7 November 2026

Guntur Romli

MoneyTalk, Jakarta – Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli melontarkan kritik tajam terhadap kondisi pemerintahan saat ini, khususnya terkait pengelolaan anggaran negara dan sejumlah kebijakan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Melalui pernyataannya di media sosial, Guntur Romli menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disebut mengalami defisit dalam dua bulan awal tahun. Ia bahkan menyampaikan kritik dengan gaya satir yang menyinggung langsung kepemimpinan nasional.

“Tor monitor ketua. APBN tekor ketua. Pemborosan lagi gacor. Efisiensi tipu-tipu,” ujar Guntur Romli dalam komentarnya yang kemudian ramai diperbincangkan di ruang publik, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Guntur, kondisi APBN menunjukkan tren defisit sejak awal tahun. Ia menyebut pada Januari terjadi defisit sekitar Rp54 triliun dan meningkat pada Februari menjadi sekitar Rp135 triliun.

Angka tersebut, menurutnya, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah karena mencerminkan tekanan fiskal yang tidak kecil. Apalagi di tengah berbagai program pemerintah yang membutuhkan anggaran besar.

“Januari APBN tekor Rp54 triliun, Februari tekor Rp135 triliun. Ini harus dijelaskan secara transparan kepada publik,” ujarnya.

Ia menilai klaim efisiensi anggaran yang selama ini disampaikan pemerintah tidak sepenuhnya tercermin dalam kondisi fiskal negara.

Selain soal APBN, Guntur juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menuai sorotan publik.

Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto itu disebutnya masih menghadapi berbagai persoalan di lapangan, termasuk kasus keracunan makanan yang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah.

Menurut Guntur, kejadian tersebut menunjukkan bahwa program besar yang menyasar jutaan siswa itu memerlukan pengawasan yang jauh lebih ketat.

“Kasus keracunan tidak berhenti. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” kata dia.

Guntur juga menyinggung kebijakan yang disebutnya sebagai impor ratusan ribu gerobak dari India.

Ia mempertanyakan kebijakan tersebut karena dinilai berpotensi merugikan pelaku usaha kecil dan industri lokal yang sebenarnya mampu memproduksi kebutuhan serupa.

Menurutnya, kebijakan itu juga disebut lolos tanpa pembahasan yang cukup di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR).

“Impor ratusan ribu gerobak dari India bisa lolos dari DPR. Ini perlu penjelasan,” katanya.

Di sisi lain, Guntur juga mengingatkan pemerintah terhadap potensi dampak ekonomi dari konflik di kawasan Timur Tengah yang terus memanas.

Ia menilai ketegangan geopolitik tersebut dapat mempengaruhi stabilitas global, termasuk harga energi, perdagangan internasional, hingga kondisi ekonomi domestik Indonesia.

Karena itu, menurutnya pemerintah harus lebih fokus mengantisipasi dampak global tersebut terhadap perekonomian nasional.

Guntur kemudian melontarkan kritik paling tajam terkait aktivitas Presiden yang dinilai terlalu sering melakukan perjalanan luar negeri di tengah berbagai persoalan domestik.

Menurutnya, situasi ekonomi dan geopolitik saat ini membutuhkan perhatian penuh dari kepala negara.

“Belum ancaman dari dampak perang di Timur Tengah. Presiden kok asyik jalan-jalan ke luar negeri,” ujar Guntur.

MoneyTalk, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli melontarkan kritik keras terhadap manajemen Badan Gizi Nasional (BGN) terkait polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai tata kelola BGN menunjukkan konflik kepentingan serius dan menyebutnya sebagai “manajemen busuk ala preman pasar”.

Kritik itu disampaikan Guntur menyusul pernyataan Ikeu Tanziha, yang disebut sebagai Dewan Pakar BGN, terkait viralnya unggahan siswa mengenai makanan MBG yang diduga mengandung belatung. Dalam pernyataannya, Ikeu menilai siswa tidak bersyukur karena mempersoalkan makanan tersebut.

Namun, menurut Guntur Romli, persoalan tidak berhenti pada pernyataan itu. Ia mengungkapkan bahwa Ikeu Tanziha diduga memiliki dan mengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Ini masalah serius. Dewan Pakar BGN yang seharusnya mengawasi, memberi masukan soal standar gizi dan kualitas makanan, justru diduga punya dan mengelola dapur MBG sendiri. Ini konflik kepentingan yang nyata,” kata Guntur Romli di akun media sosialnya, Senin (29/12/2025).

Guntur menilai posisi Dewan Pakar semestinya berada di luar struktur operasional agar dapat bersikap objektif dan kritis. Jika Dewan Pakar terlibat langsung dalam pengelolaan dapur, maka independensi pengawasan menjadi dipertanyakan.

“Pantas saja yang bersangkutan membela mati-matian dapur MBG meskipun muncul temuan makanan bermasalah. Bagaimana mungkin pengawas sekaligus pelaku usaha?” ujarnya.

Ia juga menyayangkan sikap yang dinilai menyalahkan siswa sebagai penerima manfaat program. Menurutnya, siswa yang mengeluhkan kualitas makanan justru menunjukkan keberanian dan kepedulian terhadap standar kesehatan.

