MoneyTalk,Jakarta – Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, akan dilantik pada 20 Oktober 2024. Menjelang pelantikan tersebut, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Hashim Djojohadikusumo, menyinggung perihal sosok-sosok yang akan mengisi kursi menteri di kabinet pemerintahan baru.
PKS
MoneyTalk, Jakarta – Dalam sebuah tayangan di Cokro TV pada Sabtu (7/9), Adi Prayitno membahas dinamika politik yang tengah terjadi di kalangan pendukung Anies Baswedan serta sikap pragmatis Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam diskusi tersebut, Adi mengungkapkan bahwa ada kegundahan di antara pendukung Anies terkait perkembangan politik menjelang Pilkada Jakarta dan Jawa Barat.
MoneyTalk,Jakarta – Jokowi dan Prabowo sepakat dan satu kata: Anies Baswedan harus dilenyapkan. Tidak boleh ada panggung buat Anies. Bagaimana cara melenyapkan Anies Baswedan? Lakukan operasi terhadap partai-partai yang akan usung Anies.
Hanan Supangat digeledah rumahnya, dan jadi tersangka. Kader Nasdem ini jadi pintu masuk. Dari sini, anak Surya Paloh dibidik.
Semula, Surya Paloh kekeuh ingin calonkan Anies di pilgub Jakarta. Operasi terhadap Surya Paloh cukup alot.Tapi, ketika anaknya disasar, ini bukan hal mudah bagi Surya Paloh untuk menjaga komitmen dengan Anies. Menurut sumber yang layak dipercaya, infonya rombongan aparat penegak hukum sudah standby di depan pulau pribadi ketum Nasdem yang ada di Pulau Seribu. Tentu bukan untuk jalan-jalan. Ada apa? Jangan bego. Akhirnya, Surya Paloh menyerah.
PKB tersandera dengan kursi ketua umumnya yang sedang muktamar. Resuffle Kemenkumham sebagai ancaman nyata buat Cak Imin. Mau aman? Tinggalkan Anies. Plus dapat jatah menteri, duta besar, wakil ketua DPR, dll.
Bagaimana dengan PKS? Gak perlu digoda. PKS bahkan menawarkan diri ke KIM. Presiden PKS sudah memberi sinyal yang lugas dan terang-terangan ke Dasco, ketua harian Gerindra saat acara PKB. “Pak Dasco jangan hanya ajak Nasdem dan PKB. PKS ajak-ajak juga lah…” Anda bego kalau masih gak paham. Bagaimana cara exit dari Anies? Bisa dibicarakan bareng. Diskusi sambil ngopi. Itu hal mudah. Yang penting dealnya cocok. Lalu bilang ke publik: “ini hasil ijtihad”. Beres !
PDIP coba-coba mau usung Anies pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara No. 60. Kasus Rano di Bank Banten pun muncul kembali. Belum urusan Puan Maharani dan keponakan Megawati. PDIP pun mundur teratur.
Dengan semua dinamika ini, Ridwan Kamil telah mendapatkan jaminan untuk menang dengan menyingkirkan Anies Baswedan. Sesuatu yang sulit dibantah. Inilah yang membuat Ridwan Kamil tinggalkan Jawa Barat. Sengaja skenario ini dibuat agar Gerindra bisa ambil Jawa Barat melalui Dedi Mulyadi. Win win solution. Clear !
Pokoknya, Anies tidak boleh dapat tiket pilgub Jakarta.
Penulisan: Tony Rosyid,Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
MoneyTalk,Jakarta – Dari Jawa Barat ke Jakarta, tentu ada perhitungan. Meski di Jawa Barat hampir pasti menang, Ridwan Kamil justru pilih Jakarta. Kenapa? Ada jaminan akan dimenangkan. Oleh siapa? Tentu oleh kekuasaan. Tepatnya tangan kekuasaan. Siapa penguasanya? Jokowi dan Prabowo.
MoneyTalk,Jakarta – Sebentar lagi akan ada Pemilihan Kepala Daerah ( PILKADA ) seluruh Indonesia. Pesta demokrasi ini sudah melalui berbagai tahapan oleh ParPol dan KPU/KPUD. Pendaftaran calon Kepala Daerah oleh KPUD dimulai tanggal 27-29 Agustus 2024. Pengusungan calon Kepala Daerah banyak cerita dan catatannya, mulai soal Putusan MK No. 60 dan 70 ,yang kecewa karena tidak dapat B1. KWK dan ada yang dihambat dengan segala cara.
MoneyTalk, Jakarta – Zulfan Lindan, politisi senior dan mantan anggota DPR RI, dalam tayangan kanal DC News Indonesia yang dikutip oleh MoneyTalk.id pada (02/09), secara tegas menyebut Anies Baswedan sebagai sosok oportunis dalam politik Indonesia. Zulfan mengungkapkan kritik kerasnya terhadap langkah-langkah politik Anies yang menurutnya tidak konsisten dan lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan bangsa.
