang berdampak.

JAKARTA, MoneyTalk – Setiap penyelenggara fintech lending atau pinjol di Indonesia, wajib terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, Penting memastikan legalitas penyedia pinjaman online legal (pinjol) agar tidak terjebak pinjol ilegal.

Cara Cek Pinjol
Dengan memerika di OJK, kita bisa mengetahui apakah aplikasi pinjaman online itu ilegal atau tidak. Bagaimana cara mengecek pinjol legal bisa dilakukan dengan 3 cara. Apa saja ya?

Website OJK
Cara mengecek pinjol legal yang terdaftar melalui laman OJK:

Akses laman OJK di alamat www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/financial-technology/Default.aspx
Buka laman OJK di www.ojk.go.id, pilih menu IKNB, kemudian pilih Finctech di kanan bawah

WhatsApp OJK
Anda juga bisa mengecek legalitas pinjol melalui WhatsApp (WA) resmi OJK. Berikut caranya:

Simpan nomor WhatsApp resmi OJK 081-157-157-157
Buka aplikasi WhatsApp dan buka kontak OJK yang telah tersimpan
Ketik nama pinjol yang ingin dicek.
Misalnya “pinjol.com”

Kemudian kirim pesan
Tunggu hingga bot selesai menelusuri dan memberikan jawaban terkait status pinjol tersebut di OJK

Telepon 157 atau e-mail
Pengecekan bisa dilakukan melalui surat elektronik (e-mail) waspadainvestasi@ojk.go.id atau melalui kontak resmi OJK di nomor 157.

JAKARTA, MoneyTalk – Setelah resmi diperkenalkan kehadapan publik Indonesia bulan November 2022 lalu, kini PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara resmi umumkan harga dan distribusikan sepeda motor sport adventure terbarunya yaitu Suzuki V-STROM 250SX untuk pasar Indonesia.

Suzuki menawarkan V-STROM 250SX dengan harga Rp59.500.000,- (harga rekomendasi on the road DKI Jakarta, terdapat perbedaan harga pada wilayah lain).

Diawali sejak tanggal 18 April 2023, SIS akan memenuhi permintaan dan pemesanan pelanggan secara bertahap ke seluruh jaringan Suzuki di Indonesia, dimulai dengan pemenuhan konsumen di wilayah Jabodetabek.

Suzuki V-STROM 250SX mampu tampil sebagai “Lightweight Versatile Crossover” mulai dari perjalanan perkotaan hingga jalan beraspal yang berkelok-kelok dan jalur tanah.

Suzuki V-STROM 250SX menaklukan semuanya dengan mudah sebagai anggota keluarga dari V (versatile) Strom (stream and storm) di dunia.

Suzuki V-STROM 250SX hadir dengan ketangguhan, sporty, dan kenyamanan dalam satu paket.

Dalam kondisi berkendara di perkotaan, Suzuki Oil Cooling System (SOCS) menjaga mesin tetap dingin saat cuaca panas untuk menambah ketenangan pikiran, sasis yang ramping dan gesit membuatnya mudah digunakan kemanapun, dan short-style dual-exit muffler dan separate seat memberikan tampilan sporty bagi pengendara seperti yang diinginkan.

Di jalan tanah datar yang tidak beraspal, roda depan berukuran 19 inci dan ground clearance yang cukup menambah rasa stabilitas berkendara, sementara windscreen fungsional dan knuckle cover juga menjadikannya sebagai pasangan yang ideal untuk turing.

Ketika datang untuk membawa penumpang atau barang bawaan, V-STROM 250SX unggul dengan rear carrier yang praktis dan juga berfungsi sebagai pegangan. Sangat mampu berkeliling kota untuk menyelesaikan sesuatu, lalu berkemas untuk berpetualang di akhir pekan.

Bahkan ketika jalan antara titik A dan titik B berbeda-beda, V-STROM 250SX memiliki apa yang diperlukan untuk mendapatkan pengendara di mana mereka ingin pergi dengan gaya dan kenyamanan, dan memiliki waktu yang tepat melakukannya. Memperluas wawasan, membuat rutinitas menjadi menyenangkan, dan memperkaya setiap berkendara adalah inti dari V-STROM 250SX.

“V-STROM 250SX dibekali dengan mesin single cylinder dengan 4 valve, oil-cooled dan SOHC (single overhead camshaft) yang menghasilkan kerja throttle yang yang nyaman dengan karakter penuh torsi pada RPM rendah,” kata Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT SIS.

“Karakter mesinnya akan sangat bermanfaat di jalan yang kasar. Saatnya bagi siapapun untuk bisa ikut merasakan pengalaman dan petualangan baru lewat V-STROM 250SX yang telah kami pasarkan secara resmi di Indonesia” terangnya.