“Alih-alih introspeksi dan evaluasi, yang muncul justru narasi bahwa siswa tidak bersyukur. Ini cara berpikir yang keliru dan berbahaya,” tegasnya.

Lebih jauh, Guntur mengkritik mentalitas pengelolaan program negara yang menurutnya tidak mencerminkan tata kelola modern dan akuntabel.

“Gelar profesor, doktor, sebutan pakar, tapi praktik manajemennya seperti preman pasar. Tidak transparan, tidak berjarak, dan sarat kepentingan,” kata Guntur.

Ia mendesak Presiden dan lembaga terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap BGN, termasuk menelusuri potensi konflik kepentingan di tubuh lembaga tersebut.

“Program MBG ini menyangkut masa depan gizi anak-anak Indonesia. Jangan dikotori oleh praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak BGN maupun dari Ikeu Tanziha terkait tudingan tersebut.

MoneyTalk, Jakarta – Menteri Koperasi Kabinet Merah Putih Budi Arie Setiadi yang sebelumnya menjabat sebagai Menominfo menuding Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Republik Indonesia, Budi Gunawan (BG) dan PDI Perjuangan adalah “otak” yang memframing dirinya terlibat judi online (judol).

Bahwa Budi Arie pada Sabtu malam (17/5/2025) tidak terima dengan judul pemberitaan “Busyet, Ternyata, Eks Menkominfo Budi Arie Minta Jatah Uang “Pengamanan” Judi Online 50 Persen”.
“Itu fitnah, framing. Itu si Tony (nama panggilan terdakwa Zulkarnaen Apriliantony) ditekan oleh PDI Perjuangan,” katanya dengan nada kencang kepada jurnalis RATASTV.CO yang diunggah akun @Nas_Lira

Menurutnya, judul berita tersebut sangat menyudutkannya. “Judulnya kalian itu, ‘saya minta (jatah pengamanan judi online 50 persen). Ini fitnah. Framing. Saya tahu, Tony ditekan untuk nyeret nama saya. Saya tidak pernah minta. Itu datanya Tony,” tegas Budi.

Lantas dia menuduh Budi Gunawan dan PDIP sebagai “otak” yang memframing dirinya terlibat skandal judi online.

“PDIP framing saya. Ini BG (Budi Gunawan) dan PDI Perjuangan otaknya,” tudingnya.

Saat ditanya mengapa PDIP yang dituding? Apakah karena PDIP dendam dengan Jokowi? Dan dirinya merupakan “orang” Jokowi? Budi menjawab dengan kesal “Nanti dijelaskan. Saya itu yakin, tenang. Cuma jengkel aja. Sudah saya jelaskan, tapi judulnya masih gini aja.”

Soal apakah dirinya tidak berbahaya menuding Menkopolkam Budi Gunawan kalau tidak mempunyai bukti-bukti kuat? Budi Arie mengatakan, nanti akan disiapkan bukti-bukti.

“Nanti bukti-bukti kita siapkan. Yang pasti ini PDIP,” cetusnya lagi seraya menambahkan dirinya tengah memetakan mana media kawan dan lawan.

Pun, Budi meminta media tidak ikut-ikutan mem-framing dirinya.

“Jangan ikut-ikutan orkestrasi mereka. Jangan dong. Jangan ikut-ikutan. Ini ujungnya PDIP semua,” katanya.

Lantas dia menyesalkan mengapa harus dia yang diserang. “Kenapa mesti Budi Arie? Kenapa tidak kalian tulis, semua (yang terlibat) itu kader PDIP semua. Itu fakta, lho. Bukan katanya-katanya,” katanya dengan nada tinggi.

Budi Arie yang pernah menjadi wakil ketua DPD PDIP DKI Jakarta di era Ketua Agung Imam Sumanto itu lantas mengklaim, bahwa dirinya 100 persen tidak terlibat dalam skandal judi online.

“Saya yakinin kamu, 100 persen, saya tidak terlibat,” klaimnya.

Dituding balik PDIP
PDIP menuding balik, bahwa apa yang dikatakan dan dituduhkan Budi Arie itu fitnah.

“Kalau benar dia (Budi Arie) menyatakan hal itu, berarti fitnah. Karena, informasi 50% (dia dapat) jatah, kan, dari dakwaan resmi jaksa. Itu yang muncul di publik,” tegas Juru Bicara DPP PDIP, Guntur Romli.

Pun termasuk tudingan Budi Arie yang menuduh PDIP dan Budi Gunawan yang menekan terdakwa Tony dan kawan-kawan agar menyeret dirinya terlibat judi online, Guntur Romli menandaskan, itu fitnah.

“Bagus. Naikkan saja (beritanya)! Itu jelas-jelas fitnah. Sama saja dia menuduh kejaksaan diintervensi dan membuat dakwaan bohong,” demikian Guntur.

MoneyTalk,Jakarta – Menjelang dua bulan berakhirnya masa jabatan, Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet dengan mengganti Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pertanyaannya, apa alasan sesungguhnya di balik pergantian ini? Benarkah klaim pemerintah bahwa tujuan reshuffle ini demi efektivitas pemerintahan? hai ini menjadi perhatian Guntur Romli melalui tulisannya yang beredar di grup wastshapp Selasa (20/08)

(lebih…)