MoneyTalk,Jakarta – Aslinya RK itu PKS, ibu kandung RK itu dosen saya dulu dan sangat baik dengan saya ketika saya masih menjadi mahasiswa di salah satu universitas di Bandung, jadi saya cukup tau arah politik putranya, yakni RK. Partai Golkar menurutku hanyalah kendaraan politiknya RK saja, namun pemikiran dan karakter politik RK itu ya PKS.
MoneyTalk,Jakarta – Akhirnya, KIM Plus yang terdiri dari Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, Gelora, PKS, PKB dan NasDem resmi mendaftarkan Paslon RAKUS (RK-SUSWONO) ke KPUD Jakarta. Akronim RAKUS nampaknya pas, karena semua Parpol diborong masuk ke koalisi ini.
MoneyTalk, Jakarta – Kegagalan Pencalonan Anies Baswedan dalam Kontestasi Pilkada Jakarta 2024 menjadi kemarahan para pendukungnya, ada bau busuk penjegalan kepada anies.
MoneyTalk, Jakarta – Anies Baswedan, yang sebelumnya dikabarkan akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai calon gubernur DKI Jakarta, tampaknya batal mendapat dukungan dari partai berlambang banteng tersebut. Meski belum resmi didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), tanda-tanda kuat menunjukkan bahwa PDIP tidak akan mencalonkan Anies dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta mendatang.
Menurut Solihin MS, seorang pemerhati sosial dan politik, hal ini tidak lepas dari berbagai tekanan yang dihadapi PDIP, baik dari internal partai maupun faktor eksternal. Berdasarkan tulisan yang diterima MoneyTalk.id pada Rabu (28/08), Solihin mengungkapkan bahwa operasi senyap diduga dilakukan oleh rezim Jokowi dan oligarki taipan untuk menggagalkan pencalonan Anies.
“Anies telah menjadi momok menakutkan bagi rezim Jokowi dan oligarki taipan. Dugaan adanya campur tangan langsung dari Jokowi untuk mencegah Anies diusung PDIP semakin menguat setelah Pramono Anung, seorang tokoh yang dikenal dekat dengan Jokowi, dipilih sebagai calon gubernur bersama Rano Karno,” ujar Solihin.
Solihin juga mencatat bahwa banyak pendukung Anies dari awal sudah merasa khawatir jika Anies bergabung dengan PDIP. Mereka menganggap bahwa jika Anies sampai menjadi kader PDIP, apalagi jika menjadi petugas partai, marwah dan kredibilitasnya akan rusak.
“PDIP telah berkontribusi besar terhadap terpilihnya Jokowi dan arah bangsa yang semakin mentolerir paham komunisme di Indonesia. Tidak diusungnya Anies oleh PDIP adalah sebuah ‘blessing in disguise’ bagi Anies dan para pendukungnya. Ini menyelamatkan kredibilitas Anies,” tegas Solihin.
Meskipun demikian, Solihin menambahkan bahwa para pendukung Anies tetap setia dan akan selalu mendukung Anies, apa pun yang terjadi. Bahkan jika Anies tidak jadi maju dalam Pilgub DKI Jakarta, dukungan untuknya tidak akan goyah.
Bagi warga Jakarta, harapan tetap ada bahwa partai lain akan berani mengusung Anies, meskipun tekanan dari rezim Jokowi dan oligarki taipan pasti akan luar biasa. Solihin menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai satu-satunya partai yang tidak tersandera oleh rezim dan oligarki tersebut.
“Anies dan PKS sebenarnya memiliki chemistry yang sama. Namun, keputusan PKS untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang didukung oleh rezim Jokowi dan oligarki taipan, membuat banyak pihak kecewa,” ungkap Solihin.
Dia juga mengungkapkan bahwa keputusan PKS untuk bergabung dengan KIM tidak diterima oleh mayoritas anggota Dewan Syura PKS. “Kabarnya, dari 99 anggota Dewan Syura, 70% menolak bergabung dengan KIM. Eksodusnya 28 Dewan Pakar PKS seharusnya menjadi peringatan bagi PKS agar tidak dikendalikan oleh pemimpin yang terjebak dalam kecintaan pada dunia,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Solihin berharap Anies tetap berada di jalur kebenaran dan keadilan, serta terus memperjuangkan perubahan. “Yakinlah, sebentar lagi Allah akan mengangkat derajatnya dan memberikan posisi terbaik bagi dirinya, keluarganya, rakyat, dan negara Indonesia,” tutup Solihin MS.
Berita ini menegaskan posisi Anies Baswedan di tengah dinamika politik yang semakin kompleks, dengan berbagai pihak yang masih menantikan kejelasan langkah politiknya ke depan.(c@kra)