JAKARTA, MoneyTalk – PT Merdeka Battery Materials Tbk (kode saham: MBMA), perusahaan yang melaksanakan hilirisasi dalam rantai nilai baterai kendaraan bermotor listrik, resmi mencatatkan saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total saham yang dilepas melalui IPO ini sebanyak 11.549.999.900 saham baru yang dikeluarkan dari portepel perusahaan atau dari total saham, MBMA meraup sekitar Rp 9,2 triliun dengan nilai kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 85,9 triliun. MBMA menjadi emiten ke – 34 di BEI pada 2023.

Selama proses penawaran umum, minat investor di porsi penjatahan terpusat cukup tinggi hingga terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 19,9 kali.

Besarnya minat investor terhadap saham MBMA ini membuat perusahaan menerbitkan tambahan sebanyak 549.999.900 saham baru.

“Kami bersyukur IPO MBMA dapat berjalan dengan lancar dan sukses mendapatkan dukungan dari berbagai investor institusi baik dari dalam maupun luar negeri. Aksi korporasi ini sangat penting untuk mewujudkan visi MBMA sebagai pemain global yang terintegrasi secara vertikal dalam rantai nilai mineral strategis dan bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik,” kata Presiden Direktur MBMA Devin Ridwan.

MBMA berencana menggunakan dana hasil IPO antara lain untuk membiayai pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek pemrosesan nikel seperti fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) I tahap I dengan kapasitas 60.000 ton per tahun untuk menghasilkan material dalam rantai nilai bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik.

Sebagian lainnya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja anak usaha, diantaranya PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang merupakan perusahaan tambang nikel dengan salah satu sumber daya terbesar di dunia dalam hal kandungan nikel.

Saat ini SCM memiliki sumber daya lebih dari 1,1 miliar bijih dry metric tonne yang mengandung 13,8 juta ton nikel dengan kadar 1,22% Ni dan 1,0 juta ton kobalt pada kadar 0,08% Co. Kapasitas produksi tambang SCM diperkirakan akan mencapai 14,6 juta wet metric tonnes pada 2024. MBMA juga akan memakai dana IPO untuk melunasi pinjaman.

David Agus, Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk selaku salah satu Penjamin Emisi, mengatakan sebagian besar saham MBMA dialokasikan kepada investor institusi.

Namun, antusiasme investor ritel dalam IPO ini yang mencapai lebih dari 33.000 pemesan sangat menggembirakan bagi industri pasar modal dan energi terbarukan di Indonesia. Besarnya minat investor untuk terlibat dalam IPO MBMA ini sudah terlihat sejak penawaran awal.

“Besarnya penawaran saham yang masuk menandakan bahwa investor juga sangat optimistis dengan prospek bisnis hilirisasi tambang nikel dan pengembangan rantai nilai bahan baku Electric Vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan bermotor listrik yang dikembangkan oleh MBMA. IPO MBMA ini sejalan dengan momentum global yang mendorong lebih banyak penggunaan energi bersih, termasuk penggunaan EV battery,” kata David.

MBMA telah mengoperasikan smelter RKEF yang memproduksi Nickel Pig Iron (NPI) dengan kapasitas terpasang produksi agregat mencapai 38.000 Ni per tahun per 30 September 2022.

Setelah pembangunan atau komisioning smelter RKEF baru, tambang SCM dan proyek AIM I, MBMA diproyeksikan menghasilkan 88.000 Ni per tahun dan 1,2 juta ton asam per tahun.

Devin menjelaskan MBMA akan terus membangun dan mengembangkan berbagai proyek yang merupakan rantai nilai hilirisasi nikel hingga menjadi bahan baku EV battery.

Pengoperasian dan pengembangan berbagai proyek strategis tersebut melibatkan berbagai grup bisnis yang merupakan pemain global terdepan dalam rantai nilai baterai kendaraan bermotor listrik, seperti grup Tsingshan, Huayou, serta CATL.

Didukung oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai induk usaha yang memiliki pengalaman matang dalam pengembangan proyek pertambangan yang signifikan, MBMA memiliki komitmen kuat untuk menjalankan proses bisnis sesuai dengan prinsip tata kelola Environmental, Social and Governance atau ESG. Dalam menjalankan usaha, MBMA senantiasa mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

“Keberlanjutan adalah landasan bisnis kami. Kami meyakini bahwa keberlanjutan perusahaan kami tidak hanya bergantung pada bisnis yang efisien dan menguntungkan, tetapi juga pada kesehatan dan keselamatan kerja karyawan, pengelolaan lingkungan hidup yang baik, hubungan yang harmonis dengan semua pemangku kepentingan, juga kontribusi signifikan kami kepada kesejahteraan masyarakat,” jelas Devin.